Showing posts with label Bireuen. Show all posts
Showing posts with label Bireuen. Show all posts

Saturday

Pendataan Rumah Rehab Oleh Pemda

BIREUEN - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bireuen bersama tim gabungan mendata rumah yang akan dibantu dalam program bedah rumah tahun ini. Langkah itu dilakukan untuk menghindari munculnya masalah di lapangan nantinya serta untuk mendata rumah yang akurat dan bantuannya tepat sasaran.



Kadissosnakertrans Bireuen, Ridwan SH kepada Serambi Kamis (28/5) mengatakan, tim itu sudah bekerja sejak dua minggu lalu. "Jumlah pemohon program bedah rumah mencapai 8.000 orang, sedangkan tahun ini hanya dibantu 1.000 rumah. Setiap rumah akan diberi bantuan Rp 10 juta. Dana itu sudah termasuk untuk ongkos tukang," jelasnya.

Kasus Paket C Tersangka Jadi Tahanan Luar

BIREUEN - Empat tersangka kasus joki paket C sejak beberapa waktu lalu menjadi tahanan luar dengan jaminan keluarga dan dinas terkait. Mereka akan dipanggil kembali setelah berkasnya rampung dan akan diserahkan ke Kejari Bireuen dalam waktu dekat untuk proses lebih lanjut. Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Kadhafi SIK melalui Kasat Reskrim AKP Syamsul SH mengalakan hal itu kepada Acceh-gayo.blogspot.com, Jumat (29/5) terkait pertanyaan warga Bireuen mengapa keempat tersangka kasus itu tidak ditahan lagi di Mapolres Bireuen. "Mereka jadi tahanan luar dengan jaminan dari keluarga dan dinas terkait, tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti," ujarnya.

Sebelumnya, Tgk Lutfi, guru pesantren di Arongan, Simpang Mamplam, Tgk Lutfi mempertanyakan penyelidikan kasus itu karena ada tersangka yang tidak lagi ditahan. Apakah tersangka sudah bebas atau tahanan luar," ujarnya. Ia berharap kasus itu diusut tuntas sampai ke pengadilan. Sehingga pelaku menyadairi hal tersebut adalah perbuatan melanggar hukum. Seperti diketahui, Polres Bireuen, Rabu (15/ ) lalu menangkap 42 joki yang ikut ujian paket C.


Setelah sempat diamankan ke Polres setempat beberapa jam, mereka dilepaskan. Akhirnya, empat pengelola paket C menjadi tersangka. Mereka adalah Ramli Mahmud (pengelola PKBM Uthulubul Ilmi Peusangan), Aguswan Hasbi (pengelola PKRM Bina Bangsa Satu Juli), Anwar (pengelola PKBM Mitra Lestari Peusangan), dan Mukhlis selaku pengelola PKBM Darul Huda, Pandrah. 

Sunday

Siswa Bireuen Wirid Yasin, Siswa Lhokseumawe Coret Moret Seragam

BIREUEN - Sebagai bentuk rasa strukur atas kelulusan Ujian Nasional (UN) tahun 2015, siswa kelas tiga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bireuen, Jumat (15/5) sore menggelar wirid yasin dan doa bersama di sekolah masing-masing.

Sementara itu di Lhokseumawe, seratusan siswa menggelar konvoi sepeda motor dan disertai aksi coret baju. Menurut keterangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Nasrul Yuliansyah melalui Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur), Teuku Syukri, wirid yasin dan doa bersama merupakan arahan dari Bupati Bireuen, Ruslan Daud.

Jauh-jauh hari sebelumnya, Pak Bupati sudah menghimbau para siswa agar tahun ini tidak ada yang coret-coret baju dan konvoi dijalan raya. Sebagai gantinya, para siswa di seluruh sekolah diwajibkan wirid yasin dan doa bersama sebagai bentuk Syukuran atas kelulusan." Terang Teuku Syukri.


Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com wirid yasin dan doa bersama dilaksanakan hampir di seluruh SMA, SMK dan MA yang ada di Bireuen. Para siswa juga mengumpulkan baju seragam sekolah mereka yang masih layak pakai untuk disumbangkan kepada siswa kelas satu dan kelas dua yang membutuhkannya.

Untuk memastikan tidak ada aksi ugal-ugalan, puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) dibantu aparat Kepolisian Resot (Polres Bireuen) juga tampak berjaga-jaga di setiap pintu gerbang sekolah dan sekolah. Petugas juga sempat kewalahan mengejar beberapa siswa yang melakukan aksi coret baju serta ugal-ugalan di jalan raya.

