Monday

Rumah Janda Miskin Ludes Terbakar

BANDA ACEH – Rumah panggung berkontruksi kayu (rumah adat Aceh) yang ditempati Sapiah (70), janda miskin, warga Dusun Bahagia, Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya; Aceh Besar, Minggu (29/3) sore, musnah terbakar.

Rumah beserta seluruh isinya ludes dilahap si jago merah hanya dalam hitungan menit. Informasi yang diperoleh Aceh-gayo.blogspot.com kebakaran itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Rumah tersebut ditempati Sapiah bersama seorang anak perempuannya bernama Darmi (43).

Keluarga korban yang berupaya ditemui Aceh-gayo.blogspot.com di salah satu rumah warga setempat, tampak shok dengan peristiwa itu. Menurut Dani (3l), tetangga Sapiah, saat kejadian itu ia baru bangun tidur. "Saya langsung selamatkan sepeda motor yang terparkir di depan rumah. Tapi, motor itu sempat saya tinggalkan, karena saya tidak tahan uap api yang begitu panas. Alhamdulillah motor saya selarnat, hanya sedikit bodinya yang melepuh," kata Dani. Ia mengaku tak tahu sumber api yang menghanguskan rumah milik Sapiah, apakah korslet listrik atau lainnya.

Tapi, menurutnya keluarga Sapiah selama ini memasak menggunakan kayu di dapur bagian bawah. "Saat kejadian saya dengar suara Kak Mi (sebutan untuk Darmi) berteriak minta bantu. Saya waktu itu juga meminta bantuan dari warga," pungkas Dani. Dani mengatakan, dia juga tidak tahu bagaimana Sapiah yang sedang sakit-sakitan di dalam rumah diboyong keluar.

Demikian pula dengan warga lainnya yang ditanyai Aceh-gayo.blogspot.com terkait kejadian itu, mengaku tidak ada yang tahu kronologisnya. "Waktu itu kondisi sedang panik. Apalagi posisi rumah yang saya tempati ini dekat sekali dengan rumah Nek Sapiah," ujar Dani, pria asal Mereudue, Pidie Jaya itu.

Galang bantuan

Camat Ingin Jaya. Yuslizar SSos, mengatakan warga Gampong Meunasah Krueng, sepakat menggalang bantuan dan membantu korban kebakaran tersebut. Untuk sementara waktu Sapiah dan keluarganya yang lain ditampung sementara di satu bangunan aset Gampong Meunasah Krueng. "Warga di sini sepakat untuk membantu sesuai kemampuan masing-masing.


Kami juga sudah laporkan kejadian ini kepada Kadis Sosial Aceh Besar, dan kami berharap cepat ada bantuan bagi keluarga korban, minimal bantuan tanggap darurat," ujarnya didampingi Keuchik Meunasah Krueng Tgk Ismail SE Ak. Hadir di lokasi kejadian Kapolsek Iptu Edward M Nur dan Danramil 18 ingin Jaya, Kapten Inf Nanang Junaedi.

Organda Naikkan Tarif 5 Persen

BANDA ACEH – Pengusaha angkutan mulai menaikkan tarif menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal yang sama juga akan dilakukan pengusaha jasa logistik (pengirimanbarang). Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com dari sejumlah media online, Minggu (29/3), kenaikan tarif angkutan antara lain terjadi di Medan, Cirebon, Malang, dan beberap daerah lainnya.

Sementara itu, sejurnlah pengurus Organda (Organisasi Angkutan Darat) menyatakan akan menaikkan tarif dalam waktu dekat ini. Ketua Organda Aceh, H Ramli, mengatakan, pihaknya telah menerima instruksi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Organda untuk menaikkan tarif angkutan sebesar 5 persen.

Namun keputusan resmi tentang rencana kenaikan itu tergantung pada hasil rapat Organda nanti. "Kita belum rapat, Mungkin besok. Tapi ada instruksi dari DPP naik sekitar 5 persen. Itu pun kita lihat keadaan hasil rapat," katanya melalui pesan singkat.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Organda Kota Medan, Mont Gomery. Seperti diberitakan Liputan 5 corl Mont Gomery mengatakan bahwa Organda Medan telah sepakat untuk menaikkan tarif angkutan umum, Namun kesepakatan tersebut harus mendapat persetujuan dari Pemerintah Kota Medan.

Dalam usulan Organda Medan, tarif angkutan umum untuk penumpang umum dan mahasiswa sebesar Rp 5.200, sedangkan untuk pelajar dikenakan tarif Rp 3.500. Saat ini, tarif yang berlaku sebesar Rp 4.600 untuk penumpang umum dan mahasiswa, sedangkan untuk pelajar Rp 3.000. Ketua Dewan Pengurus Daerah Organda DKI Jakarta, Safruan Sinungan, juga menyatakan akan mengusulkan kenaikan tarif untuk jasa transportasi umum.


Katanya kepada kontan. co. id. Kisaran kenaikkannya sekitar Rp 500 untuk transportasi umum berbasis bahan bakar premium dan sekitar Rp 200 untuk moda transportasi berbahan bakar solar. Untuk usaha jasa logistik, Ketua Departemen Moda Angkutan Barang DPP Organda, Andre Silalahi, memproyeksikan kenaikan tidak akan mencapai lebih dari 5 persen dari biaya saat ini.

Penculikan Tanah Jambo Aye

LHOKSUKON - Dalam mengusut kasus penculikan terhadap dua warga Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara beberapa waktu lalu, penyidik Polres Aceh Utara sudah memeriksa 15 saksi, termasuk korban. "Saksi yang kita periksa umumnya mengaku kedua tersangka sebelumnya pernah membawa atau menguasasi senjata api," jelas Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi kepada Aceh-gayo.blogspot.com" Minggu (29/3).

Karena itu, menurutnya, dua pelaku yang sudah berhasil ditangkap yaitu AM (33) asal Desa Bukit Panyang, Kecamatan Julok  Aceh Timur dan SM (23) asal Desa Teungoh Beureugang, Kecamatan Tanah Luas dijerat dengan Pasal 328 Juncto Pasal 55 KUHPidana Juncto Pasal I Ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api Ilegal dan Penculikan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Untuk diketahui, penculikan terhadap Rizal Fahmi (28), warga Desa Ampeh dan Faisal (26) asal Desa Alue, Kecamatan Tanah Luas pada 4 Februari lalu. Faisal dibebaskan pada 8 Februari setelah ditebus Rp 75 juta dan Fahmi dibebaskan setelah ditebus dengan nilai yang sama pada 12 Februari lalu.

Pekan lalu, sebut AKP Mahliadi, berkas kasus kedua tersangka sudah dilimpahkan ke jaksa. Namun, menurutnya, berkas itu dikembalikan lagi oleh jaksa. "Sekarang berkas tersebut sedang dilengkapi untuk segera kita limpahkan kembali ke jaksa untuk diteliti, ujar kasat Reskrim.


Ditambahkan, tersangka AM ditangkap di kawasan Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara pada 6 Februari saat hendak membawa beras untuk kelompoknya. Sedangkan SM ditangkap di kawasan Aceh Timur pada 16 Februari lalu.

Rumah Terbakar

LHOKSEUMAWE – Sebuah rumah panggung dan satu gudang di dua lokasi .terpisah terbakar dalam waktu berbeda. Rumah yang terbakar pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 09.30 WIB adalah rumah bekonstruksi kayu milik Asiah Yusuf (80), janda asal Desa Ranto, Kecamatan Nibong, Aceh Utara.

