Saturday

52 Kantong Darah Terkumpul dari Polres

REDELONG – Polres Bener Meriah mengumpulkan darah sebanyak 52 kantong dalam kegiatan donor yang diselenggarakan di aula Mapolres, Jumat (29 / 5) pagi. Donor darah yang diikuti 192 anggota Pobes Bener Meriah dan 20 personel Brimob Kompi Subden B, mempakan bagian dari serangkaian kegiatan menyambut HUT Bhayangkara ke-69.

Dilaporkan, ratusan personel polisi, mulai dari bintara sampai perwira harus antre untuk mendonorkan darah. Demikian juga, sejumlah anggota Brimob yang tak ketinggalan mengikuti kegiatan donor yang dibantu Palang Merah Indonesia (PMI) Bireuen. Meski sebagian besar anggota polisi ini sudah pernah mengikuti donor darah, namun ada yang masih terlihat meringis ketika jarum suntik menempel di pergelangan tangan. Tetapi suasana kembali mencair karena dibarengi dengan canda dan tawa sejumlah personel yang sedang antre.


Kapolres Bener Meriah, AKBP Wawan Setiawan melalui Wakapolres Kompol Basri SH MH, mengatakan, kegiatan bakti sosial yang dilakukan jajarannya diawali dengan donor darah. "Sebenarnya, target kita bisa mengumpulkan darah 150 kantong, namun banyak yang belum bisa mendonorkan darahnya karena alasan kesehatan," kata Basri.

Menurutnya, dalamkegiatan donor darah. Polres Bener Meriah, melibatkan PMI Bireuen, karena belum ada bank darah yang mampu menampung darah dari hasil donor. "Bila ada warga kita yang membutuhkan darah, bisa segera meminta ke PMI Bireuen," ujarnya. Dijelaskan, kegiatan lain yang akan dilaksanakan berupa membersihkan sarana ibadah yaitu Masjid Lampahan, Kecamatan Timang Gajah. Ada juga gerak jalan santai, pertandingan bola voli, tenis meja dan catur khusus internal, serta di bulan puasa nanti juga dilaksanakan buka puasa bersama," pungkas Kompol Basri.

Audit Keuangan BKPP Abdya

BANDA ACEH - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Afrizi Hadi mengatakan audit koordinasi dan supervisi dalam rangka pencegahan korupsi oleh Tim Auditor KPK dan BPKP terhadap pelaksanaan APBK Abdya 2014-2015 sudah tuntas pada Kamis (28/5). Saran dari auditor KPK dan BPKP terhadap Pemkab Abdya untuk mematuhi semua aturan dalam pelaksanaan APBK," kata Afrizi Hadi kepada Aceh-gayo.blogspot.com di Kantor BPKP Aceh. Banda Aceh, Jumat (29/5).

Didampingi sejumlah kepala bidang di BPKP Aceh, Afrizi mengatakan, pihaknya sempat terkejut dengan berita berjudul “Tim KPK Audit Pemkab Nagan" seperti dimuat Acceh-gayo.blogspot.com beberapa hari lalu. Pasalnya, menurutnya jika masyarakat yang membacanya, berita itu terkesan tim auditor KPK dan BPKP, sedang mengaudit khusus terhadap dugaan tindak pidana korupsi.


Padahal, audit yang dilakukan Tim KPK dan BPKP itu adalah audit koordinasi, supervisi dalam rangka pencegahan korupsi. BPKP dan KPK, kata Afrizi Hadi, ada melakukan penandatanganan kerjasama untuk pelaksanaan supervisi pencegahan korupsi. Tindak lanjut dari kerjasama itu, adalah melakukan koordiirasi, supervisi dalam pencegahan korupsi di daerah, baik pada jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Untuk sampel pertama tindak lanjut dari kerjasama BPKP dengan KPK itu, lanjut Afrizi Hadi, pada tahun 2012-2013, pihaknya telah melakukan pelaksanaan supervisi pencegahan korupsi untuk Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh. Pada tahun 2013 - 2014, kegiatan yang serupa dilakukan untuk Aceh Utara dan Pidie. Sedangkan pada 2014-2015, sasaran supervisi pencegahan korupsinya, diambil dua kabupaten lagi, yaitu Abdya dan Nagan Raya.

Kata Afrizi, dalam pelaksanaan koordinasi, supervisi pencegahan korupsi itu sampelnya diambil dua tahun anggaran yang berdekatan untuk perbandingan. "Kemudian tim audiior KPK maupun BPKP bisa melihat dan menganalisa sistem pengadaan barang dan jasa, penyaluran dana bansos dan hibah. Berikutnya dalam pelaksanaan peningkatan pendafatan asli daerah, apakah sudah dilakukan dengan sistem standar minimal yang benar atau belum," kata Afrazi.

Misalnya, kata Afrizi, dalam pengadaan barang dan jasa, apakah sudah dilakukan sesuai isi keppres yang mengatur tentang pengadaan barang dan jasa, begitu juga dengan pelaksanaan penyaluran dana hibah dan bansos, apakah sudah sesuai permendagri yang mengatur penyaluran dana hibah dan bansos tersebut.

Empat Tahun Penjara Bagi Pengurus Gafatar

BANDA ACEH – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut enam pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) selama empat tahun penjara. Mereka dinyatakan terbukti bersalah melakukan penistaan agama dengan mengakui bahwa Mesias atau Ahmad Musadeq sebagai juru selamat atas kondisi peradaban yang sedang hancur ini.

Tuntutan itu dibacakan oleh Ketua Tim JPU Kejari Banda Aceh, Yovandi Yazid SH, pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Jumat (29/5). Keenam terdakwa adalah T Abdul Fatah, Ridha Hidayat, Fuadi Mardhatillah, M Althaf Mauliyul Islam, Musliadi, dan Ayu Ariestyana. Amatan Acceh-gayo.blogspot.com, sidang yang didiketuai Syamsul Qamar MH dibantu hakim anggota Muhifuddin SH MH dan Akhmad Nakhrowi Mukhlis SH dibuka sekitar pukul 14.30 WIB.


Sejumlah pengunjung memenuhi ruang sidang. Sebelum sidang dimulai, sejumlah pengunjung sempat melakukan unjuk rasa di depan PN Banda Aceh agar para terdakwa dihukum seberat-beratnya. JPU mengatakan, dari hasil keterangan dari sejumlah saksi, saksi ahli, dan bukti-bukti yang diperlihatkan di persidangan menyebutkan para terdakwa terbukti bersalah. Para terdakwa mengakui bahwa Mesias atau Ahmad Musadeq sebagai juru selamat atas kondisi peradaban yang sedang hancur ini.

Selain itu, meyakini Mesias sebagai pembawa risalah dari Tuhan Yang Maha Esa. Intinya, perbuatan terdakwa terlah melanggar Pasal l56 a huruf A Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). "Kata-kata Mesias sebagai juru selamat dan pembawa risalah dari Tuhan YME tersebut telah menodai kaidah-kaidah dalam Islam. Dalam kaidah Islam. Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang membawa risalah dari Allah SWT," baca Yovandi.

Selama ini, lima terdakwa pria dalam perkara ini ditahan di Rutan Banda Aceh di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar dan seorang terdakwa wanita, Ayu Ariestyana ditahan di Cabang Rutan Wanita Lhoknga, Aceh Besar. Penahanan keenamnya dilakukan sejak 8 Januari 2015.

