Showing posts with label Takengon. Show all posts
Showing posts with label Takengon. Show all posts

Sunday

Seminar 'Emergency' di Buka Bupati

TAKENGON - Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM membuka secara resmi seminar penanganan darurat terhadap pasien yang terserang penyakit akut. Seminar itu bertajuk: “Emergency Cases in Daily Practice” atau kasus gawat darurat dalam praktik sehari-hari yang dihadapi fim medis, baik di rumah sakit maupun Puskesmas, termasuk Poskesdes atau juga Posyandu.

Dalarn kata sambutannya di hadapan sekitar 300 tenaga rnedis, baik dokter perawat dan tenaga kesehatan lainnya, dia meminta mereka terus mengikuti informasi tentang teknologi kedokteran yang terus berkembang. "Para tenaga medis harus mengikuti kemajuan ilmu kesehatan, sehingga akan mampu bertindak cepat dalam menangani pasien gawat darurat," ujarnya.

Apalagi, sebutnya, tenaga medis dan paramedis harus mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, sehingga pasien dapat diselamatkan. Dia juga menyinggung tentang pelayanan yang juga harus terus ditingkatkan, sehingga unit kerja pelayanan kesehatan nyaman dan menyenangkan saat dikunjungi pasien. "Ketika menangani pasien, petugas harus ada di tempat, siap melayani dan memberi penanganan maksimal, sehingga pasien akan mendapat haknya, " harapnya.


Dia menjelaskan melalui pelayanan yang baik, maka pasien sudah merasa senang dan membantu kesembuhanya, tetapi jika sebaliknya, penyakit pasien akan semakin parah. Seminar digelar oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh di Bayu Hil Hotel. Takengon. Sabtu (16/5) dalam rangka memperingati hari bhakti dokter Indonesia ke-107. Kasus emergensi yang diseminarkan, antara lain emergensi pada ibu hamil, Afiksia (gangguan pernapasan pada bayi), Ches Pain (nyeri dada), maintenance catar pasien di ambulans, gigitan ular, syok dan stroke.


Ketua IDI Aceh Tengah, dr Chalil Putra mengatakan seminar ini sekaligus workshop yang telah menjadi agenda rutin tahunan IDI wilayal Aceh, dimana tahun lalu digelar di Idi Rayeuk, Aceh Timur. Chalili menyebutkan seminar ioi selain didukung oleh IDI wilayah Aceh juga bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) wilayah Aceh dan juga IDI Aceh Tengah. Seminar digelar di Bayu Hill Hotel, diikuti lebih dari 300 tenaga medis dan paramedis selain dari Aceh Tengah, juga dari Lhokseumawe, Bireuen, pidie, pidie Jaya.

Truk Pengangkut BBM Ditahan Polres Aceh Tengah

TAKENGON – Polres Aceh Tengah masih melakukan pemeriksaan terhadap satu unit truk tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) industri yang akan dipakai untuk salah satu perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan I dan 2. Polres Aceh Tengah mengamankan dua unit truk tangki pengangkut BBM yang diduga ilegal itu sejak Rabu (6/5).

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, salah satu truk tangki telah dilengkapi dengan dokumen resmi sehingga proses penyelidikannya dihentikan oleh pihak kepolisian setempat. Ada satu truk tangki lagi yang masih kita periksa karena belum bisa melengkapi dengan dokumen resmi. Kalau yang satu lagi dokumennya, sudah lengkap," kata Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan melalui Kasat Reskrim AKP Raja Gunawan yang dihubungi Aceh-gayo.blogspot.com melalui telepon, Sabtu (16/5).


Menurut Raja Gunawan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap truk tangki pengangkut BBM untuk industri tersebut, hanya terdapat kesalahan administrasi yang sampai dengan saat ini masih dalam proses. Sedangkan satu unit mobil tangki berlogo Petronas telah selesai untuk proses pemeriksaannya. "Awalnya kami menduga bila mobil berlogo Petronas itu, tidak memiliki izin atau dokumen resmi.