Coret Baju

Sementara di Lhokseumawe, seratusan lulusan dari SMA sederajat Jumat kemarin melakukan konvoi sepeda motor dan aksi coret baju. Konvoi dilakukan antara lain di jalan Jalan Merdeka. Jalan Pasee dan Jalan Waduk. Setelah konvoi, mereka berkumpul di Terminal labi labi Lhokseumawe, dan baru bubar saat menjelang Magrib.


Terkait aksi konvoi dan coret baju tersebut. Ketua Panitia Pelaksana UN Lhokseumawe, Nasruddin, mengatakan kalau pihaknya melalui sekolah telah mengimbau para pelajar agar tidak merayakan kelulusan UN dengan hura-hura seperti berkonvoi dijalan raya. "Bahkan di beberapa sekolah, sebelum pengurnuman para pelajar dikumpulkan, diberi arahan agar tidak mengecat baju. Narnun sangat disayangkan, mereka tetap tidak menggubris," ucapnya.

Thursday

SDN Peudada Selalu Terendam Lumpur

BIREUEN - SD Negeri l7 Peudada, Bireuen, Selasa (12/5) terendam lumpur. Akibat terendam lumpur yang berasal dari kawasan perbukitan di dekat sekolah itu karena hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Senin (11/5) malam mengakibatkan aktivitas belajar mengajar di sekolah itu terganggu.

Tiga mobil pemadam kebakaran ikut dikerahkan membersihkan lumpur setinggi lutut orang dewasa di sekolah yang dibangun Unicef pada tahun 2008 lalu. Mobiler Sekolah seperti kursi, meja, papantulis, dan alat-alat peraga juga terkena lumpur. Semua ruang kelas dan kantor guru ikut terendam lumpur. Begitu juga kamar mandi sudah tidak bisa dipakai lagi, karena tersumbat lumpur. "Sekolah kami rutin diterjang lumpur dan bahkan dalam setahun sampai tiga kali terendam lumpur," ujar Kepala SDN l7 Peudada, Mulyadi.


Dikatakan, saluran yang dibangun beberapa waktu lalu kini sudah dangkal dan ditutupi lumpur. Sehingga, saat hujan turun, air tidak bisa mengalir dalam saluran yang mengakibatkan sekolah terendam lumpur. "Kami berharap SD ini segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman." pintanya.

Camat Peudada, M Hasan mengatakan, pihaknya meminta bantuan mobil pemadam kebakaran, mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim), dan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen untuk membersihkan lumpur di sekolah itu. "Kalau tidak disiram dengan mobil pemadam, sulit membersihkan lumpur setebal 40 centimeter itu," kata Camat.


Puluhan murid bersama kepala sekolah, guru juga ikut membersihkan lumpur. Seekitar pukul 13.00 WIB kemarin, semua ruang kelas dan ruang guru sudah bersih. Tapi, halaman sekolah itu masih tetap berlumpur.

Jembatan Tanjung Beuridi Mulai Dikerjakan

BIREUEN – Jembatan rangka baja pengganti jembatan gantung yang rusak parah di Desa Tanjong Beridi, Peusangan Selatan, Bireuen rnulai dipasang sejak minggu lalu. Kadis Bina Marga, Cipta Karya dan Perumahan Rakyat (BMC-PR) Bireuen, Fadli kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (12 / 5) mengatakan, sebelumnya jembatan gantung Tanjong Beuridi-Darusalam, Kecamatan Peusangan Selatan dan di Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng panjangnya 60 meter.


Setelah rusak diganti dengan jembatan rangka baja yang lebarnya menjadi Tujuh meter. Sebelumnya, Keuchik Pante Karya, Zulkifli Latif mengatakan, jembatan gantung itu adalah satu-satunya sarana penyeberangan utama bagi masyarakat setempat. Kondisinya semakin memprihatinkan dan jika terus dibiarkan, lantainya yang terbuat dari papan teranam lapuk.


Pembangunan jembatan rangka baja pengganti jembatan gantung agar diupayakan cepat rampung. Selama ini, masyarakat sangat susah mengangkut hasil bumi, karena kondisi jembatan gantung yang sudah lapuk. Dengan dimulainya pemasangan jembatan rangka baja itu dan diperkirakan rampung pada tahun ini akan memudahkan masyarakat beraktivitas. 

Monday

Zikir Akbar di Gelar di Peudada

BIREUEN - Warga Kecamatan Peudada, Bireuen mengikuti pengajian, zikir akbar, dan doa bersama di Mesjid Besar Peudada, Sabtu (25/4) malam. Kegiatan tersebut dipimpin Tgk H M Yusul H Walrab.

