Showing posts with label Meulaboh. Show all posts
Showing posts with label Meulaboh. Show all posts

Friday

Dihukum Baca Quran Karena Main Game Online Menggunakan Seragam Sekolah

MEULABOH - Sembilan pelajar SMP di Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (29/4) dijatuhi hukuman membaca Alquran dan menulis surah Alfatihah, usai ditangkap petugas Satpol PP WH di sebuah warung internet (warnet) di kawasan Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, saat asik main game online, dengan mengenakan pakaian sekolah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Prajadan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PPWH) Kabupaten Aceh Barat, Drs lka Suhanas Adlim, mengatakan kesembilan pelajar SMP yang ditangkap petugas itu hanya dilakukan pembinaan dan dihukum mengaji. "Penangkapan siswa yang ini merupakan bagian dari pembinaan dan penertiban terhadap pelajar yang berkeliaran di luar sekolah saat jam belajar," katanya.


Namun, pihak sekolah mengaku, bahwa pada siang kemarin, seluruh siswa memang diperbolehkan pulang lebih cepat, karena telah usai ujian. Tapi petugas Satpol PP tetap saja menghukum mereka, dengan alasan masih menggunakan seragam sekolah saat main game online di warnet.

Wednesday

Gudang Bulog Capai 1.000 Ton Gabah

MEULABOH - Persediaan gabah kering giling (GKG) yang dibeli dari petani di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya, dilaporkan saat ini mencapai 1.000 ton yang disimpan di gudang Bulog Divisi Regional (Divre) Meulaboh.


Sementara, jumlah gabah akan dibeli oleh Bulog hingga akhir tahun 2015 ditergetkan mencapai 4.500 ton. "Pembelian gabah dan beras petani ini dimaksudkan untuk mencaga stok beras dan kebutuhan pangan masyarakat," kata M Junaidi, Kabulog Meulaboh, Selasa (28 / 4).


Dikatakannya, stok beras yang dibeli dari peani di sejumlah kabupaten di wilayah ini mencapai 20 ton, dengan harga beli Rp 7.300 per kilogram. Sedangkan harga gabah kering yang dibeli seharga Rp 4.650 per kilogramnya. Ia mengakui, pembelian beras oleh Bulog terhadap hasil panen petani juga dimaksudkan untuk menghindari kenaikan harga jual beras, sekaligus menjaga kestabilan harga beras di masyarakat.

Monday

IOF Aceh Barat Mengukuhkan Kepengurusannya

MEULABOH - Ketua Umum Pengurus Daerah (Pengda) Indonesia Off-Road Federation (IOF) Aceh, Fouzi Muhammad mengukuhkan Pengurus Cabang (Pengcab) Aceh Barat masa bakti 2014-2018 yang diketuai HT AIi Devi.

Pelantikan berlangsung di Aula Setdakab Aceh Barat di Meulaboh, Sabtu (25/4) malam. Struktur pengurus inti Pengcab IOF Aceh Barat yang dilantik itu masing-masing HT Ali Devi sebagai ketua umum. Junaidi Rasyid sebagai sekretaris umum, dan Zailifthur bendahara umum.

Bagi Ali Devi sendiri, ini merupakan periode kedua dia memimpin Pengcab IOF Aceh Barat. Prosesi pengukuhan Pengcab IOF Aceh Barat dihadiri lengkap oleh Unsur Muspida yaitu Bupati HT Alaidinsyah, Dandim 0105 Letkol Inf Jaka Sutanta, Kapolres diwakili Wakapolres Kompol Nur Khamid, danWakil Ketua DPRK Aceh Barat H Kamaruddin. Juga hadir sejumlah pejabat SKPK dan yang mewakili Danrem 012/TU beserta pengurus lintas organisasi, mahasiswa, dan dari komunitas otomotif.

Ketua Umum Pengda IOF Aceh, Fouzi Muhammad dalam pidatonya berharap dengan terbentuknya susunan kepengurusan baru IOF Aceh Barat semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan semakin mempermudah melaksanakan berbagai aktivitas di lapangan, terutama pada saat menghadapi kondisi darurat bencana.