Namun setelah diperiksa semuanya lengkap," pungkasnya. Kasus BBM ilegal yang dipasok untuk salah satu perusahaan yang sedang mengejakan PLTA Peusangan I dan 2 pernah terjadi sebelumnya, yakni pada April 2014. Polres Aceh Tengah juga pernah menahan tiga truk tangki yang berisi bahan bakar minyak (BBM). Penahanan ketiga truk tangki itu karena diduga mengantongi dokumen palsu. Puluhan ribu liter solar yang diangkut truk tersebut saat itu untuk dipasok ke salah satu perusahaan yang, sedang membangun proyek PLTA Peusangan di Kawasan Kecamatan Silih Nara.

Wednesday

Pendamping BKPG Aceh Tengah Dilatih

TAKENGON – Sebanyak 41 tenaga pendamping program Bantuan Keuangan Peumakmu Gampong (BKPG) mendapat pelatihan tentang pengelolaan dana kampung Rp 30 juta/desa bersurnber dari APBA 2015.

Mereka dipersiapkan sebagai asisten fasilitator kecamatan untuk program PNPM Mandiri Pedesaan" Mereka sebenarnya mantan tenaga pendamping BKPG wilayah perkotaan Kabupaten Aceh Tengah. Tenaga pendamping tersebut kembali direlant oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh dan bagian dari 663 orang yang disebar ke seluruh Aceh. Para pendamping itu yang akan bertugas membantu pengelolaan dana, aset; termasuk administrasi desa dilatih oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMP) Aceh Tengah di Takengon, Senin (5/5).


Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi agar berjalan sesuai rencana, BPMPK, Drs Windi Darsa MM seusai hasil musyawarah kampung. Disebutkan, kegiatan itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Aceh, No 472.41545a bertanggal 23 Maret 2015 perihal BKPG 2015 dan Surat Kepala BPM Aceh No 41 4.25 / 162 1 BPM bertanggal 7 April 2015 perihal Fasilitasi Kegiatan BKPG 2015. "Bantuan keuangan untuk 295 kampung di Aceh Tengah dari Pemerintah Aceh sebesar Rp 30 juta per kampung, digunakan untuk menyelesaikan kegiatan yang masih tersisa atau belum tuntas tahun lalu." katanya.

Disebutkan, tim pendamping untuk paraptur pedesaan itu bertugas selama empat bulan, dari 1 April hingga 31 Juli 2015. Windi menjelaskan tenaga pendamping BKPG memiliki tugas dan tanggungjawab mulai dari sosialiasi. perencanaan, pelaksanaan sampai pelestarian kegiatan. Kemudian mendata aset fisik dan non-fisik BKPG dari 2009 hingga 2015.

Dia menambahkan mereka juga bertugas membantu pemerintahan kampung, pengurus Badan Usaha Milik Kampung dokumen pertanggungjawaban BKPG tahun sebelumnya serta membantu pencairan BKPG 2015. "Tugas tambahan yang tidak kalah pentingnya, bersama pihak kecamatan mengawasi kegiatan di lapangan, baik fisik dan non-fisik serta menyampaikan berbagai permasalahan pelaksanaan kegiatan kepada Sekretariat BKPG Aceh," katanya.

Sebelumnya, Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM mengingatkan para reje (kepala desa) untuk mampu mengelola dana sebesar Rp 250 juta pada 2015 mendatang. Kemungkinan, dana kampung, antara Rp 800 juta sampai Rp 1,4 miliar saat Undang-Undang No. 6/2014 tentang Pemerintahan Desa disahkan.


Nasarudclin menyampaikan hal tersebut saat rnengadakan pertemuan dengan seluruh Reje dan Sekretaris Kampung di Takengon, Senin (15/12/20144). 2015 menjadi tahun pertaruhan bagi pemerintahan kampung, karena akan mengelola dana yang relatif besar seusai regulasi yang telah dikeluarkan pemerintah," katanya.

Thursday

Angin Luluh Lantakkan Pegasing dan Atu Lintang

TAKENGON – Angin kencang disertai hujan deras menerjang dua kecamatan di Aceh Tengah, Pegasing dan Atu Lintang pada Selasa (28/4) siang. Sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan serta sejumlah korban harus mengungsi ke rumah tetangga.

