Wednesday

Langka Lagi Elpiji 3 Kg

LHOKSUKON – Sejak dua pekan lalu hingga kemarin, warga sejumlah kecamatan di Aceh Utara kesulitan memperoleh elpiji tiga kilogram (KG). Karena itu, warga harus membeli elpiji tersebut ke sejumlah kecamatan lain. Kondjsi hampir sama juga terjadi di beberapa kecamatan di Bireuen. Mansurdi, warga Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (2 / 6) mengatakan, kelangkaan elpiji 3 Kg di kawasan itu sudah berlangsung dua pekan. Elpiji yang masuk ke pengecer di desanya harrya 30 tabung, sedangkan kebutuhan sekitar l00 tabung.

Akibatnya, warga yang tidak kedapatan harus mencari ke wilayah lain. Karena langka, harga dari Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per tabung naik menjadi Rp 23 ribu-Rp 25 ribu per tabung. Dahwi, warga Seumirah, Kecamatan Nisam dan Efendi, warga Keude Sawang juga mengaku saat elpiji masuk ke kios pengecer di kawasan itu, dalam waktu dua jam langsung habis terjual. Sehingga tak semua warga bisa mendapatkannya. Hamdani, warga Desa Ranto, Kecamatan Meurah Mulia menyebutkan, tadi pagi (kemarin-red) dirinya sudah mencari elpiji 3 Kg ke sejumlah pangkalan di kecamatan itu, tapi tidak ditemukan. "Pada sejumlah pedagang pengecer juga kosong stoknya," ujar Hamdani.


Zulhardini (30), warga Desa Blang Dalam, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara juga mengatakan di kawasan itu sudah tiga hari tak ada elpiji 3 Kg di pasar. "Kalaupun ada, harga Rp 23 ribu sampai 24 ribu per tabung," ungkapnya. Kabid Perdagangan Disperindag Aceh Utara, Zainal Abidin menduga langkanya elpiji 3 Kg karena selama ini banyak warga yang dulunya menggunakan elpiji 12 kg beralih ke 3 kg, sehingga ada warga yang tak kedapatan. "Kami akan cek ke lapangan, agar saat Ramadhan nanti elpiji 3 Kg tak boleh langka," ujamya.

Kondisi hampir sama juga terjadi di Bireuen. Informasi yang diperoleh Aceh-gayo.blogspot.com, kemarin, sudah hampir seminggu warga sejumlah kecamatan di kabupaten itu kesulitan memperoleh elpiji 3 Kg. Bahkan, di beberapa pangkalan stok gas tersebut juga kosong. "Kami kesulitan memperoleh gas tiga kilogram sejak empat hari lalu," ujar Amir, warga Geulanggang, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

Ia berharap pasokan gas untuk rakyat kecil segera lancar kembali., apalagi dua minggu lagi sudah memasuki bulan Ramadhan. Kami juga berharap pihak terkait terus memantau harga elpiji tersebut. Sehingga harga gas tersebut tak terjadi kenaikkan.

Operasi Simpatik Polres Galus

BLANGKEJEREN – Petugas Saltantas Polres Gayo Lues (Galus) yang melakukan Operasi Patuh Rencong 2015 berhasil menjaring puluhan sepecia motor yang tidak melengkapi surat-surat atau standar keselamatan. Razia dilaksanakan di Pendopo Bupati yang berada di lintasan Blangkejeren - Kutacane, Selasa (2/6).

Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com, di sekitar lokasi razia, puluhan pengguna kendaraan roda dua terjebak razia., sehingga sebagian berusaha rnenghindari petugas dengan mencari jalur pintas atau perkampungan. Selain seprnor, puluhan kendaraan roda empat atau mobil pribadi ikut diperiksa polisi, tetapi seluruhnya lengkap, sehinga tidak ada yang terjaring razia. Kapolres Galus, AKBP Bhakli Eri N melalui KBO lantas, Ipda Yulizan, kepada aceh-gayo.blogspot.com kemarin nrengatakan sebanyak.enam pengendara sepeda motor ditilang dan 9 lainnya diberikan teguran.


Disebutkan, pengendara yang tidak rnemakai helm dan tidak membawa surat kendaraan diminta pulang untuk mengambilnya sebelum dilepas kembali. Dia berharap, para pengendara tetap membawa surat-surat dan memakai helm, bukan hanya mencegah terjaring razia. Tetapi juga untuk keselamatan diri sendiri saat terjadi kecelakaan. Dikatakan, razia sirnpatik akan dilakukan secara bertahap, sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

Perbaikan Jalan Nasional

KUTACANE – Badan jalan nasional di Desa Semadam. Kecamatan Semadam dan sekitarnya, Aceh Tenggara yang rusak mulai diperbaiki. Kondisi jalan yang berlubang diaspal kembali dan diperkirakan akan rampung dikerjakan sebelum Idul Fitri. Kepala PPK 8 Aceh Tenggara, Sjafrizal. Kepada Aceh-gayo.blogspot.com Seiasa (2/6) mengatakan badan jalan nasional yang berlubang ditutup secara perananen.

Dia mencontohkan, seperti di kawasan Semadam, juga kawasan lainnya, tempat jalan rusak atau berlubang, sehingga kembali mulus seperti semula. Dia menjelaskan, jika bahan aspal terus diproduksi, maka penambalan jalan berlubang dapat dituntas sebelum lebaran. Sedangkan Syamsuddin salah seorang warga mengakui jalan berlubang mulai diperbaiki, seperti berlubang dibelah, kemudian ditanbal dengan aspal.


Dia berharap seluruh badan jalan yang berlubang diperbaiki secara permanen karena sebagai jalur pemasarkan hasil bumi dan sebaliknya, pasokan sembako, bahan bangunan dari Medan, Sulnatera Ulara.

Tersangka Korupsi Rumah Bantuan Menyeret Mantan Kepala BPBD

REDELONG – Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bener Meriah, Lutfi Mirwan IB, ditetapkan sebagai tersangka bersama dua lainnya. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi atas bantuan sosial berpola hibah untuk rehabililasi ruas Jalan Sukajadi, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah pada 2011 lalu.

Dua tersangka lainnya, Ir Adika Putra selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan, kuasa Direktur CV Pante Raya, Azhar Effendi. Ketiganya diduga terlibat kasus tipikor pembangunan rehabilitasi Jalan Sukajadi, Kecamatan Wih Pesam bersumber dari APBN 2011 sebesar Rp 746 juta lebih dan terdapat kerugian negara Rp 217 juta lebih.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Wawan Setiawan melalui Kasat Reskrim, AKP Arif Sanjaya SH, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Senin (1/6) mengatakan para tersangka trersama barang bukti (BB) telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Simpang Tiga Redelong pada 20 Mei 2015. "Dugaan kompsi pada rehabilitasi Jalan Sukajadi karena tak sesuai dengan volume pekerjaan setelah dihitung ulang oleh tim ahli Unsyiah untuk fisik serta audit BPKP," kata Arif Sarjaya.


Dia menjelaskan paket itu dikerjakan oleh CV Pante Raya yang menyebabkan kerugian negara Rp 217 juta lebih. Arif Sanjaya menjelaskan proses lidik telah dilakukan oleh Polres Bener Meriah sejak 2012 lalu dan melalui sejumlah proses, tennasuk pemeriksaan tim ahli. Dia mengungkapkan pada pertengahan Pebruari 2015, telah diserahkan berkaske Kejari Simpang Tiga Redelong. "Setelah berkas dinyatakan lengkap, baru para tersangka dan BB diserahkan ke kejaksaan," jelasnya.