Pimpinan Dayah Babus'salam Al-Aziziyah Jeunieb. Warga yang hadir menggunakan pakaian putih-putih. Jamaah laki-laki dan perempuan duduk terpisah di dalam dan luar masjid. Camat Peudada, Zamzami seusai zikir itu mengatakan, kegiatan itu digelar pihaknya dalam upaya meningkatkan ketaqwaan dan keimanan masyarakat kepada Allah SWT. "Dengan kegiatan ini kita berharap mendapat rahmad dari Allah SWT," katanya.



Ia menghimbau warganya untuk selalu berzikir dan berdoa kepada Allah serta menghidupkan pengajian di desa. Sehingga masyarakat, terutama remaja dan pemuda dapat terhindar dari aksi kenakalan, pergaulan bebas, narkoba, dan kriminalitas. Pada kesempatan itu, Bupati Bireuen Ruslan M Daud menyerahkan radio kepada 52 perangkat desa di Peudada. "Kegiatan seperti ini kita harapkan dapat dilaksanakan di semua kecamatan di Bireuen, " harapnya.

Friday

Ruas takengon Kembali Longsor

BIREUEN - Jalan Bireuen – Takengon khususnya di kawasan Kecamatan Juli, Bireuen kini mulai longsor lagi. Kondisi itu menyebabkan kenyamanan pengguna jalan itu terganggu. Badan jalan yang longsor antara lain berada di Kilometer 11 dan 13 kawasan Desa Teupin Mane, Km 15 dan 16 kawasan Desa Rambong Payong, serta Km 25 kawasam Desa Krueng Simpo. M Nasir (34), sopir truk, kemarin, mengatakan, di Jalan harus berhati-hati saat melintasi kawasan itu.


Sebab, jalan itu sering longsor terutama pada saat hujan. Ia berharap pihak terkait segera memperbaiki jalan itu. Pejabat Pembuat Komitrnen (PPK) Bireuen - Takengon, Safaruddin mengatakan, untuk memperbaiki longsor dijalan nasional itu butuh penanganan khusus, agar tak terjadi longsor lagi. "Kami minta pengendara berhati-hati, apalagi pada malam hari dan saat hujan karena jalan licin serta banyak lubang yang membahayakan. Kami minta masyarakat bersabar, karena jalan longsor itu segera ditangani," kata Safaruddin.

Wednesday

Siswa Ikuti UN susulan Sebanyak Tujuh Orang

BIREUEN – Sebanyak tujuh siswa SMA/MA/SMK di Bireuen, 20-22 April mengikuti ujian naslonal (UN) susulan. Enam dari tujuh siswa tersebut mengikuti UN susulan di SMAN 2 Bireuen. Sedangkan satu lainnya di RSUZA Banda Aceh karena ia sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Sedangkan belasan lain yang tak mengikuti UN pada jadwal sebelumnya dengan tanpa keterangan tak dibenarkan mengikuti ujian susulan tersebut.

Kadis P dan K Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah MPd kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (2 1 / 4) menyebutkan. Siswa yang tidak hadir mengikuti UN sesuai jadwal mencapai 25 orang. Dari jumlah itu, sebutnya, hasil verifikasi dinas hanya tujuh orang yang dibolehkan ikut UN susulan karena sakit. Dari tujuh orang itu, ada yang tidak ikut ujian hari pertama, hari kedua, atau hari ketiga.

Sehingga, saat UN susulan mereka hanya mengikuti ujian untuk bidang studi yang tidak sempat diikuti sebelumnya. Enam siswa yang mengikuti ujian susulan di SMAN 2 Bireuan yaitu Armia (MAS Kutablang), Nur Aziziah (SMAN I Peudada), Ratna Dewi (SMAN 3 Bireuen serta Putri Balkis, Yudi Rahmat, dan Ambia dari SMKN I Bireuen.


Sedangkan Nuzul Muammar (SMA Darul Ulum Tanoh Mirah) mengikuti UN susulan di RSUZA Banda Aceh karena ia sedang dirawat di rumah sakit itu. "Dari tujuh orang itu hanya Nuzul Muammar tidak sempat ikut UN dari hari pertama hingga terakhir karena ia sedang sakit di RSUZA Banda Aceh. Panitia, pengawas ujian bersama kepala sekolah membawa soal UN ke rumah sakit itu dan laporan terakhir tidak ada masalah," ujarnya.

Tuesday

Pasutri Hilang Sepekan "Polisi Baru Periksa"

BIREUEN - Tim penyidik Polres Bireuen, Minggu (12/4) memintai keterangan anggota keluarga dari Nazaruddin dan mulyana, pasangan suami istri (pasutri) warga Ara Lipeh, Kecamatan Makmur, Bireuen yang hilang sejak Selasa (7/4) lalu. Hingga kemarin, belum ada titik terang keberadaan pasangan itu.