Camat Atu Lintang, Junaidi menyatakan empat rumah di wilayahnya mengalami kerusakan parah, terutama di Kampung Wih Hilang saat dirinya berpatroli melihat kondisi desa. Dia menyatakan salah satu rumah yang berdinding papan yang awalnya beratapkan seng, saat ini tidak ada lagi atap, sudah diterbangkan angin.

Menurut dia rumah warga yang terbuat dari papan tersebut rusak parah pada bagian atap, sehingga tidak bisa ditempali apalagi hujan masih turun yang disertai angin kencang. "Keluarga pemilik rumah sudah mengungsi sementara waktu ke rumah tetangg;a," ujar Junaidi yang sempat berhenti untuk melihat kondisi rumah dan keluarga pemilik rumah yang rusak tersebut, seperti dirilis ke Aceh-gayo.blogspot.com kemarin.


Junaidi menambahkan tiga kampung di wilayahnya, Merah Mege, Pantan Damar dan Atu Lintang merupakan kawasan terparah cliterjang puting beliung. Disebutkan, atap sejumlah bangunan dan rurnah diterbangkan angin, sehingga seluruh isinya basah terkena air hujan yang sangat deras ke dalam bangunan, karena atap sudah disapu angin. Dirincikan, satu atap gudang kopi di Merah Mege rusak berat. Di Atu Lintang, satu atap MIS rusak sedang, satu unit bengkel rusak parah, satu rumah rusak berat dan dua rumah rusak sedang.

Sedangkan di Kampung Pantan Damar, satu bengkel dan satu rumah rusak berat. Sementara, Camat Pegasing, Kamaluddin menyatakan dua rumah rusak sedang dan dua rumah rusak ringan. Dia menjelaskan telah menyerahkan bantuan sembako kepada korban puting beliung yang telah mengungsi ke rumah tetangga. Selain itu, dilaporkan, Dinas Sosial bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah telah meninjau lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan sembako kepada korban.

Kedua lembaga itu juga mendata tingkat kerusakan, sehingga bantuan tepat sasaran, selain bantuan masa darurat. Seperti dilansir sebelumnya, banjir bandang akibat hujan deras yang rnelanda Kecamatan Bintang dan Kecamatan Celala, Aceh Tengah, pada Minggu (12/4) sekira pukul 18.00 WIB menyebabkan puluhan rumah terendam air bercampur lumpur di dua kecarnatan itu, ratusan orang mengungsi, di samping ada dua warga di Kecamatan Bintang yang tersengat listrik.


Banjir juga kembali menerjang Kecamatan Pegasing dan Celala pada Jwnat(17/ 4) sore yang juga menyebabkan sejumlah ruas jalan longsor. Hujan deras yang melanda Aceh Tengah sejak Maghrib terjadinya longsor di beberapa titik di tiga kecamatan berbeda.

Monday

Rp 1 T Untuk Aceh Tengah

TAKENGON - Anggaran Pembangunan Belanja dan Kabupaten (APBK) Aceh Tengah telah mencapai Rp I triliun lebih atau terus mengalami peningkatan dalam tiga terakhir ini. RAPBK Aceh Tengah 2015 telah ditetapkan sebagai APBK 2015 seusai resmi masuk dalam Qanun yang disepakati di ruang sidang DPRK Aceh Tengah pada Senin (9/3) malam.

Sidang paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Tengah, Muchsin Hasan dan dihadiri 27 anggota dewan dari empat fraksi, yakni Golkar, Demokrat, Nasdem dan PAN. Sedangkan pihak eksekutif atau pemerintahan di wakili Wakil Bupati, Khairul Asmara, seperti dilansir ke Aceh-gayo.blogspot.com. Sabtu (14/3).