PU Menjadi Gudang Alat Berat Rusak

LHOKSEUMAWE – Peralatan kerja terutama alat beraT milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lhokseumawe terbengkalai karena banyak yang rusak. Hal itu diketahui saat Tim Pansus II DPRK setempat berkunjung ke dinas tersebut, Jumat (29 /5).

Ketua Pansus II DPRK Lhokseumawe, Hasbi menjelaskan, alat berat yang rusak seperti eskavator, compact, tiga mobil tangki, alat pengolah aspal atau asphalt mixing plan (ANIP), damtruk, dan mesin penyemprot aspal (asphalt sprager). "Selain tak dirawat, alat itu ditempatkan di halaman kantor dengan tanpa atap. Seharusnya digudangkan dan yang rusak diperbaiki, jangan terbengkalai seperti itu," ungkap Hasbi.

Walaupun alat-alat itu tak bisa dikomersilkan lanjutnya, tapi harus tetap dipelihara, apa lagi ada dana khusus untuk hal itu Tim pansus juga berkunjung ke waduk Pusong dan meminta Dinas PU membersihkan waduk itu sebulan sekali, agar air tidak bau. Sebab, menurut Hasbi, sekarang pembersihan waduk tersebut dilakukan tiga bulan sekali. Kadis PU Lhokseumawe, Mulyanto mengatakan alat berak yang rusak itu tak diperbaiki karena dana pemeliharaan yang tersedia sangat minim.



Terkait lokasi penempatan alat berat, menurutnya, sudah direncanakan akan dibuat gudang namun hingga ini belum ada dana. "Untuk pembersihan, dana yang tersedia hanya untuk tiga bulan sekali. Namun, bila DPRK meminta dibersihkan sebulan sekali, ke depan kita akan coba ajukan tarnbahan dana pembersihan." jelasnya.

Pendataan Rumah Rehab Oleh Pemda

BIREUEN - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bireuen bersama tim gabungan mendata rumah yang akan dibantu dalam program bedah rumah tahun ini. Langkah itu dilakukan untuk menghindari munculnya masalah di lapangan nantinya serta untuk mendata rumah yang akurat dan bantuannya tepat sasaran.



Kadissosnakertrans Bireuen, Ridwan SH kepada Serambi Kamis (28/5) mengatakan, tim itu sudah bekerja sejak dua minggu lalu. "Jumlah pemohon program bedah rumah mencapai 8.000 orang, sedangkan tahun ini hanya dibantu 1.000 rumah. Setiap rumah akan diberi bantuan Rp 10 juta. Dana itu sudah termasuk untuk ongkos tukang," jelasnya.

Kasus Paket C Tersangka Jadi Tahanan Luar

BIREUEN - Empat tersangka kasus joki paket C sejak beberapa waktu lalu menjadi tahanan luar dengan jaminan keluarga dan dinas terkait. Mereka akan dipanggil kembali setelah berkasnya rampung dan akan diserahkan ke Kejari Bireuen dalam waktu dekat untuk proses lebih lanjut. Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Kadhafi SIK melalui Kasat Reskrim AKP Syamsul SH mengalakan hal itu kepada Acceh-gayo.blogspot.com, Jumat (29/5) terkait pertanyaan warga Bireuen mengapa keempat tersangka kasus itu tidak ditahan lagi di Mapolres Bireuen. "Mereka jadi tahanan luar dengan jaminan dari keluarga dan dinas terkait, tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti," ujarnya.

Sebelumnya, Tgk Lutfi, guru pesantren di Arongan, Simpang Mamplam, Tgk Lutfi mempertanyakan penyelidikan kasus itu karena ada tersangka yang tidak lagi ditahan. Apakah tersangka sudah bebas atau tahanan luar," ujarnya. Ia berharap kasus itu diusut tuntas sampai ke pengadilan. Sehingga pelaku menyadairi hal tersebut adalah perbuatan melanggar hukum. Seperti diketahui, Polres Bireuen, Rabu (15/ ) lalu menangkap 42 joki yang ikut ujian paket C.


Setelah sempat diamankan ke Polres setempat beberapa jam, mereka dilepaskan. Akhirnya, empat pengelola paket C menjadi tersangka. Mereka adalah Ramli Mahmud (pengelola PKBM Uthulubul Ilmi Peusangan), Aguswan Hasbi (pengelola PKRM Bina Bangsa Satu Juli), Anwar (pengelola PKBM Mitra Lestari Peusangan), dan Mukhlis selaku pengelola PKBM Darul Huda, Pandrah. 

Karena Kesal di Tagih Hutang PNS Bacok Tetangga

LHOKSUKON – Khadijah (40), PNS asal Desa Tanjong Ara Kecamatan Tanah Jarnbo Aye, Aceh Utara nekat merampas parang milik Juwairiah (32) dan kemudian membacoknya karena kesal korban yang juga tetangganya terus menerus menagih utang pada pelaku. Hal itu diungkapkan Khadijah saat diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut di Mapolsek Tanah Jambo Aye, kemarin.

Pembacokan tersebut terjadi di kebun kawasan Desa Tanjong Ara, Selasa (26/5) siang. "Kejadian itu berawal setelah korban menelepon tersangka dan mengajak bertemu untuk membahas soal utang. Lalu, keduanya sepakat bertemu di kebun kawasan desa setempat yang tak jauh dari rumah mereka," ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Teguh Yano Budi kepada Acceh-gayo.blogspot.com, Jumat (29 / 5). Tak lama setelah bertemu di kebun itu, lanjut Kapolsek, mereka terlibat adu mulut dan kemudian Khadijah merampas parang dari tangan korban lalu membacok Juwairiah tiga kali.


Saat itu korban berhasil merebut kembali parang dari tangan pelaku, tapi tak berhasil membacok tersangka. "Setelah kejadian itu, korban langsung pulang ke rumah karena darah semakin banyak keluar dari kepalanya, " ujar Kapolsek. Saat korban pulang ke rumah, warga yang melihatnya langsung membawa Juwairiah ke Puskesmasmas setempat. "Untuk mendalami kasus itu, kami sudah memeriksa tiga saksi yaitu keuchik dan imam desa setempat, serta suami korban," ungkap Iptu Teguh.

Sementara korban, tambah Kapolsek, belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. “Jika dalam waktu dekat korban belum diizinkan pularg oleh dokter, kami akan memintai keterangan korban di RS tersebut. "Kasus ini tetap kita proses seuai hukum yang berlaku," pungkas Kapolsek.

Aceh Job Fair Terima 500 Lowongan

BANDA ACEH – Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh dengan menggandeng 34 perusahaan akan membuka Aceh Job Fair 2015 selama dua hari, tanggal 2-3 Juni mendatang di Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Jumlah lowongan kerja yang tersedia mencapai 500 lowongan dengan berbagai jenis pekerjaan.

Kadisnakermobduk Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MSi kepada Acceh-gayo.blogspot.com, Jumat (29 / 5) mengatakan, dalam Aceh Job Fair 2015 ini terdapat 34 stand yang diisi oleh 34 perusahaan. "Sementara jumlah lowongan kerja yang tersedia lebih kurang 500 posisi kerja," imbuh Helvizar. Ia berharap, pemuda-pemudi Aceh yang belum mendapatkan pekerjaan agar memanfaatkan kesempatan ini. Persyaratannya cukup mernbawa curiculum vitae terbaik yang dimiliki," kata Helvizar didampingi Kepala Bidang pengembangan SDM dan PKK Disnakermobduk Aceh, Tarekat SE.