Terkait tidak ditahannya para tersangka, Arif Sanjaya menyebutkan ketiga tersangka bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan karena ketiganya selalu hadir dan tidak pernah menolak panggilan penyidik. "Pada saat pelimpahan berkas ke kejaksaan, mereka semua hadir dan kalau di kejaksaan, kita kurang paham, apa ditahan atau tidak," sebut Arif Sanjaya.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Aceh-gayo.blogspot.com, Polres Bener Meriah masih mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait rumah bantuan di Dinas Sosial (Dinsos). Namun untuk kasus tersebut, pihak kepolisian masih melakukan sidik. "Untuk proses ini, masih kita sidik. Ya kalau hasilnya nanti ada dugaan korupsinya, maka akan tetap kita lanjutkan," pungkas Kasat Reskrim Polres Bener Meriah ini.

Gajah Kembali Hancurkan Kebun

CALANG - Satu ekor gajah liar Senin (1/6). Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari telah memporak-porandakan sejumlah tanaman sawit, karet dan pohon nangka di Desa Lhok Bot, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Bahkan gajah tersebut merayap hingga keperumahan penduduk di desa itu saat memakan batang sawit yang baru satu tahun ditanam dekat rumah. "Kebun karet yang hampir bisa dideres, habis dicabut gajah liar.

Tanaman yang menjadi sandaran ekonomi warga ini hancur diamuk Teungku Rayeuk (Gajah)," ujar Arlis, warga Lhok Bot, Senin (1/6). Ia menarnbahkan, gajah mencabut dan memakan batang karet dan batang sawit milik warga yang baru satu tahun ditanam itu, dicabut dan di makan oleh gajah tersebut.



Selain itu, gubuk yang ada juga dirusak. Keuchik Lhok Bot, Kecamatan Setia Bakti. Marwan mengatakan satu ekor gajah liar terlihat sering turun ke perkampungan/kawasan rumah penduduk. Wargapun khawatir akan menjadi sasaran amukan hewan tersebut.

Asik Telponan Warga Tewas Tersambar Petir

SUKAMAKMUE - Darmanto, seorang warga yang tercatat sebagai warga Gampong Lawa Batu, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (31/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB dilaporkan tewas mengenaskan disambar petir ketika sedang menggunakan Handphone (Hp) di nawah sebuah gubuk tempat ia berteduh dari hujan.

Korban tewas dengan kondisi tubuh lebam membiru, akibat terbakar sambaran petir di tengah cuaca buruk yang melanda Nagan Raya dan sekitarrrya. Sementara itu, teman Darmanto bernama Zulkifli, yang berada didekat tubuh korban, juga terbakar namun masih nyawanya masih selamat dan kini dirawat intensif di IGD RSUD Nagan Raya.


Informasi dihimpun Aceh-gayo.blogspot.com, Darmanto dan rekannya Zulkifli saat itu berteduh di sebuah gubuk, dan korban menelpon temannya menggunakan telepon genggam (seluler). Meski suara petir sedang menggelegar, namun korban tak menggubrisnya Sinyal elektronikrnagnetik pada HP itu pun memicu sambaran petir yang berisijutaan kilowatt arus listrik, yang mengarah langsung ke gubuk mereka berteduh.

"Darmanto langsung terbakar dan tewas seketika, sedangkan Zulkifli mengalami luka bakar parah karena duduk tak jauh dari korban yang sedang menelepon," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Agus Andrianto SIK, melalui Kapolsek Kuala, Ipda Tri Andi Dharma, kemarin.

LKPJ Aceh Tamiang

KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang. Hamdan Sali menyampaikan laporan keterangan pertanggungi awaban (LKPJ) kinerja tahun 2014 pada sidang paripurna DPRK Aceh Tamiang di gedung dewan setempat, Senin (1/6). Penyampaian LKPJ bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan APBK sekaligus sebagai bahan kajian untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Bupati Hamdan Sati dalam pengantar mengatakan, tahun 2014 realisasi pendapatan yang diperoleh dalam rangka membiaya penyelengaraan Pemkab Aceh Tarniang mencapai Rp 925.342.445.7 48, sedangkan penyerapan anggaran belanja sebesar Rp.897.491.135.764, 95. Serta surplus ralq merupakan selisih realisasi pendapatan terhadap belanja sebesar Rp 27.851.309.983 pada pos pembiayaan.


Sedangkan realisasi penerimaan sebesar Rp. 81.401.698.709. Sedangkan pembiayaan penyertaan modal (investasi) untuk PT Bank Aceh dan tiga BUMD baru, yakni PT Petro Tamiang Raya, PT Rebong Permai Jaya, dan PT Kuala Simpang Petrolium sebesar Rp 9.750.000.000. Juga diungkapkan, kendala pengelolaan keuangan daerah berupa laju pertumbuhan belanja berupa kebutuhan gaji aparatur, dan opersional penyelenggaraan pemerintah yang besar tidak diimbangi dengan kontribusi PAD yang belum signifikan terhadap penerirnaan dan pembiayaan pengeluaran secara keseluruhan.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan berbagai prestasi Aceh Tamiang diantaranya memperoleh opini WTP atas hasil audit laporan keungan pemerintah. Berbagai prestasi tersebut sejatinya merupakan langkah nyata untuk terus mewujudkan kornitmen kita dalam mensejahterakan warga Tamiang.

PJKA Pantai Khutang Di Buka Menteri Yohana

MEUREUDU – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduungan Anak (PP dan PA), Prof Dr Yohana Yambise, Senin (l/6) rnembuka Pekan Kebudayaan Pidie Jaya (PKPJ) ke-4 di Pantai Kuthang, Kecamatan Trienggadeng. Pada acara pembukaan kegiatan yang dirangkai dengan HUT ke-VIII Pidie Jaya itu juga hadir Staf ahli Kementerian Koordinator Perekonomian, Dr Raldi Koestur, Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, Asisten III Setdaprov Aceh, Muzakkar SH serta para undangan lainnya.

Pembukaan kegiatan itu ditandai dengan pemukulan beduk (peh tamboh) Menteri PP dan PA, Frof Dr Yohana Sambise yang didampingi Wakil Gubemur Aceh, Muzakkir Manaf serta unsur Muspida Pidie dan Pijay. "PKPJ ini memberikan ciri tersendiri dan patut dimasukkan menjadi agenda pariwisata nasional, "sebut Yohana Yambise dalam pengarahannya. Yohana menegaskan, dari 23 kabupaten yang ada di Aceh, hanya empat kabupaten yang memiliki inisiasi yang layak anak.


Sedangkan di Indonesia, juga ahanya ada dua provinsi layak anak, yaitu Papua dan Aceh. Yohana juga meninta kepada Bupati Pijay, agar perempuan di Gampong Janda yang ada di Kecamatan Badar Dua, Pijay, agar segera diusul agar dapat direalisasikan bantuan. "Saya proposal dari Pak Bupati untuk pemberdayaan kaum perempuan ada di Gampong Janda,” jelasnya. Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf dalam sambuatannya menggatakan, salut terhadap perkembangan Pijay.

Meskipun sebagai kebupaten termuda di Aceh, tapi mampu tampil secara mandiri menunjukkan prestasi nasional. Seperti 2012 sebagai daerah Otonomi terbaik se Indonesia, pengembangan kota hijau di tingkat nasional, dan provinsi adalah kabupaten lumbung pangan,"sebut Mualem.

