Showing posts with label IDI. Show all posts
Showing posts with label IDI. Show all posts

Wednesday

Pelatihan Pengkaderan Ulama Muda

IDI - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Timur, selama satu minggu (19-25 Mei) mengadakan pelatihan untuk ulama muda di Aula Kantor Kemenag Aceh Timur. Sekretaris MPU Aceh Timur, Drs Husni Wahab mengatakan, tujuan diadakan pelatihan kader muda ulama ini guna menemskan peran ulama di Aceh Timur khususnya dan Provinsi Aceh pada umumnya.

"Kita ketahui bahwasannya jumlah ulama kita semakin hari semakin berkurang, jadi dengan adanya pelatihan ini kita mampu mengkaderkan ulama-ulama muda ini nantinya menjadi ulama besar dan kharismatik di Aceh, " ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, pelatihan kader ulama muda itu di Aceh Timur rnerupakan yang ketiga kalinya. Untuk pelatihan kader ulama muda tahun ini diikuti sebanyak 48 peserta dari selumh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur, setiap kecamatan dikirimi dua orang santri.



Sementara itu, Ketua MPU Aceh Timur, Tgk H Bukhari Hasan dalam sambutannya mengatakan, secara pribadi ia menyambut positif diadakannya pelatihan kader ulama muda itu. Karena, tembahnya, pelatihan itu bertujuan trntuk melatih dan mempersiapkan ulama-ulama muda yang berwawasan pengetahuan keagamaan yang luas dan marnpu memnjadi pemimpin umat dimasa-masa yang akan datang. Oleh karena itu ia sangat mengharapkan pelatihan itu diikuti dengan. sunguh-sunguh sehingga memberi manfaat besar bagi kader ulama itu sendiri.

Siswa Tak Hadir UN Capai 214 Orang

IDI - Sebanyak 214 orang peserta Ujian Nasional (UN) dari SMP dan MTs di Kabupaten Aceh Timur, pada hari kedua Selasa (5/5) absen. Namun tidak diketahui alasan pelajar yang tidak mengikuti ujian tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur, Abdul Munir SE,MAP melalui Kabid Dikmen Saifirl Basri SPd, MPd  didampingi Kasi Seksi Pendataan UN SMP/MTs, SMA/MA dan SMK, Khairuddin kepada Aceh-gayo.blogspot.com Selasa (5/5) mengatakan, umumnya peserta yang tidak hadir atau absen mengikuti UN tahun 2015 yaitu mereka pelajar kelas IV, artinya mereka merupakan pelajar yang tak lulus tahun 2014 lalu tetapi masih didaftarkan sebagai peserta UN tahun 2015 ini.


Para guru juga sebelumnya juga telah mencoba menjemput masing-masing siswa untuk diminta untuk mengikuti ujian tetapi mereka lebih memilih mengundurkan diri. Seperti halnya di SMP 3 Kecamatan Pantee Bidari para guru sudah mencoba untuk menjemput ke rumah peserta namun mereka tidak mau, sehingga jumlah peserta UN terbanyak yang tidak hadir di SMP 3 Pantee Bidari yaitu mencapai 28 pelajar dari 100 orang pelajar.


Sedangkan MTs terbanyak dari MTs Idi Cut sebanyak 9 orang. Jadi peserta UN SMP dan MTs di Aceh Timur tahun 2015 yang tak hadir sebesar tiga persen dari jumlah 6.917 pelajar.

Sunday

Jaringan Listrik Masuk ke KTM

IDI - PT PLN merencanakan pada awal Mei 2015 akan memasang jaringan listrik ke lokasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Dusun Sumedang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Menurut keterangan Manejer PT PLN Rayon Peureulak, Herry Junaidi SSi didampingi Superyisor Tehnik, Habibi Pratama kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (25/4) mengatakan, pimpinan PT PLN Wilayah Aceh telah menyetujui permohonan pemasangan jaringan listrik ke lokasi Kota Terpadu Mandiri itu yang diajukan oleh keuchik Jamian pada Oktober 2014 lalu. Katanya, awal Mei akan dimulai pemasangan tiang listrik ke lokasi KTM tersebut, dan saat ini materan sudah didrop ke lokasi.