Menurutnya, nantinya ada beberapa perusahaan yang akan mewawancara di lokasi Aceh Job Fair dan, sebagian perusahaan melakukan interriew setelah job fair berlangsung. Perusahaan yang terdaftar sejauh ini, tambah Helvizar, barasal dari beberapa sektor pekerjaan. "Kami adakan job fair ini salah satu upaya kita mengurangi angka pengangguran di Aceh, dimana pengangguran terbuka kita tahun 2015 tertinggi kedua di Sumatera." papar Tarekat.


Ia menambahkan job fair juga sebagai upaya memfasilitasi calon pekerja dengan lowongan pekerjaan yang diminati. "Ini kesempatan bagi calon pekerja di Aceh untuk memilih pekerjaan sesuai keinginan karena kami menyediakan lebih dari 500 lowongan kerja, " tandasnya.

SEMENTARA Kepala Seksi Pemagangan Penempatan Izin TKA Disnakermobduk Aceh, Irfani Msi kepada Serambi mengatakan, berbeda dengan job fair sebelumnya, pada job fair tahun ini Disnakermobduk menyediakan secaia gratis; baik kepada lembaga atau perusahaan untuk membuka stan.maupun kepada calon pencari kerja. "Kami memfasilitasi para pencari kerja dengan fasilitas gratis. Tidak ada biaya masuk dan pendaftaran apapun," ujar Irfani. Menurutnya, hal ini sesuai dengan konvensi International Labor Organization (ILO) Nomor 88 tentang lembaga pelayanan penempatan tenaga kerja. "Dimana dalam konvensi ILO tersebut lembaga dilarang memungut biaya kepada pencari kerja." Demikian Irfani.

Janji Walikota Bangun Irigasi

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti SH berjanji akan membangun irigasi teknis dan pengerasan jalan menuju areal sawah di Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam. Namun, syaratnya harus ada surat pemyataan tertulis dari warga berisi perjanjian tak mengalih fungsi kelahan di sana tanaman sawit.

Wali Kota menyampaikan hal ini saat panen raya jagung di areal sawah Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kamis (28/5). "Kalau tidak ada pernyataan tertulis, saya tidak mau membangun irigasi. Nanti pemerintah capek-capek membangun, tapi belakangan masyarakat menanami kelapa sawit," kata Wali Kota.

Sebelum irigasi itu dibangun, Merah Sakti juga mengingatkan para petani di Kecamatan, Sultan Daulat agar tidak mengalih fungsi lahan pertanian untuk sawit atau jenis perkebunan Julainnya. Hal ini agar lahan pertanian tetap bisa dimanfaatkan untuk memproduksi padi atau palawija.


Menurutnya, saat ini satu-satunya areal pertanian andalan Kota Subulussalam hanya di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat yang mencapai 500 hektare. Karena itu, bupati menginginkan agar lahan pertanian yang sudah ada itu dialih fungsikan untuk tanaman kelapa sawit. "lni perlu saya sampaikan, jangan nanti setelah dibangun lantas tanah ini justru dialihfungsikan, kalau demikian sama artinya membuang-buang uang negara," ujar Sakti.

Menurut Sakti, larangan alih fungsi lahan ini selaras dengan program Presiden, Jokowi tentang swasembada beras. Bahkan, program nasional yang harus disukseskan itu turut menggandeng TNI AD.

Menurut dia, larangan untuk tidak mengalih fungsi lahan pertanian sudah ditetapkan pemerintah pusat dan diikuti pemerintah daerah. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan lahan pertanian. Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Subulussalam, Masri SP menyampaikan 60 bantuan pertanian diarahkan ke Kecamatan Sultan Daulat.


Hal itu karena kawasan tersebut merupakan andalan pertanian tanaman pangan di Kota Subulussalam. Bahkan, kata Masri, di aeal yang berkisar 500-an hektare setengahnya sudah dibangun melalui uang pemerintah. Tak hanya itu, Pemko Subulussalam melalui Dirras Pertanian juga membangun jalan usaha tani guna memudahkan petarni mengangkut hasil panen mereka. Acara panen raya jagung ini dihadiri hampir semua Kepala Dinas Kota Subulussalam termasuk Ketua dan Wakil Ketua DPRK. Camat Sultan Daulat, Khairunnas, serta para kelompok tani.

Ultimatum Kas Bon Pejabat dan Mantan Pejabat

BLANGPIDIE - BupatiAceh Barat Daya (Abdya), Jufri Hasanuddin mengultimatum pejabat dan mantan pejabat kabupaten itu melunasi sisa kas bon kabupaten setempatRp 2,8 miliar sejak 2003 paling telat 10 Juni 2015. Jika tak dilunasi atau dipertanggungjawabkan, maka bupati mengancam akan melapor ke penegak hukum.

Bupati Hasanuddin menegaskan hal ini saat acara gerakan tanam serentak musim tanam (MT) Gadu I Tahun 2015 di areal sawah Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan, Kamis (28/5). Menurutnya, di awal kepemimpinannya pada 2012, kas bon Abdya mencapai Rp 8 miliar yang sudah terjadi sejak lahir Abdya pada 2002 pemekaran dari Aceh Selatan dan tak mampu dipertanggunjawabkan beberapa pejabat yang meminjam.


Penyelesaian kasus kas bon terus dilakukan dengan meminta peminjam (pejabat dan mantan pejabat) yang tersangkut agar bersungguh-sungguh menyelesaikan atau mempertangungjawabkan penggunaan uang negara, termasuk penyelesaian administrasi.


Upaya tersebut dapat mengurangi kas bon diri sebelumnya Rp 8 miliar, kini tersisa sekitar Rp 2,8 miliar. Hal ini sesuai hasil audit diterima Bupati Jufri bila kas bon tak mampu dipertanggungjawabkan hingga batas waktu l0 Juni 2015, maka saya akan melaporkan ke aparat penegak hukum," tegas Bupati di hadapan pejabat dan petani yang menghadari acara gerakan tanam serentak tersebut. Selain itu, Bupati juga mengancam akan melapor ke penegak hukum pejabat dan pengusaha yang diduga merampas ribuan hektare lahan negara di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot untuk dijadikan areal perkebunan kelapa sawit.

PNS Malas Tak Dibayarkan TC

SINGKIL - Pemberian uang tunjangan prestasi kerja (TPK) atau lebih dikenal uang TC kepada PNS di Kabupaten Aceh Singkil, hanya berdasarkan absen kehadiran, ternyata menimbulkan kecemburuan bagi PNS yang rajin. Karena itu, mereka meminta Pemkab untuk membayar TPK kepada PNS yang rajin saja atau berkinerja alias tak membayar tunjangan ini kepada PNS malas. "Kami kadang iri, PNS yang hanya tanda tangan absen dapat TC nilainya sama dengan kami yang bekerja rajin.

