Showing posts with label Tapaktuan. Show all posts
Showing posts with label Tapaktuan. Show all posts

Monday

Warga Lhok Paoh Aceh Selatan Diterkam Ombak

TAPAKTUAN - Sabidah (72), warga Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, Minggu (26/4) dilaporkan tertarik oleh ombak yang menerjang pantai, saat ia hendak membuang sampah ke laut. Korban yang diperkirakan menghilang pukul 11.00 WIB, ditemukan terapung dilaut dalam kondisi tak bernyawa, sekitar 500 meter dari pantai.

"Ratusan warga terlibat membantu personel SAR melakukan pencarian, dan korban berhasil ditemukan oleh warga, 500 meter dari lokasi kejadian," ungkap May Fendri, Ketua Satgas SAR Aceh Selatan. Informasi lainnya yang diperoleh Aceh-gayo.blogspot.com, kejadian nahas itu terjadi saat korban membuang sampah dan kemudian hendak mengambil air laut untuk bahan merebus kacang asin yang menjadi usaha keluarganya.



Dalam Catatan Aceh-gayo.blogspot.com dalam bulan April 2015 ini, setidaknya sudah 3 warga yang dilaporkan tenggelam, satu orang di kawasan Sungai Kluet di Kecamatan Kluet Selatan, satu orang di Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, dan terbanr korban tenggelam di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang.

Wednesday

Kecurangan Pemilihan Keuchik di Bongkar Oleh Kandidat Kalah

TAPAKTUAN - Samsuar, kandidat yang kalah dalam pemilihan keuchik (kepala desa) Gampong Simpang, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (20/4) mengungkapkan sejurnlah kecurangan dalam pemilihan keuchik (kepala desa) gampong tersebut pada 15 April 2015 lalu, kepada Pemkab Aceh Selatan melalui Kasubbag Pemerintahan Mukim dan Gampong, Syafi’i.

Samsuar mengatakan, kandidat yang pemilihan keuchik di gampongnya, ternyata tak memiliki Ijazah SD, sehingga hal ini melangar Qanun Aceh Nomor 4 tahun 2009 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Keuchik di Aceh. “Dia (Azhar) hanya menggunakan surat keterangan hilang ijazah, yang dikeluarkan Kepala SD Negeri Sawah Tingfteum, Jasman Spd, berdasarkan surat keterangan Keuchik Gampong Simpang yang telah berakhir jabatannya, Hamdan Yan Daudi," ungkapnya.

Dalam pemilihan tersebut, Samsuar dengan nomor urut 1, memeroleh suara 108, Hamdan Yan Daudi yang nomor urut 2 memperoleh suara 62, dan Azhar dengan nomor urut 3 unggul dengan perolehan 142 suara. Samsuar juga memerotes pihak Panitia Pelaksana Pemilihan (P2K) Gampong Simpang, yang ia duga juga terlibat dalam kecurangan ini.

Indikasi kecurangan itu, ungkap Samsuar, terkait data DPT yang tidak pernah diberitahukan kepada para calon/kandidat keuchik. Seharusnya, data DPT tersebut diumumkan pada papan informasi sejak I minggu sebelum pemilihan. "Keanehan lainnya, warga yang sudah pindah dari Gampong Simpang ke gampong lain masih dibolehkan ikut memilih di Gampong Simpang.


Surat daftar DPT juga tidak dibubuhi stempel P2K, dan kertas suara yang telah dicoblos baru distempel setelah sampai di kantor camat," ungkapnya. Samsuar juga menyoroti rangkap jabatan ketua dan anggota P2K sebagai Tuha Peut Gampong Simpang. "Saya mendesak Camat Bakongan Timur beserta P2K Gampong Sirnpang pemilihan ulang, agar hasilnya berlangsung dengan jujur dan adil. " pungkasnya.

Thursday

Pembakar Balai Pemuda Dibekuk Polisi

TAPAKTUAN - Setelah sempat menjadi buronan polisi selama dua bulan, pelaku pembakar Balai Pemuda Gampong Mersak, di Kecamatan Kluet Tengah, berinisial AA (40), berhasil ditangkap polisi di pegunungan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (4/ 4).