Sedangkan gudang yang terbakar pada Minggu (29/3) pukul 12.30 WIB adalah milik Usman (45), warga Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Ketua Tuha Peut Ranto, .Mukhtaruddin kepada Aceh-gayo.blogspot.com menjelaskan, saat rumahnya terbakar yang diduga akibat korslet, Asiah sedang berada di rumah anaknya, karena listrik di rumahnya padam.

Ketika listrik menyala, ia hendak pulang ke rumah, tapi ternyata api yang membakar tempat tinggalnya sudah memulai membesar sehingga seluruh barang terbakar karena tak sempat diselamatkan warga. "Sekarang, Asiah tinggal di rumah darurat yang dibangun warga tadi pagi di samping rumahnya yang sudah terbakar.

Karena itu, warga berharap pemerintah bersedia membantu membangun rumah lain untuk Asiah, apalagi selama ini dia aktif membantu warga yang belajar ilmu agama di rumahnya," kata Mukhtaruddin. Muhammad, warga Desa Panggoi mengatakan, sebelum gudang terbakar, Usman membakar sampah di dekat gudang tersebut.


Kemudian ternyata api yang belum padam merembes ke gudang berukuran 5x5 meter dekat rumahnya, sehingga gudang itu ludes terbakar. Saat warga berusaha memadamkan api, sebut Muhammad, dua mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. "Tapi, upaya warga petugas pemadam memadamkan api tak berhasil, karena api sudah menguasai seluruh bagian gudang itu. Sehingga, barang di dalamnya ludes terbakar," katanya.

Rumah Dhuafa Bantuan PIM

LHOKSITKON - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Dewantara, Aceh Utara kini sedang membangun 24 rumah untuk fakir miskin yang ada di lingkungan perusahaan tersebut. Sementara pada Jumat (27/3), PIM menyerahkan dua balai pengajian untuk Tgk Ahmad Mustafa (Abu Paloh Gadeng) di Desa Paloh Gadeng Kecamatan Dewantara.

Dari 24 rumah yang sedang dibangun, tiga unit di antaranya untuk warga Kecamatan Syamtalira Aron, karena kecamatan tersebut lokasi pengambilan air dan gas untuk kebutuhan pabrik. Satu lagi untuk warga Kecarnatan Tanah Jambo Aye, karena rumahnya sudah tak layak huni lagi," ujar Manajer Humas PT PIM, Suryadi kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Minggu (26/3).

Sedangkan sisanya, sebut Suryadi, untuk warga fakir di lingkungan perusahaan. Selain rumah dan balai pengajian, lanjutnya, PIM juga menyerahkan bantuan rutin berupaberas 400 sak kepada warga miskin di tujuh desa binaan yaitu Tambon Tunong, Tambon Baroh, Keude Krueng Geukueh, Paloh Gadeng, dan Paloh Lada (Aceh Utara), Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu (Lhokseumawe), dan Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Bireuen.


"PIM juga menyerahkan bantuan untuk 32 tempat ibadah (masjid, balai pengajian dan meunasah) di Kecamatan Meurah Mulia, Blang Mangat, Syamtalira Aron, Nisam dan sejumlah kecamatan lain. Bantuan itu sebagai pentuk wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan yang membutuhkan bantuan," pungkasnya.

Netral dan Changcuters Konser di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Dua grup band nasional, Netral dan The Changcuters, Sabtu (28/3) malam menggelar konser dl lapangan Jenderal Sudirman Lhokseumawe. Dalam konser bertemakan ‘Soundstation Pust The Tempo’ itu, kedua grup band masing-masing membawakan 10 lagu.

Konser yang dipandu MC, Edo dan Dilla itu diawali penampilan band pembuka asal Bireuen, Nefrid Band pukul 20.30 WIB. Kemudian, Netral yang beranggotakan Bagus, Choki, dan Eno tampil ke panggung. Saat mereka tampil, penonton langsung menyambut dengan teriakan. Grop band ini membawakan lagu favorit mereka seperti nuansa, lintang, api, dan garuda di dadaku.

Setelah Netral turun panggung, The Cangcuters yang semua anggota menggunakan kostum merah langsung menyapa fansnya di Lhokseumawe. Penonton yang sudah dipisah laki-laki dan perempuan langsung berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan suara sang vokalis, Tria. Grop band asal Bandung ini membawakan l0 lagu di antaranya tua di jalan, parampampam, i love u bibeh, racun dunia dan hijrah ke London.


Di tengah konser berlangsung penonton yang sempat saling dorong beberapa kali disemproikan air oleh mobil pemadam kebakaran. "Jangan ada yang saling dorong, kita cinta damai," himbau MC dari atas panggung. Konser yang diselenggarakan produk rokok tersebut berakhir pukul 23.30 WIB.

PKPM Bentuk Forum Kesehatan Kabupaten

BANDA ACEH - Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh, bekerjasama dengan pemerintah daerah di 4 kabupaten, yaitu Aceh Selatan, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang dan Kabupaten Pak-pak Bharat Sumatera Utara melakukan inisiasi pembentukan sekaligus penguatan Forum Kesehatan Kabupaten.

Direktur PKPM Aceh, Muslim Zainuddin dalam siaran pers yang diterima Aceh-gayo.blogspot.com Minggu (29/3) menyebutkan, latar belakang pembentukan forum kesehatan itu adalah salah satu upaya untuk meningkatkan tata kelola layanan kesehatan ibu dan anak sebagai wujud dari ciri-ciri tata kelola pemerintahan yang baik melalui penglibatan/partisipasi stakeholder kesehatan.

Disamping itu, tambah Muslim, inisiatif pembentukan forum tersebut merupakan amanat "Undang-undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Keberadaan forum ini diharapkan dapat mendukung upaya perbaikan layanan kesehatan ibu dan anak terutama terkait layanan persalinan aman, inisiasi menyusu dini dan pemberian Air Susu Ibu (ASl) eksklusif.

Menurut Muslim Zainuddin, dukungan yang diharapkan antara lain, forum ini nantinya dapat memberikan saran, masukan dan tinjauan kritis terhadap kebijakan kesehatan, melakukan monitoring terhadap kualitas layanan serta melakukan advokasi kebijakan yang mendukung upaya-upaya perbaikan pelayanan ditingkat puskesmas.

Langkah awal yang telah dilakukan oleh forum pasca pengukuhan oleh pimpinan daerah, secara bersama-sama dengan puskesmas telah melakukan survey pengaduan masyarakat, yang merujuk pada Permen PAN-RB Nomor 13 Tahun 2009 tentang peningkatan kualitas pelayanan publik dengan partisipasi masyarakat.

Survey ini memotret tentang keluhan masyarakat terhadap layanan pemeriksaan ibu hamil dan layanan pertolongan persalinan. "Dengan kerjasama ini PKPM Aceh berkomitmen untuk melakukan pendampingan bagi forum kesehatan kabupaten yang telah terbentuk, sampai dengan bulan Juni 2015," ujar Muslim Zainuddin.

Diharapkan setelah Juni, forum kesehatan di 4 kabupaten tersebut telah mempunyai kapasitas untuk menjalankan fungsi dan perannya dalam melakukan perumusan kebijakan, advokasi dan pengawasan terhadap pelayanan Kesehatan lbu dan Anak (KIA).


Sementara Program Manager PKPM Aceh, Ridha mengatakan, pelaksanaan penguatan Forum Kesehatan Seribu Bukit (FKSB) di Kabupaten Gayo Lues telah dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Gayo Lues selama dua hari pada 26-27 Maret 2015. Sedangkan di Aceh Selatan, telah telah dilaksanakan bersamaan dengan acara pelantikan Badan Pedimbangan Kesehatan (BPK) pada 21 Maret lalu.