Seharusnya TC ini menjadi penghargaan bagi rajin saja, jangan disama rata. Tujuannya demi kebaikan daerah, PNS akan rajin bekerja dengan harapan mendapatkan pengharagaan berupa tunjangan prestasi kerja," kata seorang PNS di lingkup Pemkab Aceh Singkil yang tak bersedia ditulis kepada Acceh-gayo.blogspot.com Jumat (29/5).

Terapkan e-kinerja Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi mengatakan pihaknya sedang berupaya menerapkan sitem e-kinerja (kerja elektronik). Sehingga tidak hanya pimpinan yang bisa mengukur capaian kinerja PNS, tetapi seluruh rakyat dapat memantau. "Memang harus diakui sebagai kelemahan, TC masih diberikan berdasarkan absen. Mengatasinya sesuai perintah Pak Bupati, kami sedang berupaya menerapkan sistem e-kinerja." Kata Azmi ketika dikonfirmasi Acceh-gayo.blogspot.com kemarin.


Menurut Azmi, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memerintahkan seluruh satuan perangkat kerja kabupaten (SKPK) supaya meminta laporan kerja harian staf. Selanjutnya laporan dimaksud diserahkan ke pihaknya untuk dinilai, siapayang telah bekerja sesuai target dan melebihi akan mendapat penghargaan. "Saya sudah perintahkan para Asisten meminta kepala dinas di bawah koordinasinya melaporkan target kinerja. Dari tiga asisten, baru asisten III yang melaporkan dua lagi saya minta segera melaporkan," jelas Sekda.


Tunjangan prestasi kerja atau TC diberikan kepada PNS sesuai kemampuan keuangan daerah. Berdasarkan besaran pendapatan asli daerah (PAD). Jika rata-rata seorang PNS mendapatkan TC setiap bulan Rp 500 ribu dikali jumlah PNS di Kabupaten AcehSingkil 3.000 orang. Maka, uang yang dikeluarkan untuk TPK, meski belum tentu PNS itu berkinerja jumlahnya itu mencapai Rp 1,5 miliar setiap bulan.

Monday

Duta Wisata Aceh Besar dan Sabang

JANTHO - Meriza Akbar dan Nanda Mariska terpilih menjadi Agam dan Inong Duta Wisata Kabupaten Aceh Besar Tahun 2015. Keduanya berhasil mengungguli tujuh pasangan lain pada malam penobatan yang digelar di Aula BPKP/SKB Lubok Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (23/5) malam.

Sementara Husnul Hafizah dan Muhammad Reza dinobatkan sebagai Duta Wisata Sabang 2015. Pasangan ini meraih juara setelah mengalahkan 26 finalis lainnya. Malam penobatan berlangsung di Pentas Sabang Fair Kota, Sabang, Sabtu (23/5) malam, ditandai dengan penyematan selempang oleh Cut Abang dan Cut Adek Aceh tahun lahir, Ainul Fadlan asal Aceh Utara dan Devi Pratiwi asal Sabang.

Kegiatan pemilihan Duta Wisata Aceh Besar dipimpin tiga juri masing-masing T Raden Sulaiman TA (seniman dan budayawan), Rafifu ddin SH (unsur Disbudparpora), dan Ilham Munawar Sidiq SPdI (Bahasa Inggris). Setelah diumumkan sebagai Duta Wisata Aceh Besar Tahun 2015, Meriza Akbar dan Nanda Mariska akan mewakili kabupaten tersebut pada ajang pemilihan Duta Wisata tingkat Provinsi.


Pada malam penobatan tersebut, juga diumum juara dua pasangan Aula Andika Fikrullah Albalad dan Munawaratul Makhya, juara tiga kwar dan Siti Zuhra. Sementara itu pasangan favorit pilihan penonton atau masyarakat pada pagelaran Duta Wisata adalah Agus Maulidiansyah dan Nurul Afrah. Kepada para pemenang selain dipakaikan selempang juara juga mendapat trofi penghargaan dan uang pembinaan. Malam penobatan/pemilihan duta wisata Aceh Besar yang diadakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Aceh Besar tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah SSos.


"Duta Wisata berperan aktif dan dapat mewakili daerahnya dalarn upaya promosi pariwisata Aceh Besar yang kaya dengan budaya dan objek wisatanya. Mereka juga diharapkan bisa menjadi sosok wisata yang kreatif, inovatif, percaya diri, berpengalaman dan berhati diri," ujamya. Sementara itu disbudparpora Aceh Besar M Ali Ssos MSi melaporkan, kegiatan pemilihan duta wisata Aceh Besar tahun 2015 ini diikuti 50 peserta atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 30 peserta.

Pemohon Beasiswa Pidie Membludak

SIGLI - Pendaftaran beasiswa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie telah ditutup pada 15 Mei lalu. Jumlah pemohon dari berbagai tingkat pendidikan mencapai 1.295 orang. Adapun dana APBK Pidie 2015 yang tersedia untuk itu Rp 1 miliar. Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kabag Kesos) Setdakab Pidie, Drs Sayuti MM kepada Aceh-gayo.blogspot.com  Minggu (24/5) mengatakan, jumlah pemohon beasiswa yang masuk itu masih perlu diseleksi lagi.

Sehingga panitia akan mengetahui siapa-siapa saja dari mahasiswa yang mengajukan proposal itu telah pernah mendapatkan beasiswa sebelumnya. "Jika ketika diperiksa ada pemohon yang telah pernah mendapatkan beasiswa tahun lalu, maka akan dibatalkan," ujar Sayuti yang juga mantan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pidie itu. Dirincikan, jumlah 1.295 proposal itu adalah dari 52 sebanyak 90 orang, 51 Unigla 649, PerguruanTinggi Islam (PTI) Alhilal 291, luar kabupaten 238 orang, dan S1 campuran dari berbagai perguruan tinggi dalam kabupaten 27 orang.



Ditanya kapan disalurkan bea'siswa itu? Sayuti mengaku belum dapat memastikan. Sebab, setelah entri data dilakukan maka akan dilakukan verifikasi intemal dengan jurnlah pemohon seribuan itu, tentu memakan waktu lama. "Kamungkinan untuk verifikasi internal di Pemkab Pidie saja makan waktu sampai 15 hari atau lebih," tambahnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Pidie mengalokasikan dana untuk beasiswa tahun ini Rp 1 miliar bersumber dari APBK. Jumlah beasiswa tahun ini juga tidak berbeda dengan beasiswa tahun lalu. 

Asupan Gizi 1.000 Hari Anak

BANDA ACEH – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, dr Herlina Dimiati SpA mengatakan, asupan gizi dalam 1.000 / hari sejak kelahiran seorang anak, sangat penting bagi
perkembangan anjrk tersebut. Karena itu, orang tua harus memberikan asupan gizi yarlg baik dan cukup bagi anaknya.

"1.000 hari yang disebut periode emas. Jadi, asupan gizi sejak anak lahir hingga berusia seribu hari harus optimal," kata dr Herlina di sela-sela simposium nutrisi pelengkap dan optimal 1.000 hari pertama kehidupan, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (23/5).

Menurutnya, asupan gizi lengkap dan optimal l.000 hari pertama, akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan untuk jangka pandek dan jangka panjang. "Bilir asupan gizi tidak cukup, dapat mengakibatkan kerusakan pertumbuhan dan perkembangan permanen dan akan berdampak tidak baik, " jelasnya.