Oleh karena itu, PLN Rayon Peureulak mengharapkan calon pelanggan di lokasi KTM untuk memenuhi persyaratan untuk penyambungan aliran listrik ke rumah mereka. Seperti diberitakan Aceh-gayo.blogspot.com sebelumnya, sebanyak 198 Kepala Keluarga (KK) warga dilokasi KTM di Dusun Sumedang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, miminta pihak PLN membangun jarjngan listrik di pemukiman penduduk tersebut.


Keuchik Desa Seumanah Jaya, Jamian mengatakan, sebanyak 198 KK atau lebih kurang sebanyak 400 jiwa penduduk di lokasi KTM sangat mengharapkan agar PLN segera membangun jaringan lisbik ke lokasi itu. Untuk rencana tersebut, kata Jamian, dirinya juga telah mengajukan proposal ke PLN.

Wednesday

Tak Adil Pembagian Bantuan Keuchik Datangi Camat

IDI - Sejumlah keuchik serta aparat gampong Lainnya, Senin (20/4) berdelegasi ke Kantor Camat Sungai Raya, Aceh Timur. Aparat desa itu ingin menemui camat guna mernpertanyakan soal bantuan rehab rumah warga miskin yang disalurkan hanya untuk dua desa saja.

Namun, karena Camat Mujiburahman saat itu sedang berada di Banda Aceh, maka aparatur gampong itu akhimya diterima Sekretaris kecamatan. Muhammad Arif dan Tenaga Sosial Kesejahteraan Kecamatan TKSK Syahira. Kepada Sekcam Sungai Raya itu aparatur desa itu mempertanyakan kenapa bantuan rehab rumah itu diberikan 5 unit untuk Desa Labuhan Keude, dan 6 unit untuk Desa Paya Keutapang saja.

Disebutkan, hal itu telah menimbulkan kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat. Warga dari sebelas desa di Kecamatan Sungai Raya itu minta agar pemerintah di dalam menyalurkan bantuan rehab rumah tersebut.


Seorang tokoh masyarakat, Muhammad Yusuf (32) didampingi Muhammad Nasir kepada Aceh-gayo.blogspot.com menyebutkan, warga mengagap pemerintah kabupaten dan kecamatan setempat tidak adil dalam memberikan bantuan rehab rumah bagi warga kurang mampu di Kecamatan Sungai Raya.

Sunday

IRT di Tangkap Saat Mengantar Sabu Ke LP

IDI - Salmila binti Anwar (35), ibu rumah tangga. (IRT), warga Desa Padang Kasah, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, ditangkap anggota Opsnal Satnarkoba Polres Aceh Timur, Selasa (7/4) sekitar pukul 11.20 WIB di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Idi karena membawa narkotika jenis sabu-sabu.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman melalui Pj Kasat Narkoba AKP Budi Nasuha Waruwu kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (10/4) menyebutkan, penangkapan itu berawal pada saat anggota Opsnal Satnarkoba mendapat informasi dari seorang penghuni LP bahwa akan ada seorang perempuan yang hendak mengantar sabu-sabu ke LP orderan seorang narapidana (napi).

Setelah mendapat informasi tersebut. polisi pun melakukan pengintaian. Benar saja, seorang wanita dengan ciri-ciri yang sudah disebutkan sang informan, berkunjung ke LP tersebut. Begitu ia mendekat ke teras LP, langsung digeledah badannya. Namun, belum sempat dilakukan penggeledahan lebih "dalam" perempuan itu langsung mengaku bahwa ia memang ada membawa satu paket sabu-sabu seharga Rp 2.000.000.

"Barang haram itu dia sembunyikan di dalam saku depan kanan celananya," kata AKP Budi Nasuha didampingi KBO Narkoba Ipda Fajriadi. Kepada polisi yang meringkusnya, perempuan itu mengaku bahwa sabu-sabu itu akan diberikan kepada seorang napi di LP itu yang masih punya hubungan famili dengannya.