Namun, berbagai informasi terus dikembangkan untuk mencari mereka. "Anggota keluarga pasutri itu mengaku sudah mencari mereka ke sejumlah lokasi baik ke tempat keluarga maupun kawasan hutan. Mereka akan terus mencari semampu mungkin," jelas Kapolres Bireuen AKBP M Ali Kadhafi SIK di sela-sela memantau sederajat bersama unsur Muspida ke beberapa sekolah di kabupaten itu, Senin (13/4).

Dikatakan, pihaknya juga terus mengembangkan informasi untuk memudahkan pencarian pasutri tersebut. "Sejak menghilang, suami istri tersebut hanya sekali berkomunikasi melalui HP dengan keluarga. Saat itu mereka diperkirakan berada di kawasan Seuneudon.


Tapi, kemudian tidak ada komunikasi lagi dan hingga kemarin belum ada yang menelepon mengabari dimana mereka berada," ungkap Kapolres Bireuen. Ditanya apa ada kemungkinan Mereka di culik atau disekap.

Thursday

Sopir Bus Jadi Tersangka Kecelakaan Bus Cendrawasih

BIREUEN – M Harun (30), sopir bus Cendrawasih BL 7306 ZA yang bertabrakan dengan truk tronton dan dumptruck di jalan Banda Aceh-Medan kawasan Alue Chueng, Kecamatan Plimbang, Bireuen, Minggu (5/4) siang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu. Warga Jaromah Baroh, Kutablang, Bireuen itu sampai sekarang masih dirawat diRSUD dr Fauziah Bireuen karena mengalami luka berat.

Dalam kejadian tersebut, enam orang meninggal dunia, 27 orang luka berat, dan dua orang luka ringan. Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Kadhafi SIK melalui Kasat l,antas AKP Thomas Nurwanto SE kepada Aceh-gayo.blogspot.com. Selasa (7/4) M Harun dijadikan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi, sopir truk, penumpang, dan keterangan lain. "Penyidik belum memintai keterangan sopir itu karena ia masih dirawat di rumah sakit. Tapi, semuanya akan dipastikan setelah kami memeriksa beberapa saksi lain termasuk sopir tersebut," kata Kasat Lantas.

Informasi awal yang diperoleh dari berbagai pihaknya, M Harun diduga tak bisa melihat jalan karena ditutupi kabut asap dari pembakaran jerami. Karena itu, ia menggeser laju bus itu masuk ke sebelah kanan jalan. Bersamaan dengan itu meluncur buk tronton BK 8016 KC yang bermuatan kopi dari arah berlawanan yang disopiri Mahdi (55), warga Ajun Banda Aceh.

Sehingga tabrakan tidak dapat terelakkan. IG sat lantas menambahkan, penyidik dalam menyelidiki penyebab kecelakaan itu sudah memintai keterangan sejumlah saksi, menurut laonologis kejadian, dan melihat kondisi mobil apakah masih laik jalan atau tidak. "Hasil pemeriksaan sementara diperoleh kesimpulan bus itu tidak laik jalan karena sudah lama dipakai dan kurang perawatan.

Dampaknya, saat tabrakan bus hancur total. Beberapa alat penting pada bus itu sudah kurang baik, sehingga begitu terjadi tabrakan bus hancur;" ujarnya. Tim penyidik juga sudah memintai keterangan sopir truk tronton dan damtruk. Dengan kejadian itu, Kapolres Bireuen kembali mengingatkan sopir, pengendara roda dua, dan pejalan kaki agar lebih hati-hati dan tidak ugal-ugalan di jalan raya.

"Kami hampir setiap hari memberi berbagai penyuluhan dan sosialisasi tentang pentingnya keselamatan di jalan. Masyarakat juga memikirkan dampak dari suatu perbuatan terhadap orang lain seperti membakar jerami di pinggir jalan karena itu akan membahayakan orang lain, " ujarnya.

Sunday

Keuchik Bireuen Pertanyakan Honor

BIREUEN - Keuchik di Kabupaten Bireuen, kini mulai mempertanyakan jerih payah (honor) jatah triwulan pertama (Januari-Maret) 2015 yang belum dibayar oleh Pemkab Bireuen" Sementara Bupati Bireuen, Ruslan M Daud mengatakan, jerih payah perangkat desa belum bisa dibayar karena masih menunggu mekanisme pembayaran sesuai dengan undang-undang desa.

Beberapa keuchik di Bireuen kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Sabtu (4/4) mengatakan, akibat belum dibayarnya honor triwulan pertama tahun ini, mereka mengaku harus meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. T Hazairin, Keuchik Geulanggang Gampong, Kota Juang, Kabupaten Bireuen, mengatakan, seharusnya Pemkab Bireuen dapat membayarkan jerih payah keuchik tepat waktu setiap tiga bulan sekali.