Pendaftaran Beasiswa Pidie

SIGLI - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pidie kembali membuka pendaftaran bagi calon penerima beasiswa untuk mahasiswa tingkat akhir mulai 1 April sampai 15 Mei 2015. Sedangkan total beasiswa disiapkan Pemkab mencapai Rp 1 miliar. "Jumlah dana yang diplot sama seperti tahun lalu masih tetap Rp 1 miliar," ujar Asisten II Bidang Kesejahteraan Setdakab Pidie, H Maddan MM kepada Serambi Minggu (29/3).

Disebutkan, persyaratan diajukan tetap sama seperti tahun lalu. Cuma tahun ini dikhususnya mereka yang sudah menyelesaikan tugas akhir minimal tiga bab. "Kita periksa minimal tesis atau skripsinya sudah tiga bab," kata Maddan. Untuk itu, mahasiswa yang sudah pemah mendapat beasiswa tahun lalu tidak diberikan lagi.

Begitu juga mereka yang sedang mendapat beasiswa di tempat lain. Persyaratan itu diperketat, dengan tujuan agar beasiswa merata, sehingga double menerimanya. "Kami harapkan, karena rnasa pendaftaran masih lama, mahasiswa harus segera melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan itu, " pintanya.


Ditegaskan, setelah propasal masuk, maka panitia akan melakukan cek ulang ke semua kampus calon penerima beasiswa. Hal itu harus dilakukan, sehingga tidak ada penerima beasiswa yang memalsukan data. Maddan menambahkan, program beasiswa itu merupakan salah satu kegiatan rutin dilaksana Pemkab Pidie dalam rangka meningkatkan pendidikan di Pidie.

Persyaratan :

1. Permohonan ditujukan kepada Bupati
2. Fotocopy KTP
3. Fotocopy KK
4. Fotocopy Surat aktif kuliah
5. Fotocopy KTM
6. Fotocopy SK Pembimbing
7. Transkip nilai asli pengesahan Ketua Prodi
8. Skripsi (S1) atau Tesis (S2) minimal Bab Tiga dengan pengesahan Dekan atau Ketua Prodi
9. Berkas dimasukkan dalam map merah (S1) dan map Hijau (S2)

Pameran Batu di Meulaboh digelar April

MEULABOH - Pameran dan kontes batu akik atau batu cincin akan digelar pada 14-26 April 2015 di kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh, Aceh Barat. Kegiatan ini dilaksanakan organisasi Persatuan Batu Cincin di Aceh Barat, bekerja sama dengan Pemkab dan Polres setempat.


Selain dimeriahkan peserta lokal, juga mengundang peserta dari kabupaten dan provinsi lain di Indonesia. Kompleks Pasar Bina Usaha yang selarna ini dijadikan tempat jual-beli batu giok, pun mulai dibersihan sejumlah personel polisi untuk dijadikan lokasi pameran. Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai SIK mengatakan, persiapan pameran terus dimatangkan, termasuk menyediakan tempat di lantai I hingga lantai III pasar tersebut, sebagai lokasi pameran, kontes, dan penjualan batu cincin.

Minyak Naik : Tarif L300 Tetap

MEULABOH - Tarif angkutan L300 trayek Meulaboh-Banda Aceh dan Meulaboh-Medan, dan trayek antar kecamatan di Aceh Barat dilaporkan masih normal, meski harga bahan bakar minyak (BBM) naik sejak Sabtu (28/3) sebesar Rp 500/liter. Harga baru untuk BBM jenis premium/bensin kini menjadi Rp 7.300/liter dari sebelumnya Rp 6.800/1iter, dan solar menjadi Rp 6.900/liter dari sebelumnya Rp 6.400/1iter.

Beberapa petugas loket dan sopir L300 di Terminal Bis Meulaboh Minggu (29/3) mengaku, dengan naiknya harga BBM, membuat biaya operasional angkutan bertambah. "Namun kami belum menaikkan tarif, karena masih menunggu surat edaran dari Organda terhadap penyesuaian tarif," ujar Manager Loket Mandala Putra, Radi. Ketua Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Aceh Barat, Thantawi Adamy menambahkan, angkutan, umum di wilayah ini masih menggunakan tarif lama, seperti trayek Meulaboh-Banda Aceh sebesar Rp 110 ribu/orang, dan Meulaboh-Medan Rp 180 ribu/orang.

"Pengusaha angkutan sangat direpotkan dengan harga BBM yang tidak stabil ini. Namun untuk saat ini, kami masih berpedoman pada tarif lama, meski harus mengeluarkan biaya tambahan," ujarnya. Ia mengaku, kebijakan untuk tidak menaikkan tarif ini berlaku untuk angkutan antar kota dan antar provinsi dari Meulaboh, serta terhadap angkutan antar kecamatan di Aceh Barat.


Ia mengaku telah menyampaikan kepada pengusaha angkutan di daerah itu untuk tetap mengacu pada tarif lama, agar tidak ada gejolak. "Namun bila ada kenaikan BBM lagi ke depan, tarif yang digunakan saat ini harus disesuaikan kembali dengan harga baru. Kami menilai pemerintah plin-plan dalam hal kebijakan harga BBM ini," kesalnya.

Anggaran Untuk Aceh Selatan dinilai Kurang

TAPAKTUAN - Anggota Dewan Perwakilan Ralryat Aceh (DPRA), Muhammad Thanwier Mahdi meminta Gubernur Aceh menambah anggaran pembangunan ruas Jalan Gunong Kapo-Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Sebab dengan jumlah anggaran sebesar Rp 3 Miliar yang diplotlan dalam APBA 2015, dinilai tidak cukup untuk merampungkan pembangunan jalan sepanjang 3,2 Kilometer tersebut.

"Kami minta Gubemur Aceh menambah lagi anggaran untuk pembangunan ruas jalan tersebut, karena dibutuhkan dana sekitar Rp 7 miliar untuk merampungkan jalan tersebut," katanya saat mengunjungi Aceh Selatan, Jumat (27 /3). Dalam kunjungan tersebut, Thanwier Mahdi mengeritik pengambilan batu gajah di lokasi pinggir jalan Gunong Kapo-Keude Trumon tersebut. "Pengambilan batu gajah di pinggir jalan itu, bisa mengancam dan merusak badan jalan yang akan dibangun," papar Thanwier Mahdi.


Menurutnya, Pemkab Aceh Selatan harus berkomitmen menyetop pengambilan batu gajah dijalan tersebut, baru kemudian proses pembangunan jalan dilaksanakan. "Kalau tidak alihkan saja dananya untuk pembangunan ruas jalan Sigeng-Keude Trumon yang panjangnya juga hampir sama. Karena jika dipaksakan, pembangunan jalan Gunong Kapo-Keude Trumon akan sia--sia, jika Pemkab Aceh Selatan tidak menyetop batu gajah dilokasi tersebut," ujarnya.

Sunday

Kapolda Aceh Tinjau Perumahan Griya Bhayangkara

LANGSA – Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Husein Hamidi, Kamis (26/'3) sore melihat langsung proses pembangunan perumahan Gria Bayangkara Asri, di Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro. Rumah type 36 sebanyak 290 unit tersebut, diperuntukan bagi anggota Polisi.

Kedatangan Kapolda yang didampingi Karo Ops Kombes Noviantoro, Dirbinmas Kombes Agus, Wadir Setnarkoba AKBP Sigit Dirnarkoba, AKBP Junaidi Yusuf, Kadiv Humas AKBP T Saladin, Kapolres Langsa AKBP Sunarya SIK MH, disambut oleh Pengembang Perumahaan Griya Bhayangkara Asri, Mustafa. Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Husein Hamidi dalam kesempatan itu menjelaskan, bahwa rumah yang dibangun tersebut sangat ideal dimiliki atau ditempati oleh polisi. Karena selain harganya terjangkau, lokasi perumahan lni pun sangat strategis, hanya berjarak berapa kilometer dari pusat Kota Langsa.