"Perkuat terus kerja sama dan koordinasi lintas organisasi demi mempermudah action di lapangan di saat masyarakat membutuhkan bantuan kita," kata Foruzi sambil menyebut salah satu contoh kerja sama yang sudah terbangun dengan organisasi RAPI dalam hal bantuan komunikasi pada saat darurat bencana.

Apresiasi bupati Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada IOF yang selama ini menurutnya telah banyak membantu pemerintah daerah dan masyarakat terutama saat terjadi bencana. "Mudah-mudahan semua potensi dan kemampuan yang dimiliki IOF bisa terus disinergikan dengan kepentingan pemerintah dan masyarakat," tandas Haji Tito, panggilan akrab Bupati Aceh Barat.


Ketua Pengcab IOF Aceh Barat, Ali Devi dalam sambutannya berharap kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan semua pihak terus berlanjut sehingga IOF bisa terus melaksanakan kiprahnya demi kepentingan daerah dan masyarakat.

Sunday

Pembalakan Liar Penyebab Banjir

MEULABOH – Banjir besar yang melanda Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat pada pekan lalu sehingga menyebabkan jalan dan jembatan gantung putus total diduga karena masih maraknya pembalakan (penebangan) liar yang perlu segera diselidiki.

"Indikasi ini jelas terlihat dari material banjir yang dibawan air," kata Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah, Sabtu (25/4). Menurut bupati, terhadap banjir besar yang melanda Palte Ceureumen kali ini cukup besar sehingga perlu diselidiki lebih mendalam lagi dan perlu diambil sebuah tindakan tegas, sehingga kasus banjir besar ke depan tidak lagi terulang. Apalagi telah merusak fasilitas penduduk seperti jalan dan jembatan putus karena air yang mengalir saat banjir sangat deras.


Aliran sungai di Kecamatan Pante Ceureumen yakni Krueng Meureubo juga berasal dari sungai di Beutong, Nagan Raya. Air dari Beutong itu mengaliri ke Pante Ceureumen dan berlanjut ke Kaway XVI, Johan Pahlawan, sebelum bermuara di Meulaboh.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Saiful AB menyatakan, banjir menyapu jalan karena pembagian air pada bedungan irigasi yang menyebar, sehingga perlu solusi yang harus di antisipasi segera.

Abaikan HET Gas 3 Kg, Pangkalan Terancam Sanksi

MEULABOH - Pangkalan Elpiji 3 Kg sebagai distributor resmi gas bersubsidi di Aceh Barat dituding menjual elpiji tersebut di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. HET untuk Aceh Barat Rp 16.000 ribu/tabung, namun pihak pangkalan menjualnya Rp 18.000 - Rp 20.000/tabung.

"Pemerintah harus menertibkan harga jual yang dinaikkan sepihak oleh pangkalan," kata Yuhlam, warga Meulaboh, Sabtu (25/4). Menurutnya, pemilik pangkalan mengaku terpaksa menjual di atas HET karena minimnya persediaan. Kondisi langkanya elpiji 3 Kg ini sernakin menyulitkan masyarakat yang harus membelinya dengan harga mahal.



Warga Meulaboh lainnya, Ardian, mengaku heran, elpiji 3 Kg sering habis di pangkalan, sementara di kios-kios cukup tersedia, namun dengan harga jual melambung hingga Rp 25.000/tabung. "Hal ini menunjukkan ada pihak yang sengaja mengambil keuntungan dari kelangkaan elpiji di daerah ini. Apalagi, saat ini banyak ditemukan usaha restoran/rumah makan yang juga menggunakan elpiji 3 Kg." Katanya.

Wednesday

STOP Handphone (HP) Saat Petir

MEULABOH – Kepala Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Meulaboh- Nagan Raya, Edi Darupti mengingatkan warga untuk tidak menggunakan handphone (HP) di saat munculnya petir. "Stop gunakan HP saat terjadi petir karena perangkat elektronik sangat mudah tersambar petir," ujarnya, Selasa (21 / 4).