Dikatakan, memasuki usia ke 8 tahun. Pijay tidak mengikuti sebagai kabupaten pemekaran saja, akan tetapi Pijay mampu tampil secara mandiri dalam meraih sukses dalam bidang pertanian, perkebunan, pertambakan serta perolehan hasil tangkapan nelayan yang signifikan. Bupali Pijay. H Aiyup Abbas mengatakan. memasuki usia delapan tahun Pijay masih membutuhkan dukungan semua pihak terutama dalam bidang pendidikan, peningkatan SDM serta infrastruktur.

Sebagai daerah yang masih seumur jagung, tentunya sangat membutuhkan perhatian Pemerintah provinsi dan Pusat. Dr Raldi Koestari menggatakan. PKPJ sebagai pendukung dalam mengembangkan aspek parawisata yang tentunya akan menarik pihak investor. PKPJ ke-4 itu akan berlangsung sepekan dengan berbagai acara, seperti pemeran pembangunan, festival budaya, permaian rakyat, dan pasar rakyat. Untuk kegiatan pemeran, diikuti oleh 51 stand pemeran dari sejumlah dinas, badan, dan kantor serta Perbankan, LSM, dan dunia usaha.

Petugas Baitul Mal Gampong Dilantik

JANTHO – Kepala Baitul Mal Aceh Besar, Dr Jasafat MA, Senin (1/6) melantik 300 petugas Baitul Mal Gampong yang direkrut dari 10 kecamatan yang ada. Usai acara pelantikan di Kantor Caniat Peukan Bada, para pengurus Baitul Mal Gampong itu juga inengikuti pelatihan dan sosialisasi menyangkut dengan fungsi dan tugas para petugas Baitul Mal tersebut.

Para pengurus Baitul Mal Gampong direkrut dari 10 kecamatan, yakni Kecarnatan Peukan Bada, Lhoong, Darul Imarah, Ingin Jaya, Blang bintang, Kutabaro, lembah Seulawah, Seulimuem dan dari Kecamatan Pulo Aceh. Pelatihan yang berlangsung sehari penuh itu juga diisi oleh Kepala Baitul Mal Aceh Besar, Dr Jasafat MA, Kakankemenag Aceh Besar, Drs Salahuddin, Ketua MPU Aceh Besar Tek Muhammad dan Dr Badrul Munir LC. Juga ikut menyampaikan materi Nasrullah SAg.


Kepala Baitul Mal Aceh Besar dalam sambutannya mengatakan, bdhwa tujuan pembentukan Baitul Mal Gampong adalah untuk menyosialisasikan dan menghimpun zakat yang dimulai dari masing-masing gampong. Katanya, sampai kini potensi zakat di gampong-gampong sangat besar tetapi belum dikelola dengan baik. Sehingga perrhasalahan umat dan masyarakat gampong sampai hari ini belum terselesaikan.

Sebaliknya jika potensi zakat sudah dikelola dengan baik, maka dengan sendirinya PAD Aceh Besar akan bertambah yang kemudian memungkinkan kabupaten untuk mendapatkan nilai lebih dari Pemerintahan Aceh. Selain itu, para penerima zakat sangat dimungkinkan bertambah yang dengan sendirinya tingkat kesejahteraan masyarakat Aceh Besar semakin bertambahjumlatrnya.

Ikuti sosialisasi

Sementara itu, 90 keuchik di Kota Banda Aceh mengikuti sosialisasi standar operasional prosedur (SOP) pendataan dan penyaluran zakat Baitul Mal yang diselenggarakan Baitul Mal Banda Aceh di aula lantai II Gedung C, Kompleks Balai Kota Banda Aceh, Senin (1/6).

Kegiatan ini dibuka Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal. Ketua Panitia Sosialisasi; Marwidin Mustafa mengatakan kegiatan ini dimaksudkan agar adanya sinkronisasi dalam pendataan dan penyaluran zakat yang dirniliki gampong sama dengan data yang ada di Baitul Mal. tuntutan yang harus kita lakukan, sehingga pendataan dan penyaluran zakat benar-benar bersih, jujur dan adil," kata Marwidin.

UIN Ar-Raniry Buka Pendaftaran Hingga 13 Juni 2015

BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menerima calon mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2015/2016 melalui jalur Ujian Masuk Pergurran Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM:PTKIN).

Pendaftaran melalui jalur tersebut dapat diakses secara online melalui www.um-ptkin.ac.id sejak 12 Mei dan akan ditutup pada 13 Juni 2015. Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Farid Wajdi Ibrahim MA mengatakan, UM-PIKIN adalah sebuah mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi Islam-UIN, IAIN, STAIN-secara serentak di seluruh Indonesia. Jalur itu merupakan mekanisme yang dilakukan setiap tatrunnya di bawah Kementerian Agama. "Jalur ini adalah jalur resmi masuk perguruan tinggi agama di Indonesja. Ini memudahkan bagi siapa yang ingin masuk perguruan tinggi agama, termasuk kampus kita ini (UIN Ar-Raniry)," kata Farid saat konferensi pers di kampus setempat, Senin (1/6).


Farid menjelaskan untuk mekanisme pendaftaran, bisa mengakses melalui laman www.um-ptkin.ac.id  di jejaring internet. Di sana, akan dijelaskan semua inforfnasi tentang pendaftaran, termasuk ujian tulis serentak, 23-24 Juni 2015 dan hasilnya akan diumumkan pada 27 Juli. Secara singkat Farid menjelaskan, ada beberapa langkah yang hams dilakukan calon mahasiswa untuk mendaftar melalui jalur tersebut Disebutkan, dari 55 perguruan tinggi Islam di Indonesia. UIN Ar-Raniry saat ini berada pada tingkat kedua kampus paling banyak pendaftar di bawah Makassar yang berada di urutan pertama.

Hingga Senin kemarin jumlah peserta yang mendaftar pada UIN Ar-Raniry melalui jalur UM-PTKIN 3.829 peserta. Jumlah itu katanya, akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan hingga pendaftaran ditutup pada 13 Juni mendatang. Selain jalur itu, UIN Ar-Raniry juga akan menerima calon mahasiswa melalui jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Ar-Raniry, 27 Juli - 7 Agustus 2015.

Jalur ini merupakan seleksi lokal mahasiswa baru yang dilakukakan kampus setempat. "Bagi yang tidak lulus di UIN Ar-Raniry melalui jalur UM-PTKIN, masih ada kesempatan kedua melalui jalur PMB. Untuk informasinya bisa langsung ke UIN Ar-Raniry atau nanti akan ada informasi melalui www.pmb.ar-raniry.ac.id " tutup Farid.

Saturday

52 Kantong Darah Terkumpul dari Polres

REDELONG – Polres Bener Meriah mengumpulkan darah sebanyak 52 kantong dalam kegiatan donor yang diselenggarakan di aula Mapolres, Jumat (29 / 5) pagi. Donor darah yang diikuti 192 anggota Pobes Bener Meriah dan 20 personel Brimob Kompi Subden B, mempakan bagian dari serangkaian kegiatan menyambut HUT Bhayangkara ke-69.

Dilaporkan, ratusan personel polisi, mulai dari bintara sampai perwira harus antre untuk mendonorkan darah. Demikian juga, sejumlah anggota Brimob yang tak ketinggalan mengikuti kegiatan donor yang dibantu Palang Merah Indonesia (PMI) Bireuen. Meski sebagian besar anggota polisi ini sudah pernah mengikuti donor darah, namun ada yang masih terlihat meringis ketika jarum suntik menempel di pergelangan tangan. Tetapi suasana kembali mencair karena dibarengi dengan canda dan tawa sejumlah personel yang sedang antre.


