Thursday

Operasi Pasar di Agara Karena Stok Tabung Melon Sering Raib

KUTACANE - Salah seorang anggota DPRK Aceh Tenggara dari Partai Gerindra, Ir Felix Subriyanto, meminta Pertamina Regional I Sumbagut agar rnengelar operasi pasar (OP) murah gas elpiji bersubsidi isi tabung 3 kilogram. Dia menilai, gas elpiji 3 kg di pasaran masih minim dan tak sebanding antara kebutuhan dengan stok.

Dia menjelaskan berdasarkan data dari Pemkab Agara kebutuhan elpiji 3 kg sebanyak 80 ribu tabung/bulan, tetapi pasokan sebanyak 42 ribu, sehingga ada kekurangan 38 ribu tabung/bulan. Hal ini tentu saja tidak cukup memenuhi permintaan masyarakat, karena berkurang sekitar 48 persen," ujar Felix Subriyanto kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (28/4). Dia rnenyatakan untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji jelang bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri, Pertamina I Sumbagut harus segera mengelar operasi pasar gas elplii 3 kg.


Dikatakan, harga isi ulang elpiji 3 kg sudah mencapai Rp 30 ribu/tabung atau sekitar Rp 10 ribu/kg, sehingga seperti tidak ada subsidi lagi dari pemerintah. Felix menduga tabung gas elpiji yang masuk ke Agara, bukan dari rayon Agara, sehingga membuat harga semakin mahal khususnya di kawasan pedalaman


 "Karena gas langka, rakyat pasti dibeli, walaupun harganya mahal." katanya. Anggota dewan satu ini kembali menegaskan bahwa gas elpiji 3 kg hanya untuk warga miskin, bukan para pejabat atau juga PNS. Jika tidak rnau disebut miskin Pejabat Agara harus malu kalau masih menggunakan gas bersubsidi, karena hanya untuk warga miskin ujar Feliz.

Angin Luluh Lantakkan Pegasing dan Atu Lintang

TAKENGON – Angin kencang disertai hujan deras menerjang dua kecamatan di Aceh Tengah, Pegasing dan Atu Lintang pada Selasa (28/4) siang. Sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan serta sejumlah korban harus mengungsi ke rumah tetangga.

Camat Atu Lintang, Junaidi menyatakan empat rumah di wilayahnya mengalami kerusakan parah, terutama di Kampung Wih Hilang saat dirinya berpatroli melihat kondisi desa. Dia menyatakan salah satu rumah yang berdinding papan yang awalnya beratapkan seng, saat ini tidak ada lagi atap, sudah diterbangkan angin.

Menurut dia rumah warga yang terbuat dari papan tersebut rusak parah pada bagian atap, sehingga tidak bisa ditempali apalagi hujan masih turun yang disertai angin kencang. "Keluarga pemilik rumah sudah mengungsi sementara waktu ke rumah tetangg;a," ujar Junaidi yang sempat berhenti untuk melihat kondisi rumah dan keluarga pemilik rumah yang rusak tersebut, seperti dirilis ke Aceh-gayo.blogspot.com kemarin.


Junaidi menambahkan tiga kampung di wilayahnya, Merah Mege, Pantan Damar dan Atu Lintang merupakan kawasan terparah cliterjang puting beliung. Disebutkan, atap sejumlah bangunan dan rurnah diterbangkan angin, sehingga seluruh isinya basah terkena air hujan yang sangat deras ke dalam bangunan, karena atap sudah disapu angin. Dirincikan, satu atap gudang kopi di Merah Mege rusak berat. Di Atu Lintang, satu atap MIS rusak sedang, satu unit bengkel rusak parah, satu rumah rusak berat dan dua rumah rusak sedang.

Sedangkan di Kampung Pantan Damar, satu bengkel dan satu rumah rusak berat. Sementara, Camat Pegasing, Kamaluddin menyatakan dua rumah rusak sedang dan dua rumah rusak ringan. Dia menjelaskan telah menyerahkan bantuan sembako kepada korban puting beliung yang telah mengungsi ke rumah tetangga. Selain itu, dilaporkan, Dinas Sosial bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah telah meninjau lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan sembako kepada korban.

Kedua lembaga itu juga mendata tingkat kerusakan, sehingga bantuan tepat sasaran, selain bantuan masa darurat. Seperti dilansir sebelumnya, banjir bandang akibat hujan deras yang rnelanda Kecamatan Bintang dan Kecamatan Celala, Aceh Tengah, pada Minggu (12/4) sekira pukul 18.00 WIB menyebabkan puluhan rumah terendam air bercampur lumpur di dua kecarnatan itu, ratusan orang mengungsi, di samping ada dua warga di Kecamatan Bintang yang tersengat listrik.


Banjir juga kembali menerjang Kecamatan Pegasing dan Celala pada Jwnat(17/ 4) sore yang juga menyebabkan sejumlah ruas jalan longsor. Hujan deras yang melanda Aceh Tengah sejak Maghrib terjadinya longsor di beberapa titik di tiga kecamatan berbeda.

Bupati Buka Pelatihan PPL

REDELONG - Bupati Bener Meriah, Ir Ruslan Abdul Gani membuka secara resmi pelatihan bagi para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang diselenggarkan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (Bappeluh) Bener Meriah di oproom Setdakab di Redelong, Selasa (28/ 4).

Kegiatan itu diikuti 127 petugas penyuluh baik pertanian, perikanan maupun kehutanan. Ruslan Abdul Gani dalam arahannya menyatakan kualitas sumber daya manusia (SDM) para penyuluh yang membimbing para petani harus ditingkatkan, sehingga sektor pertanian maju pesat. "Bener Meriah memiliki potensi alam yang luar biasa, tetapi belum dapat dimanfaatkan secara optimal, karena sumber daya manusia yang handal masih minim," sebutnya.


Dia berharap, melalui pelatihan ini, kemampuan para penyuluh akan meningkat, sehingga dapat membantu petani meningkatkan produksinya, sekaligus kualitas juga terjaga. "Penyuluh harus dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan menggali informasi tentang pertanian dari berbagai sumber," harapnya.

Kepala Bappeluh Bener Meriah, Khairul Badri SP menjelaskan kegiatan itu bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh melalui Kebun Percobaan (KP) Gayo. Disebutkan, dari 127 peserta, 57 di antaranya berstatus PNS, 52 kontrak, 12 non-PNS dan enam CPNS.


Menurutnnya, kegiatan pelatihan bagi para penyuluh tersebut dilaksanakan dalam empat tahap. Untuk tahap pertama, dari 28-30 April 2015 dan tahap terakhir dari 18- 21 Mei 2015 mendatang. "Dalam pelatihan ini, juga akan diberikan secara simbolis bantuan laptop bagi para penyuluh," ujarnya.