Asupan gizi yang diperlukan, sebut Herlina, yang mengandung protein dan karbohidrat tinggi. Sirnposium nutrisi pelengkap dan optimal 1.000 haii pertama kehidupan itu juga menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Prof dr M Juffrie SpA(K) dari IDAI Yoryakarta. Lalu, dr Djulistio TB Djais SpA(K) dari IDAI Jawa Barat dan dr Sunandiono SpA(K) dari IDAI Yogyakarta.

Nelayan Curhat ke Anggota MPD

MEUREUDU - Para nelayan di Meureudu, Pidie Jaya, Sabtu (23/5) menyampaikan keluh-kesah terhadap keterbatasan pendidikan anak-anak mereka pada pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh. Dalam acara "Meudrah" yang dilaksanakan di Meunasah Gampong Balek, Kecamatan Meureudu itu, nelayan melaporkan soal masih morat-maritnya pendapatan mereka, sehingga berdampak pada terhambatnya kelangsungan pendidikan putra-putri mereka.

Dalam pertemuan yang dipimpin Prof H Warul Walidin Lc,MA selaku ketua MPD Aceh itu, para nelayan Meureudu menyampaikan uneg-uneg mereka karena masih dibelenggu kemiskinan. Bahkan mereka mengatabunkan, keluarga nelayan seperti luput dari perhaflan pemerintah.


Selain tak sanggup menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi. nelayan itu juga menyampaikan pada rombongan MPD Aceh itu soal keterbatasan sarana melaut. "Sekarang hasil tanggakapan minim, harga BBM mahal karena harus beli di SPBU, sehingga kehidupan nelayan semakin terjepit," ujar Effendi seorang nelayan Meureudu itu.

Sedangkan Ny Nurjannah yang mewakili keluarga nelayan lainnya menyampaikan, melalui forum "Meudrah" itu, dia berharap adanya perubahan kehidupan para nelayan ke depan. Katanya, pemerintah hendaknya memberiklan modal untuk keluarga nelayan sehingga mereka bisa berusaha untuk memperoleh tarnbahan pendapatan keluarga, walau hanya sekadar membuat menjual kue di warung-warung sekalipun. "Selama ini kaum nelayan jangankan dapat menyambung sekolah anak-anak ke Banda Aceh, untuk melanjutkan sekolah di ibukota kabupaten ini saja sulit," kata Nurjannah.


Sementara itu, Drs H Salman Ishak MSi, Wakil Ketua II MPD Aceh, berjanji akan melaporkan soal nasib nelayan itu ke PemrovAceh. "MPD bukan pihak pengambil keputusan, tapi aspirasi yang kami jaring lewat Meudrah akan kami laporkan ke Gubernur," kata Salman Ishak yang juga mantan Bupati Pijay itu.

Pengolahan Sampah Sawit Jadi Bahan Kerajinan

KUALASIMPANG - Pemuda Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, mengolah limbah sawit berupa pelapah sawit menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis. Kerajinan tersebut berupa pembuatan tepas, anyaman lidi sawit dan pembuatan pakan ternak dari pelepah sawit.

Untuk meningkatkan kualitas kerajinan, PT Pertamian EP Rantau melalui mitra kerja lembaga Pengajian dan Konsultasi (LP2K) memberikan pelatihan kerajinan dimaksud selama delapan kali pertemuan selama Mei. Kabid Pemberdayaan dan Advokasi LP2K, Sugiono kepada Aceh-gayo.blogspot.com Minggu (24 / 5) mengatakan, pelepah sawit merupakan limbah yang selama ini tidak dimanfaatkan oleh pemilik kebun sawit yang ada di Desa Paya Bedi.


Pemanfaatannya hanya sebatas untuk sapu lidi, pagar kebun, sisanya lebih banyak menumpuk ditempat pembuangan sampah dan setelah kering dibakar, kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Inisiatif memanfaatkan limbah sawit dilakukan pemuda Kampung Paya Bedi yang tergabung dalam kelompok Kelompok Karya Muda.


Dengan bantuan PT Pertamian EP Rantau mereka dilatih cara pembuatan tepas, mesin coper (pencacah pelepah sawit) untuk membuat pakan temak sapi. Kemudian pelatihan anyaman lidi, study banding budidaya sapi, serta pendampingan tata kelola organisasi. "Ke depan Desa Paya Bedi dapat dipersiapkan sebagai desa destinasi wisata kerajinan berbahan baku limbah sawit, sehingga dapat meningkatkan ekonomi warga dari penjualan produk tersebut," ujar Sugiono.

Proyek Asal Jadi Menjadi Temuan Inspektorat

LANGSA - Tim Pansus VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) wilayah Aceh Timur, kembali mengungkap sejumlah masalah soal realisasi proyek APBA tahun anggaran 2014 yang terindikasi sarat masalah. Salah satunya tim Pansus menemukan terkait realisasi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri Gampong Beusa Baroh, Kecamatan Peureulak Barat, dengan anggran Rp 389 juta.

Menurut Iskandat Usman Al-Farlaky selaku ketua Tim Pansus VI itu kepada Aceh-gayo.blogspot.com Minggu kemarin, bangunan terdiri dari tiga ruang itu, kini sudah adayang pecah dan lantainya amblas. Dikatakannya, kualitas bangunannya sangat buruk. Selain lantai yang telah retak dan pecah-pecah, juga plafon sekolah itu sudah mulai msak. Padahal RKB itu belum sempat digunakan.

Disebutkan tim Pansus itu juga telah meninjau ke l4 lokasi proyek berbeda. Iskandar menarnbahkan, temuan lainnya yakni proyekjalan dan drainase, proyek infrastruktur pendukung kawasan dermaga serta proyek bidang transmigrasi dan kependudukan." Katanya, pekerjaan pengerasan jalan di desa Alur Pinang, Kecamatan Peunaron Aceh Timur. Proyek bernilai Rp 773 juta tersebut memiliki spesifikasi panjang 4 kilometer dengan lebar badan jalan sebesar 4,5 meter.


"Setelah kami tinjau, hampir semuabadan jalan sudah ditumbuhi rumput akibat material timbunan yang digunakan sebahagian besar terdiri dari tanah. Hasil pengukuran juga menunjukan lebar badan jalan bervariasi, bahkan ada yang tidak sesuai," ungkapnya. Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh ini juga mengungkapkan, adanya temuan proyek yang tidak selesai dikerjakan namun dilaporkan sudah rampung 100 persen.

Hal itu terjadi pada proyek pembangunan drainase pusat kota Ranto Peureulak dengan dana Rp 664 juta. "Dilihat dari fisiknya persentase pekerjaan tidak mencapai 50 persen tapi anggarannya justru sudah dinyatakan cair seluruhnya. Kami menduga ada kesengajaan membuat laporan fiktif," kata Iskandar Usmal.


Ditambahkan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut ke dalam laporan hasil pansus dan rumusan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait seperti Inspektorat. Untuk itu, Tim Pansus akan meminta Dinas terkait memberikan semua data-data agar kemudian dikaji dan dirumuskan ke dalam laporan pansus termasuk proyek jalan-dan BPLK Jalan Lama Peureulak Kota senilai Rp 2,9 miliar.

Kamar Rutan Jantho Digeledah

JANTHO - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Jantho, Drs Said Mahdar SH memimpin langsung penggeledahan seluruh kamar narapidana (napi) dan tahanan di rutan tersebut, Sabtu (23/5) rnalam. Hasilnya, ditemukan 60 unit handphone (hp) berbagai merek yang selama ini diam-diam digunakan napi dan tahanan untuk berkomunikasi ke luar rutan. Penggeledahan itu, menurut Said, dilakukan di 24 karnar.

Hanya satu kamar, yakni kamar napi/ tahanan perempuan yang tidak digeledah. Rutan yang asri dan adem itu kini dihuni 256 warga binaan. Selain hp, ditemukan juga sejumlah cas (charge) hp serta bermeter-meter kabel yang selama ini dicantolkan napi tertentu ke jaringan listrik di kamar selnya. Bahkan ada napi yang berbisnis jasa cas hp di dalam rutan.


Dia mengambil uang 5.000 rupiah dari setiap napi dan tahanan yang mencaskan baterai hp kepadanya. Menurut Said, seluruh hp, charger, dan kabel-kabel tersebut dia sita resmi untuk negara dan tidak akan dikembalikan kepada para napi atau tahanan. "Sudah saya registrasi untuk diserahkan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan Kakanwil Kemenkumham Aceh agar disita untuk negara,"ucap Said Mahdar.


Sebagian kecil hp tersebut, menurut Said, ini merupakan smartphone. Namun, yang terbanyak adalah hp biasa yang tidak memiliki fasilitas Blackberry, WhatsApp, Line, dan lainnya. Ia juga sudah memperingatkan satu per satu para warga binaan yang ber-hp di dalam rutan agar tak mengulangi lagi tindakan itu, karena pasti akan digeledah lagi dan ditindak tegas.

Muda-Mudi di Tangkap WH karena Karokean Tengah Malam

BANDA ACEH – Toko Galeri Kafe dan Musik di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, digerebek petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh, Sabtu (23/5) sekira pukul 23.30 WIB, karena menyediakan fasilitas karaokean hingga larut malarn dan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Razia itu dipimpin langsung Wali Kota Banda Aceh, Iliza Saaduddin Djamal.

Menurut Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi SSTP MSi melalui Kasi Penegakan Peraturan Perundang-undangan dan Syariat Islam Satpol PP dan WH Banda Aceh, Evendi A Latif, saat penggerebekan dilakukan di lantai satu yang difungsikan sebagai kafe, tidak tampak banyak pelanggan di ruangan tersebut.


Narnun, saat petugas naik ke lantai tiga, di sana ditemukan laki-laki dan wanita yang bercampur baur dan berpasang-pasangan sedang berkaraokean. Ada yang lari kocar-kacir saat petugas datang, ada juga yang tidak tahu sama sekali. Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan 10 wanita, 5 laki-laki dan seorang waria. "Semuanya kita temukan dalam tiga ruangan di lantai tiga.

Sesaat kita masuk mereka memang sedang bercampur baur. Langsung kita amankan ke lantai dua dan langsung kami bawa ke kantor," ujar Evendi. Rata-rata, kata Evendi, mereka masih berusia muda (ABG). Saat penggerebekan berlangsung ratusan warga berkumpul di depan toko itu, dan baru bubar sekitar pukul 01.00 WIB setelah pelaku dibawa petugas. Ke-16 muda-mudi itu telah melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syariat Islam dan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam.


Kita juga menyita recorder CCTV, karena itu akan kita jadikan sebagai alat bukti untuk penelusuran lebih lanjut, apakah ada pelanggaran lainnya atau tidak," pungkas Evendi. Ia menambahkan, penggerebekan itu dilakukan atas dasar laporan masyarakat yang menyebutkan ada pelanggaran syariat yang terjadi di toko itu. Hingga sore kemarin, ke 16 muda-mudi itu masih ditahan di kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Seminar Narkoba

BANDA ACEH – Lembaga Pengembangan Sumberdaya Tunanetra (Lempesta) Wilayah Kota Banda Aceh, menggelar seminar narkoba dan peringatan israk mikraj Nabi Muhammad SAW 1436 H di Aula Gedung C Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (23/5). Kegiatan yang diikuti penyandang distabilitas seperti tunanetra, tunarungu, tunadaksa, dan tunagrahita, dibuka oleh Ketua Lempesta Aceh Drs Nurdin Yakob.

Ketua Lempesta Wilayah Kota Banda Aceh, Syarifuddin mengatakan, kegiatan itu bertujuan membetengi penyandang distabilitas dan keluarganya dari bahaya narkoba. Menurutnya, Persoalan narkoba saat ini sudah sangat memprihatinkan. "Itu sebabnya kami berinisiatif membuat acara ini," katanya.


Dengan kegiatan ini, sambungnya, mudah-mudahan para penyandang distabilitas di Kota Banda Aceh memahami dampak dari bahaya narkoba. Sehingga bisa menjaga keluarganya dari bahahanya peredaran dan penggunaan barang haram itu. "Saya berharap pemerintah dan instansi terkait lebih intens malakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba, supaya generasi kita terbebas dari narkoba," ujarnya.


Kegiatan yang mengusung tema "terwujudnya insan distabilitas/penyandang cacat yang beriman, bertaqwa serta sehat, cerdas, dan bebas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba”, menghadirkan pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh. Dinas Kesehatan Banda Aceh, kepolisian, Kemenag Banda Aceh. Sedangkan penceramah israk mikraj diisi Ustaz Rafsanjani SH.

Wednesday

Pelatihan Pengkaderan Ulama Muda

IDI - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Timur, selama satu minggu (19-25 Mei) mengadakan pelatihan untuk ulama muda di Aula Kantor Kemenag Aceh Timur. Sekretaris MPU Aceh Timur, Drs Husni Wahab mengatakan, tujuan diadakan pelatihan kader muda ulama ini guna menemskan peran ulama di Aceh Timur khususnya dan Provinsi Aceh pada umumnya.

"Kita ketahui bahwasannya jumlah ulama kita semakin hari semakin berkurang, jadi dengan adanya pelatihan ini kita mampu mengkaderkan ulama-ulama muda ini nantinya menjadi ulama besar dan kharismatik di Aceh, " ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, pelatihan kader ulama muda itu di Aceh Timur rnerupakan yang ketiga kalinya. Untuk pelatihan kader ulama muda tahun ini diikuti sebanyak 48 peserta dari selumh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur, setiap kecamatan dikirimi dua orang santri.



Sementara itu, Ketua MPU Aceh Timur, Tgk H Bukhari Hasan dalam sambutannya mengatakan, secara pribadi ia menyambut positif diadakannya pelatihan kader ulama muda itu. Karena, tembahnya, pelatihan itu bertujuan trntuk melatih dan mempersiapkan ulama-ulama muda yang berwawasan pengetahuan keagamaan yang luas dan marnpu memnjadi pemimpin umat dimasa-masa yang akan datang. Oleh karena itu ia sangat mengharapkan pelatihan itu diikuti dengan. sunguh-sunguh sehingga memberi manfaat besar bagi kader ulama itu sendiri.