Kapolres Bener Meriah, AKBP Wawan Setiawan melalui Wakapolres Kompol Basri SH MH, mengatakan, kegiatan bakti sosial yang dilakukan jajarannya diawali dengan donor darah. "Sebenarnya, target kita bisa mengumpulkan darah 150 kantong, namun banyak yang belum bisa mendonorkan darahnya karena alasan kesehatan," kata Basri.

Menurutnya, dalamkegiatan donor darah. Polres Bener Meriah, melibatkan PMI Bireuen, karena belum ada bank darah yang mampu menampung darah dari hasil donor. "Bila ada warga kita yang membutuhkan darah, bisa segera meminta ke PMI Bireuen," ujarnya. Dijelaskan, kegiatan lain yang akan dilaksanakan berupa membersihkan sarana ibadah yaitu Masjid Lampahan, Kecamatan Timang Gajah. Ada juga gerak jalan santai, pertandingan bola voli, tenis meja dan catur khusus internal, serta di bulan puasa nanti juga dilaksanakan buka puasa bersama," pungkas Kompol Basri.

Audit Keuangan BKPP Abdya

BANDA ACEH - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Afrizi Hadi mengatakan audit koordinasi dan supervisi dalam rangka pencegahan korupsi oleh Tim Auditor KPK dan BPKP terhadap pelaksanaan APBK Abdya 2014-2015 sudah tuntas pada Kamis (28/5). Saran dari auditor KPK dan BPKP terhadap Pemkab Abdya untuk mematuhi semua aturan dalam pelaksanaan APBK," kata Afrizi Hadi kepada Aceh-gayo.blogspot.com di Kantor BPKP Aceh. Banda Aceh, Jumat (29/5).

Didampingi sejumlah kepala bidang di BPKP Aceh, Afrizi mengatakan, pihaknya sempat terkejut dengan berita berjudul “Tim KPK Audit Pemkab Nagan" seperti dimuat Acceh-gayo.blogspot.com beberapa hari lalu. Pasalnya, menurutnya jika masyarakat yang membacanya, berita itu terkesan tim auditor KPK dan BPKP, sedang mengaudit khusus terhadap dugaan tindak pidana korupsi.


Padahal, audit yang dilakukan Tim KPK dan BPKP itu adalah audit koordinasi, supervisi dalam rangka pencegahan korupsi. BPKP dan KPK, kata Afrizi Hadi, ada melakukan penandatanganan kerjasama untuk pelaksanaan supervisi pencegahan korupsi. Tindak lanjut dari kerjasama itu, adalah melakukan koordiirasi, supervisi dalam pencegahan korupsi di daerah, baik pada jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Untuk sampel pertama tindak lanjut dari kerjasama BPKP dengan KPK itu, lanjut Afrizi Hadi, pada tahun 2012-2013, pihaknya telah melakukan pelaksanaan supervisi pencegahan korupsi untuk Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh. Pada tahun 2013 - 2014, kegiatan yang serupa dilakukan untuk Aceh Utara dan Pidie. Sedangkan pada 2014-2015, sasaran supervisi pencegahan korupsinya, diambil dua kabupaten lagi, yaitu Abdya dan Nagan Raya.

Kata Afrizi, dalam pelaksanaan koordinasi, supervisi pencegahan korupsi itu sampelnya diambil dua tahun anggaran yang berdekatan untuk perbandingan. "Kemudian tim audiior KPK maupun BPKP bisa melihat dan menganalisa sistem pengadaan barang dan jasa, penyaluran dana bansos dan hibah. Berikutnya dalam pelaksanaan peningkatan pendafatan asli daerah, apakah sudah dilakukan dengan sistem standar minimal yang benar atau belum," kata Afrazi.

Misalnya, kata Afrizi, dalam pengadaan barang dan jasa, apakah sudah dilakukan sesuai isi keppres yang mengatur tentang pengadaan barang dan jasa, begitu juga dengan pelaksanaan penyaluran dana hibah dan bansos, apakah sudah sesuai permendagri yang mengatur penyaluran dana hibah dan bansos tersebut.

Empat Tahun Penjara Bagi Pengurus Gafatar

BANDA ACEH – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut enam pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) selama empat tahun penjara. Mereka dinyatakan terbukti bersalah melakukan penistaan agama dengan mengakui bahwa Mesias atau Ahmad Musadeq sebagai juru selamat atas kondisi peradaban yang sedang hancur ini.

Tuntutan itu dibacakan oleh Ketua Tim JPU Kejari Banda Aceh, Yovandi Yazid SH, pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Jumat (29/5). Keenam terdakwa adalah T Abdul Fatah, Ridha Hidayat, Fuadi Mardhatillah, M Althaf Mauliyul Islam, Musliadi, dan Ayu Ariestyana. Amatan Acceh-gayo.blogspot.com, sidang yang didiketuai Syamsul Qamar MH dibantu hakim anggota Muhifuddin SH MH dan Akhmad Nakhrowi Mukhlis SH dibuka sekitar pukul 14.30 WIB.


Sejumlah pengunjung memenuhi ruang sidang. Sebelum sidang dimulai, sejumlah pengunjung sempat melakukan unjuk rasa di depan PN Banda Aceh agar para terdakwa dihukum seberat-beratnya. JPU mengatakan, dari hasil keterangan dari sejumlah saksi, saksi ahli, dan bukti-bukti yang diperlihatkan di persidangan menyebutkan para terdakwa terbukti bersalah. Para terdakwa mengakui bahwa Mesias atau Ahmad Musadeq sebagai juru selamat atas kondisi peradaban yang sedang hancur ini.

Selain itu, meyakini Mesias sebagai pembawa risalah dari Tuhan Yang Maha Esa. Intinya, perbuatan terdakwa terlah melanggar Pasal l56 a huruf A Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). "Kata-kata Mesias sebagai juru selamat dan pembawa risalah dari Tuhan YME tersebut telah menodai kaidah-kaidah dalam Islam. Dalam kaidah Islam. Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang membawa risalah dari Allah SWT," baca Yovandi.

Selama ini, lima terdakwa pria dalam perkara ini ditahan di Rutan Banda Aceh di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar dan seorang terdakwa wanita, Ayu Ariestyana ditahan di Cabang Rutan Wanita Lhoknga, Aceh Besar. Penahanan keenamnya dilakukan sejak 8 Januari 2015.

PU Menjadi Gudang Alat Berat Rusak

LHOKSEUMAWE – Peralatan kerja terutama alat beraT milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lhokseumawe terbengkalai karena banyak yang rusak. Hal itu diketahui saat Tim Pansus II DPRK setempat berkunjung ke dinas tersebut, Jumat (29 /5).

Ketua Pansus II DPRK Lhokseumawe, Hasbi menjelaskan, alat berat yang rusak seperti eskavator, compact, tiga mobil tangki, alat pengolah aspal atau asphalt mixing plan (ANIP), damtruk, dan mesin penyemprot aspal (asphalt sprager). "Selain tak dirawat, alat itu ditempatkan di halaman kantor dengan tanpa atap. Seharusnya digudangkan dan yang rusak diperbaiki, jangan terbengkalai seperti itu," ungkap Hasbi.

