Showing posts with label Kutacane. Show all posts
Showing posts with label Kutacane. Show all posts

Wednesday

Perbaikan Jalan Nasional

KUTACANE – Badan jalan nasional di Desa Semadam. Kecamatan Semadam dan sekitarnya, Aceh Tenggara yang rusak mulai diperbaiki. Kondisi jalan yang berlubang diaspal kembali dan diperkirakan akan rampung dikerjakan sebelum Idul Fitri. Kepala PPK 8 Aceh Tenggara, Sjafrizal. Kepada Aceh-gayo.blogspot.com Seiasa (2/6) mengatakan badan jalan nasional yang berlubang ditutup secara perananen.

Dia mencontohkan, seperti di kawasan Semadam, juga kawasan lainnya, tempat jalan rusak atau berlubang, sehingga kembali mulus seperti semula. Dia menjelaskan, jika bahan aspal terus diproduksi, maka penambalan jalan berlubang dapat dituntas sebelum lebaran. Sedangkan Syamsuddin salah seorang warga mengakui jalan berlubang mulai diperbaiki, seperti berlubang dibelah, kemudian ditanbal dengan aspal.


Dia berharap seluruh badan jalan yang berlubang diperbaiki secara permanen karena sebagai jalur pemasarkan hasil bumi dan sebaliknya, pasokan sembako, bahan bangunan dari Medan, Sulnatera Ulara.

Thursday

Operasi Pasar di Agara Karena Stok Tabung Melon Sering Raib

KUTACANE - Salah seorang anggota DPRK Aceh Tenggara dari Partai Gerindra, Ir Felix Subriyanto, meminta Pertamina Regional I Sumbagut agar rnengelar operasi pasar (OP) murah gas elpiji bersubsidi isi tabung 3 kilogram. Dia menilai, gas elpiji 3 kg di pasaran masih minim dan tak sebanding antara kebutuhan dengan stok.

Dia menjelaskan berdasarkan data dari Pemkab Agara kebutuhan elpiji 3 kg sebanyak 80 ribu tabung/bulan, tetapi pasokan sebanyak 42 ribu, sehingga ada kekurangan 38 ribu tabung/bulan. Hal ini tentu saja tidak cukup memenuhi permintaan masyarakat, karena berkurang sekitar 48 persen," ujar Felix Subriyanto kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (28/4). Dia rnenyatakan untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji jelang bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri, Pertamina I Sumbagut harus segera mengelar operasi pasar gas elplii 3 kg.


Dikatakan, harga isi ulang elpiji 3 kg sudah mencapai Rp 30 ribu/tabung atau sekitar Rp 10 ribu/kg, sehingga seperti tidak ada subsidi lagi dari pemerintah. Felix menduga tabung gas elpiji yang masuk ke Agara, bukan dari rayon Agara, sehingga membuat harga semakin mahal khususnya di kawasan pedalaman


 "Karena gas langka, rakyat pasti dibeli, walaupun harganya mahal." katanya. Anggota dewan satu ini kembali menegaskan bahwa gas elpiji 3 kg hanya untuk warga miskin, bukan para pejabat atau juga PNS. Jika tidak rnau disebut miskin Pejabat Agara harus malu kalau masih menggunakan gas bersubsidi, karena hanya untuk warga miskin ujar Feliz.

Monday

Siswa Agara Terima ATM Beasiswa

KUTACANE – Sebanyak 500 siswa berprestasi kelas III tingkat SMA di Aceh Tenggara (Agara) lulus seleksi untuk mendapat beasiswa melalui kartu ATM Bank Aceh dari Pemkab setempat. Pemkab Agara rencananya akan meluncurkan ATM bersama ini di Kantor Bupati setempat di Kutacane lama, Kecamatan Babussalam, hari ini, Senin (27 / 4).

Wakil Bupati (Wabup) Agara, H Ali Basrah Spd MM menyampaikan hal ini kepada Aceh-gayo.blogspot.com Minggu (26 / 4). Menurutnya, ada l.000 siswa kelas III tingkat SMA yang berprestasi diseleksi untuk mendapat beasiswa ini, namun hanya 500 orang di antaranya yang memenuhi syarat. "Kartu itu berbentuk ATM Bank Aceh bersama yang dapat ditarik di mesin ATM. ATM ini berlambang Pemkab Agara yang diteken Bupati, Hasanuddin B dan nama pemiliknya. ATM beasiswa ini baru pertama di Agara, bahkan di seluruh Aceh," kata Ali Basrah.


Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Agara itu, proses lahirnya kartu ATM beasiswa ini cukup panjang karena harus ada izin pihak Bank Indonesia  Jakarta. Selain akan menyalurkan beasiswa kepada penerima kartu ATM itu, Wabup menambahkan Pemkab setempat juga akan menyalurkan 3.000 beasiswa.