Pelaksanaan UASBN di Pantau Langsung Wabup

SIGLI - Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di Pidie Selasa kemarin diikuti 7.931 murid SD/MI. Ujian pada hari kedua itu kemarin dilaporkan berlangsung lancar dan semua peserta hadir. Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE didampingi Kepala Dinas Pendidikan Drs Laisani MSi, mewakili Kemenag Pidie Kasi Madrasah Hasanuddin Sag Selasa kemarin juga memantau pelaksanaan UASBN tersebut.

Empat sekolah dikunjungi rombongan Wabup Pidie itu adalah SD 2 Gigieng, SD Kampung Blang, Kecamatan Simpang Tiga, MIN Cempala Kuneng dan SDN 1 Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro. Pada kesempatan itu, Wabup juga dilaporkan pengawas ujian bahwa ujian itu tak ada kendala apapun. Wabup M Iriawan kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, adanya kewenangan sekolah menentukan kelulusan cukup bagus.



Namun begitu, nilai keberhasilan dari proses dilakukan dengan baik. Menyangkut dengan kualitas pendidikan di tingkat SD menurut Wabup Pidie itu sudah ada kemajuan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pidie, Drs Laisani MSi menambahkan, untuk memiliki standar pendidikan mesti ada catatan penting bagi guru dan kepala sekolah. Salah satunya menambah jam belajar biasanya cuma pagi, tapi ditambah sore hari guna memaksimalkan mutu. "Kita harapkan kelulusan dari murid SD di Pidie bisa lulus 100 persen apalagi, sekolah diberi wewenang dalam menentukan kelulusan," kata Laisani.

Siswa Tahfiz Aceh Jadi Imam Shalat Tarawih di Malaysia

BANDA ACEH – Dua siswa Tahfiz Quran Pemerintah Kota Banda Aceh diundang untuk menjadi imam shalat tarawih selama sebulan penuh di Masjid Taman Mega Ampang; Kuala Lumpur, Malaysia. Keduanya adalah Mahdalil Ikram (15) dan T Akbar Ramadhan (15). Keduanya selama ini belajar di Ma'had Daarut Tahfizh A1-Ikhlas, Ajun, Aceh Besar bersama 16 siswa lainnya.

Kabid Pengembangan Syariah dan Dayah Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh, Wirzaini Usman SHI kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (19/5) mengatakan informasi itu diperoleh pihaknya dari pimpinan Ma'had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, Ustaz Zulfikar SAg saat bersilaturahmi ke Ma'had, Senin (18/5) lalu.


Menurut Wirzaini, saat ini Mahdalil Ikram sudah mampu menghafal Quran 8,5 juz dan T Akbar Ramadhan l0,5 juz. Mereka akan berangkat dua hari sebelum bulan Ramadhan, Segala kebutuhan keduanya akan ditanggung pihak pengundang "Kemarin kami juga berkesempatan mengetes kemampuan hafalan mereka dan hasilnya luar biasa. Akbar juga tercatat sebagai salah satu peserta MTQ Banda Aceh yang akan mengikuti ajang tingkat provinsi di Nagan Raya nanti," katanya.


Sebelumnya, Pemko Banda Aceh sudah mengirim 18 santri dalam dua tahap untuk di didik rnenjadi hafizh di Ma'had tersebut. Sembilan orang mengikuti pada tahap pertama dan sembilan orang lainnya masuk tahap kedua. Pihaknya menarget, para santri bisa menghafal Quran 30 juz setelah enam tahun belajar. "Kita harapkan mereka bisa menjadi hafiz di setiap masjid kecamatan. Ini juga sesuai harapan Wali Kota agar nantinya para imam masjid masing-masing kecamatan adalah seorang penghafal Al-Quran." ujar Wirzaini.

Kerjasama Disnakermobduk dengan Mancanegara

BANDA ACEH – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Ir Helfizar Ibrahim MSi mngatakan untuk menghambat laju pengangguran, pihaknya sudah dan terus menjalin kerja sama ketenagakerjaan di dalam dan luar negeri. "Bahkan, khusus tingkat regional, Aceh telah bersepakat dengan Pemko Batam, Para pengusaha dan jasa ketenagakerjaan di kepulauan itu untuk menggunakan Pekerja asal Aceh," kata Helfizar Ibrahim kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (19/5).

Menurutnya, berkiatan dengan itu, Pemerintah Aceh bersama pihak swasta lembaga. dan dinas instansi terkait lainnya di daerah ini juga akan menggelar job fair 2015 di UIN Ar-Raniry pada Juni 2015. Tujuannya untuk mempertemukan pekerja dengan pengguna atau Penyedia jasa ketenagakerjaan.



Selain itu, kata Helfizar, Disnakermobduk telah dan terus mempersiapkan calon pekerja terampil melalui BLK berupa pelatihan atau peningkatan ketrampilan sesuai latar belakang bidang dan keahlian calon pekerja. Ia mengakui, meski secara nasional, posisi pemberdayaan ketenagakerjaan di Aceh berada di peringkat 26 dari 34 provinsi. Namun, dengan dukungan 18 BLK dan lima BKLI yahg tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh, dia,optimis mampu memenuhi standar kompetensi tenaga, baik yang dibutuhkan di dalam, maripun di luar negeri.

FMIPA Unsyiah Gelar PiL

BANDA ACEH - Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsyiah mengadakan Pekan Ilmiah XVII di aula fakultas setempat 16-20 Mei 2015. Acara ini dibuka Pembantu Dekan III FMIPA Unsyiah, Dalil Sutekad, M Si. Ketua Panitia, Erwanda kqpada Aceh-gayo.blogspot.com. Selasa (19/5) mengatakan.

Pekan ilmiah hati ini diadakan berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini mereka lebih banyak menampilkan inovasi serta perubahan-perubahan yang sangat drastis ditanding dengan acara PiL MIPA sebelumnya. 'Pekan Ilmiah ini merupakan acara terbesar yang selalu diselenggarakan setiap tahunnya dalam periode kepengurusan BEM FMIPA selama setahun.



Kami berharap acara ini dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang." ujarnya. Adapun rangkaian acaranya, sebut Erwanda mulai dari lomba ranking I, lomba stand up comedy, lomba cerdas cermat sains, lomba musikalisasi puisi, lomba poster, aksi donor darah, dan expo buku serta pembukaan stan seluruh himpunan FMIPA Unsyiah.

Akreditasi B untuk Politeknik Aceh

BANDA ACEH – Politeknik Aceh berhasil mendapatkan nilai B untuk akreditasi intitusi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Nomor 283 Tahun 2015 pada 15 April yang lalu, Direktur Politeknik Aceh, Zainal Hanafi, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas pencapaian prestasi ini, mengingat Politeknik Aceh merupakan kampus baru.

"Tapi alhamdulillah, telah mampu berdiri sejajar dengan kampus-kampus ternama lainnya," katanya kepada Aceh-gayo.blogspot.com, kemarin. Zainal Hanafi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Politeknik Aceh yang telah berjuang keras dalam proses pembelajaran selama ini, sehingga mendapatkan hasil akreditasi institusi yang sangat memuaskan.


"Akreditasi bukanlah tujuan akhir tapi hasil ini menjadi acuan untuk bekerja lebih baik lagi demi meningkatkan kualitas lulusan yang terampil dan kompeten sesuai dengan visi dan misi Politeknik Aceh," ungkap pria yang kerap disapa Hanafi ini.


Di sisi lain Hanafi berpendapat bahwa kesejahteraan masyarakat Aceh akan semakin mudah terwujud bila institusi pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha bekerja sama mempersiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) serta pasar bebas dunia (WTO).