Dilaporkan, sidang berjalan lancar yang dimulai pukul 21.00 WIB dan pada 21.52 WIB, Muchsin Hasan secara resmi menerima rancangan untuk ditetapkan sebagai APBK Aceh Tengah 2015 setelah mendengarkan penjelasan dari juru bicara keempat fraksi. Dari paparan sebelumnya, APBK mengalami defisit Rp 54,55 miliar, karena pendapatan sebesar Rp 1,096 triliun dan belanja sebesar Rp 1,151 triliun.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara langsung menyambut baik atas penetapan APBK 2015 yang dinilai paling lambat dalam beberapa tahun terakhir ini, tetapi menjadi yang tertinggi selama ini. “Dengan tercapainya kesepakatan tentang APBK Aceh Tengah, maka kedua belah pihak telah memiliki persepsi yang sarna”, ujar Khairul melalui sambutan tertulis.

Dia berharap agar tidak ada lagi uang yang terbuang percuma, sehingga seluruh program dan kegiatan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap, agar dana yang telah dialokasikan dapat mencapai sasaran, dimana setiap rupiah yang dianggarkan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat", demikian Khairul.

Sebelumnya, Lembaga Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Gayo mengkritik keras DPRK Aceh Tengah atas belum dilantiknya ketua dewan, walau sudah terpilih sejak bulan lalu. Kondisi tersebut dinilai akan mengancam APBK 2015 terpotong 25 persen dari pagu sebelumnya yang mencapai sekitar Rp 1 triliun. "Jika ketua dewan tidak juga dilantik, maka sekitar 200 ribu penduduk Aceh Tengah akan menerima dampaknya," jelas Ketua Badan Pekerja GeRAK Gayo, Aramiko Aritonang, Jumat (5/12/2014). Dia mengatakan : "Keterlambatan pengesahan APBK 2015 akan menyebabkan terjadinya pemotongan anggaran sebesar 25 persen karena terkena pinalti."


Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah menyetujui qanun Aceh Tengah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) pada 2014 sebesar Rp 939.324.362.415 (Rp 900 miliar lebih). Jumlah itu naik 30,19 persen dibandingkan APBK 2013 yang sebesar Rp 743.663.455.920 (Rp 700 miliar lebih). Sehingga total APBK Aceh Tengah dari 2013 sampai Rp 2015 mencapai Rp 2.778.987.818335 (Rp 2,7 triliun lebih).

Tuesday

Anis Baswedan : Mendikbud Resmikan SMAN 9 Ketol

TAKENGON – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Senin (9/3) siang meresmikan SMAN 9 di Kecamatan Ketol yang sempat hancur diguncang gempa 2 Juli 2013 lalu. Dia menyatakan para kepala sekolah dan guru harus mampu membangun karakter siswa menjadi jujur dan tangguh serta menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan bagi para siswa.

Mendikbud didampingi Wakil Bupati Drs Khairul Asmara dan Forum Muspida Aceh Tengah saat meninjau SMAN 9 Kecamatan Ketol. Dalam sambutannya, Anies mengatakan meski bangunan sudah diresmikan  ia berharap semua pihak tak hanya terpaku kepada bangunan fisik sebagai penunjang pendidikan Dia kembali mengingatkan agar pihak terkait untuk terus membenahi sistem dan manajemen pendidikan melalui instansi terkait hingga ke tingkat pendidik.

Dia mengaku guru menjadi bagian terpenting dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Saat bersilaturrami dengan para guru dan kepala sekolah di pendopo pada Minggu (8/3) malam. Anies melakukan dialog dua arah dan sesekali melemparkan guyonan yang mengundang tawa para undangan.

"Hari ini terasa spesial, karena pesawat mendarat tepat pukul 10.40 WIB dan malam ini juga kita buka acara tepat pukul 10.40 malam (22.40 WIB, red)," ujar Anies yang disambut tawa parahadirin. Dia Juga menyinggung tentang sekolah seperti sebuah taman. ''Tokoh Pendidikan modern Ki Hajar Dewantara menyebut sekolah sebagai taman yang berarti para pelajar datang ke sekolah dengan senang hati, dan berat hati saat pulang," ujar Anies. Dia menegaskan para guru dan kepala sekolah harus menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan bagi siswa.

Disebutkan, guru merupakan terdepan dalam proses belajar mengajar dengan pelajar setiap hari, dimana pendidikan berada di hulu dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di hilir. "Kunci pendidikan ada pada guru, bukan buku atau kurikulum dan harus menjadi pendidik yang andal serta menjadi inspirasi bagi pelajar," sebutnya.

Dikatakan, para pelajar akan terus mengingat jasa para guru jika mampu membangun karakter siswa menjadi jujur dan tangguh. Mujur tapi malas, tentu tidak banyak manfaatnya, sehingga guru harus menjadi teladan dan menegakkan disiplin kepada para siswa," tambahnya.

Dalam kunjungannya, Mendikbud yang populer di kalangan pendidik itu didarnpingi Sekjen Kementerian Keuangan, Ki agus Ahmad Badaruddin, Sekda Provinsi Aceh Darmawan, dan Bupati Aceh Tengah, H Nasamddin. Acara silahrrrahami dengan para pendidik sudah sampai larut malam tetapi Anies tidak melihatkan kelelahan di wajahnya.

Bahkan, dia meluangkan waktu kepada para guru untuk menyampaikan keluhan dan disambut oleh dua kepala sekolah yakni Amiruddin dari SMAN 15 Antara dan Tajuddin dari SDN I Kebayakan. Keduanya sama menyampaikan tentang perkembanngan sekolah yang mereka pimpinan dan alternatif penyelesaian berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.

Seusai tanya jawab, sekitar pukul 23.40 WIB, acara silaturrahmi berakhir, dan didampingi Nasamddin, Anies tampak berdiri, beranjak dari tempat duduk untuk meninggalkan gedung Ummi. Namun, para guru yang antusias mendengarkan pencerahan ternyata memanfaatkan momen untuk berkenalan lebih dekat dengan sang menteri.


Tanpa ada yang memberi komando, mereka langsung berdiri membentuk barisan. Anies yang sedang berjalan langsung menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan. Tak pelak, para guru yang semula duduk dibagian samping terlihat mulai merapat ke pak menteri agar bisa berjabat tangan.

Saturday

Gunung Takengon Terbakar

TAKENGON – Ratusan hektare hutan di pegunungan Karnpung Pedemun One-One, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah terbakar Jumat (6/3) pukul 12.30 WIB. Api yang berasal Dusun Plong menjalar beberapa kilometer hingga ke pemukiman warga di Pedemun, Reje Kampung Pedemun, Ibnu Ali didampingi Camat lut Tawar, Nasrun Liwarrza MM, dan Kapolsek Lut Tawar Iptu irfan Lubis mengatakan, pihaknya belum mengetahui asal mula api. Namun api menjalar dari Dusun Plong sekira tiga kilometer dari Pedemun.

Api mulai terlihat saat kami wudhu shalat Jumat dan warga menduga akan menjalar, sehingga sebagian warga yang.rumahnya dekat dengan gunung membabat rumput agar tak menjalar. Namun api kian membesar dan cepat merambat katanya. Selain rumah warga, Kantor Reje Kampung Pedemun nyaris hangus, karena kantor itu bersama Polides dan sebuah PAUD terletak di sisi gunung dan menjadi sasaran amukan api. Lokasi kantor di sisi kantor memungkinkan api mudah menjalar melalui rumput kering saat musim kemarau dan warga sekitar sempat panik karena khawatir api menjalar ke rumah mereka.

Karena tak mampu memadamkan api, warga melapor ke Kantor Pemadam Kebakaran, sehingga empat mobil pemadam sekira pukul 14.30 WIB tiba di lokasi, termasuk Kepala BPBD Jauhari ST juga ikut terjun ke lokasi. Personel pemadam berhasil mengamankan beberapa bangunan pelayanan publik itu dan mencegah api menjalar.

Api hanya beberapa meter lagi akan melahap Kantor Polindes dan Kantor Reje (Kepala Kampung) dan ratusan warga menyaksikan proses pemadaman api. Begitupun. api sempat melalap kandang kambing milik Tasnim Aman Arwan (50) yang terletak di lereng gunung, selain beberapa hektare lahan perkuburan umum juga dilalap api. Pukul 15.00 WIB, api berhasil dipadamkan.