Walaupun alat-alat itu tak bisa dikomersilkan lanjutnya, tapi harus tetap dipelihara, apa lagi ada dana khusus untuk hal itu Tim pansus juga berkunjung ke waduk Pusong dan meminta Dinas PU membersihkan waduk itu sebulan sekali, agar air tidak bau. Sebab, menurut Hasbi, sekarang pembersihan waduk tersebut dilakukan tiga bulan sekali. Kadis PU Lhokseumawe, Mulyanto mengatakan alat berak yang rusak itu tak diperbaiki karena dana pemeliharaan yang tersedia sangat minim.



Terkait lokasi penempatan alat berat, menurutnya, sudah direncanakan akan dibuat gudang namun hingga ini belum ada dana. "Untuk pembersihan, dana yang tersedia hanya untuk tiga bulan sekali. Namun, bila DPRK meminta dibersihkan sebulan sekali, ke depan kita akan coba ajukan tarnbahan dana pembersihan." jelasnya.

Pendataan Rumah Rehab Oleh Pemda

BIREUEN - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bireuen bersama tim gabungan mendata rumah yang akan dibantu dalam program bedah rumah tahun ini. Langkah itu dilakukan untuk menghindari munculnya masalah di lapangan nantinya serta untuk mendata rumah yang akurat dan bantuannya tepat sasaran.



Kadissosnakertrans Bireuen, Ridwan SH kepada Serambi Kamis (28/5) mengatakan, tim itu sudah bekerja sejak dua minggu lalu. "Jumlah pemohon program bedah rumah mencapai 8.000 orang, sedangkan tahun ini hanya dibantu 1.000 rumah. Setiap rumah akan diberi bantuan Rp 10 juta. Dana itu sudah termasuk untuk ongkos tukang," jelasnya.

Kasus Paket C Tersangka Jadi Tahanan Luar

BIREUEN - Empat tersangka kasus joki paket C sejak beberapa waktu lalu menjadi tahanan luar dengan jaminan keluarga dan dinas terkait. Mereka akan dipanggil kembali setelah berkasnya rampung dan akan diserahkan ke Kejari Bireuen dalam waktu dekat untuk proses lebih lanjut. Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Kadhafi SIK melalui Kasat Reskrim AKP Syamsul SH mengalakan hal itu kepada Acceh-gayo.blogspot.com, Jumat (29/5) terkait pertanyaan warga Bireuen mengapa keempat tersangka kasus itu tidak ditahan lagi di Mapolres Bireuen. "Mereka jadi tahanan luar dengan jaminan dari keluarga dan dinas terkait, tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti," ujarnya.

Sebelumnya, Tgk Lutfi, guru pesantren di Arongan, Simpang Mamplam, Tgk Lutfi mempertanyakan penyelidikan kasus itu karena ada tersangka yang tidak lagi ditahan. Apakah tersangka sudah bebas atau tahanan luar," ujarnya. Ia berharap kasus itu diusut tuntas sampai ke pengadilan. Sehingga pelaku menyadairi hal tersebut adalah perbuatan melanggar hukum. Seperti diketahui, Polres Bireuen, Rabu (15/ ) lalu menangkap 42 joki yang ikut ujian paket C.


Setelah sempat diamankan ke Polres setempat beberapa jam, mereka dilepaskan. Akhirnya, empat pengelola paket C menjadi tersangka. Mereka adalah Ramli Mahmud (pengelola PKBM Uthulubul Ilmi Peusangan), Aguswan Hasbi (pengelola PKRM Bina Bangsa Satu Juli), Anwar (pengelola PKBM Mitra Lestari Peusangan), dan Mukhlis selaku pengelola PKBM Darul Huda, Pandrah. 

Karena Kesal di Tagih Hutang PNS Bacok Tetangga

LHOKSUKON – Khadijah (40), PNS asal Desa Tanjong Ara Kecamatan Tanah Jarnbo Aye, Aceh Utara nekat merampas parang milik Juwairiah (32) dan kemudian membacoknya karena kesal korban yang juga tetangganya terus menerus menagih utang pada pelaku. Hal itu diungkapkan Khadijah saat diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut di Mapolsek Tanah Jambo Aye, kemarin.

Pembacokan tersebut terjadi di kebun kawasan Desa Tanjong Ara, Selasa (26/5) siang. "Kejadian itu berawal setelah korban menelepon tersangka dan mengajak bertemu untuk membahas soal utang. Lalu, keduanya sepakat bertemu di kebun kawasan desa setempat yang tak jauh dari rumah mereka," ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Teguh Yano Budi kepada Acceh-gayo.blogspot.com, Jumat (29 / 5). Tak lama setelah bertemu di kebun itu, lanjut Kapolsek, mereka terlibat adu mulut dan kemudian Khadijah merampas parang dari tangan korban lalu membacok Juwairiah tiga kali.


Saat itu korban berhasil merebut kembali parang dari tangan pelaku, tapi tak berhasil membacok tersangka. "Setelah kejadian itu, korban langsung pulang ke rumah karena darah semakin banyak keluar dari kepalanya, " ujar Kapolsek. Saat korban pulang ke rumah, warga yang melihatnya langsung membawa Juwairiah ke Puskesmasmas setempat. "Untuk mendalami kasus itu, kami sudah memeriksa tiga saksi yaitu keuchik dan imam desa setempat, serta suami korban," ungkap Iptu Teguh.

Sementara korban, tambah Kapolsek, belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. “Jika dalam waktu dekat korban belum diizinkan pularg oleh dokter, kami akan memintai keterangan korban di RS tersebut. "Kasus ini tetap kita proses seuai hukum yang berlaku," pungkas Kapolsek.

Aceh Job Fair Terima 500 Lowongan

BANDA ACEH – Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh dengan menggandeng 34 perusahaan akan membuka Aceh Job Fair 2015 selama dua hari, tanggal 2-3 Juni mendatang di Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Jumlah lowongan kerja yang tersedia mencapai 500 lowongan dengan berbagai jenis pekerjaan.

Kadisnakermobduk Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MSi kepada Acceh-gayo.blogspot.com, Jumat (29 / 5) mengatakan, dalam Aceh Job Fair 2015 ini terdapat 34 stand yang diisi oleh 34 perusahaan. "Sementara jumlah lowongan kerja yang tersedia lebih kurang 500 posisi kerja," imbuh Helvizar. Ia berharap, pemuda-pemudi Aceh yang belum mendapatkan pekerjaan agar memanfaatkan kesempatan ini. Persyaratannya cukup mernbawa curiculum vitae terbaik yang dimiliki," kata Helvizar didampingi Kepala Bidang pengembangan SDM dan PKK Disnakermobduk Aceh, Tarekat SE.


Menurutnya, nantinya ada beberapa perusahaan yang akan mewawancara di lokasi Aceh Job Fair dan, sebagian perusahaan melakukan interriew setelah job fair berlangsung. Perusahaan yang terdaftar sejauh ini, tambah Helvizar, barasal dari beberapa sektor pekerjaan. "Kami adakan job fair ini salah satu upaya kita mengurangi angka pengangguran di Aceh, dimana pengangguran terbuka kita tahun 2015 tertinggi kedua di Sumatera." papar Tarekat.


Ia menambahkan job fair juga sebagai upaya memfasilitasi calon pekerja dengan lowongan pekerjaan yang diminati. "Ini kesempatan bagi calon pekerja di Aceh untuk memilih pekerjaan sesuai keinginan karena kami menyediakan lebih dari 500 lowongan kerja, " tandasnya.