Peristiwa pembakaran balai pemuda ini sempat menghebohkan warga Aceh Selatan, karena menyebabkan kematian seorang pemuda yang tak sempat menyelamatkan diri saat balai tersebut terbakar, pada 7 Februari 2015 lalu.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Sigit Jatmiko SH SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Darmawanto, Selasa (7/4) mengungkapkan, pelaku yang merupakan warga Ujong Batu, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan. "Setelah pembakaran balai pemuda tersebut, pelaku melarikan diri ke Kabupaten Aceh Besar, dan ditangkap di pegunungan Kecamatan Lhoong, tempat ia bersembunyi selama ini," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Darmawanto.

Kecurigaan polisi terhadap pelaku, didasarkan pada pengakuan sejumlah pemuda, bahwa sehari sebelumnya pemuda desa tersebut sempat melarang pelaku menambang emas pada malam Jumat dan hari Jumat. Di kawasan itu memang dikenal memiliki kandungan emas, dan pelaku ikut bekerja sebagai penambang.

Namun untuk ketertiban bersama, aktivitas penambangan dilarang dilakukan pada Kamis malam hingga Jumat malam. Aturan ini dilanggar oleh AA, dan unsur pemuda pun menjatuhkan sanksi kepadanya, dengan menyita batu mengandung emas yang ia tambang bersama saudaranya.


Hal ini yang memicu pelaku membakar balai pemuda, dikuatkan oleh bukti ditemukannya sebuah jeriken minyak di lokasi kejadian. Setelah peristiwa itu, AA pun tak pernah terlihat lagi di desa tempat tinggalnya dan di lokasi biasa ia menambang emas.

Sunday

Genset Puskesmas Tak Layak Pakai dan Rusak

TAPAKTUAN - Tokoh masyarakat Aceh Selatan, Azmir SH meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan untuk mengusulkan anggaran untuk pengadaan genset yang bisa stand by dan dilengkapi tuas/tombol otomatis yang tersambung ke genset. Sehingga ketika arus listrik yang disuplai PLN padam, penanganan emergency di Puskesmas tidak terganggu.

Usulan pengadaan genset yang bisa beroperasi secara otomatis itu disampaikan Azmir, sering dengan adanya laporan masyarakat bahwa genset di sebagian Puskesmas di Aceh Selatan, kondisinya rusak dan tidak bisa dioperasikan lagi. Hal ini juga menjadi solusi agar persoalan selisih faham yang teriadi antara anggota DPRK Aceh Selatan, Safriliadi SKm dengan dokter Iskandar di Puskesmas Labuhan Haji, tidak terulang lagi.

Seperti diberitakan Aceh-gayo.blogspot.com dua hari lalu, dokter dan anggota dewan yang terhormat di Aceh Selatan, bersitegang hanya masalah sepele, yakni genset tak stand by saat arus listrik di daerah itu padam. Masalah itu berakhir dengan dilaporkannya Safriliadi ke Ikatan Dokter Indoensia (IDI) oleh dr Iskandar yang merasa dilecehkan profesi dan kinerjanya.


"Pemkab Aceh Selatan pun harusnya peduli dengan persoalan ini, dengan menjamin bahwa pelayanan puskesmas untuk masyarakat terkelola dengan baik. Karena memang faktanya, fasilitas penyedia listrik cadangan di hampir seluruh Puskesmas di kabupaten ini banyak bermasalah ujarnya. kemarin.

Monday

Anggaran Untuk Aceh Selatan dinilai Kurang

TAPAKTUAN - Anggota Dewan Perwakilan Ralryat Aceh (DPRA), Muhammad Thanwier Mahdi meminta Gubernur Aceh menambah anggaran pembangunan ruas Jalan Gunong Kapo-Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Sebab dengan jumlah anggaran sebesar Rp 3 Miliar yang diplotlan dalam APBA 2015, dinilai tidak cukup untuk merampungkan pembangunan jalan sepanjang 3,2 Kilometer tersebut.