Namun hingga memasuki triwulan kedua, jerih payah aparat desa juga belum cair. "Meskipun jerih payah kami tidak banyak, namun mngat berarti bagi mereka yang hanya berpenghasilan dari hasil jerih payah sebagai keuchik," ujar T Hazairin.


Bupati Bireuen Ruslan M Daud mengatakan, jerih payah keuchik dan perangkat desa lainnya belum bisa dibayar, karena harus menunggu mekanisme baru proses pencairan jerih payah keuchik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. "Uang sudah ada, bukan tidak kami bayar honor keuchik, kami masih menunggu ketentuan baru, karena sudah ada undang-undang desa," terang Ruslan M Daud.

Wednesday

Juara Keluarga Sakinah Bireuen

BIREUEN – Pasangan H Lahmuddin Ismail SAg (64), pensiunan Kakemenag Bireuen dan istrinya, Hj Yusraida SPd (60), guru SDN 4 Peusangan ditetapkan sebagai juara pertama keluarga sakinah tingkat Kabupaten Bireuen. Hal itu diketahui sesuai hasil pemilihan panitia di Kankemenag setempat Sabtu (28/3).

Pasangan itu merupakan warga Desa paya Cut, Kecamatan Peusangan, Bireuen. Sedangkan juara kedua dan ketiga diraih pasangan M Nur Ismail dan Nurmasyistah, warga Desa Juli, serta pasangan Ibrharim M Husen dan Ainul Mardhiah, warga Jeumpa.

"Aspek yang dinilai antara lain terkait usia perkawinan, tidak pernah bermasalah, dan putra-putri mereka berhasil di bidang pendidikan," jelas Kasie Bimbingan Agama Islam Kankemenag Bireuen, Drs Tgk H Jamaluddin kepada Aceh-gayo.blogspot.com Senin (30/3).


Atas prestasi itu, lanjutnya, pasangan Lahmuddin dan Yusraida berhak mewakili Bireuen ke lomba keluarga sakinah tingkat Provinsi Aceh. "Dalam waktu dekat, tim penilai dari tingkat provinsi akan melihat secara dekat juara pertama keluarga sakinah Bireuen tahun ini," ujar Jamaluddin didampingi ketua panitia, Drs Ilyas.

Sunday

Jembatan Gantung Rusak Berat

BIREUEN – Lantai jembatan gantung ukuran 2 x 30 meter di Gampong Meureubo, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, rusak berat. Meski kerusakan sudah terjadi beberapa tahun terakhir hingga kini jembatan yang dibangun tahun 1992 itu belum diperbaiki, sehingga mengancam keselamatan warga yang melintasinya.

Amatan Aceh-gayo.blogspot.com, Sabtu (14/3), hampir semua papan lantai jembatan sudah lapuk dimakan usia dan beberapa tiang penyangganya juga sudah copot. Terlihat ada beberapa lembar papan yang diletakkan warga untuk menutupi lubang lantai jembatan yang menganga.

Sementara itu, setiap warga yang melintas di jembatan gantung itu, sangat berhati-hati agar tidak terperosok. Warga yang melintas menggunakan kendaraan roda dua terpaksa mendorong kendaraannya, sementara kendaraan roda empat tidak terlihat melintas di jembatan gantung tersebut. Beberapa warga mengaku sudah berulang kali mengusulkan dana perbaikan dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan dan kabupaten agar dapat dianggarkan dana perbaikan, namun hingga kini belum ada realisasinya.

Bahkan dua hari lalu, Bupati Bireuen Ruslan Daud bersama Wakil Ketua DPRK Bireuen Attahillah dan Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Perumahan Rakyat, Fadli serta rombongan turun langsung melihat jembatan tersebut.

"Dengan turunnya bupati dan wakil bupati serta pihak dinas terkait ke jembatan gantung itu, kami berharap agar segera diperbaiki, sehingga dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, karena jembatan itu sebagai sarana akses utama menuju desa kami." ujar M Nasir. Warga Meureubo.


Selain jebatan gantung tersebut, satu unit jembatan beton di lintas utama Gampong Meureubo yang rusak dihantam barjir tahun lalu, juga diperbaiki. Warga terpaksa membangun jembatan darurat dengan pohon kelapa. Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Bireuen, Fadli mengatakan, tahun ini, pihaknya akan menggantikan jembatan gantung Meureubo dengan jembatan beton. "Dua jembatan itu akan kami perbaiki dalam tahun ini dengan anggaran APBK dan sumber lainnya, " janji Fadli.

PGRI Bireuen Gelar Konferda

BIREUEN – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bireuen menggelar Konferensi daerah (Konferda) ke-10, di Aula Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Sabtu (14/3). Konferda yang dibuka Sekdakab Bireuen, Ir Zulkifli SP itu diikuti ratusan guru di Kabupaten
Bireuen.

Ketua Panitia Konferda, Jailani SPd MPd kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, Konferda ke-10 itu untuk memilih ketua dan pengums PGRI Bireuen periode 2015-2020. Namun hingga pukul 16.00 WIB kemarin, belum ada calon ketua dan pengurus PGRI yang terpilih.

"Dari 17 kecamatan terdapat 17 pengurus cabang PGRI, masing-masing kecamatan mengirim lima utusan yang berhak untuk memilih ketua PGRI tingkat kabupaten, namun hingga petang kemarin belum ada calon yang akan kami pilih," kata Jailani yang didampingi Sekretaris Panitia, Fahrizal B SPd.

Dikatakan Jailani, siapa pun calon dan ketua PGRI terpilih, diharapkan dapat bekerjasama dan saling berkoordinasi dengan seluruh guru serta mampu menampung aspirasi guru di Bireuen.


Konierda ke-10 PGRI Bireuen kemarin juga dihadiri Ketua PGRI Aceh, Ramli Rasyid serta beberapa pengurusnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen Nasrul Yuliansyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen Maiyusri, serta undangan.

Ratusan Murid Ikuti Lomba Pramuka

BIREUEN - Hari ini, Minggu (15/3) ratusan murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) anggota pramuka siaga ikut berbagai perlombaan kegiatan pramuka madrasah di lapangan bola kaki, Gampong Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

"Hari pertama sampai kemarin, anggota pramuka penggalang dan penegak yang ikut lomba, sedangkan hari ini adalah anggota pramuka siaga dari MI yang akan mengikuti berbagai perlombaan," kata ketua panitia, Efendi SPd yang didampingi Kasie Pendidikan Agama Islam, Kanmenag Bireuen, Anis SAg kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (14/3).

Perlombaan yang diikuti para anggota pramuka siaga antara lain hafalan surat pendek di mushalla dan masjid desa setempat, lomba dai cilik di ruang MIN Cot Keutapang Alue Limeng, Pelatihan Baris-berbairis (PBB) dasar, games dan outbond pramuka di lapangan utama. Kemudian lomba mewarnai digelar di halaman sekolah.

Sementara itu, perlombaan untuk penggalang dan penegak yang berlangsung Sabtu kemarin dan diikuti hampir seluruh perwakilan pramuka masing-masing sekolah yaitu harta karya anggota pramuka, lomba yel-yel pramuka, games dan outbond.

Selain itu, final beberapa perlombaan yang sudah berlangsung beberapa hari lalu, namun belum selesai dilaksanakan seperti MTQ, syarhil Quran dan lainnya. Fokus kegiatan perlombaan hari ini adalah untuk anggota pramuka siaga dari seluruh pelajar MI di beberapa tempat, sedangkan untuk penggalang dan penegak hanya menunggu final.


Berbagai kegiatan perlombaan diperkirakan selesai Minggu tanggal 15 Maret siang dan penutupan diperkirakan pukul 16.00 WIB. "Bila tidak ada halangan pengumuman juara berbagai cabang lomba dapal disampaikan pada saat penutupan sore hari. Penutupan dilakukan oleh Kankemenag Bireuen. Drs Mailrusri," ujar Efendi.

Friday

Bireuen Kekurangan Lampu Lalu Lintas

BIREUEN - Jumlah rambu lalu lintas di Bireuen terutama pada jalan yang membahayakan pengendara seperti tikungan patah hingga kini masih kurang. Hal itu disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Kadhafi SIK yang didampingi Kasat Lantas AKP Thomas Nurwanto SE seusai apel gabungan di Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) setempat, kemarin.


Pun demikian, menurut Kapolres, pihaknya terus berusaha melakukan sosialisasi, pembinaan, dan kunjungan ke sekolah-sekolah dalam rangka memberi Pemahaman tentang pentingnya keterliban berlalu lintas kepada siswa. Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Bireuen, Raden Yus Rusmadi mengatakan, Penambahan serta pemasangan rarnbu lalu lintas dijalan nasional merupakan tanggungjawab dinas di provinsi. "Karni akan usul ulang ke provinsi agar rarnbu-rambu yang kurang segera dipasang," janjinya.

Tuesday

Dandim Perintah Pantau Distribusi Pupuk

BIREUEN – Dandim 0111 /Bireuen, letkol Inf Shofanuddih meminta TNI di jajaran Kodim setempat untuk memantau dan rnengawasi distribusi pupuk bersubsidi kepada petani. Sehingga pupukbisa sampai kepada petani dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Permintaan itu disampaikan Dandim dalam rapat dengan Kasdim, para parwira Kodim, Danramil, Danposramil, Babinsa dan jajaran lainnya di aula lama Makodim setempat, Senin (9/3). Menurutnya. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan TNI AD sudah menjalin kerja sama untuk mencapai swasembada pangan.