SEMENTARA Kepala Seksi Pemagangan Penempatan Izin TKA Disnakermobduk Aceh, Irfani Msi kepada Serambi mengatakan, berbeda dengan job fair sebelumnya, pada job fair tahun ini Disnakermobduk menyediakan secaia gratis; baik kepada lembaga atau perusahaan untuk membuka stan.maupun kepada calon pencari kerja. "Kami memfasilitasi para pencari kerja dengan fasilitas gratis. Tidak ada biaya masuk dan pendaftaran apapun," ujar Irfani. Menurutnya, hal ini sesuai dengan konvensi International Labor Organization (ILO) Nomor 88 tentang lembaga pelayanan penempatan tenaga kerja. "Dimana dalam konvensi ILO tersebut lembaga dilarang memungut biaya kepada pencari kerja." Demikian Irfani.

Janji Walikota Bangun Irigasi

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti SH berjanji akan membangun irigasi teknis dan pengerasan jalan menuju areal sawah di Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam. Namun, syaratnya harus ada surat pemyataan tertulis dari warga berisi perjanjian tak mengalih fungsi kelahan di sana tanaman sawit.

Wali Kota menyampaikan hal ini saat panen raya jagung di areal sawah Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kamis (28/5). "Kalau tidak ada pernyataan tertulis, saya tidak mau membangun irigasi. Nanti pemerintah capek-capek membangun, tapi belakangan masyarakat menanami kelapa sawit," kata Wali Kota.

Sebelum irigasi itu dibangun, Merah Sakti juga mengingatkan para petani di Kecamatan, Sultan Daulat agar tidak mengalih fungsi lahan pertanian untuk sawit atau jenis perkebunan Julainnya. Hal ini agar lahan pertanian tetap bisa dimanfaatkan untuk memproduksi padi atau palawija.


Menurutnya, saat ini satu-satunya areal pertanian andalan Kota Subulussalam hanya di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat yang mencapai 500 hektare. Karena itu, bupati menginginkan agar lahan pertanian yang sudah ada itu dialih fungsikan untuk tanaman kelapa sawit. "lni perlu saya sampaikan, jangan nanti setelah dibangun lantas tanah ini justru dialihfungsikan, kalau demikian sama artinya membuang-buang uang negara," ujar Sakti.

Menurut Sakti, larangan alih fungsi lahan ini selaras dengan program Presiden, Jokowi tentang swasembada beras. Bahkan, program nasional yang harus disukseskan itu turut menggandeng TNI AD.

Menurut dia, larangan untuk tidak mengalih fungsi lahan pertanian sudah ditetapkan pemerintah pusat dan diikuti pemerintah daerah. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan lahan pertanian. Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Subulussalam, Masri SP menyampaikan 60 bantuan pertanian diarahkan ke Kecamatan Sultan Daulat.


Hal itu karena kawasan tersebut merupakan andalan pertanian tanaman pangan di Kota Subulussalam. Bahkan, kata Masri, di aeal yang berkisar 500-an hektare setengahnya sudah dibangun melalui uang pemerintah. Tak hanya itu, Pemko Subulussalam melalui Dirras Pertanian juga membangun jalan usaha tani guna memudahkan petarni mengangkut hasil panen mereka. Acara panen raya jagung ini dihadiri hampir semua Kepala Dinas Kota Subulussalam termasuk Ketua dan Wakil Ketua DPRK. Camat Sultan Daulat, Khairunnas, serta para kelompok tani.

Ultimatum Kas Bon Pejabat dan Mantan Pejabat

BLANGPIDIE - BupatiAceh Barat Daya (Abdya), Jufri Hasanuddin mengultimatum pejabat dan mantan pejabat kabupaten itu melunasi sisa kas bon kabupaten setempatRp 2,8 miliar sejak 2003 paling telat 10 Juni 2015. Jika tak dilunasi atau dipertanggungjawabkan, maka bupati mengancam akan melapor ke penegak hukum.

Bupati Hasanuddin menegaskan hal ini saat acara gerakan tanam serentak musim tanam (MT) Gadu I Tahun 2015 di areal sawah Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan, Kamis (28/5). Menurutnya, di awal kepemimpinannya pada 2012, kas bon Abdya mencapai Rp 8 miliar yang sudah terjadi sejak lahir Abdya pada 2002 pemekaran dari Aceh Selatan dan tak mampu dipertanggunjawabkan beberapa pejabat yang meminjam.


Penyelesaian kasus kas bon terus dilakukan dengan meminta peminjam (pejabat dan mantan pejabat) yang tersangkut agar bersungguh-sungguh menyelesaikan atau mempertangungjawabkan penggunaan uang negara, termasuk penyelesaian administrasi.


Upaya tersebut dapat mengurangi kas bon diri sebelumnya Rp 8 miliar, kini tersisa sekitar Rp 2,8 miliar. Hal ini sesuai hasil audit diterima Bupati Jufri bila kas bon tak mampu dipertanggungjawabkan hingga batas waktu l0 Juni 2015, maka saya akan melaporkan ke aparat penegak hukum," tegas Bupati di hadapan pejabat dan petani yang menghadari acara gerakan tanam serentak tersebut. Selain itu, Bupati juga mengancam akan melapor ke penegak hukum pejabat dan pengusaha yang diduga merampas ribuan hektare lahan negara di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot untuk dijadikan areal perkebunan kelapa sawit.

PNS Malas Tak Dibayarkan TC

SINGKIL - Pemberian uang tunjangan prestasi kerja (TPK) atau lebih dikenal uang TC kepada PNS di Kabupaten Aceh Singkil, hanya berdasarkan absen kehadiran, ternyata menimbulkan kecemburuan bagi PNS yang rajin. Karena itu, mereka meminta Pemkab untuk membayar TPK kepada PNS yang rajin saja atau berkinerja alias tak membayar tunjangan ini kepada PNS malas. "Kami kadang iri, PNS yang hanya tanda tangan absen dapat TC nilainya sama dengan kami yang bekerja rajin.

Seharusnya TC ini menjadi penghargaan bagi rajin saja, jangan disama rata. Tujuannya demi kebaikan daerah, PNS akan rajin bekerja dengan harapan mendapatkan pengharagaan berupa tunjangan prestasi kerja," kata seorang PNS di lingkup Pemkab Aceh Singkil yang tak bersedia ditulis kepada Acceh-gayo.blogspot.com Jumat (29/5).

Terapkan e-kinerja Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi mengatakan pihaknya sedang berupaya menerapkan sitem e-kinerja (kerja elektronik). Sehingga tidak hanya pimpinan yang bisa mengukur capaian kinerja PNS, tetapi seluruh rakyat dapat memantau. "Memang harus diakui sebagai kelemahan, TC masih diberikan berdasarkan absen. Mengatasinya sesuai perintah Pak Bupati, kami sedang berupaya menerapkan sistem e-kinerja." Kata Azmi ketika dikonfirmasi Acceh-gayo.blogspot.com kemarin.


Menurut Azmi, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memerintahkan seluruh satuan perangkat kerja kabupaten (SKPK) supaya meminta laporan kerja harian staf. Selanjutnya laporan dimaksud diserahkan ke pihaknya untuk dinilai, siapayang telah bekerja sesuai target dan melebihi akan mendapat penghargaan. "Saya sudah perintahkan para Asisten meminta kepala dinas di bawah koordinasinya melaporkan target kinerja. Dari tiga asisten, baru asisten III yang melaporkan dua lagi saya minta segera melaporkan," jelas Sekda.