"Kami minta Gubemur Aceh menambah lagi anggaran untuk pembangunan ruas jalan tersebut, karena dibutuhkan dana sekitar Rp 7 miliar untuk merampungkan jalan tersebut," katanya saat mengunjungi Aceh Selatan, Jumat (27 /3). Dalam kunjungan tersebut, Thanwier Mahdi mengeritik pengambilan batu gajah di lokasi pinggir jalan Gunong Kapo-Keude Trumon tersebut. "Pengambilan batu gajah di pinggir jalan itu, bisa mengancam dan merusak badan jalan yang akan dibangun," papar Thanwier Mahdi.


Menurutnya, Pemkab Aceh Selatan harus berkomitmen menyetop pengambilan batu gajah dijalan tersebut, baru kemudian proses pembangunan jalan dilaksanakan. "Kalau tidak alihkan saja dananya untuk pembangunan ruas jalan Sigeng-Keude Trumon yang panjangnya juga hampir sama. Karena jika dipaksakan, pembangunan jalan Gunong Kapo-Keude Trumon akan sia--sia, jika Pemkab Aceh Selatan tidak menyetop batu gajah dilokasi tersebut," ujarnya.

Sunday

Sebanyak 428 Pelamar RSUD-YA Lulus Tes

TAPAKTUAN - Sebanyak 428 orang dari 1.268 pelamar Pegawai Tidak Tetap (PTT) Rumah Sakit Umum Daerah dr Yulidin Awai (RSUD-YA) Tapaktuan, dinyatakan lulus kemampuan akademik. Mereka yang lulus tersebut.

Sabtu (14/3) kemarin kembali dites kemampuan/ kompetensi, oleh tim penguji yang terdiri dari sejumlah dokter RSUD-YA Tapaktuan. Ketua Panitia Rekrutmen dan seleksi PTT RSUD-YA, Teuku Muzhar SE MM menjelaskan, formasi yang dibuka untuk tenaga PTT RSUD-YA tahun 2015 ini, berjumlah 29 formasi dengan jumlah kebutuhan tenaga PTT sebanyak 209 orang.

"Dari peserta yang ikut sebanyak 1.268 pelamar, yang dinyatakan lulus tes akademik sebanyak 428 orang. Mereka kemudian dites kemampuan/skill, dan yang lulus nantinya akan mengikuti tes psikologi. Pelamar baru dinyatakan berhak menjadi PTT di RSUD-YA" jika lulus dalam tiga pengujian tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, penilaian atas tes kemampuan dikeluarkan oleh para dokter ahli rumah sakit tersebut. Sedangkan untuk psikotes; akan dinilai tim dari lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Unsyiah. 

Friday

Dandim 0107 Tinjau Lahan Masyarakat

TAPAKTUAN - Dandim 0107/Aceh Selatan, letkol Inf Puguh Suwito SIP, bersama Pasiter, Kapten Inf Amri Umari, meninjau lahan pertanian di wilayah Kecamatan Samadua dan Kecamatan Sawang. "Peninjauan di Kecamatan Samadua kami lakukan di Desa Panton luas, Desa Gadang dan Desa Bate Tunggai.

Sedangkan di Kecamatan Sawang, lahan yang ditinjau di Desa Panton Luas dan Desa Ujung Padang," kata Letkol Inf Puguh Suwito SIP, Kamis (12/3). Dalam peninjauannya yaitu, Dandim 0107/Asel melakukan dialog dengan masyarakat  dan kelompok tani setempat, tentang bagaimana cara meningkatkan hasil pertanian dan memotivasi masyarakat unhrk mengolah lahan dengan baik.