Dia menambahkan, cuaca ekstrem seperti hujan petir dan angin kencang masih akan berlangsung hingga 3 hari ke depan. "Saat cuaca ekstrem, matikan HP dan hindari penggunaannya di tempat terbuka. Khususnya bagi nelayan yang berada di tengah laut, jangan pakai HP saat terjadi petir," harap Edi. Nelayan di wilayah barat dan selatan Aceh juga diminta mewaspadai gelombang tinggi di perairan bagian barat Aceh yang mencapai 1-2,5 meter.

Tuesday

Napi Ikut Ujian Nasional

MEULABOH - Dua siswa yang berstatus narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Meulaboh, Aceh Barat, masing-masing berinisial Sa (18) dan Ak (18), Senin (13/4) pagi, akhirnya dibolehkan mengikuti ujian nasional (UN) di sekolahnya, SMKN 3 Meulaboh.

Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com, kedua siswa yang dihukum karena mencuri komputer di laboratorium sekolahnya pada tahun 2014 lalu itu, dikawal petugas Lapas dibantu aparat kepolisian setempat. Tim dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh juga diturunkan untuk memantau proses ujian bagi Sa dan Ak.

Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, H Kamaruddin SE juga terlihat memantau pemberian hak mengikuti UN bagi kedua siswa tersebut" Usai mengikuti ujian nasional (UN) hari pertama, kemarin, ibu kandung Sa, Ratna Sari terlihat tak mampu menahan rasa haru, dan memeluk anaknya itu sambil menangis. Perempuan ini juga turut memberi motivasi kepada anaknya supaya bisa lulus ujian nasional dengan nilai terbaik. Usai menyalami ibunya, Sa dan rekannya Ak, dibawa kembali ke Lapas Meulaboh menggunakan mobil dinas yang sudah disiapkan.

Manual dan Online

Pelaksanaan UN SMA/sederajat pada hari pertama di Aceh Singkil, diikuti 1.749 siswa, yakni SMA 1.203 siswa, MA 272 siswa, dan SMK 274 siswa. Ujian dilaksanakan dalam dua sistem, yaitu sistem manual melalui lembar jawaban komputer (LJK) dan sistem online.

"Sistem online dilaksanakan di SMK Singkil Utara," kata Yusfit Helmi. Bupati Aceh Singkil, Safriadi, yang memantau pelaksanaan UN di SMA Negeri 1 Singkil, meminta pihak sekolah memerhatikan kondisi dan lingkungan sekolah agar mendukung proses belajar-mengajar.


"Bila ada bangunan yang rusak, segera usulkan untuk diperbaiki," kata Safriadi. Ia berjanji akan memplotkan dana yang diajukan untuk merehab gedung sekolah, demi peningkatan mutu pendidikan di daerah itu.

Thursday

Aceh Barat Menunda PSKS

MEULABOH - Penyaluran dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) gelombang II untuk keluarga miskin di Aceh Barat, ditunda meski PT Pos Cabang Meulaboh sudah menyampaikan jadwal penyaluran dimulai tanggal 11 April 2015.

"Datanya perlu divalidasi kembali, sehingga jadwal penyalurannya kami minta diundur," kata Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Barat, Ir Shah Triza Putra Utama, Rabu (8/4). Menurutnya, Dinas Sosial Aceh Barat sudah menjadwalkan rapat guna memvalidkan data penerima PSKS, apakah mengacu kepada data hasil musyawarah desa atau menggunakan data penyaluran tahap pertama pada bulan Nopember 2014 silam.

Mengingat, penggunaan data lama sempat menuai protes karena menggunakan data BPS tahun 2011. Kepala Kantor Pos Meulaboh, Pepi Indra Budi mengakui, dana PSKS untuk Aceh Barat ini sudah dijadwalkan penyalurannya pada 11 April 2015. 'Tetapi Dinas Sosial meminta diundur dan jadwal yang baru belum ditetapkan," ujarnya. Ia mengungkapkan, jumlah dana PSKS yang siap disalurkan ini masih mengacu pada data lama, dengan jumlah penerima sebanyak 15.363 RTS (rumah tangga sasaran).


Jumlah uang diterima per kepala keluarga (KK) atau RTS sebesar Rp 200 ribu/bulan, dan akan disalurkan untuk tiga bulan dengan berjumlah diterima nantinya, masing-masing Rp 600 ribu/RTS. "Dana yang disalurkan ini jatah bulan Januari, Februari, dan Maret. Terkait lokasi dan jadwal penyaluran PSKS jatah kabupaten Aceh Barat, masih harus disepakati lagi dengan Dinas Sosial," kata Pepi.