Tunjangan prestasi kerja atau TC diberikan kepada PNS sesuai kemampuan keuangan daerah. Berdasarkan besaran pendapatan asli daerah (PAD). Jika rata-rata seorang PNS mendapatkan TC setiap bulan Rp 500 ribu dikali jumlah PNS di Kabupaten AcehSingkil 3.000 orang. Maka, uang yang dikeluarkan untuk TPK, meski belum tentu PNS itu berkinerja jumlahnya itu mencapai Rp 1,5 miliar setiap bulan.

Monday

Duta Wisata Aceh Besar dan Sabang

JANTHO - Meriza Akbar dan Nanda Mariska terpilih menjadi Agam dan Inong Duta Wisata Kabupaten Aceh Besar Tahun 2015. Keduanya berhasil mengungguli tujuh pasangan lain pada malam penobatan yang digelar di Aula BPKP/SKB Lubok Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (23/5) malam.

Sementara Husnul Hafizah dan Muhammad Reza dinobatkan sebagai Duta Wisata Sabang 2015. Pasangan ini meraih juara setelah mengalahkan 26 finalis lainnya. Malam penobatan berlangsung di Pentas Sabang Fair Kota, Sabang, Sabtu (23/5) malam, ditandai dengan penyematan selempang oleh Cut Abang dan Cut Adek Aceh tahun lahir, Ainul Fadlan asal Aceh Utara dan Devi Pratiwi asal Sabang.

Kegiatan pemilihan Duta Wisata Aceh Besar dipimpin tiga juri masing-masing T Raden Sulaiman TA (seniman dan budayawan), Rafifu ddin SH (unsur Disbudparpora), dan Ilham Munawar Sidiq SPdI (Bahasa Inggris). Setelah diumumkan sebagai Duta Wisata Aceh Besar Tahun 2015, Meriza Akbar dan Nanda Mariska akan mewakili kabupaten tersebut pada ajang pemilihan Duta Wisata tingkat Provinsi.


Pada malam penobatan tersebut, juga diumum juara dua pasangan Aula Andika Fikrullah Albalad dan Munawaratul Makhya, juara tiga kwar dan Siti Zuhra. Sementara itu pasangan favorit pilihan penonton atau masyarakat pada pagelaran Duta Wisata adalah Agus Maulidiansyah dan Nurul Afrah. Kepada para pemenang selain dipakaikan selempang juara juga mendapat trofi penghargaan dan uang pembinaan. Malam penobatan/pemilihan duta wisata Aceh Besar yang diadakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Aceh Besar tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah SSos.


"Duta Wisata berperan aktif dan dapat mewakili daerahnya dalarn upaya promosi pariwisata Aceh Besar yang kaya dengan budaya dan objek wisatanya. Mereka juga diharapkan bisa menjadi sosok wisata yang kreatif, inovatif, percaya diri, berpengalaman dan berhati diri," ujamya. Sementara itu disbudparpora Aceh Besar M Ali Ssos MSi melaporkan, kegiatan pemilihan duta wisata Aceh Besar tahun 2015 ini diikuti 50 peserta atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 30 peserta.

Pemohon Beasiswa Pidie Membludak

SIGLI - Pendaftaran beasiswa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie telah ditutup pada 15 Mei lalu. Jumlah pemohon dari berbagai tingkat pendidikan mencapai 1.295 orang. Adapun dana APBK Pidie 2015 yang tersedia untuk itu Rp 1 miliar. Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kabag Kesos) Setdakab Pidie, Drs Sayuti MM kepada Aceh-gayo.blogspot.com  Minggu (24/5) mengatakan, jumlah pemohon beasiswa yang masuk itu masih perlu diseleksi lagi.

Sehingga panitia akan mengetahui siapa-siapa saja dari mahasiswa yang mengajukan proposal itu telah pernah mendapatkan beasiswa sebelumnya. "Jika ketika diperiksa ada pemohon yang telah pernah mendapatkan beasiswa tahun lalu, maka akan dibatalkan," ujar Sayuti yang juga mantan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pidie itu. Dirincikan, jumlah 1.295 proposal itu adalah dari 52 sebanyak 90 orang, 51 Unigla 649, PerguruanTinggi Islam (PTI) Alhilal 291, luar kabupaten 238 orang, dan S1 campuran dari berbagai perguruan tinggi dalam kabupaten 27 orang.



Ditanya kapan disalurkan bea'siswa itu? Sayuti mengaku belum dapat memastikan. Sebab, setelah entri data dilakukan maka akan dilakukan verifikasi intemal dengan jurnlah pemohon seribuan itu, tentu memakan waktu lama. "Kamungkinan untuk verifikasi internal di Pemkab Pidie saja makan waktu sampai 15 hari atau lebih," tambahnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Pidie mengalokasikan dana untuk beasiswa tahun ini Rp 1 miliar bersumber dari APBK. Jumlah beasiswa tahun ini juga tidak berbeda dengan beasiswa tahun lalu. 

Asupan Gizi 1.000 Hari Anak

BANDA ACEH – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, dr Herlina Dimiati SpA mengatakan, asupan gizi dalam 1.000 / hari sejak kelahiran seorang anak, sangat penting bagi
perkembangan anjrk tersebut. Karena itu, orang tua harus memberikan asupan gizi yarlg baik dan cukup bagi anaknya.

"1.000 hari yang disebut periode emas. Jadi, asupan gizi sejak anak lahir hingga berusia seribu hari harus optimal," kata dr Herlina di sela-sela simposium nutrisi pelengkap dan optimal 1.000 hari pertama kehidupan, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (23/5).

Menurutnya, asupan gizi lengkap dan optimal l.000 hari pertama, akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan untuk jangka pandek dan jangka panjang. "Bilir asupan gizi tidak cukup, dapat mengakibatkan kerusakan pertumbuhan dan perkembangan permanen dan akan berdampak tidak baik, " jelasnya.



Asupan gizi yang diperlukan, sebut Herlina, yang mengandung protein dan karbohidrat tinggi. Sirnposium nutrisi pelengkap dan optimal 1.000 haii pertama kehidupan itu juga menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Prof dr M Juffrie SpA(K) dari IDAI Yoryakarta. Lalu, dr Djulistio TB Djais SpA(K) dari IDAI Jawa Barat dan dr Sunandiono SpA(K) dari IDAI Yogyakarta.

Nelayan Curhat ke Anggota MPD

MEUREUDU - Para nelayan di Meureudu, Pidie Jaya, Sabtu (23/5) menyampaikan keluh-kesah terhadap keterbatasan pendidikan anak-anak mereka pada pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh. Dalam acara "Meudrah" yang dilaksanakan di Meunasah Gampong Balek, Kecamatan Meureudu itu, nelayan melaporkan soal masih morat-maritnya pendapatan mereka, sehingga berdampak pada terhambatnya kelangsungan pendidikan putra-putri mereka.

Dalam pertemuan yang dipimpin Prof H Warul Walidin Lc,MA selaku ketua MPD Aceh itu, para nelayan Meureudu menyampaikan uneg-uneg mereka karena masih dibelenggu kemiskinan. Bahkan mereka mengatabunkan, keluarga nelayan seperti luput dari perhaflan pemerintah.


Selain tak sanggup menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi. nelayan itu juga menyampaikan pada rombongan MPD Aceh itu soal keterbatasan sarana melaut. "Sekarang hasil tanggakapan minim, harga BBM mahal karena harus beli di SPBU, sehingga kehidupan nelayan semakin terjepit," ujar Effendi seorang nelayan Meureudu itu.