Disela-sela dialog tersebut, Dandim 0107/Asel juga mengimbau masyarakat untuk mengerjakan lahan pertanian yang ada dan tidak adalagi lahan pertanian yang sudah ada airnya ditinggalkan dan tidak ditanami sehingga tumbuh ilalang. Jika petani memiliki lahan namun tak sanggup mengolahnya, segera dilaporkan agar dibantu oleh Babinsa dalam mengolah sawah bersama-sama. Hal ini untuk memacu petani agar termotivasi dalam mengerjakan lahannya," ujar letkol Inf Puguh Suwito.

Thursday

Warga Aceh Selatan Minta Fogging

TAPAKTUAN - Warga Labuhan Haji Raya (Kecamatan Labuhan Haji, Labuhan Haji Timur, dan Labuhan Haji Barat), Kabupaten Aceh Selatan meminta Dinas Kesehatan setempat melakukan pengasapan (fogging) di pemukiman tersebut.

Permintaan ini, seiring dengan adanya dugaan warga setempat yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). "Dalam beberapa bulan ini, banyak warga setempat yang terserang DBD. Kami minta dinas terkait segera melakukan fogging," kata Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan, Tgk Suhaimi Salihin SAg, Rabu (11/3).


Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Nyak Mansur SE mengaku sudah mengutus anggotanya untuk mengecek dugaan adaanya warga yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan tersebut. "Laporan anggota kami, belum ada warga didaerah itu yang terserang DBD," katanya. Namun, pihaknya akan melakukan pengasapan sesuai permintaan masyarakat untuk mencegah terjangkitnya DBD di kawasan itu.

Tuesday

Dewan Minta Segera Perbaiki Jalan Guliran Naga

TAPAKTUAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, Alja Yusnadi STP rnendesak pemerintah melalui dinas terkait segera memperbaiki kerusakan badan jalan Nasional di kawasan Gulir Naga, perbatasan antara Desa Batu Hitam dengan Desa Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan.

Pasalnya, pasca longsornya badan jalan tersebut, sudah empat unit mobil terperosok di badan jalan dimaksud. "Kemarin, satu mobil Colt Diesel terperosok di jalan Guliran Naga tersebut, pada pukul 23.30 WIB dan menyebabkan antrean panjang mulai dari Desa Batu Hitam hingga Desa Panjupian.

Kejadian ini disebabkan kondisi badan jalan yang rusak parah akibat longsor dan hingga kini belum diperbaiki," katanya, Senin (9/3). Badan jalan longsor hingga kedalaman 50 Cm dari. Kondisi itu sering membuat pengemudi terjebak, khususnya pengendara mobil jenis sedan dan truk angkutan barang. Apalagi, posisi titik longsor berada pada badan jalan yang diapit gunung dan laut.


Sehingga sangat mengancam pengguna jalan. Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com, sejak terjadinya kerusakan tersebut, sedikitnya ada empat kendaraan roda empat yang terperosok di lokasi itu. Para sopir umumnya terjebak karena sekian badan jalan cukup mulus, terlebih dengan hadirnya jalan kantilever yang membuat sopir leluasa tancap gas. Namun, sekiatar tujuh meter badan jalan di Guliran Naga, rusak parah dan butuh perbaikan segera.

Monday

Boat Pengangkut Elpiji Hilang

TAPAKTUAN - Sebuah boat kayu ukuran 10.GT  bermuatan elpiji yang berangkat dari Pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan, Jumat (6/3), dilaporkan hilang kontak dan hingga Minggu (9/3) belum juga tiba di.Dermaga Simeulue.

"Seharusnya boat tersebut sudah tiba di Simeulue pada Sabtu (7/3). Namun sampai dengan kemarin, boat tersebut belum sampai ke Simeulu," kata May Fendri, Ketua Satgas SAR Aceh Selatan mengutip laporan Aria, agen Elpiji tersebut. Saat ini tim SAR wilayah pantai barat dan selatan Aceh, hanya melakukan pemantauan dan koordinasi, namirn belum melakukan pencarian.


"Seluruh tim SAR di wilayah barat-selatan Aceh sudah berkordinasi terkait hilangnya kapal tersebut. Jika dalam waktu dua hari ini belum juga ada informasi terkait keberadaan boat tersebut, kami akan melakukan upaya pencarian," kata May Fendri.

