Showing posts with label Blangpidie. Show all posts
Showing posts with label Blangpidie. Show all posts

Saturday

Ultimatum Kas Bon Pejabat dan Mantan Pejabat

BLANGPIDIE - BupatiAceh Barat Daya (Abdya), Jufri Hasanuddin mengultimatum pejabat dan mantan pejabat kabupaten itu melunasi sisa kas bon kabupaten setempatRp 2,8 miliar sejak 2003 paling telat 10 Juni 2015. Jika tak dilunasi atau dipertanggungjawabkan, maka bupati mengancam akan melapor ke penegak hukum.

Bupati Hasanuddin menegaskan hal ini saat acara gerakan tanam serentak musim tanam (MT) Gadu I Tahun 2015 di areal sawah Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan, Kamis (28/5). Menurutnya, di awal kepemimpinannya pada 2012, kas bon Abdya mencapai Rp 8 miliar yang sudah terjadi sejak lahir Abdya pada 2002 pemekaran dari Aceh Selatan dan tak mampu dipertanggunjawabkan beberapa pejabat yang meminjam.


Penyelesaian kasus kas bon terus dilakukan dengan meminta peminjam (pejabat dan mantan pejabat) yang tersangkut agar bersungguh-sungguh menyelesaikan atau mempertangungjawabkan penggunaan uang negara, termasuk penyelesaian administrasi.


Upaya tersebut dapat mengurangi kas bon diri sebelumnya Rp 8 miliar, kini tersisa sekitar Rp 2,8 miliar. Hal ini sesuai hasil audit diterima Bupati Jufri bila kas bon tak mampu dipertanggungjawabkan hingga batas waktu l0 Juni 2015, maka saya akan melaporkan ke aparat penegak hukum," tegas Bupati di hadapan pejabat dan petani yang menghadari acara gerakan tanam serentak tersebut. Selain itu, Bupati juga mengancam akan melapor ke penegak hukum pejabat dan pengusaha yang diduga merampas ribuan hektare lahan negara di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot untuk dijadikan areal perkebunan kelapa sawit.

Sunday

HUT ABDYA, Pagi Ini Funwalk dan Funbike digelar

BLANGPIDIE – Funbike (sepeda santai) dan Funwalk (jalan santai) dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), akan digelar pagi ini, Minggu (17 /5). Acara kerja sama Pemkab Abdya dan Harian Aceh-gayo.blogspot.com Indonesia ini akan diikuti sekitar 8.000 peserta.

Peserta sepeda dan jalan santai akan dilepas Bupati Abdya Jufri Hasanuddin bersama Pemimpin Umum Harian Aceh-gayo.blogspot.com Indonesia, H Sjamsul Kahat", di Halaman Kantor Bupati Abdya, sekitar pukul 07.00 WIB.


Peserta sepeda santai menempuh rute 11 kilometer, sementara peserta jalan santai menempuh rute 3 kilometer. Kegiatan sepeda dan jalan santai tersebut ormen dapat sambutan luar biasa semua lapisan masyarakat Abdya. Ini dibuktikan dari Jumlah peserta yang mendaftar.

Kupon pendaftaran yang semula hanya disediakan 5.000 lembar, harus ditambah 3.000 lembar lagi hingga penutupan masa pendaftaran di Kantor Perwakilan Harian Aceh-gayo.blogspot.com Indonesia, Jalan Cut Aloh Nomor 5, Desa Keude Paya, Blangpidie, Sabtu (16/5). .Peserta yang memegang nomor pendaftaran 1 sampai 3.000 mendapat jersey (baju kaos) dari panitia.

Baju kaos telah dibagikan sejak Kamis (14/5) di Kantor Perwakilan Harian Aceh-gayo.blogspot.com Indonesia. Funbike dan funwalk tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-13 Kabupaten Abdya, pada 10 April 2015.


Selain masyarakat umum, peserta yang mendaftar juga dari kalangan pejabat, PNS, TNI/Polri, siswa dan pegawai swasta. Panitia mengingat kepada seluruh peserta agar membawa nomor peserta saat mengikuti kegiatan ini. Sebab, panitia akan mengambil nomor peserta di pertengahan rute yang dilalui untuk diundi. Peserta yang beruntung akan mendapatkan berbagai doorprize yang disediakan.