Sunday

Kualitas PTN dan PTS Akan Disamakan

MEULABOH - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof M Nasir PhD menyatakan, kualitas lulusan PerguruanTinggi Swasta (PIS) dan Perguruan Tinggi Negeri (F'TN) ke depan akan disamakan. "Karena universitas/perguruan tinggi baik berstatus negeri dan swasta, samasama mendidik anak bangsa," kata Nasir, di sela menghadiri dies natalis ke- 1 UnivesitasTeuku Umar (UTU) di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (4/4).

Menurutnya, saat ini Kemenristekdikti sedang merampungkan pembentukan lembaga layanan pendidikan tinggi (LP2Dikti) yang merupakan lembaga sebagai penganti Kopertis (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta). Lembaga LP2Dikti nantinya akan mengurusi perguruan tinggi swasta dan negeri yang saat ini masih dikonsultasikan dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). "Kalau Kemenpan RB sudah memberikan izin maka selain dibuka di pusat juga bisa dibuka di pror.insi," katanya.

Nasir menyatakan, perguruan tinggi negeri dan swasta harus meningkatkan tiga hal yang mejadi faktor kunci, yakni mutu, inovasi dan daya saing. Sementara, Gubernur Aceh, Zaini Abdnllah yang ikut hadir, berharap UTU ke depan mampu mewujudkan pendidikan yang unggul dan riren cetak generasi muda kawasan Barat dan Selatan Aceh menjadi sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan kualitas. "Pemerintah Aceh siap memberikan dukungan dalam mengalokasikan anggaran. Sehingga kampus ini lebih maju di masa mendatang." ujarnya.


Rektor UTU, Prof Jasman J Ma'ruf MBA PhD mengisahkan, universitas ini lahir 1984 yang awalnya merupakan Akademi Pertanian, kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi IImu Pertanian (STIP) Teungku Dinmdeng pada 1991 silam, dan tahun 2006 mengubah nama menjadi UTU yagn dinegerikan 1 April 2014, "Untuk jumlah mahasiswa saat ini sebanyak 4.450 orang dengan jumlah 6 fakultas," ujarnya.

Friday

Galang Dana Untuk Cholid

MEULABOH - Aksi penggalangan dana untuk Cholid Ferdiansyah, bocah usia 8 tahun yang menderita hrmor ganas, terus berlanjut. Kali ini, penggalangan dana dilakukan puluhan relawan Jokowi Center Aceh sejak Selasa (31/3). "Penggalangan dana ini sebagai wujud kepedulian, sekaligus meningkatkan silaturahmi," kata Koordinator Jokowi Center Aceh, Teuku Neta Firdaus, kemarin.


Penggalangan dana ini dilakukan dengan menempatkan relawah di beberapa di Meulaboh serta mendatangi rumah-rumah warga yang bersedia memberi bantuan terhadap bocah malang tersebut. "Dana yang terkumpul akan kami serahkan langsung kepada Kholid untuk biaya pengobatannya." kata Neta.

Razia Mopen Ilegal

MEULABOH – Polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Barat bersama petugas Dinas Perhubungan kabupaten setempat, Selasa (31/3) merazia angkutan umum ilegal yang menggunakan pelat hitam, di lintasan Meulaboh-Jeuram, kawasan Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Namun dalam razia yang melibatkan personel Polisi Militer itu, tak satu pun mobil penumpang (mopen) ilegal yang terjaring. Padahal, sebelum razia digelar, mopen ilegal itu banyak beroperasi dan sering dikeluhkan awak L30O (mopen resmi) di daerah itu.


Diduga, informasi pelaksanaan razia ini telah bocor, sehingga tak satu pun mopen ilegal yang tertangkap. "Mungkin informasinya sudah duluan bocor, makanya kendaraan yang kami targetkan tidak berhasil ditangkap." Kata Kapolres Aceh Barat AKBP Faisal Rivai SIK, melalui Kasatlantas Iptu Faisal. 