Pelamar RSUD-YA Tapaktuan Mengikuti Tes

TAPAKTUAN - Sebanyak 1.268 orang warga Aceh Selatan mengikuti ujian tulis untuk melamar pekerjaan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di RSUD dr Yulidin Away, Tapaktuan. Ujian ini berlangsung serentak di empat lokasi terpisah, Minggu (8 / 3), melibatkan panitia lokal yang dipandu lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Unsyiah Banda Aceh.

Ketua Panitia Rekrutmen dan seleksi PTT BLUD RSUD-YA, Teuku Muzhar SE MM menjelaskan jumlah formasi yang dibuka untuk tenaga PTT tahun 2015 ini, jumlahnya 29 formasi, dengan jumlah kebutuhan tenaga PTT 209 orang. "Peserta ujian seluruhnya 1.268 orang, untuk 29 formasi dan 209 orang kebutuhan tenaga PTT.


Tes ujian tulis dilaksanakan di gedung SMAN I Tapaktuan, SMAN 2 Tapaktuan, MTsN Tapaktuan, dan MAN Unggul Tapaktuan," ujarnya. Hasil ujian tulis ini akan diumumkan Jumat (13/3) Maret 2015. Peserta dengan kualifikasi D-III dan S-1 yang lulus ujian tulis, wajib mengikuti tes psikologi. "Untuk peserta formasi umum dengan ijazah SMA/sederajat, tidak diwajibkan ikut psikotes," ujarnya. Dari 29 formasi yang dibuka, dua di antaranya tidak ada pelamar, yakni Psikolog dan formasi S-1 Gizi.

Sunday

Keuchik Aceh Selatan Minta Segera Dibayarkan Uang Jerih

TAPAKTUAN - Seluruh keuchik/kepala desa di Kabupaten Aceh Selatan mengeluhkan belum dibayarnya dana jerih (gaji) mereka untuk bulan Januari-Maret 2015. Mereka berharap Pemkab Aceh Selatan segera membayar uang jerih keuchik tersebut supaya mereka lebih maksimal bekerja.

"Biasanya, pencairan dilakukan dua bulan sekali setiap tanggal 10. Namun kali ini, hampir sebulan kami menunggu, uang jerih kami belum juga dibayar," kata Yosma, Keuchik Panton Bih, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, Sabtu (28/2).


Dia menambahkan, para keuchik di kabupaten itu sangat bergantung pada uang jerih tersebut untuk menghidupi keluarga dan mendukung kerja mereka. "Kami bekerja mengurus masyarakat tanpa mengenal waktu. Jika pembayaran jerih kami tidak lancar, tentu sangat menghambat kerja kami sebagai kechik," tambah Yosma mewakili para keuchik lainnya di kabupaten itu.

Terancam Ambruk Jembatan Alur Simerah

TAPAKTUAN - Jembatan penghubung antar desa di Alur Simerah, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan kondisinya terancam ambruk, setelah kepala jembatan (abutment) rusak dan amblas ke sungai. Jika terus dibiarkan, seluruh bangunan jembatan tersebut akan ambruk dan memutus jalur transportasi warga.

"Padahal dari Desa Alur Simerah, Desa Dalam, Desa Kuta Baro, dan Desa Tengah sangat bergantung pada jembatan ini sebagai jalur transportasi," kata Delfi Afrawi, penduduk Alur Simerah. Sabtu (28/2).


Terkait persoalan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Aceh Selatan, Ir T Bahrumsyah, berjanji akan menurunkan tim untuk meninjau kondisi jembatan dimaksud. "Kami akan turunkan petugas ke lokasi untuk mengecek kondisi jembatan tersebut. Jika kondisinya sudah parah akan kami programkan perbaikannya pada anggaran tahun 2016," ujarnya.