Kendaraan Terjaring Razia

BLANGKEJEREN - Sebanyak 36 unit kendaraan roda dua terjaring razia gabungan yang dilaksanakan di depan pendopo bupati di Blangkejeren, Gayo Lues (Galus), Selasa (28/4). Razia dilaksanakan oleh petugas Satlantas dan personel POM dari Kodim 0113/Galus.

Dalam razia petugas memberikan teguran kepada pengendara yang melanggar aturan lalulintas, tetapi sejumlah kendaraan ditilang dan diamankan di kantor Sattantas. Kapolres Galus, AKBP Bhakti Eri N, melalui KBO Lantas, Ipda Yulian, Selasa (28/4) mengatakan razia gabungan ini lebih memfokuskan kepada sosialisasi tertib berlalulintas. Yulian menjelelaskan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dirninta untuk mengambil helm dan rnenunjukan surat-surat kendaraan, setelah diberi teguran.



Sedangkan bagi yang tidak bisa menunjukkan surat kendaraan dan tidak memilik SIM, langsung di tilang dan kendaraannya diamankan. "Dalam operasi gabungan ini, sebanyak 36 pengguna kendaraan terjaring razia, yakni 30 pengguna kendaraan diberikan sanksi dengan teguran dan 6 kendaraan langsung ditilang dan diamankan,"' dernikian KBO lantas Polres Galus.

Wednesday

Seusai Disuntik Pasien Melahirkan Tewas

SUKA MAKMUE - Nilawati (34), seorang ibu rrmah tangga dari keluarga kurang mampu, warga Gampong Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (26 / 4) petang lalu dilaporkan tewas dengan tubuh membiru, setelah disuntik oleh petugas medis usai melahirkan di RSUD Nagan Raya.

Informasi dari keluarga korban menyebutkan, sebelum meninggal dengan kondisi lebam pada tubuhnya. Nilawati sebelumnya telah kehilangan bayinya, yang meninggal di dalam kandungan dan harus melahirkan setelah tiba di rumah sakit. "Usai melahirkan, istri saya berteriak kesakitan, di bagian wajahnya terlihat mulai membiru hingga ke sejumlah bagian tubuh yang lain," kata Nyak lah, suami korban, kemarin.


Ia pun memanggil petugas medis, dan perawat kemudian mengganti infus dan menyuntikkan obat ke dalam infus di bagian tangan isterinya. "Setelah lima menit mendapat suntikan istri saya mengalami kejang-kejang dan mengeluarkan busa yang sangat banyak dari mulut dan hidungnya." ungkapnya.

Petugas medis kemudian menyatakan bahwa istrinya telah meninggal dunia. Dalam suasana duka seperti itu, suami korban meminta pihak rumah sakit bertanggungjawab atas kematian istrinya. Sebab, ia menduga kematian istrinya itu akibat kesalahan yang dilakukan petugas medis. "Saya akan menggungat dokter di RSUD Nagan Raya akibat insiden ini," ujarnya.

Terkait kematian bayi di dalam kandungan istrinya, Nyak Lah mengaku selama masa kehamilan, istrinya sama sekali tidak pemah dikunjungi bidan desa maupun petugas Puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya. "Ketika kami minta bidan untuk datang ke rumah guna memeriksa kandungan istri saya, malah ditolak dan bidan tersebut tidak mau datang," kata Nyak Lah kecewa

Lakukan Investigasi

Direktur RSUD Nagan Raya, dr Hasbi Quraisy yang dikonfirmasi Aceh-gayo.blogspot.com Selasa (28/4) siang, mengaku belum tahu pasti penyebab meninggalnya Nilawati, pasien melahirkan dengan tubuh membiru tersebut, sebab saat kejadian pihaknya sedang berada di luar daerah.

Namun ia menjelaskan, atas insiden itu dokter yang menangani pasien lah yang berhak menjawabnya. "Saat ini kami sedang melakukan investigasi terkait kasus ini, ujar dr Hasbi. Sementara itu, dr Alya selaku dokter yang menangani pasien dimaksud, hingga berita ini ditulis tadi malam, belum memberikan konfirmasi terkait kasus kematian pasien tersebut. SMS yang dikirim oleh Aceh-gayo.blogspot.com melalui saluran teleponnya juga tidak dibalas.

Gudang Bulog Capai 1.000 Ton Gabah

MEULABOH - Persediaan gabah kering giling (GKG) yang dibeli dari petani di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya, dilaporkan saat ini mencapai 1.000 ton yang disimpan di gudang Bulog Divisi Regional (Divre) Meulaboh.


Sementara, jumlah gabah akan dibeli oleh Bulog hingga akhir tahun 2015 ditergetkan mencapai 4.500 ton. "Pembelian gabah dan beras petani ini dimaksudkan untuk mencaga stok beras dan kebutuhan pangan masyarakat," kata M Junaidi, Kabulog Meulaboh, Selasa (28 / 4).


Dikatakannya, stok beras yang dibeli dari peani di sejumlah kabupaten di wilayah ini mencapai 20 ton, dengan harga beli Rp 7.300 per kilogram. Sedangkan harga gabah kering yang dibeli seharga Rp 4.650 per kilogramnya. Ia mengakui, pembelian beras oleh Bulog terhadap hasil panen petani juga dimaksudkan untuk menghindari kenaikan harga jual beras, sekaligus menjaga kestabilan harga beras di masyarakat.

Komplek Perkantoran Jadi Kandang Ternak

SUKA MAKMUE - Pengguna jalan yang melintas di sekitar pusat perkantoran Pemkab Nagan Raya, di Kompleks Perkantoran Suka Makmue, mengeluhkan banyaknya temak sapi dan kerbau yang lalulalang di kawasan tersebut.


Akibatnya, pengguna jalan sering mengalami kecelakaan, karena ternak kerap berada di badan jalan, sehingga menyebabkan aktivitas warga tak nyaman. "Harusnya persoalan ternak yang berkeliaran ini segera diatasi, karena masalah ini sudah bertahun-tahun dikeluhkan oleh warga," kata Aan, seorang pengguna jalan, kepada Aceh-gayo.blogspot.com" Selasa (28/4).

Aceh Jaya Gelar Musyawarah Ulama

CALANG - Majelis Permusyarakatan Ulama (MPU) Aceh Jaya, Selasa melakukan musyawarah ulama untuk merumuskan pelaksanaan syariat Islam di daerah itu sebagai masukan, bagi Pemkab setempat. "Sebelum memberikan pendapat kepada pemerintah, MPU Aceh Jaya telah merumuskan pendapat para ulama, untuk menjadi pertimbangan pemerintah dalam menjalankan tugasnya," kata Tgk Faisal Abdullah.