"Jadi, TNI juga harus ikut mengontrol distribusi pupuk bersubsidi. Kalau terjadi penyelewengan, tangkap. Kios pengecer juga harus dikontrol sehingga pupuk bisa sampai ke petani," tegas Dandim. Letkol Shofanuddin juga mengharapkan Babinsa di Bireuen untuk proaktif membantu dan mendampingi petani dalam meningkatkan produksi gabah. "Jangan sampai gagal panen, lihat irigasi rusak gelar karya bakti bersama petani perbaiki saluran air kurang lancar.


Dengan harapan swasembada pangan di Bireuen bisa tercapai dan dapat melebihi target," ujarnya. Ditambahkan, jajaran Kodim 0111 /Bireuen juga melaksanakan berbagai kegiatan unhrk peningkatan kemampuan prajurit keterampilan, dan pengetahuan dengan mengelar serbuan teritorial, serta komunikasi sosial dengan petani dan masyarakat.

Siswa SMK dan SMA Ikrar Damai

BIREUEN – Siswa SMKN 1 dan SMAN 2 Bireuen yang baru-baru ini terlibat tawuran akhirnya sepakat berdamai. Perdamaian antara siswa dua sekolah itu berlangsung dalam pertemuan yang difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Bireuen di aula lama Setdakab setempat, Senin (9/3).

Perwakilan siswa SMKN I danSMAN 2 Bireuen yang terdiri atas pengurus OSIS dan ketua kelas.hadir ke lokasi acara sejak pukul 09.00 WIB. Mereka didampingi kepala sekolah dan beberapa guru. Setiap sekolah diwakili oleh 70  orang. Amatan Aceh-gayo.blogspot.com, siswa dari dua sekolah silih berganti menyampaikan solusi mencegah terjadinya kembali aksi tawuran di masa mendatang.

Pendapat siswa dicatat di layar monitor oleh Kabid Dikmenjur Dinas P dan K Bireuen, Drs Teuku Samhi bersama stafirya. Suasana damai dan tenteram terlihat di aula berkapasitas 500 orang itu. Pertemuan ihr diwali dengan sambutan Kadis P dan K Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah.

Dalam sambutannya, Nasrul mengatakan, tawuran yang baru-baru ini terjadi merugikan siswa dari kedua sekolah itu serta meresahkan masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Sebab, saat tawuran terjadi di jalan nasional, lalu lintas sempat macet. Setelah itu, Kadis memberi kesempatan kepada peserta pertemuan itu untuk menyampaikan pendapat terkait tawuran tersebut, solusi, serta langkah apa yang perlu dilakukan dinas dan sekolah agar kejadian seperti itu tak terulang lagi.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan siswa dengan menyampaikan beragam komentar dan solusi yang harus dilakukan bersama untuk mencegah terjadinya kembali tawuran di masa mendatang. Siswa antara lain menyesalkan terjadinya tawuran tersebut. Karena itu mereka sempat mengusulkan agar digelar wirid Yasin, apel, dan rekreasi bersama siswa kedua sekolah itu.

"Kami ingin berdamai, jangan ada lagi tawuran dan tangkap pihak-pihak yang memprovokasi siswa, Kami ingin belajar dengan tenang dan damai apalagi sebentar lagi ujian nasional (UN)," kata seorang siswa SMK yang disambut tepuk tangan oleh seluruh siswa, guru, dan tamu lain yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Kemudian, Kadis P dan K menanyakan kepada siswa apakah ada manfaat mereka terlibat tawuran. Lalu, semua siswa serentak menjawab tidak ada manfaat sama sekali, bahkan merugikan siswa sekolah. Orang tua, dan daerah. Di akhir pertemuan siswa kedua sekolah itu saling memaafkan sambil berangkulan dan berpelukan.



Mereka juga sama-sama berikrar damai serta berharap segera dilaksanakan apel, wirid Yasin, dan rekreasi bersama yang diikuti siswa kedua sekolah itu. Sekitar pukul 12.00 WIB pertemuan itu pun berakhir.

Sunday

Siswa Ikuti Jalan Santai di Bireuen

BIREUEN - Sekitar 700 murid SD, pelajar SMP dan siswa SMA Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, mengikuti gerakjalan santai. Sabtu (7/3) pagi. Gerak.jalan santai yang diikuti masyarakat dan wali murid, tersebut mengambil posisi start dan finish di halaman Pendopo Bupati Bireuen.

Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com kemarin, peserta gerak jalan santai sudah hadir ke pendopo sejak puhul 07.00 WIB. Peserta dilepas oleh Direktur Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Satia Prihatni Zen. Gerak jalan santai itu menempuh jalur depan kantor DPRK Bireuen, melewati kawasan Pirlo Kiton, jalan kuburan, depan RSUD dr Fauziah Bireuen dan finish di halaman pendopo Bupati Bireuen.

Para peserta dikawal oleh anggota Satuan Ialu Lintas Polres Bireuen. Satia Prihatni Zen rnengatakan, setiap peserta gerak jalan santai itu hanya membayar Rp 10.000 per peserta dan disediakan berbagai hadiah. Seluruh uang pendaftaran disumbangkan untuk panti jompo.

Selain gerak jalan santai, katanya, pihaknya juga menggelar festival Sukma Bangsa berbagi, lomba mewarnai tingkat SD, lomba menghias kue, festival musik, bazar, dan pameran komunitas yang diikuti oleh siswa dari beberapa sekolah di Bireuen.


"Gerak jalan santai dan berbagai kegiatan yang kami laksanakan itu dalam rangka mensosialisasikan Sekolah Sukma Bangsa Bireuen serta mengembangkan bakat dan kreativitas anak-anak," kata Satia Prihatni Zen.

Thursday

Siswa Sekolah Saling Lempar Batu

BIREUEN - Ratusan siswa SMAN 2 Bireuen, Rabu (4/3) sekitar pukul 1I.00 WIB kucar- kacir setelah ruang kelas mereka dilempar batu dari belakang sekolah tersebut. Saat siswa berhamburan ke halaman depan sekolah, guru berusaha menenangkan mereka dan mencari sumber batu tersebut.

Ekses dari kejadian itu, sejumlah kaca jendela sekolah pecah. Informasi yang dihimpun Aceh-gayo.blogspot.com di lokasi, karena ruang kelasnya dilempar, siswa SMAN 2 Bireuen kemudian balas melempar ke arah munculnya batu pertama kali. Setelah itu, terjadilah saling lempar antara siswa SMAN 2 Bireuen dan SMKN I Bireuen yang letaknya berdekatan. Namun, belum diketahui siapa yang pertama melempar dan apa penyebabnya.

Tapi, diduga ada pihak lain yang memprovokasi sehingga anak-anak dengan mudah terpancing. Menurut beberapa saksi mata dan rekaman CCTV di SMAN 2 Bireuen, awalnya ada dua sepeda motor yang dikendarai empat siswa berseragam olahraga melintas di belakang SMAN itu dan lari ke arah Stadion Cot Gapu atau sebelah timur SMAN 2. Siswa yang mengendarai sepmor itu belum diketahui asalnya. Mereka disebut-sebut membawa ketapel serta melempar CCTV dan kacajendela ruang kelas di SMAN 2. Setelah lemparan pertama, siswa SMKN I dan SMAN 2 Bireuen kemudian saling melempar batu.

Akibatnya, kaca jendela ruang kelas di kedua sekolah pecah. Karena guru dari dua sekolah itu kewalahan menangani anak didiknya, polisi dan TNI terpaksa turun tangan mengamankan siswa. Bahkan, anggota polisi terpaksa melepaskan tembakan ke udara beberapa kali untuk membubarkan siswa. Walau pada pukul 12.30 WIB suasana tenang kembali, tapi proses belajar mengajar di dua sekolah itu tidak bisa dilanjutkan lagi.

Sementara aparat keamanan bersama anggota Satpol PP berjaga-jaga di halaman depan dan belakang sekolah itu. Kabid Dikmen Dinas P dan K Bireuen, T Syukri bersama Kasie SMA Zamzami ikut turun ke dua sekolah itu menenangkan siswa dan meminta mereka masuk kembali ke mangan. "Upaya damai antara dua sekolah itu sudah berulang kali kita lakukan narnun masih saja terjadi saling lempar," ujarnya. Karena itu, menurut Syukri, pihaknya akan mencari solusi lain untuk mendamaikan siswa dua sekolah itu agar tidak terulang lagi kejadian serupa.


Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Khadafi melalui Kapolsek Kota Juang, AKP Marwansyah meminta semua pihak tidak memprovokasi siswa, Karena mereka cepat terpancing jika diprovokasi. "Mari sama-sama kita cari solusi terbaik, jangan menambah masalah, apalagi memprovokasi anak-anak," tegas Kapolsek. Kasat Lantas Polres Bireuen AKP Thomas Nurwanto yang juga hadir ke sekolah tersebut berharap siswa fokus untuk belajar, apalagi UN makin dekat. Ia juga berharap guru terus mengawasi bagian belakang sekolah masing-masing sehingga aksi saling lempar tidak terjadi lagi.