Kemudian rumah tersebut juga memiliki kualitas sangat baik dan layak. Husein Hamidi berharap semoga anggota polisi tertarik tinggal di perumahaan Griya Bayangkara Asri ini. Kapolda juga menyarankan agar pengembang juga menyediakan dan membangun fasilitas umum seperti mushalla, jalan, dan sarana pendukung lainnya sehingga penghuni benar-benar nyaman.

Pengembang Perumahaan Griya Bayangkara Asri, Mustafa, dalam kesempatan itu mengatakan jumlah perumahan yang dibangun pihaknya 290 unit. Sementara calon penghuni perumahan dimaksud saat ini yang sudah mendaftar sekitar 60 persen, yang merupakan anggota polisi.


Sedangkan sisanya 40 persen lagi, adalah masyarakat biasa dan PNS. Menyikapi saran Kapolda, di komplek perumahan tersebut pihaknya juga membangun mushalla, lapangan bola kaki, dan fasilitas umum lainnya yang semuanya adalah sebagai kebutuhan penghuni komplek agar mereka nyaman tinggal di komplek perumahan tersebut.

O2SN Idi Rayeuk

IDI -  Sebanyak 39 Sekolah Dasar (SD) tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Idi Rayeuk. Aceh Timur, mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang diselenggarakan selama dua hari mulai Sabtu (28/3) sampai Minggu (29/3) di Idi Sport Center (ISC).

Ketua Panitia Pelaksana Perlombaan O2SN, H Hasbi Spd MPd kepada Aceh-gayo.blogspot.com menyebutkan, perlombaan O2SN tingkat UPI Dinas Pendidikan, Idi Rayeuk itu diikuti 39 SD bertujuan menseleksi atlit untuk mewakili UPT Dinas Pendidikan Idi Rayeuk pada perlombaan O2SN April 2015 mendatang.


Katanya, dari setiap cabor yang diperlombakan akan diseleksi atlit yang meraih juara satu untuk mewakili tim O2SN UPI Dinas Pendidikan Idi Rayeuk pada O2SN tingkat Kabupaten Aceh Timur yang direncakan akan berlangsung pada April 2015 mendatang. Disebutkan, cabang olahraga yang diperlombakan yaitu Kids Atletik, Bulu Tangkis, Tennis Meja, Catur dan Karate.  Atlit yang meraih juara satu dari setiap cabor yang diperlombakan selanjutnya akan mewakili tim UPT Dinas Pendidikan Idi Rayeuk di perlombaan O2SN mendatang.

Pameran I+ACEH dimeriahkan 81 Stan Mancanegara

BANDA ACEH – Sebanyak 81 stan siswa dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan universitas di enam negara, memeriahkan Pameran Inovasi I+ACEH di Kampus Universitas Ubudiyah Indonesia (UUD di Tibang, Banda Aceh, Sabtu (28/3). Pameran yang digelar 28-29 Maret ini dibuka oleh Rektor UUI, Marniati SE MKes.

Marniati mengatakan, pameran tersebut diikuti tim-tim dari Malaysia (23 tim), Korea (17 tim), UUI (27 tim); Unsyiah (4 tim); SMA Fatih Bilingual School (9 tim), masing-masing satu Tim dari Kanada dan Amerika Serikat, dan selebihnya partisipan nasional seperti Universitas Brawijaya.

Pameran inovasi ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Sumatera. Ia mengatakan, pameran tersebut akan di jadikan agenda rutin tahunan UUI untuk tahuh-tahun mendatang. Rektor UUI menyebutkan, pameran ini bertujuan menumbuhkan budaya inovasi dan kreativitas di kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia, khususnya di Aceh.

"Kehadiran peserta pameran dari luar negeri juga diharapkan dapat menjadi ajang bertukar informasi dan pengetahuan diantara para pelaku inovasi," ucapnya. Pada kesempatan itu, Rektor UUI bersama President Asia Invention Association (AIA) Korea Selatan, Soung-Mo Hong, dan Andi Dwi Putra dari Indonesia Invention and Innovation Association (Innopa), Juga menandatangani naskah kerja sama joint research dengan Unimap yang diwakili Prof Madya Dr Mustafa Abdullah.

Sementara President AIA Soung-Mo Hong mengatakan kebahagiaannya bisa mengikuti pameran I+ACEH mewakili negaranya. Dalam pameran ini pihaknya mewakili 14 produk inovasi hasil karya para siswa dari negara penghasil ginseng tersebut. "Mulai tahun ini dan selanjutnya kami akan terus datang ke UUI untuk mengikut pameran inovasi ungkap Hong.

Kapal Pesiar Albatros Merapat Kembali di Sabang

SABANG - Kapal pesiar mewah Cruise Ship Albatros, untuk ketiga kalinya bersandar di Dermaga Pelabuhan CT3 Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Sabtu (28/3) siang. Kapal mewah berbendera Bahama itu membawa 70 turis dari Eropa, termasuk 366 awak kapal. Kapal ini tiba sekitar pukul 12.30 WIB, lebih cepat 30 menit dari jadwal sebelumnya.

Kedatangan kapal ini disarnbut dengan penampilan tarian tradisonal Aceh, sekaligus pengalungan bunga atau penyerahan plakat kepada kapten kapal Albatros oleh Deputi Komersil dan Investasi BPKS Syafruddin Chan, Kepala Syahbandar Sabang, Eko Pangudi, dan Kaplores AKBP Nurmeiningsih SH.

Setelah acara seremonial, para turis memanfaatkan waktu menikmati keindahan alam Pulau Weh, dengan mengunjungi sejumlah objek wisata. Ada yang berjalan kaki mengelilingi kota, ada juga yang menggunakan jasa becak motor dan angkutan umum. Setelah singgah sekitar enam jam, kapal pesiar berkapasitas 920 penumpang yang datang dari Langkawi dengan waktu 32 jam itu selanjutnya meninggalkan Sabang dan berlayar menuju Srilangka.


Kehadiran kapal pesiar GT 28000 dengan panjang 250 meter itu, menjadi tontonan gratis masyarakat Kota Sabang. Banyak warga yang menyempatkan diri untuk foto. Tapi sayang, kapal itu hanya bisa dilihat dari jarak jauh. Bahkan, waktu untuk wartawan pun dibatasi oleh petugas.

Monday

PDAM Sigli Memiliki Tunggakan Rp 1,9 M

SIGLI - Tunggakan rekening air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Krueng Baro Sigli, Pidie, mencapar Rp 1,9 miliar. Tunggakan itu terhitung tahun 2011 dari 5.000 lebih pelanggan tidak membayar tagihan.

"Jumlah tagihan rekening PDAM yang tidak dibayar rnasing-masing pelanggan tidak sama, dari tiga bulan hingga delapan bulan. Semua pelanggan yang tertunggak itu di Kecamatan Kota Sigli," kata Direktur PDAM Tirta Mon Krueng Baro, Drs Ridwan, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Sabtu (14/3).

Ia menjelaskan, PDAM Sigli telah melayangkan surat kepada pelanggan yang belum melunasi iuran untuk segera membayar tunggakan itu. Surat tersebut dilayangkan pada tanggal 2 Maret 2015. Jika pelanggan tidak membayar dengan batas waktu tiga hari terhitung sejak menerima surat tanda tagihan dari PDAM Sigli, maka tegas Ridwan, petugas akan memutuskan sementara suplai air ke rumah pelanggan tersebut.