Rinciannya masing-masing untuk 1.000 murid SD/MI yang nilainya Rp 300 ribu per orang, pelajar SMP/MTs Rp 400 ribu perorang. dan siswa SMA/SMK Rp 500 ribu per orang. "Selain itu kepada siswa-siswi yang berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PIN) di Sumatera, termasuk Aceh akan diberikan beasiswa Rp 5 juta per orang. Sedangkan untuk mereka yang lulus PTN di Pulau  Jawa Rp 7 juta / orang, rinci Wabup.

Friday

Mobar diminta Masuk Terminal Mobar Ungkap Organda

KUTACANE – Organisasi angkutan darat (Organda) Aceh Tenggara, meminta (awak angkutan mobil barang Mobar) untuk masuk terminal terpadu. Pasalnya mobar kerap membongkar barang di perkotaan sehingga mengganggu arus transportasi dan kota jadi semrawut.

Wakil Ketua Organda Agara, Supian, kepada Aceh-gayo.blogspot.com Rabu (1/4) mengatakan. sejak bulan ini pihaknya sudah meminta Pemilik truk maupun mobil colt diesel agar masuk ke Terminal Terpadu di Desa Kutarih, Kecamatan Babussalam. Dia menjelaskan mobar masuk dari samping MAN Kutacane menuju Terminal Terpadu bongkar barang dan keluar di Desa Mangga Dua samping pendopo Bupati Agara.

Dia menjelaskan, Pihaknya masih memberikan sosialisasi atau imbauan kepada awak angkutan mobar. "Kalau mereka juga tidak mematuhinya, paling larnbat dua bulan ke depan, maka akan diambil tindakan tegas dari pihak Organda Agara," ujarnya seraya meminta Dishub Agara agar dapat mengarahkan awak mobar ke terminal terpadu.


Menurut Supian, hal ini untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perekonomian, khususnya bagi beca mesin barang dan penumpang. Dia menjelaskan, banyak pertokoan tutup karena terminal terpadu tidak aktif.

Wednesday

Distamben Agara Usul Sumur Bor dan PLTS ke Provinsi

KUTACANE - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangal (Disperindagtam) Aceh Tenggara (Agara} telah mengusulkan pembangunan sumur bor dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ke Pemprov Aceh melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Aceh. Direncanakan, pembanguran akan dilakukan 2016 mendatang.

Kabid Pertambangan di Disperindagtam Agara, Bahrum ST, Selasa (10/3) mengatakan usulan itu untuk 16 pesantren yakni sumur bor dan PLTS. Dia menjelaskan, pihak Distamben Aceh sudah menyetujui, tetapi harus dimasukkan melalui DPRA untuk dimasukkan dalam RAPBA 2016.

Dia menjelaskan sejumlah pesantren masih kesulitan memperoleh air bersih yang digunakan untuk wudhu, mandi dan kebutuhan lainnya, serta listrik. Dikatakan, pembangunan sumur bor membutuhkan dana sekitar Rp 1,8 miliar dan PLTS Rp 800 juta atau totalnya mencapai Rp 2,6 miliar.


Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi II DPRA dari Partai Aceh, M Amru, mengatakan pihaknya akan memperjuangkan pembangunan sumur bersama anggota dewan lainnya agar disetujuan. Tetapi, untuk PLTS harus dipelajari terlebih dahuiu, namun bukan berarti tidak disetujui, karena rentan rusak. "Kalau memungkinkan, kerjasama dengan PLN agar jaringan listrik sampai ke pesantren-pesantren," ujarnya.

Sunday

Dai Perbatasan Agara Tiga Bulan Belum Terima Gaji

KUTACANE – Puluhan dai perbatasan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh yang di, tugaskan di Aceh Tenggara belum juga rnenerima gaji selama tiga bulan pada tahun ini, mulai Januari sampai Maret 2015.

Diperkirakan, para dai tersebut mulai tidak betah untuk melaksanakan tpgas di kawasan pedalaman Agara. Kepala Dinas Syariat Islam Agara, Hamidin, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, kemarin mengatakan telah mendapat laporan dari para dai perbatasan, bahwa mereka belum menerima gaji.


Dia berharap Dinas Syariat Islam Aceh harus memperhatikan dai perbatasan yang ditugaskan di Agara karena mereka sudah tiga bulan tak menerima gaji. Ditambahkan, para dai bukan warga Agara, sehingga dari mana mereka mencari uang untuk menutupi kebutuhan rumah tangga.

"Kami berharap, Dinas Syariat Islam Aceh secepatnya membayar gaji dai perbatasan agar kinerja mereka dalam mensyiarkan Syariat Islam tetap optimal, seperti pengajian di desa-desa." harapnya.

Kios Pasar Kosong

KUTACANE - Puluhan unit kios milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) di Pasar Kuning, Lawe Sigala-gala dan pasar Pagi kosong sejak beberapa tahun lalu sampai saat ini. Pemkab Agara merasa rugi atas keengganan para pedagang menempati kios itu yang dibangun untuk menertibkan pasar agar tidak semrawut.