Kepala BPBD jauhari mengatakan, belum diketahui penyebab kebakaran. Dia menduga berasal dari lahan warga yarrg dibakar. Lokasi ini setiap tahun sering terbakar. Ia mengimbau agar warga setempat meningkatkan kesadaran agar lebih waspada.

SMAN 19 Hanya Punya 40 Siswa

TAKENGON - SMAN 19 di Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah hanya memiliki sekitar 40 pelajar, mulai dari kelas I sampai III dan belum ada yang lulus, seiring baru beroperasi tiga tahun lalu. Sekolah ini juga masih minim fasilitas proses belajar-mengajar, sehingga membutuhkan bantuan, seperti komputer, laboratorium, perpustakaan dan mushala. Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 19, Muhammad langsung menyampaikan keluhannya saat mendapat kunjungan Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM, Kamis (26/2).

Kunjungan ini sebenarnya tak direncanakan, karena bupati berada di Kecamatan Rusip Antara untuk meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Huda di Kampung Pilar Wih Kid. Dikatakan, sekolah ini berdiri tiga tahun lalu dan belum ada pelajar yang lulus dari jumlah siswa seluruhnnya berjumlah 40 orang. "Bangunan sekolah sudah memadai, tetapi fasilitas pendukung masih minim, sehingga harus segera dibenahi," ujarnya.

Dia berharap kualitas sekolah dan lulusan mampu bersaing dengan sekolah lainnya di Aceh Tengah. "Walaupun jumlah siswa tidak banyak, tetapi kualitas pelajar dalam menyerap pelajaran tinggi, apalagi ditambah dengan berbagai ketrampilan yang terus diasah oleh para guru, selain keteladanan dalam bersikap," katanya.

Menanggapi permintaan itu, Nasaruddin mengatakan akan segera memenuhinya melalui Dinas Pendidikan. "Pemerintah akan melengkapi fasilitas secara bertahap dan sudah menjadi kewajiban pemerintah agar proses belajar makin baik, " katanya.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga berdialog dengan tiga siswa, sekaligus memberi wejangan agar mampu menunjukkan jati diri. walaupun belum memiliki fasilitas lengkap. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan 10 sepuluh guru yang terus berupaya merangkul lulusan SMP untuk melanjutkan ke sekolah itu. Bupati menyarankan agar siswa tetap giat belajar, walaupun guru terlambat datang dan diminta untuk berdiskusi dan belajar mandiri di perpustakaan.

"Manfaatkan waktu dengan baik, karena sangat menentukan masa depan, khususnya dalam melanjutkan pendidikan, karena setiap siswa harus punya keinginan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi," katanya. Sebelumnya bupati juga meninjau SMPN 38 Takengon di Kampung Pilar, Kecamatan Rusip Antara.


Di SMP 38, fasilitas pada umumnya sudah memadai. Pelajar kelas 1 sampai kelas 3 seluruhnya berjumlah 88 orang, diasuh 3 guru PNS dan 20 bakti, sekolah terlihat sudah berjalan dan lingkungan juga terlihat asri.

Friday

Peresmian Jembatan Berawang Kunyit Oleh Pangdam IM

TAKENGON – Panglima Kodam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Agus Kriswanto, Rabu (18/2) meresmikan jembatan Berawang Kunyit di Kampung Kepala Akal, Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah.

Jembatan dengan panjang 50 meter dan lebar 7 meter menjadi penghubung tiga kecamatan, sehingga jalur ke Takengon lebih pendek. Peresmian jembatan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pangdam didampingi Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM bersama Danrem 01l/LW Kolonel Inf Daniel Chardin, serta unsur pimpinan daerah. Kemudian, Pangdam melanjutkan peninjauan lokasi jembatan, serta melihat foto-foto proses pengerjaan jembatan.

PangdamAgus Kriswanto menyampaikan rasa syukur dan bahwa dengan selesainya pembangunan jembatan Berawang Kunyit yang sangat dibutuhkan masyarakat. "Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, maka warga harus bersyukur, apalagi masyarakat Aceh Tengah terus memanfaatkan lahan, sehingga tidak ada yang kosong." ujar Pangdam.

Sedangkan Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM mengatakan peresmian jembatan Berawang Kunyit merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Khususnya beberapa kampung di Kecamatan Jagong Jeget dan Kecamatan Atu Lintang, serta satu kampung di Kecamatan Pegasing.

Menurut dia, ada lima kampung di Kecamatan Jagong yang sangat membutuhkan jembatan tersebut, yaitu Berawang Dewal, Tawar Bengi, Gegarang, Telege Sari, dan Merah Said. Demikian pula warga kampung Kepala Akal Kecamatan Atu Lintang dan sekitarnya, serta kampung Berawang Baro Kecamatan Pegasing. Manfaat utama jembatan untuk memperpendek jarak, sehingga akses ke perkebunan semakin mudah, demikian pula warga yang hendak ke Takengon tidak perlu memutar jauh," katanya.

Dikatakan, jarak tempuh Takengon-Jagong-Berawang Dewal 53,3 Kilometer, tetapi dengan ada jembatan, Jarak Takengon – Atu Lintang- Berawang Dewal menjadi 42,15 Kilometer atau lebih pendek 10,15 kilometer. Lebih lanjut, Nasaruddin menuturkan fokus pemerintah daerah berikutnya peningkatan jalan, karena jalan yang ada sekitar 12 Kilometer masih belum pengerasan.

"Untuk jalan kita upayakan bantuan dari pusat, namun jika masih lama akan diusahakan melalui dukungan DPRK untuk dikeraskan terlebih dahulu, sehingga jalan mudah dilintasi warga," ujarnya. Sementara, jembatan dibangun dalam 3 tahap sejak tahun 2008, 2013 dan baru Selesai tahun 2014.


Selain itu, usai meresmikan jembatan, Pangdam turut meletakkan batu pertama pembangunan mesjid Ar-Raodah Kampung Kepala Akal Kecarnatan Atu Lintang; Dia juga memberikan sumbangan sebesar Rp 10 juta rupiah dan 110 sak semen. Sebelumnya rombongan Pangdam disambut di Pendopo Bupati Aceh Tengah sekaligus mengikuti resepsi HUT Kota Takengon yang diselingi penampilan seni budaya Gayo.

Saturday

Pembentukan ASSA di Aceh Tengah

TAKENGON – Komunitas Sepak Bola Aceh Tengah (KOSAT) mendukung gagasan pembentukan Asosiasi Sekolah Sepakbola Aceh (ASSA) atau Aceh Soccer School Asosation. Pembentukan ASSA tersebut dinilai merupakan langkah positif untuk pembinaan klub usia dini di Bumi Aceh-gayo.blogspot.com Mekkah.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua KOSAT, Boymal kepada Aceh-gayo.blogspot.com Jumat (13/2) kemarin di Takengon. Menurutnya, terbentuknya ASSA bisa meningkatkan pembinaan di Aceh baik secara kualitas. "Bila gagasan pembentukan itu dapat terwujud, imbasnya juga pasti akan dirasakan oleh SSB maupun Klub usia muda yang ada di Aceh Tengah," kata Boyman.

Disampaikan, kondisi SSB maupun klub usia muda yang ada saat ini, cenderung berjalan sendiri-sendiri sehingga dengan adanya ASSA pembinaan SSB akan lebih terkoordinir, Untuk itu, lanjut Boyman, apabila ASS telah terbentuk diharapkan bisa secara rutin menggelar kompetisi antara SSB maupun klub usia muda diAceh. "Kami sangat mendukung dengan adanya gagasan ini. Karena, bisa mendorong prestasi bagi SSB yang ada di Aceh," ujarnya.


Sedangkan berdirinya KOSAT di Aceh Tengah, juga merupakan salah satu wadah bagi SSB serta klub usia muda yang ada di daerah itu. Keberadaan KOSAT saat ini bertujuan untuk membina SSB secara rutin sehingga setiap ada even klub sudah siap untuk mengikutinya. "Untuk sementara, KOSAT saat ini menaungi delapan klub, SSB dan klub usia muda. Klub di bawah KOSAT merupakan yang paling aktif untuk saat ini," pungkasnya.