Saturday

Polisi Buru Pelaku Pembakaran dan Pembunuhan

TAPAKTUAN - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Selatan saat ini terus memburu pelaku pembakaran balai pemuda yang menewaskan seorang pemuda di Gampong Merkak, Kecamatan Kluet Tengah, dan pelaku pembuhunan seseorang yang mayatnya tanpa identitas itu ditemukan di kawasan Dusun Ie Yalem, Gampong Jambo Talem, Trumon Timur beberapa waktu lalu.

"Kasus di Dusun Ie Yalem, Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur masih dalam proses penyelidikan, namun rangkaian-rangkaian dan nama-nama pelakunya sudah kita kantongi. Demikian juga dengan kasus dugaan pembakaran balai pemuda di Gampong Merkek, Kecamatan Kluet Tengah, nama - nama pelakunya juga sudah kita kantongi," kata Kapolres Aceh Selatan AKBP Sigit Jatmiko SH SIK melalui Kasat Reskrim, lptu Darmawanto saat dikonfirmasi Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (27/2).

Menurutnya, terkait kasus pembakaran balai pemuda tersebut, polisi sedikit kesulitan karena pelakunya menghilang dari desa. Kendati demikian Satreskrim Polres Aceh Selatan akan terus memburu pelaku hingga dapat. "Kepada masyarakat diharapkan untuk berpartisipasi memberi informasi terkait kedua kasus tersebut," pungkas Iptu Darmawanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Balai Pemuda Gampong Merkak, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, Sabtu (7/2) sekira pukul 02.30 WIB terbakar. Kebakaran itu menyebabkan seorang pemuda meninggal di tempat, sedangkan tiga lainnya kritis dan harus dilarikan ke puskesmas untuk dirawat. Berkembang isu, balai itu sengaja dibakar, namun identitas pelakunya belum diketahui.


Korban yang meninggal dalam insiden itu bernama Herman (25). Tiga rekannya, yakni Erwin (27), Ham (27), dan Arnrizal (28) menderita luka bakar cukup serius. Namun, seteIah ditangani oleh paramedis, selanjutnya mereka menjalani rawat jalan di rumah masing-masing. Sedangkan kasus di Trumon Timur, yakni kasus penemuan sesosok mayat yang sudah berbentuk kerangka, tanpa identitas di kawasan Dusun le Yalem, Gampong Jambo Talem, Trumon Timur. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah tinggal tulang dengan tengkorak terpisah dari tubuh. Warga menduga, mayat yang ditemukan dalam kebun warga tersebut merupakan korban pembuhunan.

Puskesmas Plus Kotafajar Telah Beroperasi

TAPAKTUAN - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Plus Kota fajar, Kecamatan Kluet
Utara, Kabupaten Aceh Selatan resmi beroperasi sejak Kamis (12/2). Pengoperasian puskesmas tersebut ditandai dengan digelarnya acara launching tanda dimulainya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Alhamdulillah, Puskesmas Plus Kota Fajar hari ini (Kamis kemarin) telah dilaunching dan dimulainya pelayanan kesehatan. Acara launching turut diisi dengan doa bersama serta tepung tawar (peusijuek) bangunan Puskesmas plus. Untuk saat ini Puskesmas plus Kota fajar melayani rawat jalan sambil menunggu kelengkapan peralatan medis untuk rawat inap," kata Sekcam Kluet Utara, Masriadi,S.STP,M.Si kepada Aceh-gayo.blogspot.com usai acara launching Puskesmas Plus tersebut.

Lebih lanjut Masriadi mengatakan, dengan mulai beroperasinya Puskesmas Plus tersebut maka masyarakat Kluet Utara dan sekitarnya akan lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan. Hal itu sesuai dengan Visi dan Misi BupatiAceh Selatan, yakni mewujudkan pembangunan kesehatan masyarakat secara signifikan dan simultan.

"Tadi kami dari pihak kecamatan, Keuchik Gampong Kota fajar dan perangkat gampong serta imum chik hadir pada acara launching tersebut, pada kesempatan ini kami menyampaikan juga kepada masyarakat Kota fajar dan sekitarnya bahwa masyarakat sudah bisa berobat dan mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas plus secara gratis," paparnya.