Ketua MPU Aceh Jaya. di kantor MPU Aceh Jaya di Calang, Selasa (28 / 4). Sementara, Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Maulidi memberikan apresiasi kepada MPU yang bersedia memberikan masukan kepada pemerintah terkait pelaksanaan syariat Islam untuk diterapkan di daerah itu.



"Pemerintah butuh masukan dari kalangan ulama terutama masalah pelaksanaan syariat Islam secara khaffah, yang ditetapkan pemerintah saat ini," katanya. Ia menglrarapkan ulama dan umara dapat menjalankan pembangunan di wilayah itu sesuai syariat Islam, sesuai harapan masyarakat di kabupaten itu.

Es Kurang Nelayan Menderita

SINABANG - Menyusul terhentinya operasional pabrik es milik swasta yang selama ini menyuplai kebutuhannya es untuk nelayan maupun agen penampung ikan di Simeulue, saat ini pasokan es di daerah itu terhenti total.

Kebutuhan es untuk mencegah membusuknya ikan ini hanya didapat dari produksi rumah tangga yang persediaannya terbatas. Nelayan maupun agen penampung ikan berharap ada upaya pemerintah mencari solusi agar kekurangan es di Simeulue bisa teratasi.

Karena, akibat kurangnya ketersediaan es di daerah kaya hasil laut ini, para agen penampung ikan maupun nelayan banyak yang merugi. Seperti dialami Iwan, agen penampung ikan di Simeulue, yang dalam seminggu mengirim gurita dan ikan ke wilayah daratan sebanyak satu ton. Namun, saat ini ia hanya bisa mengirim tiga fiber yang isinya tak sampai 400 kilogram.


"Sisanya, dari pada membusuk saya bagikan ke warga. Kalau tidak cukup es, saya tidak berani kirim ke daratan. Karena sampai di sana pasti membusuk," katanya, Selasa (28/4) di Sinabang. Untuk kebutuhan es, ia mengaku harus mencari es batangan kecil produksi rumah tangga yang dijual Rp 5 ribu per batang. Sedangkan kalau membeli es melalui pabrik hanya Rp 15 ribu dan bisa tahan lama karena ukurannya lebih besar.

"Pabrik es sangat dibutuhkan di Simeulue untuk mendukung aktifitas nelayan maupun usaha perikanan. " tandasnya. Nelayan lainnya malah menyesalkan produktivitas pabrik es milik Pemkab Simeulue yang setelah dibangun tak memberi manfaat bagi nelayan. "Pemkab Simeulue punya pabrik es, tapi tidak serius menjalankannya. Akhirnya pabrik es milik pemerintah itu rusak tak bermanfaat sama sekali untuk masyarakat, " ujarnya.


Untuk diketahui, pabrik es milik Pemkab Simeulue di lokasi Simeulue Timur, sudah lama dibiarkan rusak dan belum pernah beroperasi sampai saat ini. Sedangkan pabrik es milik swasta yang selama ini mengatasi kebutuhan es bagi nelayan maupun pengusaha di bidang perikanan, sudah lebih sepekan tidak beroperasi. Sehingga suplai es batangan di Simeulue terhenti total.

Penyebab Kebakaran Bank Aceh Belum Ada Titik Terang

BANDA ACEH – Penyelidikan kebakaran yang menghanguskan Gedung Kantor Pusat dan Kantor Pusat Operasional (KPO) Bank Aceh 22 April kemarin masih terus dilakukan. Polda Aceh bahkan telah mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labpor) Polri dari Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Aceh, AKBP Teuku Saladin, saat ditanyai Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, hingga saat ini belum ada hasil forensik atas penyelidikan kebakaran yang dilakukan oleh tim l,abfor. "Hingga saat ini mereka (tim Labfor) masih bekerja, kita belum tahu hasilnya. Jadi belum kita ketahui apa penyebab kebakaran KPO Bank Aceh tersebut," katanya kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (28/4).


AKB Teuku Saladin menambahkan, pihak media ataupun masyarakat mohon untuk bersabar menunggu hasil forensik tersebut. Jika hasilnya sudah ada nanti. Polda Aceh ataupun Polresta Banda Aceh dipastikannya akan memberikan inforrnasi penyebab kebakaran kepada publik. 'Jadi kami mohon bersabar, tim masih bekerja," ujar Saladin.

Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com, sepekan terakhir, KPO Bank Aceh yang terletak di kawasan Jln Tgk Daud Beureueh masih dikawal ketat oleh pihak kepolisian. Lokasi kebakaran itu pun sudah dipagari dengan seng yang tinggi mencapai tiga meter, sehingga tidak memungkinkan bagi siapapun melihat ada ativitas apa di dalam KPO tersebut.

Warga Masak Pakai Kayu Karena Pembatasan Gas

SABANG – Pengguna gas elpiji 3 kilogram (Kg) di Kota Sabang, kesulitan memenuhi kebutuhan elpiji subsidi itu. Selain pembelian dibatasi hanya dua tabung perbulan, para konsumen juga tidak diperbolehkan membeli gas ini di panglaman lain. Keluhan ini seperti disampaikan Ardiansyah, seorang pengguna elpiji 3 Kg di Sabang kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (28/4).

Menurutnya, ia sangat kesulitan mendapat elpiji itu, padahal ia membutuhkan 4-5 tabung elpiji per bulan untuk memasak dirumahnya. "Kami terpaksa beralih kayu sebagai bahan bakar untuk memasak di rumah, termasuk untuk keperluan di warung di tempat usaha yang membu tuhkan gas elpiji kira-kira 30 tabung per bulan," kata Ardiansyah.


Menurutnya, kondisi ini sudah dua bulan lebih, setelah diterapkannya penyaluran elpiji menggunakan kartu kendali. Sebab, sebelum pakai kartu kendali bisa dibeli dipangkalan mana saja dan tidak ada pembatasan maksimal dua tabung per bulan. "Kami minta kepada pemerintah tidak membatasi pembelian gas elpiji 3 kg. Karena hal ini sangat meresahkan masyarakat," keluhnya.

Bahas dengan Pertamina

Sementara Kadisperindagkop UKM Kota Sabang, Muslimahsrudin mengakui belum mendapat laporan tentang adanya pembatasan pembelian elpiji 3 kg, seperti dikeluhkan warga. Namun, diakuinya penerapan kartu kendali itu ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengantisipasi penggunaan elpiji 3 kg yang tak tepat sasaran.

"Kita belum tahu bagaimana penyaluran sebenarnya. Dalam waktu dekat kita akan berkunjung ke Pertamina Wilayah Aceh untuk membahas hal ini, sekaligus meminta supaya agen dari putra daerah yang berdomisili di Sabang," kata Muslimahyudin ketika dikonfirmasi Aceh-gayo.blogspot.com kemarin.

Desakan Dewan Agar Walikota Segera Benahi Fasilitas Umum

BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh mendesak Wali Kota setempat, Illiza Sa'aduddin Djamal membenahi semua fungsi pelayanan dan hsilitas umum yang rusak diantaranya jalan dan drainase. Mereka menilai, pembenahan ini perlu cepat ditanggulangi karena mendesak dan penting. Para anggota DPRK menyarnpaikan hal ini dalam rapat paripuma penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRK Banda Aceh di Gedung DPRK setempat, Selasa (28 / 4).

Penyampaian ini menanggapi 20 rancangan qanun (Raqan) usulan Wali Kota Banda Aceh. Rapat itu dipimpin Wakil Ketua DPRK, Heri Julius Ssos didampingi Ketua DPRK, Arif Fadhillah SKom. Turut hadir Wali Kota Banda Aceh Il liza Sa'aduddin Djamal. Juru bicara (Jubir) Fraksi PKS-Gerindra, Zulfikar ST mengatakan Pemko Banda Aceh perlu cepat memperbaiki dan melakukan perawatal sejumlah badan jalan yang berlubang, termasuk jalan di gampong-gampong, seperti, ruas jalan di Desa Pango. Mibo, Neusu, dan Lambaro Skep.


Fraksi PKS-Gerindra juga menyorot drainase tat berfungsi maksimat ketika musim hujan. Karena itu, perlu penanganan segera dengan membembersihan dan mengeruk. "Kotorannya sangat banyak dan sendimen lumpumya tinggi. Akibatnya saat hujan deras menguyur, beberapa tempat tergenang karena drainase kurang berfungsi," kata Zulfikar di hadapan 17 anggota DPRK yang hadir dari total 30 anggota dewan. Lebih lanjut, Zulfikar juga mengkritik persoalan pemenuhan air bersih yang selama ini dikeluhkan warga.

"Saat ini masih banyak desa yang kesulitan mendapatkan air bersih hingga berminggu, bahkan berbulan. Karena itu, kami meminta Wali Kota segera mengatasi kesulitan air bersih secara serius, sistematis, dan strategis," harap Zulfikar. Sementara itu, Fraksi Partai NasDem meminta Pemko terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banda Aceh. "Kita berharap dengan meningkatnya PAD dapat dialokasikan lebih banyak ke sektor pelayanan publik," kata jubir Fraksi Partai NasDem, Ir M Ali.


Desakan yang sarna juga disampaikan pihak Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Aceh, Fraksi Persatuan Pembangunan Amanat Indonesia, dan Fraksi Gabungan Partai Golkar dan Partai Damai Aceh. Usai penyampaian pandangan umum dari masing-masing fraksi, pimpinan rapat menunnda rapat dan melanjutkan pada Kamis, 30 April mendatang. Agendanya mendengar penyampaian jawaban Wali Kota Banda Aceh.

Tuesday

Dinsos Tak Serius Basmi Pengemis

BANDA ACEH – Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banda .Aceh, diminta lebih serius menangani dan menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng), baik yang mengemis dari warung ke warung, persimpangan jalan, maupun tempat-tempat umum lainnya. Warga merasa kenyamanannya terganggu, apalagi ada sebagian gepeng yang terkesan memaksa.

Mahasiswi Universitas Islam Negeri(UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Nur Aliban (22) kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Senin (27 / 4) mengatakan, kenyamanannya terganggu jika didatangi gepeng saat ia sedang makan bersama teman-temannya. "Sekarang pengemis sudah mulai masuk ke kantin-kantin di kampus. Mereka bilang mau cari uang karena sudah dua hari tidak makan," kata Nur Aliban. Ia menyebutkan, para pengernis ini kondisi fisiknya terlihat cukup sehat, sehingga tidak layak untuk diberikan sumbangan.

"Saya mau kasih ke orang-orang yang cacat fisik, kalo orang sehat nggak mau ngasih. Saya merasa tidak nyaman, kalau ada yang minta-minta sumbangan, padahal fisiknya cukup sehat dan tidak cacat," ujarnya.


Menurutnya, jumlah gepeng kini juga makin banyak. Dalam waktu 15 menit saja, kata Nur Aliban, terkadang ada tiga sampai empat pengemis yang datang silih berganti. "Ada yang laki-laki, ada yang perempuan sambil bawa anak, ada juga anak- anak, " katanya. Hal senada disampaikan mahasiswi lainnya. Lisa Handayani (22).

Ia berharap Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh lebih sering melakukan razia Lalu pengemis yang terjaring razia dibina dengan diberikan keahlian sehingga mereka bisa bekerja. "Kalau kasih sedekah lihat dulu orangnya. Lebih baik antar langsung ke anak yatim, masjid, atau dayah,"ujarnya.

Anggaran Khusus

Sementara Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah menilai penanganan pengemis belum tertangani dengan baik oleh Dinsosnaker. Menurutnya, persoalan sosial itu harus ditangani secara tuntas, selain ditertibkan juga dibina dengan memberikan sejumlah keahlian kepada para pengemis tersebut. "Dibuat seperti panti sosial, kalau bisa menjahit atau membuat kue, diberi bantuan sesuai keterampilannya.

Tiap tahun ajukan saja dana pembinaan kepada pengemis atau penyandang sosial ini, yang bagus anggarannya. Jangan untuk biaya rutin saja dianggarkan, untuk mereka juga perlu dianggarkan biaya khusus," jelas Arif.


Menurutnya, selama ini biaya yang dianggarkan untuk menangani para pengemis masih kecil dan tidak cukup untuk dilakukan pembinaan. "Daerah kita daerah syariat, madarri, nyatanya tidak membawa kemanuran bagi Saya melihat sendiri warga Banda Aceh juga ada yang menjadi pengemis, dan anak-anak pun ikut mengemis," tandasnya.

"Keumamah" Di Perkenalkan Menteri PP Hingga Ke Papua

BANDA ACEH – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) RI, Prof Ir Yohana Susana Yembesi menawarkan trntuk memperkenalkan makanan khas Aceh, keumamah (ikan kayu), ke daerah asalnya, Papua.

Hal ini disampaikan Yohana dalam sambutannya saat mengunjungi Gampong Larnpulo, yang mempakan Gampong Prima Madani binaan Badan Pemberdaryaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPSA) Aceh, Senin (27/4). "Saya akan koordinasikan agar ibu-ibu di sini pergi ke Papua untuk ngajar ibu-ibu yang ada disana," kata Yohana.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan potensi-potensi perempuan di Aceh harus diangkat agar dapat lebih maju. Desa Prima Madali yang menjadi pilot project BPSA, dapat menjadi model desa yang dipakai seluruh Indonesia.


Pihaknya, akan mengarahkan desa-desa lain untuk datang dan belajar ke Aceh. "Pilot project berarti kita uji coba seperti kuliner, menjahit untuk dipasarkan. Apabila sampai berhasil maka dapat dipakai menjadi desa model seluruh Indonesia," ujarnya. Turut mendampingi menteri dalam kunjungan itu, WaIi Kota Banda Aceh dan Kadisperindag Aceh.

Sementara Kepala BPSA Aceh, Dahlia MAg mengatakan, selain Lampulo juga ada Gampong Merduati yang menjadi desa Prima Madani binaan pihaknya. "Desa prima madani ini dimana perempuan dapat membangun ekonomi dan ketahanan keluarga, melalui kelompok-kelompok usaha, seperti pengolahan ikan kayu membuat kue, dan menjahit," ujarnya.

Terkait tawaran Menteri PP dan PA untuk meperkenalkan ikan kayu ke Papua, Dahlia mengatakan pihaknya bersedia untuk memberikan pelatihan kepada perempuan di Papua agar bisa mengembangkan produk ikan kayu lersebut.


Menteri PP dan PA beserta rombongan juga mengunjugi serba bersilaturahmi dengan warga Desa Lubuk yang merupakan desa teladan Aceh. Menurut Dahlia, desa tersebut menjadi desa teladan karena perempuan di desa tersebut berperan aktif dalam berbagai kegiatan, serta juga didukung oleh perargkat desa dan pemuda.

Walikota Ajukan Raqan Kota Sabang

SABANG - Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, menyerahkan tiga rancangan qanun (raqan) kepada DPRK setempat, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Sabang, Senin (27/4). Rapat paripurna istimewa tersebut beragendakan penyampaian l,aporan Keterangan Perlanggung Jawaban (LKPJ) Tahun 2014.

Ketiga ruqan yang diajukan kepada DPRK untuk dibahas dan disahkan menjadi qanun dalam tahun ini, yaitu Raqan Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Raqan Tentang Pengelolaan, Perlindungan dan Pelestarian Wilayah Perairan Kota Sabang, serta Raqan Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Majelis Adat Aceh Kota Sabang. Rapat Paripurna Istimewa tersebut dipimpin Ketua DPRK Sabang, Muhammad Nasir, dan diikuti dua wakil ketua, Ferdiansyah dan Afrizal B SAg, dan seluruh anggota.


Turut hadir Ketua MPU, Tgk M Saleh Yakob SH, Kapolres AKBP Nurmeiningsih, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, M Daud Imum, para kepala SKPK, serta sejumlah unsur Muspida lainnya.

Sementara terkait LKPJ Kota Sabang Tahun 2014, Wali Kota dalam sambutannya mengatakan, pada 23 April 2015 Pemko Sabang mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Aceh untuk yang ketiga kalinya secara berturut- turut selama masa kepemimpinannya.


Keberhasilan itu, kata wali kota, diperoleh berkat kerja keras, peran dan fungsi, dukungan serta bantuan semua pihak terutama anggota dewan. Semoga audit tahun anggaran selanjutnya diharapkan kembali akan mendapatkan WTP.

Rumah Dhuafa Gratis

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah mempertegas bahwa bantuan Pemprov Aceh setiap tahun berupa rumah sehat tipe 36 adalah gratis. Karena itu Gubernur meminta jika ada pihak tertentu yang memungut biaya dari duafa penerima rumah ini agar dilaporkan untuk ditindak.

Gubernur menyampaikan hal ini kepada Kepala Dinas (Kadis) Cipta Karya Aceh, Ir Rizal Aswandi dalam pertemuan di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (25 / 4) malam. Pertemuan itu merespon warga setiap kali Gubernur berkunjung ke kabupaten/kota yang selalu mempertanyakan hal itu, sekaligus warga melapor ada pihak tertentu minta uang kepada penerima bantuan untuk administrasi pengurusa rumah dimaksud. bahan bangunan berupan seng, maupun uang tunai sekitar Rp 5 juta untuk merehab rumahnya.


Sedangkan rumah penduduk di pinggiran atau daerah aliran sungai (DAS) Tangse yang tergerus air kata Gubernur juga diberikan bantuan sosial Rp 5 juta untuk mengganti rumah mereka yang sudah hanyut.


"Pemerintah Aceh atau Pemkab Pidie juga akan membantu satu mmah sehat tipe 36, tapi lokasi rumah yang akan dibantu jangan lagi yang dekat dengan pinggiran sungai karena terancam hanyut kembali diterjang air bah, " kata Gubemur.

Dukungan Hukuman Mati Dari NU Aceh

BANDA ACEH – Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Aceh menyatakan mendukung pemberlakuan hukuman mati terhadap bandar narkoba. Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali menyebutkan mengedar narkoba merupakan tindakan yang memiliki mudharat besar dan pelakunya pantas mendapat hukuman berat.

"Sesuatu yang memberikan kemudharatan harus dihilangkan, termasuk di dalamnya bandar narkoba karena tindakan itu berdampak sangat besar bagi orang lain," ujar Faisal Ali dalam diskusi hukum dengan tema "Lapas, Narkoba dan Hukuman Mati," di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Senin (27 /4). Menurut Faisal Ali hukuman mati bagi bandar narkoba harus dilakukan sesuai aturan hukum.


Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan MPU Aceh juga menyatakan setuju meskipun tidak mengeluarkan pernyataan langsung. Faisal Ali menegaskan Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang saat ini menjadi tempat penampungan napi juga dinilai telah merosot fungsi sebagai lembaga pembinaan.

Sama halnya dengan PWNU, akademisi Unmuha Aceh Liza Nizarli SH M Hum juga berpandangan sama. Menurutnya jika dilihat dari sisi agama bandar narkoba layak mendapat hukuman mati. "Namun kalau dilihat dari perspektif seorang yang mengerti HAM, tentu tidak (sepakat)," ujarnya.

Revisi UU Lapas

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengatakan DPR mendukung pemerintah terhadap eksekusi mati bandar narkoba. "Presiden tidak perlu gentar menghadapi gertakan negara barat." ujarnya.

Menurut Nasir Komisi III kini juga sedang fokus pada perbaikan manajemen Lapas yang ditengarai sebagai sarang paling aman bagi peredaran narkoba. Upaya ini dilakukan DPR dengan merevisi UU Pemasyarakatan.


Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh Fathurachman mengatakan jumlah napi di Aceh mencapai 4.450 orang. Sebanyak 56 persen dari jumlah tersebut merupakan napi narkoba.