Friday

Sudah Setahun Kasus Alkes Masih Kabur

BLANGPIDIE - Pengusutan kasus dugaan penyimpangan pengadaan alat kesehatan (alkes) RSUD Teungku Peukan. Kabupaten Abdya bemilai Rp 6,3 miliar dari APBN 2013 oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Blangpidie sejak Maret 2014 lalu, hingga saat ini terkatung-katung. Setelah lebih satu tahun tidak ada kejelasan.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya pun mengirimkan dua buah papan bunga kepada Kajari yang berisi ucapan kritis atas kinerja lembaga tersebut, Rabu (29 / 4). Dua papan bunga ukuran besar itu dipasang di dua lokasi, masing-masing di dekat pintu gerbang masuk Kantor Kejari Blangpidie dalam Kompleks Perkantoran Pemkab Abdya, dan di Simpang Empat Jalan Bukit Hijau atau jalan masuk Kantor Bupati Abdya di Desa Keude Paya, Blangpidie. Papan bunga tersebut bertuliskan "Selamat Setahun Kasus Alkes Abdya, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Koalisi Masyarakat Peduli Abdya".


"Kedua papan bunga tersebut merupakan kado dari kami untuk penyidik Kejari Blangpidie atas tidak jelasnya pengusutan kasus dugaan penyimpangan pengadaan alkes," ungkap Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH, Rabu (29/4). Miswar menjelaskan, pengiriman papan bunga tersebut untuk mengingatkan pihak Kejari bahwa penyidikan kasus dugaan korupsi anggaran alkes RSUD Teungku Peukan ini sudah berjalan lebih satu tahun, tapi tidak ada tindak larjut. Padahal dua tersangka sudah ditetapkan.

Sebelumnya, kata Miswar, pihak kejaksaan beralasan lanjutan penyidikan kasus ini masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP. "Sekarang kita sudah mendapat konfirmasi dari BPKP bahwa hasil audit Nomor SR0843/BWOI sudah diserahkan kepada Kejari Blangpidie. Sehingga tak ada alasan berkas pemeriksaan kasus alkes tidak dilimpahkan ke pengadilan." ungkapnya.

YARA mengatakan, bila dalam waktu sebulan ke depan tidak ada tindak lanjut, maka kinerja Kajari Blangpidie akan dilaporkan ke Kejaksaan Agung. "Kami berharap, jaksa secepatrnya melimpahkan kasus tersebut ke pengadilan," tambah Miswar.

Sekda tersangka

Seperti diberitakan Aceh-gayo.blogspot.com, edisi Kamis, 20 Maret 2014 lalu, Kejari Blangpidie menetapkan Drs Ramli Bahar, Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya sebagai tersangka dugaan penyimpangan pengadaan alkes RSUD Teungku Peukan bernilai.Rp 6,336 miliar lebih bersumber dari APBN 2013.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Satrial SKM juga ditetapkan sebagai tersangka kasus yang sama. Penetapan dua tersangka kasus dugaan penyimpangan alkes RSUD Teungku Peukan, Abdya ini diumumkan Kajari Blangpidie, Umar Z SH MH Rabu (2013/2014), tahun lalu.

Seperti diketahui, Ramli Bahar yang saat ini menjabat Sekda Abdya, saat pengadaan terjadinya kasus alkes ini, menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Teungku Peukan, sekaligus KPA pengadaan alkes. Penetapan Ramli Bahar dan Safrial sebagai tersangka, didasarkan pada alat bukti berupa dokumen-dokumen terkait pengadaan alkes dan bukti keterangan dari 14 orang yang diperiksa sebelumnya.

Karya Siswa dari USAID

BLANG PIDIE - Para siswa dari 23 sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Abdya, unjuk karya dalam program yang diadakan USAID Prioritas (United State Agency for International Development - Prioritizing Reform Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia's Teachers, Administrators and Students), di Kompleks Pendidikan, Padang Meurante, Kecamatan Susoh, Kamis (23/4).