Namun hingga kemarin sore napi tersebut belum dimintai keterangan. Sedangkan Salmila yang dipergoki membawa sabu-sabu ke LP sudah diamankan di Mapolres Aceh Timur bersama barang bukti kejahatannya.

Monday

Kontraktor Kabur, Proyek Drainase Terlantar

IDI - Warga Desa Bukit Pala Keudee Ranto, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, meminta kontraktor segera menyelesaikan proyek pembangunan drainase yang ditelantarkan di ibu kota kecamatan tersebut.

Keuchik Bukit Pala, Achyar Md (55) Minggu (5/4) kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksananya, tetapi katanya proyek drainase itu bersumber dari Otonomi khusus (Otsus) provinsi tahun 2014 dengan anggaran Rp 800 juta dengan volume proyek sepanjang 286 meter.

Disebutkan, proyek itu mulai dikerjakan pada 8 Nopember 2014 lalu, dan telah terbengkalai sejak awal Januari 2015, saat ini proyek itu hanya selesai 130 meter, sedangkan 50 meter yang telah dibangun dinding betonnya dan telah roboh, selebihnya hanya digali saja dan belum dibeton.


Keuchik Achyar mengaku sudah berupaya menghubungi kontraktor, tapi telpon tak pernah diangkat. "Jika proyek itu dibiarkan telantar, maka kami akan laporkan kasus itu ke polisi. Karena akibat ditelantarkan proyek drainase itu telah merugikan negara dan sangat menggangu kenyamanan dan aktivitas masyarakat," ujarnya.

Sunday

O2SN Idi Rayeuk

IDI -  Sebanyak 39 Sekolah Dasar (SD) tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Idi Rayeuk. Aceh Timur, mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang diselenggarakan selama dua hari mulai Sabtu (28/3) sampai Minggu (29/3) di Idi Sport Center (ISC).

Ketua Panitia Pelaksana Perlombaan O2SN, H Hasbi Spd MPd kepada Aceh-gayo.blogspot.com menyebutkan, perlombaan O2SN tingkat UPI Dinas Pendidikan, Idi Rayeuk itu diikuti 39 SD bertujuan menseleksi atlit untuk mewakili UPT Dinas Pendidikan Idi Rayeuk pada perlombaan O2SN April 2015 mendatang.


Katanya, dari setiap cabor yang diperlombakan akan diseleksi atlit yang meraih juara satu untuk mewakili tim O2SN UPI Dinas Pendidikan Idi Rayeuk pada O2SN tingkat Kabupaten Aceh Timur yang direncakan akan berlangsung pada April 2015 mendatang. Disebutkan, cabang olahraga yang diperlombakan yaitu Kids Atletik, Bulu Tangkis, Tennis Meja, Catur dan Karate.  Atlit yang meraih juara satu dari setiap cabor yang diperlombakan selanjutnya akan mewakili tim UPT Dinas Pendidikan Idi Rayeuk di perlombaan O2SN mendatang.

Musda KNPI Aceh Timur

IDI - Sebanyak 30 Organisasi Kepemudaan (OKP) dan 24 Pengurus Kecamatan (PK) se-Aceh Timur mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) ke-XII yang berlangsung 14- 15 Maret 2015 di aula Setdakab Idi Rayeuk.

Acara pembukaan Musda dihadiri Ketua DPD KNPI Aceh, Jamaluddin Jamil, Asisten II Sekdakab Usman Arahman mewakili Bupati Aceh Timur, Kapolres, Dandirn, dan Ketua MPU Tgk Mudawali Ibrahim, Sabtu (14/3). "Jumlah OKP dan PK mempakan hasil pleno yang telah dilaksanakan, Jumat (13/3) malam," kata Ketua DPD KNPI Aceh Timur, Iskandar Farlaky.