Monday

Kota Banda Aceh Terendam

BANDA ACEH – Hujan deras yang mengguyur Kota Banda Aceh, Minggu (26/4) sore, menyebabkan sejumlah ruas jalan di pusat kota tergenang air. Kondisi itu disebut-sebut akibat drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Zainal Abidin (35), pemilik warung kopi di Jalan KH Ahmad Dahlan mengatakan, hujan deras yang turun sekitar setengah jam, menyebabkan ruas jalan tersebut dipenuhi air selutut orang dewasa.

Akibat banyaknya kendaraan roda empat yang melitas, air meluap masuk ke warung. Menurutnya, kondisi itu disebabkan parit yang tidak berfungsi dengan baik. Ia meminta pihak terkait melakukan pengecekan parit atau selokan secara berkala, minimal tiga bulan sekali, agar air hujan bisa mengalir cepat melalui selokan dan tidak menimbulkan genangan air. "Jika tidak, maka setiap kali hujan, nasib kami akan selalu seperti ini," katanya. Keluhan senada disampaikan Ati, pemilik toko perlengkapan bayi di jalan yang sama.


Ia mengaku sangat khawatir jika air masuk ke toko sementara mereka tidak selalu berada di toko. "Setengah jam hujan deras sudah begini jadinya. Apalagi kalau sampai dua atau tiga jam," ujar Ati. Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com, di penghujung Jalan Mohd Jam dan KH Ahmad Dahlan, terlihat mobil Satlantas Polresta Banda Aceh, memblokade jalur tersebut agar tidak dilintasi kendaraan.


"Kalau mobil-mobil lewat jalan ini sayang sayang pedagang yang berjualan karena airnya langsung masuk ke toko mereka," kata seorang petugas kepolisian Satlantas Polresta. Selain sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan, air juga menggenangi Gampong Baro, Kecamatan Baiturrahman, Jalan Tentara Pelajar Merduati, Jalan Ratu Safiatuddin Peunayong dan Jalan Cut Mutia Keudah, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Hingga pukul 21.35 WlB tadi malam informasi yang diperoleh Aceh-gayo.blogspot.com air masih menggenangi sejumlah kawasan tersebut.

Bensin Langka di SPBU : Namun Melimpah di Pedagang Eceran

BLANGKEJEREN - Premium atau bensin sering langka di SPBU dalam kabupaten Gayo Lues (Galus), namun di tingkat pedagang pengecer banyak yarig dijual Rp 9-10 ribu seliter atau lebih mahal Rp 1.700 dibanding harga resmi di SPBU, yaitu Rp 7.300 per liter.

Warga Blangkejeren kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Minggu (26 / 4), mengatakan dirinya dan sejumlah pengguna kendaraan lain menilai penjualan BBM di SPBU dalam kabupaten itu kurang tepat, di samping masih lemahnya pengawasan distribusi yang menyebabkan banyak pengguna kendaraan tak dapat mengisi BBM di SPBU dengan harga sesuai aturan. "Petugas SPBU lebih mengutamakan pengisian bensin ke jeriken, bahkan tak jarang kendaraan yang sudah lama antre, justru tidak kebagian BBM," kata Zul yang juga PNS di Galus.


Bahkan, menurutnya bensin masih sering langka di SPBU dalam kabupaten Galus, namun anehnya bensin banyak di kios pedagang eceran yang dijual di pinggir jalan, sehingga warga menilai bensin di SPBU sudah habis dijual untuk pedagang eceran.


Amatan Aceh-gayo.blogspot.com di sejumlah kios pedagang pengecer BBM di depan SPBU di blangkejeren dan pedagang di kecamatan Kutapanjang, Blangerango, serta di beberapa kecamatan lainnya, Minggu (26 / 4), harga eceran bensin Rp 9-10 ribu seliter.

Siswa Agara Terima ATM Beasiswa

KUTACANE – Sebanyak 500 siswa berprestasi kelas III tingkat SMA di Aceh Tenggara (Agara) lulus seleksi untuk mendapat beasiswa melalui kartu ATM Bank Aceh dari Pemkab setempat. Pemkab Agara rencananya akan meluncurkan ATM bersama ini di Kantor Bupati setempat di Kutacane lama, Kecamatan Babussalam, hari ini, Senin (27 / 4).

Wakil Bupati (Wabup) Agara, H Ali Basrah Spd MM menyampaikan hal ini kepada Aceh-gayo.blogspot.com Minggu (26 / 4). Menurutnya, ada l.000 siswa kelas III tingkat SMA yang berprestasi diseleksi untuk mendapat beasiswa ini, namun hanya 500 orang di antaranya yang memenuhi syarat. "Kartu itu berbentuk ATM Bank Aceh bersama yang dapat ditarik di mesin ATM. ATM ini berlambang Pemkab Agara yang diteken Bupati, Hasanuddin B dan nama pemiliknya. ATM beasiswa ini baru pertama di Agara, bahkan di seluruh Aceh," kata Ali Basrah.


Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Agara itu, proses lahirnya kartu ATM beasiswa ini cukup panjang karena harus ada izin pihak Bank Indonesia  Jakarta. Selain akan menyalurkan beasiswa kepada penerima kartu ATM itu, Wabup menambahkan Pemkab setempat juga akan menyalurkan 3.000 beasiswa.


Rinciannya masing-masing untuk 1.000 murid SD/MI yang nilainya Rp 300 ribu per orang, pelajar SMP/MTs Rp 400 ribu perorang. dan siswa SMA/SMK Rp 500 ribu per orang. "Selain itu kepada siswa-siswi yang berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PIN) di Sumatera, termasuk Aceh akan diberikan beasiswa Rp 5 juta per orang. Sedangkan untuk mereka yang lulus PTN di Pulau  Jawa Rp 7 juta / orang, rinci Wabup.

Anak Pendidikan Usia Dini Diajarkan Menanam Bakau

LANGSA - Puluhan anak-anak dari lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Marhamah di Desa Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Minggu (26/4) ikut menanam bibit manggrove di kawasan pertambakan di desa tersebut. Kegiatan tersebut sebagai edukasi lingkungain bagi anak-anak dalam rangka menyambut Hari Bumi 2015.

Koordinator Penanarnan, Khaairun Nufus kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, kegiatan kampanye bersama berbasis edukasi dan penelitian ini baru pertama sekali dilakukan di Langsa yang mendukung program Pemko menjadikan Kota langsa sebagai kota hijau (green city).


Ditambahkan, kawasan mangrove Kota Langsa penting untuk diselamatakan, dan kegiatan ini merupakan bagian kecil dari upaya penyelamatannya. Ketua Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Al-Marhamah, Murhamah SAg mengatakan pihaknya sangat mengapreasi kegiatan bersama ini, anak anak sudah mulai di biasakan dengan pendidikan serta pentingan penanaman mangrove, sesuai dengan sembilan pilar karakter yang kami ajarkan kepada anak anak didik kami.