Monday

Pameran Batu di Meulaboh digelar April

MEULABOH - Pameran dan kontes batu akik atau batu cincin akan digelar pada 14-26 April 2015 di kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh, Aceh Barat. Kegiatan ini dilaksanakan organisasi Persatuan Batu Cincin di Aceh Barat, bekerja sama dengan Pemkab dan Polres setempat.


Selain dimeriahkan peserta lokal, juga mengundang peserta dari kabupaten dan provinsi lain di Indonesia. Kompleks Pasar Bina Usaha yang selarna ini dijadikan tempat jual-beli batu giok, pun mulai dibersihan sejumlah personel polisi untuk dijadikan lokasi pameran. Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai SIK mengatakan, persiapan pameran terus dimatangkan, termasuk menyediakan tempat di lantai I hingga lantai III pasar tersebut, sebagai lokasi pameran, kontes, dan penjualan batu cincin.

Minyak Naik : Tarif L300 Tetap

MEULABOH - Tarif angkutan L300 trayek Meulaboh-Banda Aceh dan Meulaboh-Medan, dan trayek antar kecamatan di Aceh Barat dilaporkan masih normal, meski harga bahan bakar minyak (BBM) naik sejak Sabtu (28/3) sebesar Rp 500/liter. Harga baru untuk BBM jenis premium/bensin kini menjadi Rp 7.300/liter dari sebelumnya Rp 6.800/1iter, dan solar menjadi Rp 6.900/liter dari sebelumnya Rp 6.400/1iter.

Beberapa petugas loket dan sopir L300 di Terminal Bis Meulaboh Minggu (29/3) mengaku, dengan naiknya harga BBM, membuat biaya operasional angkutan bertambah. "Namun kami belum menaikkan tarif, karena masih menunggu surat edaran dari Organda terhadap penyesuaian tarif," ujar Manager Loket Mandala Putra, Radi. Ketua Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Aceh Barat, Thantawi Adamy menambahkan, angkutan, umum di wilayah ini masih menggunakan tarif lama, seperti trayek Meulaboh-Banda Aceh sebesar Rp 110 ribu/orang, dan Meulaboh-Medan Rp 180 ribu/orang.

"Pengusaha angkutan sangat direpotkan dengan harga BBM yang tidak stabil ini. Namun untuk saat ini, kami masih berpedoman pada tarif lama, meski harus mengeluarkan biaya tambahan," ujarnya. Ia mengaku, kebijakan untuk tidak menaikkan tarif ini berlaku untuk angkutan antar kota dan antar provinsi dari Meulaboh, serta terhadap angkutan antar kecamatan di Aceh Barat.


Ia mengaku telah menyampaikan kepada pengusaha angkutan di daerah itu untuk tetap mengacu pada tarif lama, agar tidak ada gejolak. "Namun bila ada kenaikan BBM lagi ke depan, tarif yang digunakan saat ini harus disesuaikan kembali dengan harga baru. Kami menilai pemerintah plin-plan dalam hal kebijakan harga BBM ini," kesalnya.

Sunday

Perusahaan Wajib CSR

MEULABOH - Pemkab Aceh Barat, mulai tahun 2015 mewajibkan perusahaan yang beroperasi dl wilayah itu, melakukan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggungjawab sosial lingkungan perusahaan (TJSLP).

Sementara, Rancangan Qanun (Raqan) TJSLP sudah diserahkan bupati ke DPRK pada Rabu (11/3) lalu, untuk dibahas dan ditetapkan sebagai aturan daerah setempat. Kepala Bappeda Aceh Barat, FIT Ahmad Dadek SH mengatakan, Raqan TJSLP menjadi sebuah aturan dalam menerapkan TJSLP/CSR kepada perusahaan yang beroperasi di Aceh Barat sehingga mereka peduli kondisi masyarakat di mana perusahaan tersebut melakukan kegiatan.


Bahkan kata Dadek, tahun 2015 terdapat 15 perusahaan berkomitmen merealisasikan CSR oleh mereka dan kegiatan mereka dilaporkan ke Pemkab dengan jumlah dana direalisasi oleh 15 perusahaan Rp 34 miliar lebih. Bupati Aceh Barat, H T Alaidinsyah, Rabu (11/3), menyerahkan 11 Raqan ke DPRK yang diterima Ketua DPRK, Ramli dihadiri Muspida dan pejabat lingkup Pemkab dalam sidang paripurna dewan. 