Guru Bimpen Langka di Tamiang

KUALASIMPANG – Hingga kini di Kabupaten Aceh Tamiang masih kekurangan guru Bimbingan dan Penyuluh (Bimpen). Dari 44 sekolah tingkat SMA/SMK dan MA di Tamiang 50 persen diantaranya, tidak memiliki guru konseling itu.

Kadis Pendidikan Aceh Tamiang, Ikhwanuddin kepada Aceh-gayo.blogspot.com Selasa (19/5) mengatakan, jumlah guru BP di Aceh Tamiang minim dan sebagian besar sekolah tidak memilki guru Bimpen. Padahal, kata Ikhwanuddin, keberadaan guru BP di sekolah sangat penting karena banyak aspek dari siswa yang perlu dikembangkan, seperti pengembangan kehidupan pribadi dimana pelajar mampu menilai bakat dan minat dirinya.



Selanjutnya, pengembangan kehidupan sosial, dimana siswa mampu memahami dan menilai serta mengembangkan kemampaun hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat. Berikutrrya, aspek pengembangan kemampuan belajar, dimana membantu siswa mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan di sekolah secara mandiri.

Mahasiswa KKN di Kembang Tanjong

SIGLI - Sebanyak 1.129 mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Pidie, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Kembang Tanjong dan Mutiara Timur di 87 desa. Para mahasiswa itu Selasa (19/5) diserahkan oleh pihak rektorat dan diterima Sekdakab Pidie, Drs HT Anwar ZA MSi.

Dalam kesempatan itu HT Anwar mengatakan, KKN itu bertujuan agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus di desa-desa. Selain itu, mahasiswa juga harus bisa belajar cara hidup bermasyarakat di dalam desa. "Mahasiswa harus bisa menjaga adat istiadat masyarakat desa dan harus menjalin hubungan yang baik dengan aparat desa dan masyarakat desa pada umumnya," kata HT Anwar.



Sementara itu, Wakil Rektor II Unigha Sigli, Ir Ibrahim MSi kepada Aceh-gayo.blogspot.com seusai acara penglepasan mahasiswa KKN menyebutkan, total mahasiswa KKN 1. 129 orang dan akan ditempatkan sebanyak l0 sampai sebelas orang di setiap desa. Diharapkan, mahasiswa selama KKN dapal mentransferkan ilmu yang sudah diajari di bangku kuliah di tengah-tengah masyarakat. "Lakukan kegiatan sosial dan berbagai hal menyangkut dengan pembanguna desa lainnya," kata Ibrahim.

Terlantar 17 Bulan Kapal Rondo Di Tinggalkan Rekanan

BANDA ACEH – Kapal cepat Pulo Rondo yang dibuat pada 2002 menggunakan APBN dan APBA Rp 20, 7 miliar, ternyata hanya telantar di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh sejak Januari 2014 hingga kini. Rekanan selaku operator tak mengoperasikan kapal tersebut karena ada bagian yang rusak.

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin yang dlmintai tanggapannya saat meninjau kapal tersebut yang diparkir di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (19/5), kepada wartawan mengatakan pihak Dishubkomintel Aceh perlu secepatnya menangani. persoalan ini agar kapal tersebut segera bisa dioperasikan untuk penyeberangan dari Pelabuhan Ulee Iheu-Balohan, Sabang maupun sebaliknya.

"Soalnya semakin lama kapal itu terparkir di Pelabuhan Ulee Lheue, maka jumlah item kerusakannya semakin bertambah, seperti kapal cepat Pulo Dedap yang dibuat dengan APBA 2003 Rp 22 milyar, dimana kapal itu sekarang ditempatkan, kami tidak tahu," kata Muharuddin.


Muharuddin menambahkan jika pihak Kementerian Perhubungan RI mengetahui kapal Cepat Pulo Rondo itu sudah ditelantarkan rekanan, mereka pasti kecewa terhadap pihak Dishubkomintel Aceh karena tidak mampu rnerawat kapal itu dengan baik sehingga bisa mendukung pariwiasata di Sabang. Seperti rencana awal "Sekarang kalau kita ingin mernbuat kapal cepat yang baru, seperti Pulo Rondo, sudah tidak cukup lagi dana Rp 20,7 miliar, melainkan harus punya sekitar Rp 35-40 rniliar, " ujar Muharuddin.

Untungnya, kata Muharuddin, selama ini untuk pelayaran Ulee Lheue-Balohan dan sebaliknya masih ada dua kapal cepat milik swasta, jika tidak, maka program pariwisata Sabang bisa tak berjalan. Khusus kepada Polda Aceh, Ketua DPRA ini meminta agar rekanan yang menelantarkan kapal ini diproses hukum, apalagi disebut-sebut mereka belum menyetorkan Rp 800 juta, untuk kas daerah.

Padahal uang yang seharusnya disetor pengelola kapal dengan biaya perbaikan kapal atas, kerusakan yang terjadi, masih jauh lebih rendah. Menurut hitungan sementara dari pihak Dishubkomintel, untuk perbaikan kapal itu agar bisa fungsional, butuh dana Rp 2 miliar.

Sunday

Perbaikan Jalan Nasional

BLANGKEJEREN - Badan jalan nasional yang menghubungkan Blangkejeren – Takengon di Pengkala, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus) mulai diperbaiki pihak PPK-8. Sebelumnya, sejumlah pemuda memblokir jalur ini, karena tidak kunjung diperbaiki, padahal sudah rusak parah, dengan menanam pohon pisang, keladi dan juga ban bekas di atas badan jalan yang berlubang dan digenangi air.

Pemblokiran separuh jalan sempat menyebabkan arus lalulintas, terganggu dan terjadi antrean panjang, sehingga para pengendara juga mengeluhkan kondisi itu. Alhamdullilah saat ini ruas jalan di Pengkala yang rusak parah dan sempat diblokir warga sudah mulai diperbaiki dengan cara ditimbun pasir,"kata sejumlah pemuda di Pengkala, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Sabtu (16/5). Warga menyatiakan kondisi jalan telah lama rusak, sehingga dikeluhkan pengguna jalan serta para wali murid MIN Pengkala, Blangkejeren.


"Seharusnya jalan di Pengkala itu bukan hanya sekedar diperbaiki dengan cara ditimbun pasir, tetapi diaspal dan dibuat saluran air,sehinggatidakdigenangi air," harap salah seorang pemuda Pengkala. Bupati Galus, lbnu Hasim sempat mengaku jalan di Pengkala yang menghubungkan Blangkejeren dengan Rikit Gaib-Takengon mulai rusak sejak 2007 lalu dan belum mendapat perhatian yang serius dari pemerintah pusat.


Bupati mengaku telah berulangkali mengirim surat ke Gubernur Aceh, Kementerian PU dan Kantor Balai Jalan Nasional, tetapi belum ada tanggapan. "Dinas PU Galus sudah berkali-kali memperbaiki badan jalan di Pengkala dengan cara ditimbun batu kerikil, tetapitidak bertahan lama," sebut lbnu Hasim. Dia mengaku, tidak mungkin Pemkab Galus memperbaiki ruas jalan nasional tersebut karena bukan tanggungjawab pemerintah kabupaten.