Kegiatan yang diikuti 15 unit SD/MI dan 8 SMP/MTs tersebut, dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Drs Rarnli Bahar dan turut dihadiri Direktur Program USAID Prioritas Nasional, Stuart Waston, Koordinator USAID Prioritas Sumut, Agus Marwan, Kepala Kemenag Abdya, Drs Arijal, Kadisdik Abdya, Drs Yusnaidi MPd, anggota DPRK Abdya Umar, serta kepala sekolah, komite, guru dan parasiswa. Direktur Program USAID Prioritas Nasional, Stuart Weston mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen USAID Prioritas untuk membantu Pemkab Abdya meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten hingga April 2017 mendatang.


"Kami berharap Pemkab Abdya dapat mendiseminasikan praktik yang baik yang telah dilakukan oleh sekolah mitra USAID Prioritas, sehingga seluruh sekolah dapat melakukan perubahan pendidikan dan pendidikan dasar di kabupaten ini semakin baik," ujarnya. Sekda Abdya, Drs Ramli Bahar atas nama Pemkab Abdya mengatakan sangat mendukung program dan kegiatan yang diterapkan USAID Prioritas di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten itu.

Abrasi Krueng Babahrot Meluber

BLANG PIDIE – Abrasi Krueng Babahrot di Kabupaten Abdya kian mengganas. Selain mengancam permukiman penduduk, petani setempat juga menderita kerugian akibat kebunnya arnblas ke sungai, dan hal ini terus berulang setiap tahunnya.

Anggota DPRK Abdya, dari daerah pemilihan (Dapil) setempat, Yusran, berharap Pemerintah Provinsi Aceh turun tangan membantu penanganan tersebut. Imbas dari abrasi Krueng Babahrot ini menggenangi permukiman penduduk di Dusun Pasar Desa Pantai Cermin, Blang Raja, Suak Baloh, Alue Suik, dan Blang dalam.


Selain itu belasan hektare kebun kelapa sawit milik warga juga ikut arnblas," kata Yusran, Kamis (23/4). Menurutnya, jika tidak segera ditangani, abrasi akan semakin meluab dan berakibat fatal bagi penduduk yang tinggal di lima desa yang berada di kawasan itu. "Untuk mencegah meluabnya abrasi, harus dibangun tebing pengaman di kiri dan kanan sungai sepanjang 3 Km. Sebab jika ditangani menggunakan bronjong dikhawatirkan tidak mampu bertahan lama," ujarnya.

Petani Binaan Koramil Panen

BLANGPIDIE – Para petani dari Kelompok Tani Cot Durou, Desa Rukon Damee dan Kelompok Tani Batee Seuleukat, Desa Alue Peunawa, binaan Koramil 07 Babahrot, Kabupaten Abdya, mulai melakukan panen padi pada Rabu (l/4). Panen perdana di areal 67 hektare di dua lokasi itu, juga dilakukan anggota Babinsa Koramil Babahrot bersama anggota kelompok tani, dihadiri Danramil Babahrot, Kapten Inf Izhar dan Mantri Tani Babahrot, Armaidi.


Benih padl yang dikembangkan adalah varietas unggul jenis impari. Tanaman padi yang dikembangkan dalam rangka ketahanan pangan menuju swasembada pangan itu. diperkirakan akan berproduksi rata-rata sekitar 6,5 ton gabah kering parien (GKP) per hektare. Selain membina kelompok tani padi, Koramil Babahrot juga membina kelompok tani jagung, bekerja sama dengan jajaran pertanian setempat.

Thursday

KM Anisa dilarang Angkut Elpiji

BLANGPIDIE - Setelah ditemukan dalam kondisi terkatung-katung di laut lepas, Senin (9/3) siang lalu, KM Anisa 5 yang mengalami kerusakan mesin saat mengangkut elpiji dari Aceh Selatan ke Simuelue, hingga Rabu (11/3) kemarin, masih sandar di Pelabuhan Susoh Abdya untuk proses perbaikan.

Plh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Susoh, Muliadi Usman SH mengatakan, KM Anisa 5 itu mengalami kerusakan pada gear box. Sedangkan muatan boat berupa elpiji sebanyak 364 tabung, sudah dibongkar dan dipindahkan ke darat, untuk keselamatan. "Setelah diperbaiki baru akan diperiksa, apakah laik berlayar atau tidak. Bila laik layar, baru kami keluarkan izin berlayar, tapi tidak boleh lagi membawa muatan elpiji," ungkap Muliadi Usman.

Menurutnya, pengangkutan elpiji itu harus menggunakan boat khusus untuk menjamin barang tersebut sampai ke tujuan.

Kronologis

Dari informasi diperoleh, boat tersebut mengalami kerusakan mesin pada Sabtu (7/3) dinihari, setelah beberapa jam bertolak dari Labuhan Haji, Aceh Selatan menuju Simeulue. Boat 6 GT itu terkatung- katung di laut lepas selama 57 jarn hingga ditemukan awak boat ikan KM Jasa Laot, asal Pulau Kayu, Susoh, Abdya, 30 rnil dari pantai Abdya pada Senin (9/3) siang.


Boat yang dinakodai Aras (49), warga Desa Suka Karya, Kecamatan Simeulue Timur itu, kemudian ditarik ke dermaga Pelabuhan Susoh, Abdya, Selasa (10/3) pukul 13.00 WIB, dengan kondisi tiga awak selamat.

Satu Rumah Terbakar di Lembah Sabil

BLANGPIDIE - Peristiwa kebakaran kembali terjadi lagi di Kabupaten Abdya, Selasa (10/3) siang, yang menimpa rumah milik M Ali (65), warga Desa Iadang Tuha Satu, Kecamatan lembah Sabil.

Satu hari sebelumnya, murah milik Mawardi (35) di Desa Baham (Babah Lhok), Blangpidie, juga habis dilalap api. Kebakaran rumah semi permanen itu terjadi jam 10.00 WIB, saat M Ali dan keluarganya baru pulang kerja memanen padi disawah.

Pemilik rurnah terkejut saat tetanganya berteriak saat melihat api mulai membesar. Dalam kondisi panik, M Ali bersama anggota keluarga dan sejumlah warga langsung menerobos ke dalam rumah untuk memadamkan api. Kerja keras warga itu berhasil mencegah api membakar seluruh bangunan. "Bangunan bagian depan rumah berhasil diselamatkan.

Sedangkan bagian dapur dan ruang tengah hangus terbakar," ungkap M Affas, Sekdes ladang Tuha Satu yang ikut berupaya memadamkan api tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut, tapi pakaian dan peralatan dapur musnah terbakar, termasuk uang kontan Rp 6 juta. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta.


Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek, namun masih dalam penyelidikan polisi," kata Usmadi Camat Lembah Sabil, sambil menambahkan bahwa Dinsosnakertrans setempat juga sudah menyalurkan bantuan masa panik kepada korban. 

Saturday

Abuya Amran Waly Pemateri Untuk HMI

BLANGPIDIE - Pimpinan Dayah Darul Ikhsan di Desa Pawoh, Abuya Syekh H Arnran Waly memberi materi kegiatan Intermediate Training (LK2) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Blangpidie, di Khana Pakat Guest Host, Rabu (25/2).

Kegiatan training tersebut berlangsung hingga Sabtu (28 / 2) rnendatang menampilkan sejumlah pemateri. Abuya Amran Waly yang juga Pimpinan Pengajian Tauhid Tasawuf Asia Tenggara itu, rnenyampaikan materi Membedah Konsepsi Insan Kamil; Akhlak dan Kepribadian. Ia mengulas soal kondisi moral, akhlak dan kepribadian manusia di Indonesia dan Aceh yang saat ini dinilai sangat memprihatinkan.


"Ilmu tauhid tasawuf akan menjadi pagar bagi ilmu-ilmu lainnya yang akan memancarkan nilai-nilai luhur, keridhaan dan keikhlasan yang tertinggi dalam mengapresiasi kemahakuasaan Tuhan," ungkap ulama kharismatik ini.

Ketua Panitia Pelaksana, Zulbaidi, didampingi Ketua Umum HMI Cabang Persiapan Blangpidie, Bob Fakhrurazi kepada Aceh-gayo.blogspot.com menjelaskan, LK2 dan LKK tingkat nasional tersebut merupakan kegiatan perdana di HMI Cabang Blangpidie dan di Kabupaten Abdya. "Kegiatan ini merupakan kegiatan kemahasiswaan tingkat nasional perdana di HMI Cabang Persiapan Blangpidie," kata Zulbaidi.

Rp 3 Miliar ZIS Abdya Mengendap di Rekening

BLANGPIDIE - Zakat. Infaq, dan Sedekah (ZIS) Rp 3 miliar lebih yang dikumpulkan Baitul Mal Aceh Barat Daya (Abdya) selama 2013 dan 2014 hingga kini masih rnengendap di rekening khusus Bendahara Umum Daerah (BUD) setempat.

Dana ini belum disalur ke senif atau penerima karena belum selesainya administrasi pengelolaan, terutama soal Standar Operasional Frosedure (SOP). Informasi ini awalnya diperoleh dari sumber-sumber Aceh-gayo.blogspot.com di Blangpidie. Kepala Baitul Mal Abdya, Muslizar MT ketika dikonlirmasi Aceh-gayo.blogspot.com Jurnat(27/2) membenarkan informasi ZIS yang terkumpul selama dua tahun (2013 dan 2014) belum disalur.

Persoalan ini terkait dengan terjadi kevakuman selama dua tahun sehingga penyaluran tersendat. "Pengurus Badan Pelaksana (Bapel) dan Sekretariat sudah ada, narnun di antaranya terjadi perbedaan pendapat sangat tajam sehingga persoalan penyaluran menjadi terkendala," ungkap Muslizar MT. Bahkan, ZIS yang terkumpul tahun 2012 disalurkan pada 2014, berdasarkan hasil analisa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, antara lain penyaluran ZIS 2012 tersebut belum sesuai SOP, Baitul Mal tidak membuat rencana kerja tahunan dan penerimaan ZIS ada kebocoran.

"ZIS sudah menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga harus mengikuti prosedur pengeloaan keuangan negara," ungkap mantan Anggota DPRK Abdya Periode 2009-2014 ini. Menurut Muslizar dirinya yang baru tiga bulan sebagai Kepala Baitul Mal Abdya mencoba membenahi administrasi dimaksud.

Diawali rapat bapel menyusun rencana penyaluran per senif (asnaf) Rencana tersebut dibawa ke Dewan Pengawas yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) untuk dievaluasi. Setelah ditetapkan oleh Dewan Pengawas, kemudian dibawa kepada Bupati untuk dikeluarkan SK penyaluran. 'Tahapan ini, sudah kita lalui," katanya.

Setelah ada SK Bupati Bapel dan Sekretariat Baitul Mal membuat SOP, kemudian meminta nama-nama calon penerima ZIS kepada keuchik/kepala desa melalui camat, termasuk data foto copi KTP calon penerima. Data calon penerima diverifikasi oleh tim dari bapel. Kemudian baru bisa disalur ZIS ke senif yang dipusatkan di kecamatan-kecamatan. "Mekanisme ini, kita jalankan agar transparansi lebih tinggi sehingga mendapat kepercayaan Dari para wajib zakat (muzakki)," kata Muslizar.


Menurutya, mekanisme tersebut sedang berjalan dan diharapkan segera tuntas sehingga ZIS yang terkumpul selama 2013 dan 2014 senilai Rp 3 miliar lebih itu dapat disalurkan kepada mereka yang berhak pada akhir Maret 2015. 

Friday

USAID dan Pemkab Abdya Lakukan Pemetaan Guru

BLANGPIDIE - Pemerintah Kabupaten Aceh  Barat Daya (Abdya) akan melakukan Pemetaan dan Pemerataan Guru (PPG) melalui kerjasama USAID (United States Agency for International Development) Prioritas.

Pemetaan dan pemerataan guru PNS bertujuan menjamin mutu, karir, dan kesejahteraan. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Drs Ramli, dalam acara Konsultasi publik PPG di Aula SD Negeri Tunas Abdya lokasi Kompleks Pendidikan Padang Meurante, Susoh, Rabu (18/2).

"Kehadiran USAID Prioritas di Abdya sangat bermanfaat untuk perkembangan dunia pendidikan. Seperti kerjasama PPG yatrg bertujuan untuk pemerataan guru di daerah ini." ujarnya.

Koordinator USAID Prioritas, Muhibuddin mengatakan, USAID terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah daerah menyediakan pendidikan yang bermutu, karena pendidikan merupakan investasi penting untuk sebuah bangsa dan negara.