Seniman Perkenalkan "Kotak Bercerita"

MEULABOH – Sekitar 100 peminat seni di Aceh Barat, Sabtu (14/3) mengikuti rapat kerja daerah (rakerda) menggunakan metode “Kotak Bercerita” guna mengurangi risiko bencana. Kegiatan ini berlangsung di gedung PKK di Suak Indrapuri, Meulaboh.

"Pendekatan seni terhadap upaya pengurangan risiko, sangat cocok untuk daerah rawan bencana alam seperti di Aceh Barat dan sekitarnya," kata Ketua Dewan Kesenian Aceh Barat (DKAB), HT Ahmad Dadek.


Menurutnya, upaya para pelaku seni di daerah ini untuk menyadarkan masyarakat terhadep prosesi bernamaa dan penanganannya yang sangat membantu pemerintah daerah yang juga memiliki visi yang sama terhadap pembangunan masyarakat sadar bencana.

Tongkang Temuan Di Lelang

MEULABOH – Komandan Pos TNI-AL, Letda Laut Sujatmoko menyatakan, sebuah kapal tongkang yang ditemukan nelayan Aceh Barat di laut Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) pada Juli 2014 silam, segera dilelang oleh lembaga lelang negara, dan sudah mendapat persetujuan dari
pengadilan setempat.

Ia menyampaikan hal ini menanggapi desakan nelayan agar tongkang tersebut dikembalikan untuk nelayan yang menemukannya. "Pengadilan mengatakan harus dilelang, karena ini merupakan barang temuan," kata Sujatmoko.


Sementara itu, 10 nelayan dan lembaga Panglima Laot Aceh Barat, Selasa (10/3) siang, kembali mendatangi gedung DPRK mempertanyakan status tongkang bermuatan 80 ton yang berisi dua kontainer berisi peralatan pengeboran lepas pantai itu.

Mereka berharap, jika tongkang itu dilelang dan uangnya masuk kas negara, maka Lembaga Adat Laot setempat yang juga perpanjangan tangan pemerintah, merupakan pihak yang paling berhak atas barang temuan tersebut.

Friday

Pemerintah Tidak Serius Memberantas Mafia Mopen Ilegal

MEULABOH - Sebanyak 25 sopir dan petugas loket L-300 di Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (12/3) mendatangi gedung DPRK setempat, meminta Pemkab dan lembaga terkait di Aceh Barat, serius menertibkan mobil penumpang ilegal berupa kijang rental/travel yang kini kembali marak beroperasi di wilayah itu.

"Pemerintah tidak serius. Buktinya, penertiban oleh tim terpadu yang dilakukan selama ini tidak tuntas. Sehingga mopen ilegal kembali leluasa mengangkut penumpang;" kata Agus Mulyadi, perwakilan awak L300 di Aceh Barat. Pertemuan di gedung dewan itu dipimpin Ketua Komisi C, Herman Abdullah, dihadiri Kadishubtel, Syahluna Polem, Kadis Koperasi UKM Perindag, Adami Umar, dan pejabat dari Kantor Perinzinan Tarpadu.

"Kami minta.penertiban ini dilakukan dengan tuntas dan tidak berlarut-larut," kata Agus. Karena, meski pernah dirazia dan ditertibkan, sejumlah mopen ilegal (berpelat hitam) itu tetap saja beroperasi mengangkut penumpang.


Padahal telah ada perjanjian yang melarang mereka beropeasi sebagai armada penumpang. Ketua Komisi C DPRK, Herman menyatakan, DPRK memberikan rekomendasi terhadap penertiban kendaraan yang tidak dibenarkan aturan. "Kami mendukung, kendaraan berpelat hitam yang membawa penumpang harus ditertibkan, Katanya.