"Jika setelah diputus pelanggan ingin menyambung kembali sesudah membayar tunggakan, maka pelanggan harus membayar Rp 300 ribu untuk biaya penyambungan," kata Ridwan. Dijelaskan, hingga kini PDAM Tirta Mon Krueng Baro telah memutuskan sementara suplai air dari pipa PDAM ke tiga gampong di Kecamatan Kota Sigli, karena belum membayar rekening air, yaitu Gampong Rawa Gampong 25 pelanggan, Blok Sawah 10 pelanggan dan Cot Teungoh 5 pelanggan. "Pelanggan lain akan menyusul dilakukan penertiban jika tidak ada niat melunasi tunggakan.

Seharusnya pelanggan harus memahami, bahwa biaya rekening tersebut digunakan PDAM untuk biaya operasional, termasuk membayar gaji petugas dan listrik," katanya. Dikatakan, hingga kini tingkat kesadaran masyarakat membayar rekening air PDAM masih kurang.


Padahal pelayanan yang diberikan PDAM telah baik, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Kalau tidak ada hujan suplai air tidak macet dari WTP Keumala. Tapi, kalau hujan suplai air terganggu karena lumpur dari sungai menutupi intake WTP, " jelasnya. 

Koruptor Indonesia di Tangkap di Benermeriah

BANDA ACEH - Setelah hampir delapan tahun kabur pasca divonis dua tahun penjara dalam putusan kasasi oleh Mahkamah Agung RI, 27 September 2007, Djunaedi Muhammad Syafi SH (62) akhimya berhasil ditangkap petugas Kejari Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah, Aceh di rumah istrinya kabupaten tersebut dua hari lalu.

Djunaedi adalah koruptor atau terpidana korupsi dalam pelelangan suatu proyek di Yograkarta. Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Amir Hamzalr SH mengatakan sekitar pukul 15.00 WIB kemarin, terpidana sudah diserahkan oleh pihak Kejati Aceh ke Kejari Yograkarta yang menjemputnya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang bintang, Aceh Besar.

Selanjutnya, tersangka di bawah pengamanan petugas Kejari Yogyakarta dinaikkan ke pesawat untuk dibawa pulang ke Yogkarta guna menjalani hukuman. Ditanya kasus korupsi proyek apa dan berapa nilai kerugian negara, Amir Hamzah mengakui kurang mengetahui secara detail.

Begitu juga Kasi Penyidikan Kajati Aceh, Adi Tlogunawan SH yang ditanyai Aceh-gayo.blogspot.com secara terpisah kemarin. Keduanya hanya sebatas mengetahui sekitar dua hari lalu, terpidana ini ditangkap petugas Kajari Simpang Tiga Redelong di rumah istrinya di kawasan Bener Meriah.


Sebelumnya petugas sudah mengintai keberadaan lelaki yang telah lama ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) kejaksaan se-Indonesia itu. Adapun informasi lain diperoleh Aceh-gayo.blogspot.com pria asal Yogakarta ini lama berhasil kabur karena sebelumnya juga sempat memalsukan identitasnya dari namanya Djunaedi Muharnmad Syafi menjadi Muhammd Syafi saja.

Rp 1 T Untuk Aceh Tengah

TAKENGON - Anggaran Pembangunan Belanja dan Kabupaten (APBK) Aceh Tengah telah mencapai Rp I triliun lebih atau terus mengalami peningkatan dalam tiga terakhir ini. RAPBK Aceh Tengah 2015 telah ditetapkan sebagai APBK 2015 seusai resmi masuk dalam Qanun yang disepakati di ruang sidang DPRK Aceh Tengah pada Senin (9/3) malam.

Sidang paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Tengah, Muchsin Hasan dan dihadiri 27 anggota dewan dari empat fraksi, yakni Golkar, Demokrat, Nasdem dan PAN. Sedangkan pihak eksekutif atau pemerintahan di wakili Wakil Bupati, Khairul Asmara, seperti dilansir ke Aceh-gayo.blogspot.com. Sabtu (14/3).

Dilaporkan, sidang berjalan lancar yang dimulai pukul 21.00 WIB dan pada 21.52 WIB, Muchsin Hasan secara resmi menerima rancangan untuk ditetapkan sebagai APBK Aceh Tengah 2015 setelah mendengarkan penjelasan dari juru bicara keempat fraksi. Dari paparan sebelumnya, APBK mengalami defisit Rp 54,55 miliar, karena pendapatan sebesar Rp 1,096 triliun dan belanja sebesar Rp 1,151 triliun.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara langsung menyambut baik atas penetapan APBK 2015 yang dinilai paling lambat dalam beberapa tahun terakhir ini, tetapi menjadi yang tertinggi selama ini. “Dengan tercapainya kesepakatan tentang APBK Aceh Tengah, maka kedua belah pihak telah memiliki persepsi yang sarna”, ujar Khairul melalui sambutan tertulis.

Dia berharap agar tidak ada lagi uang yang terbuang percuma, sehingga seluruh program dan kegiatan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap, agar dana yang telah dialokasikan dapat mencapai sasaran, dimana setiap rupiah yang dianggarkan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat", demikian Khairul.

Sebelumnya, Lembaga Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Gayo mengkritik keras DPRK Aceh Tengah atas belum dilantiknya ketua dewan, walau sudah terpilih sejak bulan lalu. Kondisi tersebut dinilai akan mengancam APBK 2015 terpotong 25 persen dari pagu sebelumnya yang mencapai sekitar Rp 1 triliun. "Jika ketua dewan tidak juga dilantik, maka sekitar 200 ribu penduduk Aceh Tengah akan menerima dampaknya," jelas Ketua Badan Pekerja GeRAK Gayo, Aramiko Aritonang, Jumat (5/12/2014). Dia mengatakan : "Keterlambatan pengesahan APBK 2015 akan menyebabkan terjadinya pemotongan anggaran sebesar 25 persen karena terkena pinalti."


Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah menyetujui qanun Aceh Tengah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) pada 2014 sebesar Rp 939.324.362.415 (Rp 900 miliar lebih). Jumlah itu naik 30,19 persen dibandingkan APBK 2013 yang sebesar Rp 743.663.455.920 (Rp 700 miliar lebih). Sehingga total APBK Aceh Tengah dari 2013 sampai Rp 2015 mencapai Rp 2.778.987.818335 (Rp 2,7 triliun lebih).

Sunday

Musda KNPI Aceh Timur

IDI - Sebanyak 30 Organisasi Kepemudaan (OKP) dan 24 Pengurus Kecamatan (PK) se-Aceh Timur mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) ke-XII yang berlangsung 14- 15 Maret 2015 di aula Setdakab Idi Rayeuk.

Acara pembukaan Musda dihadiri Ketua DPD KNPI Aceh, Jamaluddin Jamil, Asisten II Sekdakab Usman Arahman mewakili Bupati Aceh Timur, Kapolres, Dandirn, dan Ketua MPU Tgk Mudawali Ibrahim, Sabtu (14/3). "Jumlah OKP dan PK mempakan hasil pleno yang telah dilaksanakan, Jumat (13/3) malam," kata Ketua DPD KNPI Aceh Timur, Iskandar Farlaky.

Iskandar juga menyebutkan Musda merupakan mekanisme organisasi untuk melanjutkan estafet organisasi sehingga akan melahirkan kepengurusan baru. Saya merasa bangga dengan pelaksanaan yang tepat waktu. Terima kasih kepada panitia, MPU, dan semua pihak yang mendukung pelaksanaan Musda ini," ungkap tokoh muda ini.

Ia meminta agar Musda melahirkan kepengurusan yang bersinergi dengan program pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah Aceh Timur. "Semoga akan melakukan program-program yang mantap, " ujarnya.

Asisten II Setdakab Aceh Timur, Usman A Rahman, dalam bimbingan dan arahannya serta sekaligus membuka Musda mengatakan, dengan pelaksanaan Musda KNPI Aceh Timur ke XI melalui kesempatan ini sebagai upaya ultuk melanjutkan estafet kepemimpinan sehingga dari Musda pada kesempatan kali ini, akan hadir pemimpin baru dengan program-program yang mampu memberikan pencerahan menuju pembangunan Kabupaten Aceh Timur yang sejahtera.


Ia juga berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses sehingga ke depannya KNPI benar - benar bekerja dan dapat bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mensukseskan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Timur.

Abon Matangkuli Isi Ceramah

IDI - Tgk Abubakar atau Abon Matang Kuli, Kamis (12/3) rnalam menyampaikan ceramah pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Besar Baitul Muttaqin Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur. Dalam tausiahnya Abon Matang Kuli itu mengajak umat Islam memperkuat ukhwah Islamiah dan kini sudah saatnya merapatkan barisan.

"Mari kita eratkan persatuan dan kesatuan, sehingga umat Islam dimanapun berada tetap satu," kata Abon. Selain itu, Abon mengajak seluruh jamaah yang hadir terus meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, karena sesuai dengan tanda-tanda dari sabda Rasulullah SAW dunia sudah dekat dengan kiamat.

"Tanda-tanda kiamat itu sudah lahir seluruhnya. Maka, jagalah diri kita sendiri dan keluarga kita dari berbagai maksiat," katanya. Ribuan jamaah yang hadir pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H itu, yakni jamaah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh seperti Matang Kuli, Lhoksukon dan Jambo Aye (Aceh Utara), Lhok nibong, Simpang Ulim, Idi Rayeuk dan Peureulak (Aceh Timur), Langsa dan Aceh Tamiang serta jamaah dari Medan, Sumatera Utera.


"Ahamdulillah, jamaah yang kita undang seluruhnya hadir, bahkan anak almarhum dari Abu Keumala dari Medan juga hadir bersama rombongan malam ini," kata Ketua Panitia Maulid Akbar, Tgk H Ramlan. Suasana menjadi hening dan haru ketika ribuan jamaah membacakan selawat sesuai dengan yang tertulis di buku ‘Raja Selawat' yang diperbanyak  pihak panitia.

Perusahaan Wajib CSR

MEULABOH - Pemkab Aceh Barat, mulai tahun 2015 mewajibkan perusahaan yang beroperasi dl wilayah itu, melakukan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggungjawab sosial lingkungan perusahaan (TJSLP).

Sementara, Rancangan Qanun (Raqan) TJSLP sudah diserahkan bupati ke DPRK pada Rabu (11/3) lalu, untuk dibahas dan ditetapkan sebagai aturan daerah setempat. Kepala Bappeda Aceh Barat, FIT Ahmad Dadek SH mengatakan, Raqan TJSLP menjadi sebuah aturan dalam menerapkan TJSLP/CSR kepada perusahaan yang beroperasi di Aceh Barat sehingga mereka peduli kondisi masyarakat di mana perusahaan tersebut melakukan kegiatan.


Bahkan kata Dadek, tahun 2015 terdapat 15 perusahaan berkomitmen merealisasikan CSR oleh mereka dan kegiatan mereka dilaporkan ke Pemkab dengan jumlah dana direalisasi oleh 15 perusahaan Rp 34 miliar lebih. Bupati Aceh Barat, H T Alaidinsyah, Rabu (11/3), menyerahkan 11 Raqan ke DPRK yang diterima Ketua DPRK, Ramli dihadiri Muspida dan pejabat lingkup Pemkab dalam sidang paripurna dewan. 

Sebanyak 428 Pelamar RSUD-YA Lulus Tes

TAPAKTUAN - Sebanyak 428 orang dari 1.268 pelamar Pegawai Tidak Tetap (PTT) Rumah Sakit Umum Daerah dr Yulidin Awai (RSUD-YA) Tapaktuan, dinyatakan lulus kemampuan akademik. Mereka yang lulus tersebut.

Sabtu (14/3) kemarin kembali dites kemampuan/ kompetensi, oleh tim penguji yang terdiri dari sejumlah dokter RSUD-YA Tapaktuan. Ketua Panitia Rekrutmen dan seleksi PTT RSUD-YA, Teuku Muzhar SE MM menjelaskan, formasi yang dibuka untuk tenaga PTT RSUD-YA tahun 2015 ini, berjumlah 29 formasi dengan jumlah kebutuhan tenaga PTT sebanyak 209 orang.

"Dari peserta yang ikut sebanyak 1.268 pelamar, yang dinyatakan lulus tes akademik sebanyak 428 orang. Mereka kemudian dites kemampuan/skill, dan yang lulus nantinya akan mengikuti tes psikologi. Pelamar baru dinyatakan berhak menjadi PTT di RSUD-YA" jika lulus dalam tiga pengujian tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, penilaian atas tes kemampuan dikeluarkan oleh para dokter ahli rumah sakit tersebut. Sedangkan untuk psikotes; akan dinilai tim dari lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Unsyiah. 

Seniman Perkenalkan "Kotak Bercerita"

MEULABOH – Sekitar 100 peminat seni di Aceh Barat, Sabtu (14/3) mengikuti rapat kerja daerah (rakerda) menggunakan metode “Kotak Bercerita” guna mengurangi risiko bencana. Kegiatan ini berlangsung di gedung PKK di Suak Indrapuri, Meulaboh.

"Pendekatan seni terhadap upaya pengurangan risiko, sangat cocok untuk daerah rawan bencana alam seperti di Aceh Barat dan sekitarnya," kata Ketua Dewan Kesenian Aceh Barat (DKAB), HT Ahmad Dadek.


Menurutnya, upaya para pelaku seni di daerah ini untuk menyadarkan masyarakat terhadep prosesi bernamaa dan penanganannya yang sangat membantu pemerintah daerah yang juga memiliki visi yang sama terhadap pembangunan masyarakat sadar bencana.

Tongkang Temuan Di Lelang

MEULABOH – Komandan Pos TNI-AL, Letda Laut Sujatmoko menyatakan, sebuah kapal tongkang yang ditemukan nelayan Aceh Barat di laut Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) pada Juli 2014 silam, segera dilelang oleh lembaga lelang negara, dan sudah mendapat persetujuan dari
pengadilan setempat.

Ia menyampaikan hal ini menanggapi desakan nelayan agar tongkang tersebut dikembalikan untuk nelayan yang menemukannya. "Pengadilan mengatakan harus dilelang, karena ini merupakan barang temuan," kata Sujatmoko.


Sementara itu, 10 nelayan dan lembaga Panglima Laot Aceh Barat, Selasa (10/3) siang, kembali mendatangi gedung DPRK mempertanyakan status tongkang bermuatan 80 ton yang berisi dua kontainer berisi peralatan pengeboran lepas pantai itu.

Mereka berharap, jika tongkang itu dilelang dan uangnya masuk kas negara, maka Lembaga Adat Laot setempat yang juga perpanjangan tangan pemerintah, merupakan pihak yang paling berhak atas barang temuan tersebut.

Jembatan Gantung Rusak Berat

BIREUEN – Lantai jembatan gantung ukuran 2 x 30 meter di Gampong Meureubo, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, rusak berat. Meski kerusakan sudah terjadi beberapa tahun terakhir hingga kini jembatan yang dibangun tahun 1992 itu belum diperbaiki, sehingga mengancam keselamatan warga yang melintasinya.

Amatan Aceh-gayo.blogspot.com, Sabtu (14/3), hampir semua papan lantai jembatan sudah lapuk dimakan usia dan beberapa tiang penyangganya juga sudah copot. Terlihat ada beberapa lembar papan yang diletakkan warga untuk menutupi lubang lantai jembatan yang menganga.

Sementara itu, setiap warga yang melintas di jembatan gantung itu, sangat berhati-hati agar tidak terperosok. Warga yang melintas menggunakan kendaraan roda dua terpaksa mendorong kendaraannya, sementara kendaraan roda empat tidak terlihat melintas di jembatan gantung tersebut. Beberapa warga mengaku sudah berulang kali mengusulkan dana perbaikan dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan dan kabupaten agar dapat dianggarkan dana perbaikan, namun hingga kini belum ada realisasinya.

Bahkan dua hari lalu, Bupati Bireuen Ruslan Daud bersama Wakil Ketua DPRK Bireuen Attahillah dan Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Perumahan Rakyat, Fadli serta rombongan turun langsung melihat jembatan tersebut.

"Dengan turunnya bupati dan wakil bupati serta pihak dinas terkait ke jembatan gantung itu, kami berharap agar segera diperbaiki, sehingga dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, karena jembatan itu sebagai sarana akses utama menuju desa kami." ujar M Nasir. Warga Meureubo.


Selain jebatan gantung tersebut, satu unit jembatan beton di lintas utama Gampong Meureubo yang rusak dihantam barjir tahun lalu, juga diperbaiki. Warga terpaksa membangun jembatan darurat dengan pohon kelapa. Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Bireuen, Fadli mengatakan, tahun ini, pihaknya akan menggantikan jembatan gantung Meureubo dengan jembatan beton. "Dua jembatan itu akan kami perbaiki dalam tahun ini dengan anggaran APBK dan sumber lainnya, " janji Fadli.

13 Imam Teladan Dapat Penghargaan Pemko Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Syariat Islam. Sabtu (14/3) menetapkan 13 imam garnpong dan imam masjid teladan pada proses pemilihan yang berlalgsurng di Gedung Hasbi Ash Shiddiery. Selain piala, 13 imam tersebut diberangkatkan umrah gratis. Sedangkan pembagian piala bagi pemenang dilakukan Wakil Wali Kota Lhokserrmawe, Nazaruddin.

Dari sembilan imam teladan tingkat gampong itu, juara umum diraih Tgk Abdul Muthalib (imam Gampong Mon Geudong, Banda Sakti), disusul Syarifuddin Abdullah (Imam gampong Simpang Empat, Banda Sakti), Tgk Afifuddin Daud (imam Meunasah Mee. Muara Dua). Tgk Zarkalyi Salam (imam Panggoi, Muara Dua), Tgk Ilyas Daud (Imam Meuasah manyang, Muara Satu), Tgk Abdulrrahman S (Imam Ujong Pacu, Muara Satu), Tgk M Taib (Imam Keude Punteut, Blang Mangat), Tgk M Jamil (imam Blang We Baioh, Blang Mangat) dan Tgk Abdullah Mant'ak (imam Blang weu Panjong. Blang Mangat).

Sedangkan empat imam masjid teladan diberikan kepada Tgk Harufiah Ma'auwah (imam Masjid Samada lhon Geudong, Banda Sakti). Tgk Abdussalam (imam Masjid At-Taqwa Desa Masjid Penteut, Blang Mangat), Tgk Fauzan SAg (imam Masjid Raudhatul Jamah Desa Alue Awe Kecamatan Muara Dua) dan Tgk Mahdi (imam Masjid At- Taqwa Desa Meuria Paloh Kecamatan Muara Satu).


Kepala Dinas Syariat Islam Lhokseumawe, Zulkifli menyebutkan, untuk pemilihan imam teladan tahun ini diikuti 100 peserta, yakni 56 imam garnpong dan 44 imam masjid. Bagi seluruh peserta mengikuti sejumjah sesi tes oleh dewan juri yang diketuai Tgk H Zulkifli Juned dari tanggal 11 hingga 15 Maret 2015. "Hasil keputusan dewan juri mutlak, dan bagi 13 imam teladan yang terpilih direncanakan akan diberangkatkan umrah secara gratis bulan depan," ujar Zulkifli.

PGRI Bireuen Gelar Konferda

BIREUEN – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bireuen menggelar Konferensi daerah (Konferda) ke-10, di Aula Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Sabtu (14/3). Konferda yang dibuka Sekdakab Bireuen, Ir Zulkifli SP itu diikuti ratusan guru di Kabupaten
Bireuen.

Ketua Panitia Konferda, Jailani SPd MPd kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, Konferda ke-10 itu untuk memilih ketua dan pengums PGRI Bireuen periode 2015-2020. Namun hingga pukul 16.00 WIB kemarin, belum ada calon ketua dan pengurus PGRI yang terpilih.

"Dari 17 kecamatan terdapat 17 pengurus cabang PGRI, masing-masing kecamatan mengirim lima utusan yang berhak untuk memilih ketua PGRI tingkat kabupaten, namun hingga petang kemarin belum ada calon yang akan kami pilih," kata Jailani yang didampingi Sekretaris Panitia, Fahrizal B SPd.

Dikatakan Jailani, siapa pun calon dan ketua PGRI terpilih, diharapkan dapat bekerjasama dan saling berkoordinasi dengan seluruh guru serta mampu menampung aspirasi guru di Bireuen.


Konierda ke-10 PGRI Bireuen kemarin juga dihadiri Ketua PGRI Aceh, Ramli Rasyid serta beberapa pengurusnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen Nasrul Yuliansyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen Maiyusri, serta undangan.

Ratusan Murid Ikuti Lomba Pramuka

BIREUEN - Hari ini, Minggu (15/3) ratusan murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) anggota pramuka siaga ikut berbagai perlombaan kegiatan pramuka madrasah di lapangan bola kaki, Gampong Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

"Hari pertama sampai kemarin, anggota pramuka penggalang dan penegak yang ikut lomba, sedangkan hari ini adalah anggota pramuka siaga dari MI yang akan mengikuti berbagai perlombaan," kata ketua panitia, Efendi SPd yang didampingi Kasie Pendidikan Agama Islam, Kanmenag Bireuen, Anis SAg kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (14/3).

Perlombaan yang diikuti para anggota pramuka siaga antara lain hafalan surat pendek di mushalla dan masjid desa setempat, lomba dai cilik di ruang MIN Cot Keutapang Alue Limeng, Pelatihan Baris-berbairis (PBB) dasar, games dan outbond pramuka di lapangan utama. Kemudian lomba mewarnai digelar di halaman sekolah.

Sementara itu, perlombaan untuk penggalang dan penegak yang berlangsung Sabtu kemarin dan diikuti hampir seluruh perwakilan pramuka masing-masing sekolah yaitu harta karya anggota pramuka, lomba yel-yel pramuka, games dan outbond.

Selain itu, final beberapa perlombaan yang sudah berlangsung beberapa hari lalu, namun belum selesai dilaksanakan seperti MTQ, syarhil Quran dan lainnya. Fokus kegiatan perlombaan hari ini adalah untuk anggota pramuka siaga dari seluruh pelajar MI di beberapa tempat, sedangkan untuk penggalang dan penegak hanya menunggu final.


Berbagai kegiatan perlombaan diperkirakan selesai Minggu tanggal 15 Maret siang dan penutupan diperkirakan pukul 16.00 WIB. "Bila tidak ada halangan pengumuman juara berbagai cabang lomba dapal disampaikan pada saat penutupan sore hari. Penutupan dilakukan oleh Kankemenag Bireuen. Drs Mailrusri," ujar Efendi.

Pemerintah Galus Minta Bank Modalkan Pinjaman Lunak Pada Petani Sere

BLANGKEJEREN – Puluhan petani dan pedagang penampung minyak sere wangi dan nilam menemui Bupati Gayo Lues (Galus), Ibml Hasim di Balai Musara Blangkejeren, Rabu (11/3) sore. Mereka meminta pemerintah dapat memberikan bantuan modal usaha dan pemasaran yang jelas, sehingga informasi harga dan lainnya dapat diketahui dengan tepat.

Dalam pertemuan itu, seusai pembukaan pameran pembangunan, bupati didampingi Direktur Pemasaran Bank Aceh, Zakaria dan Pimpinan Bank Aceh Cabang Blangkejeren, Jamaluddin menemui para petani dan pedagang. Sedangkan hasil pertemuan, Bank Aceh akan memberikan pinjaman ringan, tetapi harus melalui kajian di lapangan.

Dilaporkan, sere wangi dan nilam telah menjadi komoditi unggulan masyarakat sejak digalakkan Pemkab Galus beberapa tahun lalu, di bawah pimpinan Bupati lbnu Hasim. Dalam pertemuan itu, Ibnu Hasim mengakui para petani sere membutuhkan modal usaha, selain pemasaran yang jelas. Dia menyatakan pihalarya akan terus berupaya mengalihkan cara penyulingan minyak sere, dari mengunakan bahan kayu bakar ke pola modern.

Bupati berharap, ada pihak ketiga selaku pemodal dan membantu pemasaran minyak sere, seperti Bank Aceh agar bisa menjalin kerjasama dengan Pemkab Galus dan petani sere. "Bantuan dari pemerintah masih sangat minim, sehingga belum dapat disalurkan kepada seluruh petani sere dan nilam," ujarnya.

Sedangkan Direktur Pemasaran Bank Aceh, Zakaria mengatakan pihaknya menyadari kalau selama ini, bantuan pinjaman diberikan kepada PNS yang tidak masuk sektor produktif, tetapi Laporan. Dia juga mengakui, para petani dan pedagang sere membutuhkan modal dalam mengembangkan usahanya lebih besar atau sebagai dana awal usaha. "Pihak perbankan (Ranli Aceh-red) akan berupaya membantu petani dan pedagang penampung hasil minyak sere wangi dan nilam dalam bentuk pinjaman ringan yang sifatnya tidak memberatkan," sebut Zakaria.


Sementara, pameran pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-13 Kabupaten Gayo Lues yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, UKM resmi dibuka Bupati Ibnu Hasim, Rabu (11/3). Dari berbagai komoditi pertanian yang dipamerkan bupati memuji para petani sere wangi yang telah berhasil mengembangkan komotliti itu sebagai unggulan daerah.

Friday

Pemerintah Tidak Serius Memberantas Mafia Mopen Ilegal

MEULABOH - Sebanyak 25 sopir dan petugas loket L-300 di Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (12/3) mendatangi gedung DPRK setempat, meminta Pemkab dan lembaga terkait di Aceh Barat, serius menertibkan mobil penumpang ilegal berupa kijang rental/travel yang kini kembali marak beroperasi di wilayah itu.

"Pemerintah tidak serius. Buktinya, penertiban oleh tim terpadu yang dilakukan selama ini tidak tuntas. Sehingga mopen ilegal kembali leluasa mengangkut penumpang;" kata Agus Mulyadi, perwakilan awak L300 di Aceh Barat. Pertemuan di gedung dewan itu dipimpin Ketua Komisi C, Herman Abdullah, dihadiri Kadishubtel, Syahluna Polem, Kadis Koperasi UKM Perindag, Adami Umar, dan pejabat dari Kantor Perinzinan Tarpadu.

"Kami minta.penertiban ini dilakukan dengan tuntas dan tidak berlarut-larut," kata Agus. Karena, meski pernah dirazia dan ditertibkan, sejumlah mopen ilegal (berpelat hitam) itu tetap saja beroperasi mengangkut penumpang.


Padahal telah ada perjanjian yang melarang mereka beropeasi sebagai armada penumpang. Ketua Komisi C DPRK, Herman menyatakan, DPRK memberikan rekomendasi terhadap penertiban kendaraan yang tidak dibenarkan aturan. "Kami mendukung, kendaraan berpelat hitam yang membawa penumpang harus ditertibkan, Katanya.

RSUCM Peringati Hari Ginjal Sedunia

LHOKSEUMAWE – Tenaga medis dari Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Aceh Utara dan Rumah Sakit Arun Lhokseumawe, Kamis (12/3) membagikan brosur tentang penyakit ginjal kronis kepada masyarakat di sejumlah titik di wilayah Kota Lhokseumawe.

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia yang diperingati setiap 12 Maret. Penanggungjawab Unit Hemodialisis RSUCM dan RS Arun, dr Rahmawati A Latif SpPD-KGH menjelaskan pembagian brosur tersebut dilakukan di Kantor Bupati Aceh Utara, Kantor Wali Kota Lhokseumawe, warung kopi, pengguna jalan, dan keluarga pasien di RSUCM. Tujuannya, untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan ginjalnya.


Ditambahkan, pihaknya dalam wakhr dekat juga akan menggelar simposium sehari bagi perawat hemodialisis dan ceramah umum kepada pegawai di lingkungan Setdakab Aceh Utara dan Setdako Lhokseumawe.

Pemuka Agama Non-Islam Buat Pernyataan

LHOKSEUMAWE - Pemuka dari empat agama non-Islam di Lhokseumawe, Kamis (12/4) menyerahkan surat pernyataan bersama ke Kantor Kesbangpol dan Linmas setempat. Surat itu merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan antara Kesbangpol, MPU, tokoh agama non-Islam dan Pihak terkait lainnya pada awal Februari 2015 yang membahas masalah temuan sejurnlah buku dan compact disc (CD) berisi pesan-pesan kristenisasi di Lhokseumawe.

Keempat Pemuka agama yang meneken surat Pernyataan itu adalah Matius, pimpinan Agama Kristen (GMI), Kalim, Pimpinan Agama Khatotlik, Bestari Lautama, Pimpinan Agama Budha, dan Betty Isabella Manurung bertindak sebagai Pimpinan HKBP.

Kepala KesbangPol dan Linmas Lhokseumawe, Taufan menjelaskan, surat itu berisikan empat poin yaitu mereka mendukung Penuh upaya Pemko Lhokseumawe dalam memelihara ketenteraman dan ketertiban kehidupan umat beragama, tidak bertanggungjawab atas beredarnya buku-buku penistaan agama, tak Pernah dan tak akan pernah bekerja sama dengan LSM yang melakukan aktivitas terselubung tanpa tujuan yang jelas, dan mereka bersedia menyarnpaikan informasi bila ada pihak-pihak yang sengaja ingin merusak kerukunan umat beragama yang selama ini sudah terjalin dengan baik.


"Kita beri apresiasi kepada Pimpinan empat agama non-Islam yang sudah membuat surat perrtyatan ini dengan harapan kerukunan umat beragama di Lhokseumawe terus berjalan dengan baik seperti sekarang," pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, sejak pertengahan Desember 2014 sampai akhir Januari 2015” MPU Lhokseumawe menerima lima buku dan tiga CD berisi pesan-pesan kristenisasi dari empat warga. Buku dan CD itu ditemukan di dekat Pagar sekolah dan dikirim via Pos.