Sekcam juga menyampaikan bahwa masih banyak fasilitas di Puskesmas Plus tersebut yang belum lengkap, karena itu dia berharap Pemerintah Aceh untuk kembali membantu melengkapi fasilitas Puskemas Plus tersebut.


"Ada beberapa fasilitas penunjang yang belum tersedia yaitu air bersih jaringan listrik. akses jalan dan prasarana Puskesmas solainnya seperti pintu dan jendela. Harapan kami semoga kedepan puskesmas plus Kota fajar menjadi ruang layanan publik kesehatan dan rujukan dari puskesmas lainnya diwilayah Kluet Raya," demikian Masriadi.

Friday

Pengolalan TPA Sampah Pasi Raja Buruk

TAPAKTUAN – Institute Social Development of Strategy (Insosdes) meminta Pemkab Aceh Selatan rnemperhatikan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gampong Pasie Rasian, Kecamatan Pasie Raja. "Pengelolaan TPA tersebut sangat buruk dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar," kata Direktur Insosdes, Irwandi M Pantee, Katnis (12/2).

Ia menyebutkan, selain tidak tersedianya pagar pembatas dengan lahan milik warga, bangunan di komplek TPA tersebut juga terlihat rusak parah. "Di lokasi TPA bisa dipastikan tidak ada petugas yang mengawasi, sehingga petugas pengangkut sampah bisa sesuka hati menumpahkan sampah dari truk secara sembarangan. TPA ini mestinya dikelola dengan baik, sehingga masyarakat sekitar terbebas dari ancaman penyakit," pungkasnya.


Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Aceh Selatan, Mirjas SSi membenarkan kondisi tersebut. Dia mengaku tidak terkelolanya dengan baik TPA tersebut karena minimnya anggaran. Yang menjadi kendala selama ini, belum tersedianya anggaran untuk program tersebut. Karenanya kami juga sangat berharap dukungan dana; sehingga sampah yang ada di TPA tersebut bisa dikelola dengan baik, " kata Mirjas.

Monday

Pemerintah Kurang Koordinasi Tentang Harga sarang Walet

TAPAKTUAN. - Ketua Asosiasi Pengusaha dan Eksportir Sarang Burung Walet Bersertifikat di Jakarta, Benny Tjandra yang dihubungi Aceh-gayo.blogspot.com dari Aceh Selatan, mengatakan bahwa anjloknya harga sarang burung walet di Indonesia bukan karena adanya monopoli harga di tingkat eksportir, melainkan karena tidak adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah Indonesia dengan negara pengimpor.

"Peran pemerintah perlu ditingkatkan, karena selama ini pemerintah kurang koordinasi. Karena itu, kami membangun satu asosiasi pengusaha dan eksportir sarang burung walet bersertifikat, untuk membangun dan menjalin kembali koordinasi yang baik dengan negara penampung sarang burung walet." ungkapnya.

Hal ini dijelaskannya terkait adanya tudingan dari pengusaha sarang Walet di Kota Fajar, Aceh Selatan, yang mengatakan eksportir di Jakarta memainkan harga sarang walet. "Di luar negeri, harga sarang walet mencapai Rp 37 juta/Kg. Sedangkan harga yang dibeli dari peternak dan pengusaha, sarang Walet Putih Gua hanya Rp 5 juta/Kg, dan sarang Walet Hitam dihargai di bawah Rp 2 juta/Kg. Sedangkan sarang Burung Walet Gedung Rp 6 juta/Kg," ungkap H Buyung Medan, pengusaha sarang walet di Aceh Selatan, Jumat (16/1).


Namun menurut Benny Qandra. harga sarang burung walet yang sudah di olah, di luar negeri seperti China tidak sampai Rp 37 / Kg. "Harga di China berkisar Rp l4 juta sampai Rp 16 juta/Kg," kata sambil menjelaskan, bahwa dalam bulan ini pihaknya akan berangkat ke China untuk menjalin koordinasi kembali dengan Pemerintah China terkait perdagangan komuditi tersebut.