Iskandar juga menyebutkan Musda merupakan mekanisme organisasi untuk melanjutkan estafet organisasi sehingga akan melahirkan kepengurusan baru. Saya merasa bangga dengan pelaksanaan yang tepat waktu. Terima kasih kepada panitia, MPU, dan semua pihak yang mendukung pelaksanaan Musda ini," ungkap tokoh muda ini.

Ia meminta agar Musda melahirkan kepengurusan yang bersinergi dengan program pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah Aceh Timur. "Semoga akan melakukan program-program yang mantap, " ujarnya.

Asisten II Setdakab Aceh Timur, Usman A Rahman, dalam bimbingan dan arahannya serta sekaligus membuka Musda mengatakan, dengan pelaksanaan Musda KNPI Aceh Timur ke XI melalui kesempatan ini sebagai upaya ultuk melanjutkan estafet kepemimpinan sehingga dari Musda pada kesempatan kali ini, akan hadir pemimpin baru dengan program-program yang mampu memberikan pencerahan menuju pembangunan Kabupaten Aceh Timur yang sejahtera.


Ia juga berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses sehingga ke depannya KNPI benar - benar bekerja dan dapat bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mensukseskan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Timur.

Abon Matangkuli Isi Ceramah

IDI - Tgk Abubakar atau Abon Matang Kuli, Kamis (12/3) rnalam menyampaikan ceramah pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Besar Baitul Muttaqin Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur. Dalam tausiahnya Abon Matang Kuli itu mengajak umat Islam memperkuat ukhwah Islamiah dan kini sudah saatnya merapatkan barisan.

"Mari kita eratkan persatuan dan kesatuan, sehingga umat Islam dimanapun berada tetap satu," kata Abon. Selain itu, Abon mengajak seluruh jamaah yang hadir terus meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, karena sesuai dengan tanda-tanda dari sabda Rasulullah SAW dunia sudah dekat dengan kiamat.

"Tanda-tanda kiamat itu sudah lahir seluruhnya. Maka, jagalah diri kita sendiri dan keluarga kita dari berbagai maksiat," katanya. Ribuan jamaah yang hadir pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H itu, yakni jamaah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh seperti Matang Kuli, Lhoksukon dan Jambo Aye (Aceh Utara), Lhok nibong, Simpang Ulim, Idi Rayeuk dan Peureulak (Aceh Timur), Langsa dan Aceh Tamiang serta jamaah dari Medan, Sumatera Utera.


"Ahamdulillah, jamaah yang kita undang seluruhnya hadir, bahkan anak almarhum dari Abu Keumala dari Medan juga hadir bersama rombongan malam ini," kata Ketua Panitia Maulid Akbar, Tgk H Ramlan. Suasana menjadi hening dan haru ketika ribuan jamaah membacakan selawat sesuai dengan yang tertulis di buku ‘Raja Selawat' yang diperbanyak  pihak panitia.

Thursday

Warga Buket Seuleumak Mengadu ke Dewan

IDI - Sebanyak 30 warga Desa Buket Seulemak, Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur, berdelegasi ke kantor DPRK Aceh Timur di Idi Rayeuk, Rabu (11/3). Kedatangan warga disambut Wakil Ketua I DPRK Aceh Timur Samsul Akbar bersama anggota DPRK lainya yaitu Mat Rais, Sofian Affan, Junaidi, dan Hermansyah.

Pj Keuchik Desa Buket Seulemak, Amir Hasan kepada Aceh-gayo.blogspot.com, mengatakan kedatangan warga desa dipimpinnya karena selama ini terjadi sengketa antara warga desa setempat dengan PTPN I Kebun Tualang Sawit. "Karena itu, warga meminta anggota DPRK mengklarifikasi ulang luas areal Hak Guna Usaha (HGU) PTPN I Tualang Sawit," kata Amir Hasan.

Selain itu, meminta DPRK menentukan batas-batas HGU perusahaan Perkebunan Nusantara itu dengan Desa Buket Seulemak serta meminta dewan memerintahkan pihak perusahaan untuk merealisasikan kebun plasma kepada warga setempat.

Amir Hasan antara lain mengklaim perusahaan perkebunan itu pada November 2014 sudah menyerobot 200 hektare kebun warga di kawasan itu yang ada tanaman produktif berupa sawit, karet, durian, rambutan, jeruk nipis, dan pinang, bahkan kini 150 hektare sudah dibersihkan dan ditanami sawit sejak Januari 2015.


Apabila ada warga yang melarang pihak perusahaan melakukan penanaman, maka pihak perusalnan mengancam mempidanakan orang yang melarang," kata Amir Hasan. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua I DPRK Aceh Timur, Samsul Akbar kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan, BPN, Aceh Timur untuk meninjau ke lapangan dan menanganinya secara baik.

Friday

Seleksi Pemain Untuk PSPR

IDI - Persatuan Sepakbola Peureulak Raya (PSPR) mulai melakukan perekrutan pemain melalui seleksi yang dilakukan secara terbuka di lapangan Desa Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.

Manajer PSPR, Syahrul Sulaiman SE kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Kamis (26/2), mengatakan, seleksi pemain PSPR gelombang pertama itu dilakukan selama empat hari yang dimulai sejak Rabu (25/2) hingga Sabiu (28/2) besok. "Sedangkan seleksi tahap kedua dijadwalkan mulai Senin (2/3) sampai Rabu (4/3) mendatang,  jelasnya.

Disebutkan dia, seleksi dibuka secara bebas mulai dari umur 18 tahun ke atas. "Tapi, kita tetap utamakan anak-anak dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, " tukasnya. "Seleksi ini bertujuan untuk mencari pemain terbaik sebanyak 24 orang yang akan menjadi anggota tim PSPR dalam mengikuti Liga Nusantara tahun 2015," imbuh dia. Syahrul menjelaskan, pada seleksi pertama hari pertama yaitu Rabu (25 / 2), sebanyak 60 pemain dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Timur ambi bagian.

Dia mempersilahkan pemain yang berminat untuk mengikuti seleksi untuk mendaftarkan diri selama seleksi gelombang Karni pertama hingga Sabtu (28/2) besok. "Bagi pemain yang berminat silahkan datang langsung ke lapangan Desa Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur," imbaunya. Dia menegaskan tim seleksi takkan membatasi kuota pemain yang akan mendaftarkan diri untuk diseleksi.


Hanya saja, jelas Syahrul, dari berapa pun pemain yang ikut seleksi, pihaknya cuma menjaring 24 orang sebagai anggota tim. Tim seleksi PSPR terdiri dari para pelatih seperti Mustafa Yousri, Saiful Khatab, Pelatih Kiper Armai dan Manajer PSPR itu sendiri yakni Syahrul Sulaiman SE.

Dandim Aceh Timur Panen Semangka di Peudawa

IDI - Dandim 0104 Aceh Timur letkol lnf Mahesa Fitriadi {26/2) memimpin panen buah semangka milik Kelompok Ahli Tani, yang dibawah binaan Danramil Peudawa Kapten, Inf Arman, di Desa Paya Bili Satu, Kecamatan Peudawa.

Acara itu juga dihadiri unsur Muspika dan tokoh masyarakat setempat. Dandim Aceh Timur kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Kamis (26/2) mengatakan, pengembangan semangka saat ini di Aceh Timur sangat baik, demikian juga di Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang baru beberapa waktu lalu di areal seluas 4 hektar dibawah binaan Daramil setempat melakukan pemanenan dengan hasil sangat memuaskan.

Sesuai dengan program pemerintah dalam pemenuhan swasembada pangan secara nasional melalui tiga komoditi andalan, yaitu padi, jagung, dan kedelai, tentunya kita mengharapkan di lahan sempa setelah tanaman semangka berhasil dipanen kita harapkan dapat ditanami tanaman penggangti seperti jagung, hal ini untuk tetap menjaga kesuburan tanah. Keterlibatan TNI/Polri sebagai bukti mendukung program pemerintah untuk bersinergi dengan masyarakat.

Selain itu, juga dapat menjadi contoh, bahwa program pertanian jika dilaksanakan secara bersama samaakan memperoleh hasil yang maksimal. Sekretaris Dinas Pertarrian dan Hortikultura, Aceh Timur, lr M Syahrul kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan disarnping tanaman padi yang telah membudaya dimasyarakat yang merupakan program nasional, pihaknya juga terus meningkatkan pengembangan tanaman hortikultura, yaitu cabai dan semangka.


Diakui di Aceh Timur pengembangan tanaman hortikultura kurang menggebirakan dibandinglan tanaman padi, tetapi dengan kemauan masyarakat dengan semangat yang tinggi, maka dinas akan mengupayakan bantuan sehingga akan memperoleh hasil yang baik juga.

Tuesday

Komplotan Pencuri Lenyapkan Onderdil Alat Berat

IDI - Diperkirakan sebanyak 15 pria. Minggu (15/2) malam mempereteli onderdil alat berat (beko) di Afdeling 2 PTPN I Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur. Sebelumnya kawanan pencuri itu juga memukul dan mengikat dua penjaga malam, sehingga leluasa membongkar peralatan dari alat berat tersebut.

Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budirnan SH SIK MH melalui Kapolsek Indra Makmu Iptu Dasril kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Senin (16/2) mengatakan malam itu sekitar pukul 02.15 WIB datang sekelompok orang ke Afdeling 2 PTPN-I Julok Rayeuk Utara.

Pelaku juga memukul dan mengikat dua penjaga malam yakni, Jamaluddin Alias Dek Gam (33) warga Desa Jambo Lubok, Kecamatan Indra Makmu, dzin Bahrizal Alias Lakon (30) warga Desa Paya Demam 3, Kecamatan Pante Bidari. Menurut keterangan korban, Jumlah pelaku lebih kurang 15 orang setiba di lokasi langsung memukul penjaga malam dengan kayu dan gagang kunci, selanjutnya kedua penjaga alat berat itu diikat dan diseret lebih kurang 30 meter dari lokasi alat berat tersebut. "Kedua penjaga alat berat itu mengaku tak mengenali wajah pelaku, cuma terdengar saat berbicara dalam bahasa Indonesia," ujar Iptu Dasril.

Peristiwa itu pertama sekali diketahui oleh Surep (50), seorang karyawan PTPN-I, Senin (16/2) pagi membuka sekitar pukul 07.00 WIB. Ketika melintas di kawasan itu, Surep mengaku mendengar suara orang minta tolong dari korban. Karena merasa takut sendiri Surep memanggil warga lainnya untuk mencari sumbel suara minta tolang itu.

"Kedua korban itu ditemukan warga dengan lokasi terpisah dan dalam keadaan telanjang dan berlumpur," ujar Kapolsek Indra Makmu itu. Selanjutnya warga segera melarikan kedua penjaga alat berat itu ke Puskesmas Indra Makmu di Desa Alue Ie Mirah. Disebutkan, onderdil beko yang berhasil diambil kawanan pencuri itu antara lain, pompa hidrolik, motor gas, panel komputer, elektrik.


Kapolsek Indra Makmu menambahkan, ketika dilakukan pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian, petugas menemukan sepmor milik korban dengan jarak 300 meter dari lokasi. Dan dari lokasi lain ditemukan satu buah sporket, dua buah pompa hidrolik. Barang bukti ini telah diamankan di Mapolsek sebagai barang bukti," kata Iptu Dasril, seraya menambahkan bahwa, kasus pencurian itu sudah dalam penanganan petugasnya.

Sekda Tawar Fee Proyek ke Dewan

IDI - MENURUT versi Wakil Ketua DPRK Aceh Timur, Ramlan, tawaran fee proyek tersebut berawal ketika Sekda selaku Koordinator TPAD, Pimpinan DPRK, Pimpinan Fraksi, dan beberapa Anggota Banggar berkumpul di ruang Ketua DPRK Aceh Timur menjelang dimulainya pembahasan KUA-PPAS APBK 2015, Senin 8 Desember 2014.

Ramlan mengungkapkan, dalam rapat kecil itu, dirinya selaku Wakil Ketua DPRK Aceh Timur dari Fraksi Gerindra, rnempertanyakan tentang usulan pengadaan mobil dinas untuk anggota DPRK Aceh Timur.

Menurut Ramlan, saat ini ada 15 anggota DPRK Aceh Timur sudah punya mobil dinas sesuai dengan jabatan di tatib Dewan dan masih berstatus mobil titipan bupati. Sisa 25 anggota lagi diusulkan secara bertahap dan sudah disepakati oleh semua anggota sebelum penyusunan Tatib Dewan. "Saya mengusulkan secara bertahap karena disesuaikan dengan keuangan daerah," katanya ketika menceritakan latar belakang tawaran fee proyek tersebut kepada Aceh-gayo.blogspot.com Senin (5/1).

Dalam pertemuan kecil itu juga dibahas soal dana aspirasi yang tidak tertampug dalam RAPBK 2015. Ramlan mengusulkan agar dilakukan perubahan nama dana aspirasi sesuai dengan undang-undang agar para anggota Dewan bisa menarnpung aspirasi dari masyarakat.

Menanggapi usulan itu, Sekda Aceh Timur mengatakan, dana aspirasi tidak sesuai dengan undang-undang dan menawarkan fee proyek 8 persen dari paket pembangunan lanjutan gedung DPRK Aceh Timur senilai Rp 17 miliar. Ramlan mengaku menolak tawaran tersebut dan keluar dari forum pertemuan diikuti rekan-rekannya dari Flaksi NasDem dan Partai Aceh.


Unsur pimpinan DPRK Aceh Timur yang ikut dalam pertemuan menjelang pembahasan KUA-PPAS antara lain Ketua DPRK Marzuki Ajad, Wakil Ketua Ramlan, Ketua Fraksi NasDem Adam, Ketua Fraksi Gerindra Edi Darmansyah, Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) M Kasem bersama anggota Fraksi PA yaitu Hamdani, Narmawi, Yusri, Muzakkir, dan Maimun.

Saturday

9 Pucuk Senpi di Amankan Polres

IDI - Kepolisian Resort Aceh Timur sepanjang tahun 2014 mengamankan sebanyak sembilan pucuk senjata api terdiri atas senjata api laras panjang AK tiga pucuk dan satu pucuk SS- 1, serta dua pucuk senjata api laras pendek organik dan tiga senpi rakitan. Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir SIK, MH mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers kepada wartawan, Rabu (31/12). Menurut Muhajir sembilan pucuk senjata api tersebut dalam kondisi buruk tetapi masih aktif dan berfungsi.

"Semua senjata ini diamankan berdasarkan penangkapan, dan ada yang diserahkan warga, sementara jumlah tersangka dari kasus ini yang diamankan dan sudah sampai ke Pengadilan sebanyak lima orang," ulasnya didampingi Wakapolres Aceh Timur Kompol Aji Purwanto, dan Kasat Reskrim AKP Budhi Nasutra Waruwu SH. Selain senpi Polres Aceh Timur juga menyita tiga bahan peledak jenis granat pelontar yang diamankan di Markas Brimob Sub Den II B Aramia.

Muhajir menjeleskan pada 2014 Polres Aceh Timur telah menangani sebanyak 96 kasus narkotika, dengan rincian narkotika jenis ganja sebanyak 52 kasus dan sabu-sabu 44 kasus. Jumlah barang bukti yang disita jenis ganja sebanyak 888,470,18 gram, sabu-sabu sebanyak 753,45 grarn.


"Jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebayank 103 orang," ujarnya. Menumt Muhajir pihaknya juga menangani sebanyak 790 laporan kriminalitas. Dari jumlah tersebut sebanyak 527 kasus berhasil diselesaikan (67 persen). “Jumlah laporan polisi tentang kriminalitas di tahun 2014 jauh menurun jika dibandinglan dengan tahun 2013 lalu, sedangkan penyelesaian kasusnya meningkat," kata Kapolres.