Sedangkan Ny Nurjannah yang mewakili keluarga nelayan lainnya menyampaikan, melalui forum "Meudrah" itu, dia berharap adanya perubahan kehidupan para nelayan ke depan. Katanya, pemerintah hendaknya memberiklan modal untuk keluarga nelayan sehingga mereka bisa berusaha untuk memperoleh tarnbahan pendapatan keluarga, walau hanya sekadar membuat menjual kue di warung-warung sekalipun. "Selama ini kaum nelayan jangankan dapat menyambung sekolah anak-anak ke Banda Aceh, untuk melanjutkan sekolah di ibukota kabupaten ini saja sulit," kata Nurjannah.


Sementara itu, Drs H Salman Ishak MSi, Wakil Ketua II MPD Aceh, berjanji akan melaporkan soal nasib nelayan itu ke PemrovAceh. "MPD bukan pihak pengambil keputusan, tapi aspirasi yang kami jaring lewat Meudrah akan kami laporkan ke Gubernur," kata Salman Ishak yang juga mantan Bupati Pijay itu.

Pengolahan Sampah Sawit Jadi Bahan Kerajinan

KUALASIMPANG - Pemuda Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, mengolah limbah sawit berupa pelapah sawit menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis. Kerajinan tersebut berupa pembuatan tepas, anyaman lidi sawit dan pembuatan pakan ternak dari pelepah sawit.

Untuk meningkatkan kualitas kerajinan, PT Pertamian EP Rantau melalui mitra kerja lembaga Pengajian dan Konsultasi (LP2K) memberikan pelatihan kerajinan dimaksud selama delapan kali pertemuan selama Mei. Kabid Pemberdayaan dan Advokasi LP2K, Sugiono kepada Aceh-gayo.blogspot.com Minggu (24 / 5) mengatakan, pelepah sawit merupakan limbah yang selama ini tidak dimanfaatkan oleh pemilik kebun sawit yang ada di Desa Paya Bedi.


Pemanfaatannya hanya sebatas untuk sapu lidi, pagar kebun, sisanya lebih banyak menumpuk ditempat pembuangan sampah dan setelah kering dibakar, kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Inisiatif memanfaatkan limbah sawit dilakukan pemuda Kampung Paya Bedi yang tergabung dalam kelompok Kelompok Karya Muda.


Dengan bantuan PT Pertamian EP Rantau mereka dilatih cara pembuatan tepas, mesin coper (pencacah pelepah sawit) untuk membuat pakan temak sapi. Kemudian pelatihan anyaman lidi, study banding budidaya sapi, serta pendampingan tata kelola organisasi. "Ke depan Desa Paya Bedi dapat dipersiapkan sebagai desa destinasi wisata kerajinan berbahan baku limbah sawit, sehingga dapat meningkatkan ekonomi warga dari penjualan produk tersebut," ujar Sugiono.

Proyek Asal Jadi Menjadi Temuan Inspektorat

LANGSA - Tim Pansus VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) wilayah Aceh Timur, kembali mengungkap sejumlah masalah soal realisasi proyek APBA tahun anggaran 2014 yang terindikasi sarat masalah. Salah satunya tim Pansus menemukan terkait realisasi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri Gampong Beusa Baroh, Kecamatan Peureulak Barat, dengan anggran Rp 389 juta.

Menurut Iskandat Usman Al-Farlaky selaku ketua Tim Pansus VI itu kepada Aceh-gayo.blogspot.com Minggu kemarin, bangunan terdiri dari tiga ruang itu, kini sudah adayang pecah dan lantainya amblas. Dikatakannya, kualitas bangunannya sangat buruk. Selain lantai yang telah retak dan pecah-pecah, juga plafon sekolah itu sudah mulai msak. Padahal RKB itu belum sempat digunakan.

Disebutkan tim Pansus itu juga telah meninjau ke l4 lokasi proyek berbeda. Iskandar menarnbahkan, temuan lainnya yakni proyekjalan dan drainase, proyek infrastruktur pendukung kawasan dermaga serta proyek bidang transmigrasi dan kependudukan." Katanya, pekerjaan pengerasan jalan di desa Alur Pinang, Kecamatan Peunaron Aceh Timur. Proyek bernilai Rp 773 juta tersebut memiliki spesifikasi panjang 4 kilometer dengan lebar badan jalan sebesar 4,5 meter.


"Setelah kami tinjau, hampir semuabadan jalan sudah ditumbuhi rumput akibat material timbunan yang digunakan sebahagian besar terdiri dari tanah. Hasil pengukuran juga menunjukan lebar badan jalan bervariasi, bahkan ada yang tidak sesuai," ungkapnya. Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh ini juga mengungkapkan, adanya temuan proyek yang tidak selesai dikerjakan namun dilaporkan sudah rampung 100 persen.

Hal itu terjadi pada proyek pembangunan drainase pusat kota Ranto Peureulak dengan dana Rp 664 juta. "Dilihat dari fisiknya persentase pekerjaan tidak mencapai 50 persen tapi anggarannya justru sudah dinyatakan cair seluruhnya. Kami menduga ada kesengajaan membuat laporan fiktif," kata Iskandar Usmal.


Ditambahkan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut ke dalam laporan hasil pansus dan rumusan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait seperti Inspektorat. Untuk itu, Tim Pansus akan meminta Dinas terkait memberikan semua data-data agar kemudian dikaji dan dirumuskan ke dalam laporan pansus termasuk proyek jalan-dan BPLK Jalan Lama Peureulak Kota senilai Rp 2,9 miliar.

Kamar Rutan Jantho Digeledah

JANTHO - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Jantho, Drs Said Mahdar SH memimpin langsung penggeledahan seluruh kamar narapidana (napi) dan tahanan di rutan tersebut, Sabtu (23/5) rnalam. Hasilnya, ditemukan 60 unit handphone (hp) berbagai merek yang selama ini diam-diam digunakan napi dan tahanan untuk berkomunikasi ke luar rutan. Penggeledahan itu, menurut Said, dilakukan di 24 karnar.

Hanya satu kamar, yakni kamar napi/ tahanan perempuan yang tidak digeledah. Rutan yang asri dan adem itu kini dihuni 256 warga binaan. Selain hp, ditemukan juga sejumlah cas (charge) hp serta bermeter-meter kabel yang selama ini dicantolkan napi tertentu ke jaringan listrik di kamar selnya. Bahkan ada napi yang berbisnis jasa cas hp di dalam rutan.


Dia mengambil uang 5.000 rupiah dari setiap napi dan tahanan yang mencaskan baterai hp kepadanya. Menurut Said, seluruh hp, charger, dan kabel-kabel tersebut dia sita resmi untuk negara dan tidak akan dikembalikan kepada para napi atau tahanan. "Sudah saya registrasi untuk diserahkan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan Kakanwil Kemenkumham Aceh agar disita untuk negara,"ucap Said Mahdar.


Sebagian kecil hp tersebut, menurut Said, ini merupakan smartphone. Namun, yang terbanyak adalah hp biasa yang tidak memiliki fasilitas Blackberry, WhatsApp, Line, dan lainnya. Ia juga sudah memperingatkan satu per satu para warga binaan yang ber-hp di dalam rutan agar tak mengulangi lagi tindakan itu, karena pasti akan digeledah lagi dan ditindak tegas.