Thursday

Ancaman 5 Tahun Kurungan Kasus Kasatpol PP/WH

MEULABOH -  Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai SlK menegaskan, kasus dugaan kekerasan oleh Kepala Satpol PP/WH Aceh Barat, Teuku Samsul Alam terhadap anggotanya bernama Roni, akan dilanjutkan setelah korban menolak berdamai. Kasus itu terjadi Jumat (6/3) lalu, di Kantor Satpol PP/WH Aceh Barat, saat T Samsul Alarn memaksa Roni Periansyah yang merupakan anggotanya, memungut puntung rokok menggunakan mulut disertai perlakuan kasar lainnya.

"Karena pihak keluarga korban menolak berdamai dengan pelaku Teuku Samsul Alam, kasus ini akan diproses hingga tuntas," kata AKBP Faisal Rivai SIK, Selasa (10/3). Polisi juga sudah menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi kejadian ini, termasuk meminta keterangan dari korban serta pelaku. Jika pelaku terbukti melakukan kekerasan seperli yang dilaporkan, pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun," katanya.


Sementara itu Roni Periansyah korban kekerasan tersebut membantah keterangan atasannya, Teuku Samsul Alam yang mengatakan dirinya telah melakukan tindakan tidak disiplin, seperti yang disampaikan ke media, serta menuduh dirinya sudah pernah ditegur oleh komandan regu atau komandan satuan. "Saya tidak pernah melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan itu. Saya juga tidak pernah di-skors sebelumnya, akibat perbuatan yang tidak disiplin," ujarnya.

Saturday

Pemerintah Akan Tingkatkan PAD Sektor Laut

MEULABOH - Pihak Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi (Dishubtel) Aceh Barat akan memperbanyak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor laut yang selama ini sangat minim. Pasalnya, aturan selama ini dana yang dapat dikutip dari kapal yang berlabuh sekitar dua mil atau empat kilometer dari bibir pantai.

"Di laut Meulaboh kini cukup banyak kapal berlabuh. Tapi karena regulasi yang tersedia terbatas, sehingga PAD lowong," kata Kabid Laut dari Dishubtel Aceh Barat, Dahlan kepada Aceh-gayo.blogspot.com. Jumat (6/3).


Menurut Dahlan, PAD yang dapat dikutip hanya dari kapal dan tongkang bersandar di pelabuhan yang penggelolaannya 70 persen ke Pelindo dan 30 persen ke Pemkab Aceh Barat namun selama ini banyak kapal yang berlabuh di laut Meulaboh, tapi tak menghasilkan PAD karena mereka berlabuh lebih dari dua mil dari bibir pantai dan barangnya diangkut dengan tongkang, seperti kapal batu bara PLTU, batu bara Mifa, kapal CPO, kapal Pertamina, dan kapal lainnya.

"Ke depan perlu diurus aturan yang lebih besar lagi, seperti penggelolaan di laut bisa diberikan hingga 10 mil, maka dipastikan kapal yang berlabuh di laut Meulaboh bisa dipunggut PAD.'' jelas Dahlan.

Thursday

Beras Ketan Impor

MEULABOH - Beras ketan atau beras pulut yang dijual di Meulaboh, Aceh Barat, dilaporkan masih merupakan produk impor dari Thailand dan Vietnam. Sementara, beras ketan produksi lokal kurang diminati karena berkualitas rendah. Pedagang beras di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Rabu (4/3) mengatakan, harga beras ketan impor itu, saat ini dijual Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu/Zak (isi 25 Kg)".

"Beras ketan produk Aceh, meski tersedia dengan harga lebih murah, namun kurang diminati pembeli karena kurang bagus kualitasnya," kata Habibi, pedagang di pasar tersebut. Beras ketan produk lokal ini rata-rata dihasilkan dari daerah Tangse, Pidie, Aceh Barat, dan Nagan Raya.


Namun, dalam panen raya tahun ini di beberapa daerah kabupaten di Aceh, sangat minim produksi beras ketan. Karena rata-rata petani menanam padi biasa (bukan padi ketan) Padahal, untuk beras biasa yang dikonsumsi sehari-hari, harga saat ini turun hingga Rp 10 ribu/zak dari biasanya. Untuk meningkatkan nilai jual beras, petani seharusnya juga diimbau mengembangkan tanaman beras ketan untuk kebutuhan lokal. Sehingga pasokan beras ketan impor bisa ditekan.