Kabid Pendapatan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKK) Agara, Basri, Sabtu (28/2) mengatakan hanya kios Pasar Kuning yang belum terdata, karena di bawah pengawasan Dinas Koperasi dan UKM. Tetapi, untuk pasar Lawe Sigalagala sebanyak 13 kios kosong dan pasar pagi 40 kios juga tidak ditempati pedagang.

Dia mengungkapkan keengganan pedagang menempati kios-kios tersebut, karena tidak laku. Padahal, sebutnya, jika seluruh pedagang berada di satu lokasi pasar, maka para pembeli juga akan berdatangan untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama dapur. Basri berharap, petugas terkait mengawasi pedagang yang berjualan sembarangan, sehingga pasar menjadi semrawut.


Disebutkan, biaya sewa yang ditetapkan tidak tinggi yakni untuk kios di pasar pagi Rp 2,5 juta/ tahun dan Lawe Sigala-gala Rp 700.000 sampai Rp 1 juta/tahun. Dia menjelaskan dengan keengganan pedagang menempati kios yang telah dibangun, maka Pemkab Agara mengalami kerugian ratusan juta rupiah per tahun. "Kami berharap, agar pedagang menempati kios yang telah ditetapkan sebagaitempat berjualan, bukan sesuka hati," harapnya.

Friday

Sopir Truk Demo Pungli

KUTA CANE - Puluhan sopir yang tergabung dalam persatuan mobil barang (Mobar) Aceh Tenggara (Agara), Senin (16/2) melakukan protes pungli ke gedung dewan di Kutacane. Mereka menuntut pihak terkait menghentikan aksi pungutan liar yang terus marak di sepanjang jalan di Agara.

Para sopir disambut Ketua DPRK Agara, Irwandi Desky SP. Ketua Komisi C Gabe Martua Tambunan dan anggotanya, Hasanusi, Pelix Subrianto, Kamerun. Koordinator Sopir Mobar, Mansyah, mengatakan pihaknya mengeluhkan maraknya pungli di Agara terhadap mobil angkutan.

Menurut Mansyah, kutipan itu dilakukan terhadap mobar dari Ketambe yang dikutip oleh petugas DLLAJ Dishub Rp 2000, pos DLLAJ Bambel Rp 2.000, timbangan Kampung Bakti Rp 50.000/mobil. Kemudian di perbatasan Agara - Tanah Karo persisnya di terrninal Lawe Pakam, retribusi untuk mobil jenis coldiesel Rp 40.000/ mobil, truk fuso Rp 90.000, LLAJ di Lawe Pakam untuk coldisel Rp 25.000, fuso Rp 35.0O0 dan oknum aparat keamalan Rp 17.000. Mereka juga mengeluhkan pengurusan izin usaha angkutan coldisel Rp 600.000/tahun.

Menurutnya, jika kutipan itu ada qanunnya tidak dipermasalahkan, tetapi jika tidak ada, maka harus ditertibkan. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRK Agara; Irwandi Desky. mengatakan, para sopir angkutan membawa barang jenis coldiesel 4 ton, tetapi tonasenya tetap lebih.

Dia mengaku sudah menugas Ketua Kornisi C untuk memeriksa di lapangan. Sementara, Kabid Darat Dishub Agara, Samsul Bahri, mengatakan, masalah kutipan tidak bisa diputuskan, tetapi akan disampaikan kepada pimpinarnya.


Padahal kutipan di Timbangan Kampung Bakti, dia menyatakan tidak sampai Rp 50.000, tetapi antara Rp 5.000 sampai Rp 20.000, sesuai ketentuan Dishub Aceh" Untuk izin mobar, sebutnya, hanya Rp 150.000 dan dapat di urus langsung; bukan melalui calo.

Kapolres Serahkan Sepeda Motor

KUTACANE – Kapolres Aceh Tenggara (Agara), AKBP Eko Wahyudi SIK, menyerahkan delapan unit sepeda motor (Sepmor) dinas kepada personil Polsek di Mapolres Agara, Kamis (12/2).

Polres Agara juga mengelar upacara pernyataan bebas narkoba dengan inspektur upacara, Kapolres Agara. AKBP EkoWahyudi dalam sambutannya menegaskan kenderaan dinas roda dua yang diberikan untuk menunjang pelaksanaan tugas, bukan hal lainnya.

Dia berharap, agar kendaraan tersebut dirawat dan dijaga dengan baik, serta digunakan untuk keperluan dinas. Dia meminta para Kabag, Kasat, dan Kapolsek agar lebih meningkatkan pengawasan secara terorganisir dengan fungsi logistik terhadap sepeda motor yang telah didistribusikan.

Eko juga meminta personil polisi tidak melibatkan diri dalam hal penyalahgunaan narkoba, baik selaku pemakai, pengedar ataupun pendukung atau membeking.


Diharapkan, seluruh personil polisi untuk terus bersikap proaktif dalam hal pemberantasan narkotika dengan mengoptimalkan fungsi penyelidikan rmtuk memperoleh informasi tentang penyalahgunaan narkoba. Dia juga meminta anggota untuk mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat.