Showing posts with label Calang. Show all posts
Showing posts with label Calang. Show all posts

Wednesday

Gajah Kembali Hancurkan Kebun

CALANG - Satu ekor gajah liar Senin (1/6). Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari telah memporak-porandakan sejumlah tanaman sawit, karet dan pohon nangka di Desa Lhok Bot, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Bahkan gajah tersebut merayap hingga keperumahan penduduk di desa itu saat memakan batang sawit yang baru satu tahun ditanam dekat rumah. "Kebun karet yang hampir bisa dideres, habis dicabut gajah liar.

Tanaman yang menjadi sandaran ekonomi warga ini hancur diamuk Teungku Rayeuk (Gajah)," ujar Arlis, warga Lhok Bot, Senin (1/6). Ia menarnbahkan, gajah mencabut dan memakan batang karet dan batang sawit milik warga yang baru satu tahun ditanam itu, dicabut dan di makan oleh gajah tersebut.



Selain itu, gubuk yang ada juga dirusak. Keuchik Lhok Bot, Kecamatan Setia Bakti. Marwan mengatakan satu ekor gajah liar terlihat sering turun ke perkampungan/kawasan rumah penduduk. Wargapun khawatir akan menjadi sasaran amukan hewan tersebut.

Sunday

Mahasiswa KPM Harus Menyatu Dengan Masyarakat

CALANG – Bupati Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman menegaskan, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) harus bisa menyatu dengan adat istiadat masyarakat desa. Sebab jika adat dan budaya warga setempat diabaikan mahasiswa bisa kesulitan dalam melaksanakan kuliah lapangan itu.

Hal itu dikatakan Azhar Abdurrahman dalam pengirahannya dalam acara penyerahan mahasiswa KPM oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr H Farid Wajdi Ibrahim MA di Masjid Lhok Kruet, Kecamatan Sampoiniet, Jumat (15/5). Ditambah Azhar, dipilihnya Aceh Jaya sebagai lokasi KPM menjadi kebanggan sendiri bagi Pemkab Aceh Jaya.

"Dipilihnya empat kecamatan di Aceh Jaya sebagai lokasi KPM tentunya sangat menggembirakan kami. Mudah-mudahan keberadaan mahasiswa bisa menjadi motivator pembangunan di desa," ujar Azhar Abdurrahman. Disebutkan, berbagai fasilitas di desa yang dijadikan objek KPM masih sangat minim karena itu mahasiswa harus bisa betah jika tinggal di desa yang kadangkala tanpa penerangan listrik serta tak ada sinyal telepon selular.


Selain itu, mahasiswa juga diminta berkoordinasi dengan aparatur desa dalam melaksanakan kegiatan. Dalam kesempatan itu juga diingatkan agar mahasiswa KPM bisa menyatu dengan alam tempat tinggalnya, sehingga tidak rnenjadi korban karena alam itu."Kita tak mau mahasiswa jadi korban karena alam seperti dilaporkan Pak rektor bahwa ada mahasiswa KPM meninggal dunia karena tenggelam diwaduk keliling Aceh Besar dua hari lalu," kata Bupati Aceh Jaya itu mengingatkan.

Wednesday

Aceh Jaya Gelar Musyawarah Ulama

CALANG - Majelis Permusyarakatan Ulama (MPU) Aceh Jaya, Selasa melakukan musyawarah ulama untuk merumuskan pelaksanaan syariat Islam di daerah itu sebagai masukan, bagi Pemkab setempat. "Sebelum memberikan pendapat kepada pemerintah, MPU Aceh Jaya telah merumuskan pendapat para ulama, untuk menjadi pertimbangan pemerintah dalam menjalankan tugasnya," kata Tgk Faisal Abdullah.

Ketua MPU Aceh Jaya. di kantor MPU Aceh Jaya di Calang, Selasa (28 / 4). Sementara, Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Maulidi memberikan apresiasi kepada MPU yang bersedia memberikan masukan kepada pemerintah terkait pelaksanaan syariat Islam untuk diterapkan di daerah itu.



"Pemerintah butuh masukan dari kalangan ulama terutama masalah pelaksanaan syariat Islam secara khaffah, yang ditetapkan pemerintah saat ini," katanya. Ia menglrarapkan ulama dan umara dapat menjalankan pembangunan di wilayah itu sesuai syariat Islam, sesuai harapan masyarakat di kabupaten itu.

Saturday

Anggota Dewan Cek Proyek 2014

CALANG - Sebanyak 20 anggota DPRK Aceh Jaya yang tergabung dalam tiga tim Pansus mengecek sejumlah proyek ke sembilan kecamatan di kabupaten itu sejak 2 Maret 2015.

Pengecekan ini merespon laporan masyarakat terkait adanya ketimpangan pengesahan proyek 2014. '"Tim Pansus sudah mulai turun ke lapangan untuk mengecek sejumlah proyek tahun 2014. Jika ada temuan tak sesuai spesifikasi, maka akan segera kita minta pihak rekanan atau dinas terkait untuk memperbaiki kembali proyek itu," kata Ketua DPRK Aceh Jaya, Musliadi Z kepada Aceh-gayo.blogspot.com di Calang, Jumat (6/3).


Musliadi menegaskan jika pihak rekanan tidak menyelesaikan pengerjaan proyek yang tak sesuai spesifikasi, maka masalah tersebut nantinya akan dibawa ke ranah hukum guna memberi efek jera ke pihak rekanan, sehingga proyek 2015 ini nantinya tidak dikerjakan asal-asalan. Ia menambahkan hasil pansus nantinya akan dibahas kembali dalam rapat DPRK, jika memang ada proyek yang tak sesuai spesifikasi, maka pihaknya akan memanggil para rekanan dan dinas terkait.

Thursday

Prof Rokhmin Isi Seminar di Calang

CALANG - Manatan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Prof Dr Rokhmin Dahuri yang juga guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), mengisi serninar sehari di aula Sekdakab kantor Bupati Aceh Jaya, Rabu (4/3), dengan materi; strategi pembangunan sumberdaya alam berbasis inovasi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Aceh Jaya.

"Kabupaten Aceh Jaya salah satu daerah yang sangat berpotensi untuk pengembangan bidang kelautan dan perikanan. Kesempatan ini akan menjadi tumpuan untuk pembangunan kawasan." kata Rokhmin Dahuri.

Ia menyarankan, Pemkab Aceh Jaya lebih erat menjalin hubungan dengan pemerintah pusat, demi kemajuan daerah. Terutama dalam bidang pengembangan kelautan dan perikanan. Karena peran pemerintah pusat adalah memberikan dukungan penuh kepada daerah untuk pengembangan di segala bidang, salah satunya bidang kelautan dan perikanan, agar masyarakat bisa lebih sejahtera dengan potensi alam di sekitarnya.


Bupati Aceh Jaya, Ir Azhar Abdurrahman pada acara itu mengatakan, perairan Aceh Jaya berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Sehingga menyimpan banyak potensi perikanan sumber daya laut lainnya. "Untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan ini sangat memerlukan dukungan daii semua pihak," kata Azhar Abdurrahman.

Friday

Candu Narkoba Dapat Sembuh Dengan Zikir

CALANG -  Zikir tidak hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, akan tetapi juga bisa mengobati seseorang dari kecanduan narkoba. Hal itu disampaikan oleh Abu Sofyan Hasan, pimpinan tim Zkir Tanwirul Qulup, Aceh Jaya, pada acara Zikir Akbar di Masjid Jabal Rahmah, Calang, Rabu (25/2) malam.

"Bagi yang ingin menghilangkan kecanduan narkoba, bisa ikut bergabung bersama tim zikir Tanwirul Qulub, karena zikir mampu menghalau hawa nafsu dan kecanduan narkoba," katanya.


Pengajian Tauhid Tasawuf yang dilaksanakan setiap malam Kamis itu, selalu dibarengi dengan zikir bersama. Hal ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, tim zikir yang sudah berdiri di Aceh Jaya ini juga bertujuan untuk mengantisipasi aksi pemurtadan, mengajak umat mendalami agama Islam, dan mengobati para pecandu narkoba.

Wednesday

Penambang Batu Liar Harus ditertibkan

CALANG - Pemerintah Aceh Jaya, diminta segera menertibkan penambangan batu album jenis Giok dan Bacan Mata Biru, di kawasan Gunung Geurutee, Kecamatan Jaya (Lamno), agar tidak berdampak pada runtuhnya badan jalan. Karena penambangan liar yang dilakukan pemburu batu alam itu merusak struktur tanah dengan mencongkel bongkahan batu di sekitar badan lalan Banda Aceh - Calang tersebut.

"Pemkab Aceh Jaya harus menertibkan ini dengan melahirkan aturan penambangan batu alam di kawasan Gunung Geurutee," tegas M Jamin, anggota DPRK Aceh Jaya, Selasa (17/2). la menambahkan, jika kawasan itu memang memiliki potensi tambang berupa batu mulia, seharusnya pemerintah menetapkan lokasi mana yang boleh dan lokasi yang tidak boleh dieksploitasi. Sehingga pemanfaatan potensi bernilai tinggi ini, tidak sampai merusak fasilitas yang sudah dibangun sebelumnya.


Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Jaya, lr Azhar Abdunahman yang dikonfirmasi Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (17/2) mengatakan, pihaknya akan menertibkan penambangan batu alam di kawasan Gunung Geurutee tersebut dalam waktu dekat. "Akan.kami tertibkan, khususnya di lokasi yang berdekatan dengan badan jalan." katanya.

Monday

Pengguna Jalan Terganggu Akibat Pohon Tumbang

CALANG - Pohon kayu yang tumbang di Gunung Bayu, lintas Lamno-Pante Cermin, tepatnya di Desa Sango, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya, hingga Minggu (15/2) masih melintang di badan jalan dan mengganggu pengendara yang melintas di kawasan itu.

Kayu tersebut dilaporkan tumbang akibat angin kencang sejak sepekan lalu. Namun hingga saat ini belum dipindahkan. Kami minta Pemkab Aceh Jaya segera dilakukan penanganan. Agar tidak mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan," kata Ipen Ld, anggota Pemuda Lamno Daya (PLD), Minggu (15/2).


Kayu berukuran besar itu membentang di atas badan jalan dalam keadaan tergantung, sehingga mengundang kecelakaan. Para pengguna jalan pun terpaksa melintas di bawah kayu tersebut dengan sangat hati-hati agar tak tersangkut dan tertimpa oleh pohon kayu tersebut.

Ikan Kerling Melimpah di Lamno

CALANG - Musim kemarau di kawasan Pantee Cermin, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya turut membawa rezeki kepada warga pemburu ikan kerling atau ikan jurung, di Lamno. Ikan tersebut salah satu ikan yang dihargai cukup mahal dibandingkan dengan harga ikan air tawar lainnya.

M Yusuf (60) seorang pemburu ikan kerling, warga Desa Lam Hasan, Kecamatan Jaya (Lamno), Minggu (15/2) mengatakan, pada musim kemarau. ikan terseut sangat mudah ditangkap. Warga hanya menggunakan jaring dan jala sebagai alat tangkap. Ikan-ikan tersebut bermain di air bersih dan bebatuan, sehingga mudah menangkapnya.


"Harga ikan kerling ini berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu/ekor tergantung ukuran, dan banyak dijual di Pasar Lamno," kata M Yusuf. Sementara pada musim hujan, ikan itu sulit didapat, karena air sungai keruh. Disebutkan, dengan banyaknya ikan kerling di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Lamno itu, membuat banyak warga memburu ikan tersebut untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual ke pasar dan rumah makan yang ada di daerah itu.

Sunday

Anisah dikembalikan DPRK ke Keluarganya

CALANG – DPRK dan Pemeriritah Aceh Jaya, menyerahkan Anisah korban tsunami yang terdampar ke Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) sejak 10 tahun silam kepada keluarganya di Desa Alue Ambang. Kecamatan Teunom Sabtu (7/2).

Suasana ham terjadi saat Anisah, suami dan anak-anakmya disambut oleh keluarga di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom yang ikut disaksikan unsur muspika dan tokoh masyarakat setempat.

"Korban tsunami yang kita jemput dari Bandung atas nama Anisah bersama suami dan tiga orang anak telah kita serahkan kepada keluarnya di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom," kata Musliadi Z, Ketua DPRK Aceh Jaya, didaniping anggotanya Rizal Dinata, Mawardi Wahed dan H Dasril A Rahmah kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Sabtu (7/2).

Disebutkan, semua pengurusan pemulangan Anisah berjalan lancar tanpa ada hambatan, semua pihak memberikan respon positif terutama pemerintah Bandung dan Aceh yang ikut membantu penuh pemulangan korban tsunami asal Teunom, Aceh Jaya, Disebutkan korban tsunami juga sempat dibawa menemui Gubemur Aceh, Zaini Abdullah di pendoponya sebelum bergerak ke Calang pada Sabtu (7/2).


"Untuk sementara waktu anisah tinggal bersama keluarganya dulu di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, menunggu ada bantuan berikutnya dari pemerintah setempat. Mereka telah kita serahkan kepada ayah kandungnya di Desa Alue Ambang, masing-masing pasangan Anisah dan Ujang Supandi bersama tiga orang anaknya yaitu Cut Dewi Jelita (9), Tengku Ilham Maulana (5) dan Tengku Ari Solihin (2)," kata Musliadi alias Pang Masri.