Dalam penanaman ini lebih fokus terhadap pembelajaran menanam mangrove dan bermain lumpr sebagai bagian edukasi bagi para peserta serta mengkampanyekan jajanan sehat dengan makan buah segar secara bersama-sarna. Kegiatan ini merupakan rantaian kegiatan menyambut Hari Bumi 2015 di Kota Langsa yang diinisiasi oleh para relawan linngkungan hidup sekota langsa.


Sebelumnya telah dilakukan kegiatan pendataan sampah di Kawasan Ekosistem Mangrove Kuala Langsa dan akan dilanjutkan dengan kegiatan diskusi publik serta pada puncak kegiatan akan diselenggarakan dengan kegiatan refleksi hijau bersama Rafli untuk peestarian kawasan mangrove.

Pembagian RASKIN Hilang 1 Kg / Sak

SIGLI - Warga Gampong Blang Dhot, KecamatanTangse, Pidie mengeluh. Sebab, raskin yang mereka terima susut dalam setiap karung ukuran 15 kg mencapai 4 ons hingga 1 kg. Kaur Pembangunan Desa Blang Dhot, Zulkilli, kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (25/4) mengatakan, kekurangan beras jatah warga miskin itu diketahui saat ditimbang untuk dibagikan kepada warga.

Disebutkan, dalam satu sak ukuran 15 kg beras berkurang dari 4 ons hingga 1 kg. Awalnya susut beras diketahui satu sak. Kemudian saat kami timbang 30 sak, ternyata setiap sak terjadi susut secara berfariasi," ujar Zulkifli. Dikatakan, baru kali ini raskin yang dibagikan tak cukup kilogramnya. Raskin yang telah ditebus tersebut merupakan jatah dua bulan (Maret-April) yang jumlahnya 10 ribu ton lebih atau 702 sak. Direncanakan raskin itu diperuntukkan bagi warga di tiga Dusun Gampong Blang Dhot yaitu Dusun.


Alue Badeuk, Keude Blang Dhot dan Neubok Dalam. "Kami telah melaporkan ke pihak kecamatan terkait kekurangan beras raskin jatah dua bulan. Bulog Sigli telah menggantikan kekurangan beras tersebut melalui pihak kecamatan," katanya. Anggota DPRK Pidie, Samsul Bahri, kepada Aceh-gayo.blogspot.com rnengatakan, pihaknya kecewa terhadap kekurangan raskin yang didistribusikan Bulog Sigli.


Bulog seharusnya bekerja profesional dalam mendistribusikan raskin. Sebelum didistribusikan, seharusnya raskin itu ditimbang secara betul. "Kami berharap kekurangan beras raskin tidak terjadi lagi. Sebab, kekurangan tersebut bisa menimbulkan keretakan warga dengan aparatur gampong, " katanya.

Keluarga Asal Nias Masuk Islam

LHOKSEUMAWE – Dua keluarga asal Nias Selatan, Sumatera Utara yang terdiri atas tujuh orang, Sabtu (25/4) malam resmi memeluk Islam di Masjid lama Darussalam, Gampong Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Prosesi pensyahadaan mereka dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag). Kota Lhokseumawe, Salman Arifin. Mereka yang disyahadatkan yakni Tafonahio Dakhi (50) dan istrinya. Tasuci Zirahto (46) yang kemudian berganti nama menjadi Ahmad Tarmizi dan Rahmah Tasuci.

Selain itu, keluarga adik Tafona hio yakni, Sanubari Dakhi (38) berserta empat anaknya. Sijulman Dakhi (12), Lestaria Dakhi (9), Darnia Dakhi (5) dan Rikasi Dakhi (2). Mereka kemudian berganti narna menjadi Fitri Sanubari, Zulfikri, Annisa Lestari, Nurrahmi dan Rifka Raihani.


Sedangkan Muhammad Dakhi, suami Sanubari memeluk Islam seminggu sebelumnya di Masjid Islamic Center Lhokseumawe. Prosesi pensyahadatan kedua keluarga itu disaksikan puluhan warga Hagu Selatari dan Muspika Banda Sakti. Setelah pensyahadatan kedua keluarga tersebut menerima bantuan dari PT Arun dan warga Hagu Selatan.


Keuchik Hagu Selatan, Maskur berharap agar kedua keluarga yang baru memeluk Islam tersebut dapat dibimbing dengan baik oleh warga lain. "Mereka sudah menjadi saudara se-iman kita, maka marilah kita bimbing bersama-sarna ujarnya. Menurutnya, kedua keluarga tersebut memeluk Islam karena anak Tafonahio yaitu Nurdin (30) sudah terlebih dulu memeluk lslam serta sudah menikah dan menetap di Hagu Selatan.

Zikir Akbar di Gelar di Peudada

BIREUEN - Warga Kecamatan Peudada, Bireuen mengikuti pengajian, zikir akbar, dan doa bersama di Mesjid Besar Peudada, Sabtu (25/4) malam. Kegiatan tersebut dipimpin Tgk H M Yusul H Walrab.

Pimpinan Dayah Babus'salam Al-Aziziyah Jeunieb. Warga yang hadir menggunakan pakaian putih-putih. Jamaah laki-laki dan perempuan duduk terpisah di dalam dan luar masjid. Camat Peudada, Zamzami seusai zikir itu mengatakan, kegiatan itu digelar pihaknya dalam upaya meningkatkan ketaqwaan dan keimanan masyarakat kepada Allah SWT. "Dengan kegiatan ini kita berharap mendapat rahmad dari Allah SWT," katanya.



Ia menghimbau warganya untuk selalu berzikir dan berdoa kepada Allah serta menghidupkan pengajian di desa. Sehingga masyarakat, terutama remaja dan pemuda dapat terhindar dari aksi kenakalan, pergaulan bebas, narkoba, dan kriminalitas. Pada kesempatan itu, Bupati Bireuen Ruslan M Daud menyerahkan radio kepada 52 perangkat desa di Peudada. "Kegiatan seperti ini kita harapkan dapat dilaksanakan di semua kecamatan di Bireuen, " harapnya.

Pemilik Ladang Ganja Di Ringkus

LHOKSUKON – Dandim Aceh Utara, Letkol Inf Iwan Rosadriyanto kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Minggu (26/4) mengatakan, pada Sabtu (25/4) pukul 15.30 wib Anggota TNI dan Polisi bergerak ke lokasi yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari pemukiman.

Untuk mencapai lokasi yang mempakan kawasan jurang di sisi gunung tersebut membutuhkan waktu hingga satu jam dengan berjalan kaki. Sebab, jalan ke lokasi itu terjal, sehingga tidak bisa dilintasi sepeda motor (sepmor) dan mobil.