"Program PPG yang dikembangkan USAID Prioritas ini diharapkan dapat memetakan penyebaran guru, mengembangkan solusi kebijakan, melakukan konsultasi, dan mendukung penerapannya," kata Muhibuddin.

Wednesday

Proyek Sarana Pendidikan Terbengkalai

BLANGPIDIE - Sebanyak 16 proyek sarana pendidikan di Kabupaten Abdya yang dibangun dengan dana APBA/Otsus tahun 2008-2011, hingga kini terbengkalai. Fasilitas pendidikan yang tidak tuntas dikerjakan itu pun tidak jelas kelanjutannya. Padahal, penyelesaian proyek tersebut sangat dibutuhkan untuk kelancaran proses belajar mengajar (PBM) di sekolah setempat.

Data diperoleh dari Dinas Pendidikan (Disdik) Abdya, Selasa (17/2), 16 proyek sarana pendidikan yang tidak selesai dikerjakan oleh rekanan itu, terdiri dari 7 proyek pembangunan RKB (ruang kelas baru), 3 unit ruang kepala sekolah, 2 item pembangunan pagar sekolah, 2 pembangunan laboraturium, 1 gedung pustaka sekolah, dan l unit gedung sekolah.

"Sebagian besar proyek itu, baru selesai dikerjakan antara 4 sampai 80 persen," kata Sekretaris Disdik Abdya, Edwar Taufik SPd  kemarin. Seperti pembangunan RKB TK Pembina Desa Rambong, Kecamatan Setia, hanya rampung 4 persen atau sebatas pembangunan tiang bangunan saja. Pembangunan Pustaka SDN I Gunung Samarinda, Kecamatan Babahrot, baru rampung 35 persen, kemudian ditelantarkan oleh pelaksana. Satu-satunya proyek yang sudah selesai 80 persen, hanya pembangunan RKB TK Satu Atap di Kecamatan Babahrot.

Kepala Disdik Abdya. Drs Yusnaidi ketika ditanyai Aceh-gayo.blogspot.com menjelaskan 16 proyek tersebut mengalami kekurangan anggaran dengan total sekitar Rp 3 miliar. "Dibutuhkan penambahan anggaran antara Rp 40 juta sampai Rp 300 juta per unit," katanya.


Untuk penyelesaian 16 unit proyek sarana pendidikan yang terbengkalai itu, Disdik Abdya sudah mengusulkan lagi dana ke Dinas Pendidikan Pemerintah Aceh. "Kabid Program Dinas Pendidikan Aceh sudah meminta laporan. Karni sudah kirimkan datanya. Mudah-mudahan dapat dilanjutkan tahun ini," ungkap Yusnaidi.

Tuesday

Pemuda Nias Masuk Islam di Blangpidie

BLANGPIDIE - Pemuda asal Nias, Abadi Noruru resmi memeluk agama lslam dengan mengikrarkan dua kalimah syahadat di Masjid Jamik Asyarif, Desa Pantee Rakyat, Kecamatan Babahrot, Abdya, Senin (16/2).

Ia pun kini mendapat nama baru yakni Thahirul Abadi Noruru. Abadi Noruru yang sebelumnya beragama Kristen Protestan ini, mengaku tertarik pada ajaran lslam sejak enam bulan lalu.

"Selama enam bulan tersebut ia bekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Desa Persiapan Lhok Gayo, Babahrot," kata Mustafa Syah, Pj Keuchik Pantee Rakyat. Pensyahadatan Abadi Noruru dipimpin Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Abdya, Tgk H Abdurahman Badar.

Dihadiri Kepala Dinas Syariat ldam Abdya, Mukhtaruddin, Wakil Ketua MPU, Sayed Marwan Saleh, Sekcam Babahrot Asma Juita, Danramil Babahrot Kapten lnf lzhar pejabat mewakili Kapolsek, pejabat mewakli Kepala Baitul Mal, Pj Keuchik Pantee Rakyat Mustafa Syah, serta ulama dan tokoh masyarakat Desa Pantee Rakyat.


Kepala Dinas Syariat lslam, Mukhtaruddin mengharapkan, keputusan Abadi Noruru masuk Islam hendaknya benar-benar atas keinginan sendiri, tanpa paksaan pihak lain. Setelah menjadi muslim ia diminta mempelajari Islam secara lebih mendalam.

"Masyarakat, terutama ulama setempat diminta membimbingnya. Sehingga yang bersangkutan bisa melaksanakan ibadah dengan baik, dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh ajaran lslam," ujarnya

Friday

44 Traktor di Salurkan Distannak

BLANGPIDIE - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Abdya, menyalurkan 44 unit hand traktor (traktor tangan) kepada kelompok tani setempat oleh Asisten Pembangunan dan Kesra, Drs H M Nafis A Manaf, di depan Kantor Distannak Abdya, Rabu (11/2).

Kepala Distannak Abdya, Maswadi menjelaskan, traktor tangan berjumlah 44 unit tersebut bantuan DAD APBN 2014. "Kelompok tani bisa menggunakan hand traktor untuk mengolah lahan pada musim tanam tahun ini," katanya. Kelompok tani yang belum mendapatkan traktor, katanya, boleh meminjam kepada kelompok tani lain yang memiliki alat tersebut, dengan catatan ada kesepakatan tertulis antara kedua pihak.


Sedangkan Distannak hanya mengawasi penggunaan alat pertanian tersebut. Dia menambahkan, Distannak Abdya juga akan memberikan bantuan 7 unit hand traktor dan 6 unit mesin pompa air untuk kelompok tani yang belum memilikinya. Bantuan untuk dua jenis alat tersebut berasal dari Dana Otsus, dan barangnya disalurkan oleh provinsi.

RSUD - TP Tidak Ada Lemari Mayat

BLANGPIDIE - Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Kabupaten Abdya yang dibangun tahun 2006 lalu, hingga saat ini belum memiliki fasilitas lemari penyimpan mayat. Sehingga jika ada mayat tanpa identitas yang dibawa ke RS tersebut, harus cepat dikebumikan tanpa sempat diidentifikasi, karena tidak adanya lemari penyimpan mayat dimaksud.

"Rumah sakit yang tergolong megah ini, ternyata tidak memiliki lemari penyimpanan mayat." ungkap Hermansyah SH. tokoh masyarakat Abdya, Rabu (11/1). Hermansyah mencontohkan, mayat wanita yang ditemukan dalam semak-semak dekat jalan raya Dusun Sejahtera (Alue Baneng), Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot tanggal 21 Januari lalu, terpaksa dikebumikan satu hari setelah dibawa ke RSUD-TP.

Padahal, identitas mayat itu belum diketahui, dan warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, tidak punya kesempatan untuk mengidentifikasi mayat tersebut. "Hingga saat ini, identitas mayat wanita itu masih misteri, karena jasadnya langsung dikebumikan, akibat tidak adanya lemari penyimpan mayat." katanya.

Hal serupa juga terjadi pada jenazah Hanium Muhaimi (14), santri wanita Pesantren Jabal Nur Jadid yang meninggal dunia akibat terseret aliran Krueng Baru di Desa Persiapan Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, Minggu (8/2) Lalu. Jasad santri itu terpaksa disimpan di RSUD Ynlidin Away Tapaktuan, Aceh Selatan, karena jasad tersebut harus disimpan selama satu hari sebelum dijemput keluarganya dari Simeulue.


"Masyarakat minta Pemkab Abdya dalam hal ini Direktur RSUD-TP memberi perhatian terhadap kurangnya fasilitas di RSUD-TP," ujar Hermansyah. Direktur RSUD Teungku Peukan, Darusman SKM, mengaku bahwa rumah sakit yang dipimpinnya belum tersedia lemari penyimpan mayat sebagai fasilitas kamar jenazah. "Kamar jenazah sudah ada, namun belum adafasilitas lemari penyimpan mayat," katanya. Dia berjanji akan mengupayakan pengadaan fasilitas itu pada tahun ini.

Sunday

Zikir Meriahkan Maulid Dayah

BLANGPIDIE - Lantunan 5 kelompok zikir dari Kabupaten Aceh Jaya dan Nagan Raya memeriahkan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1436 H di Dayah Darul Ulumuddiniyah, Desa Rambong, Kecamatan Setia, Kabupaten Abdya sejak Sabtu (7/2).

Kegiatan berlangsung hingga malam, diisi ceramah Abi Maulana Syarifuddin bin Husin dari Medan, Sumatera Utara. Kelompok zikir yang tampil di atas lima pentas dalam Kompleks Dayah Darul Ulumuddiniyah yaitu, kelompok zikir Dayah Darul Arifin Lamno dan kelompok zikir SMA Panga, Kabupaten Aceh Jaya.

Kelompok zikir Dayah Darul Hikmah Desa Ujong Jarum, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Kelompok zikir Putra Setia Desa Per siapan Cinta Makmur, Kecamatan Setia, dan kelompok Zikir Dayah Darul Ikhsan, Desa Adan, Kecamatan Tangan Tangan, Kabupaten Abdya.


Peringatan maulid akbar itu mengundang ribuan warga, unsur pemerintah (umara) dan para pimpinan dayah/pesantren Kabupaten Abdya, termasuk jamaah Tarikat Naqsyabandiyah dari Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Selatan.

Menu maulid berupa hidang meulapeh dibawa warga setempat dan jamaah dayah tersebut. "Dalam acara kenduri maulid, juga dilaksanakan penyerahan santunan kepada sekitar 20 anak yatim yang mendalami ilmu agama Islam di dayah ini," kata Pimpinan Dayah Darul Ulumuddiniyah, Syekh Abuya H Abdussalam Ghaliby.

Thursday

Dandim Aceh Barat Daya Tanam Padi di Geunang Jaya

BLANGPIDIE - Dandim 0110 Aceh Barat Daya (Abdya), Letkol Inf Suhartono, melaksanakan tanam padi di areal sawah Geunang Jaya, Desa Persiapan Rukon Damee, Senin (12/1). Kegiatan kerjasama Kodim 0110 dengan Dinas Pertanian dan Peternakan setempat itu merupakan upaya meningkatkan ketahanan pangan.

Padi yang ditanam merupakan varietas legowo 21 yang dikembangkan Kelompok Tani Beringin Indah beranggotakan 50 orang, dengan luas areal sawah puluhan hektare. Kelompok tani ini dibina Danramil Babahrot, Kapten lnf lzhar, termasuk Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Peternakan Kecamatan (BP3K) Babahrot, Mustafa.

Letkol Inf Suhartono, dalam acara tersebut menjelaskan, penanaman perdana padi tersebut sebagai dukungan TM terhadap program ketahanan pangan nasional. "Untuk memaksimalkan program ini, Kodim Abdya telah menurunkan personel anggota Korarnil 07/Babahrot untuk membantu masyarakat dalam menyukseskan program tanam padi dalam rangka ketahanan pangan. kami juga meminta partisipasi para penyuluh pertanian dalam membimbing petani agar pengetahuannya semakin meningkat. Sehingga mampu menambah produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani, " ujarnya.

Panen Raya

Sementara itu, Kelompok Tani Telaga Biru, Desa Suka Makrnur Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, menggelar panen raya di atas lahan seluas sepuluh hektare, pada Selasa (13/1). Panen raya padi milik kelompok hasil binaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Subulussalam itu dihadiri Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza, Wakil Ketua DPRK, Fajri Munthe, Kasdim 0101 Mayor Inf Tri Joko P, serta sejumlah pejabat lainnya.

"Kelompok Tani Telaga Biru, telah berubah status menjadi Pusat Pelatihan, Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S). Jadi kelompok tani ini akan menjadi tempat pelatihan bagi para petani lain," jelas Ketua KTNA Kota Subulussalam, Abdul Hamid Padang.

Panen raya itu juga dihadiri Ketua KTNA Provinsi Aceh, Zakaria Affan Takar - ia mengatakan, sebagai bentuk apresiasi KTNA Provinsi, P4S Telaga Biru Subulussalam akan menjadi lokasi kegiatan magang para perwakilan petani se Indonesia pada rangkaian Pekan Nasional (Penas) ke 15 KTNA yang digelar 6-11 Mei 2017 mendatang.


"Tahun 2017 mendatang, Aceh menjadi tuan rumah Penas ke 15 yang akan dihadiri 50 ribuan unsur petani nelayan se-Indonesia, termasuk perwakilan negara Asean. Jadi, Kelompok Tani Telaga Biru ini menjadi salah satu lokasi kegiatan magang para perwakilan petani," ujar Affan.