Di ladang itu, ada tujuh titik penanaman ganja. Usia tanaman terlarang tersebut sebagian sudah mencapai empat bulan dan siap dipanen. Sedangkan sebagian lainnya baru ditanam dengan usia sekitar satu bulan. Setelah dicabut, ribuan batang ganja langsung dibakar di lokasi.


Sementara sebagian lainnya diamankan ke Polres Lhokseumawe sebagai barang bukti. "Pemusnahan ganja tersebut kita lakukan sampai malam hari." ujar Dandim. Hasil pengembangan Satres Narkoba Polres Lhokseumawe, berhasil ditangkap DN (30) warga yang diduga sebagai pemilik ladang ganja tersebut. Saat gubuknya digeledah, ditemukan satu kantong plastik bui ganja dan ganja kering yang disembunyikan di semak-semak.


Menurut Dandim, kini DN dan barang bukti diamankan polisi. Ditanya apa ada kaitan antara penemuan ladang ganja itu dengan kelompok bersenjata yang beraksi di wilayah itu beberapa waktu lalu, Dandim mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan hal tersebut karena belum ada barang bukti. "Polisi dibantu TNI akan mengembangkan kasus penemuan ladang ganja ini untuk mengetahui apakah ada kaitan dengan kelompok bersenjata atau tidak," pungkas Dandim.

Perawat Ikut Seminar

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 500 perawat dari empat kabupaten/kota di Aceh, Sabtu (25/4) mengikuti seminar dengan tema Manajemen Kinerja Keperawatan Rumah Sakit dan Puskesmas dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan.

Kegiatan yang digelar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lhokseumawe itu berlangsung di Hotel Harun Square Lhokseumawe. Ketua PPNI Lhokseumawe, Anda Syahputra Mkep kepada Aceh-gayo.blogspot.com kemarin mengatakan peserta seminar itu berasal dari Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Lhokseumawe.



Pemateri yang diundang sebutnya, yaitu NS Fitriana Dewi Mkep dari Akkes Aceh Utara, NS Gustini Mirza Putri MKep dari Poltekkes Langsa, dan Irmansyah Putka dari Unsyiah."Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pihak kami menambah pengetahuan perawat. Sehingga nanti mereka bisa meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat di tempat kerja masing-masing," harap Anda.

Rian dan Pocut Juara Duta Wisata Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Cut Haryani (Pocut) dan Rian Maulana, Sabtu (25 / 4) malam dinobatkan sebagai Duta Wisata Lhokseumawe 2015 di Hotel Harun Square, Lhokseumawe. Predikat itu diperoleh kedua mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara ini setelah menyisihkan sembilan pasangan lainnya.

Sedangkan juara kedua, ketiga, keempat, dan kelima dalarn even itu masing-masing diraih pasangan Rizka Putroe Tari Keteuka dan Wandi Ramadhana. Nurul Kamaly dan T Fadhli, Dea Fathia Kosasih dan Khalid Vikriadi, serta pasangan Putri Sarah dan Nowian Aulia. Pasangan duta wisata itu dinobatkan setelah melalui penilaian dewan juri .yang mencakup wawasan, intelegensi, dan public speaking. Sebelumnya, l0 pasangan ini sudah melewati proses seleksi yang ketat mengenai pengetahuan dan kemampuan mernbaca Al quran serta proses karantina.


"Setelah terpilih, kami bertekad mempromosikan wisata dan kuliner Lhokseumawe. Apalagi, saat ini bersamaan dengan diluncurkannya Visit Lhokseumawe Year 2015," ujar Pocut kepada Aceh-gayo.blogspot.com seusai acara itu.


Kadis Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Lhokseumawe, Ishak Rizal mengatakan setelah dinobatkan sebagai Duta Wisata, Pocut dan Rian akan mewakili Lhokseumawe ke ajang pemilihan Duta Wisata Aceh. "Jadi, selain mempromosikan Lhokseumawe, mereka juga harus memiliki wawasan tentang wisata dan budaya di luar Lhokseumawe," ujarnya.

Pendaftar Peserta Sepeda/Jalan santai Capai 1.000 Orang

SINGKIL - Pendaftar jalan santai dan sepeda santai memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-16 Kabupaten Aceh Singkil, hingga Minggu (26/4) sudah mencapai seribu orang. Namun saat ini panitia masih menyediakan kupon agar peserta yang belum mendaftar hingga kemarin, masih bisa mendapat kupon doorprize.

Mengingat event hasil kerjasama Harian Aceh-gayo.blogspot.com Indonesia dengan Pemkab Aceh Singkil tersebut, waktu pendaftarannya tinggal enam hari lagi. Waktu pendaftaran akan ditutup 2 April mendatang," kata Dede, Ketua Panitia Sepeda Santai dan Jalan Santai HUT ke- 16 Aceh Singkil. Peserta yang sudah mendaftar, mayoritas merupakan pelajar, mulai dari SD, SMP dan SMA.


Mereka sangat antusias karena mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Yusfit Helami yang menyarankan pelajar mengikuti olah raga jalan santai atau sepeda santai ini.


Sementara itu, panitia menargetkan peserta jalan santai dan sepeda santai ini diikuti 3.000 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan 3 Mei mendatang, dengan mengambil start dan finish di stadion (GOR) Kasim Tagok, Ketapang Indah, Singkil Utara. Sedangkan doorprize utama bempa satu unit sepeda motor.

Warga Singkil Di Operasi Katarak Gratis

SINGKIL - Seratus lebih warga paruh baya, mengantre mendapatkan pelayanan gratis untuk penyakit katarak yang rnereka derita, pada Sabtu (25/4) di halaman RSUD Aceh Singkil. Operasi katarak tersebut dibiayai Baitul Mal Aceh Singkil sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk warga penderita katarak yang jumlahnya cukup banyak di daerah ini.

"Saya ingin semua warga Aceh Singkil yang terganggu penglihatannya bisa disembuhkan. Karena itu kami melaksanakan operasi katarak gratis," kata Bupati Aceh Singkil, Safriadi, saat memberi pengarahan sebelum dilakukannya operasi katarak yang bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Sumatera Utara. Safriadi mengatakan, gangguan penglihatan sangat menyakitkan.



Ia mengaku punya pengalaman ketika mengalami kecelakaan 14 tahun silam, dimana matanya harus tertutup perban untuk waktu lama. "Begitu perban dibuka, saya sangat bersyukur bisa melihat kembali. Karena itu saya berkomitmen membantu warga melakukan operasi katarak gratis, agar tidak mengalami gangguan penglihatannya,” ujarnya.