Showing posts with label Banda Aceh. Show all posts
Showing posts with label Banda Aceh. Show all posts

Wednesday

UIN Ar-Raniry Buka Pendaftaran Hingga 13 Juni 2015

BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menerima calon mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2015/2016 melalui jalur Ujian Masuk Pergurran Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM:PTKIN).

Pendaftaran melalui jalur tersebut dapat diakses secara online melalui www.um-ptkin.ac.id sejak 12 Mei dan akan ditutup pada 13 Juni 2015. Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Farid Wajdi Ibrahim MA mengatakan, UM-PIKIN adalah sebuah mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi Islam-UIN, IAIN, STAIN-secara serentak di seluruh Indonesia. Jalur itu merupakan mekanisme yang dilakukan setiap tatrunnya di bawah Kementerian Agama. "Jalur ini adalah jalur resmi masuk perguruan tinggi agama di Indonesja. Ini memudahkan bagi siapa yang ingin masuk perguruan tinggi agama, termasuk kampus kita ini (UIN Ar-Raniry)," kata Farid saat konferensi pers di kampus setempat, Senin (1/6).


Farid menjelaskan untuk mekanisme pendaftaran, bisa mengakses melalui laman www.um-ptkin.ac.id  di jejaring internet. Di sana, akan dijelaskan semua inforfnasi tentang pendaftaran, termasuk ujian tulis serentak, 23-24 Juni 2015 dan hasilnya akan diumumkan pada 27 Juli. Secara singkat Farid menjelaskan, ada beberapa langkah yang hams dilakukan calon mahasiswa untuk mendaftar melalui jalur tersebut Disebutkan, dari 55 perguruan tinggi Islam di Indonesia. UIN Ar-Raniry saat ini berada pada tingkat kedua kampus paling banyak pendaftar di bawah Makassar yang berada di urutan pertama.

Hingga Senin kemarin jumlah peserta yang mendaftar pada UIN Ar-Raniry melalui jalur UM-PTKIN 3.829 peserta. Jumlah itu katanya, akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan hingga pendaftaran ditutup pada 13 Juni mendatang. Selain jalur itu, UIN Ar-Raniry juga akan menerima calon mahasiswa melalui jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Ar-Raniry, 27 Juli - 7 Agustus 2015.

Jalur ini merupakan seleksi lokal mahasiswa baru yang dilakukakan kampus setempat. "Bagi yang tidak lulus di UIN Ar-Raniry melalui jalur UM-PTKIN, masih ada kesempatan kedua melalui jalur PMB. Untuk informasinya bisa langsung ke UIN Ar-Raniry atau nanti akan ada informasi melalui www.pmb.ar-raniry.ac.id " tutup Farid.

Saturday

Audit Keuangan BKPP Abdya

BANDA ACEH - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Afrizi Hadi mengatakan audit koordinasi dan supervisi dalam rangka pencegahan korupsi oleh Tim Auditor KPK dan BPKP terhadap pelaksanaan APBK Abdya 2014-2015 sudah tuntas pada Kamis (28/5). Saran dari auditor KPK dan BPKP terhadap Pemkab Abdya untuk mematuhi semua aturan dalam pelaksanaan APBK," kata Afrizi Hadi kepada Aceh-gayo.blogspot.com di Kantor BPKP Aceh. Banda Aceh, Jumat (29/5).

Didampingi sejumlah kepala bidang di BPKP Aceh, Afrizi mengatakan, pihaknya sempat terkejut dengan berita berjudul “Tim KPK Audit Pemkab Nagan" seperti dimuat Acceh-gayo.blogspot.com beberapa hari lalu. Pasalnya, menurutnya jika masyarakat yang membacanya, berita itu terkesan tim auditor KPK dan BPKP, sedang mengaudit khusus terhadap dugaan tindak pidana korupsi.


Padahal, audit yang dilakukan Tim KPK dan BPKP itu adalah audit koordinasi, supervisi dalam rangka pencegahan korupsi. BPKP dan KPK, kata Afrizi Hadi, ada melakukan penandatanganan kerjasama untuk pelaksanaan supervisi pencegahan korupsi. Tindak lanjut dari kerjasama itu, adalah melakukan koordiirasi, supervisi dalam pencegahan korupsi di daerah, baik pada jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Untuk sampel pertama tindak lanjut dari kerjasama BPKP dengan KPK itu, lanjut Afrizi Hadi, pada tahun 2012-2013, pihaknya telah melakukan pelaksanaan supervisi pencegahan korupsi untuk Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh. Pada tahun 2013 - 2014, kegiatan yang serupa dilakukan untuk Aceh Utara dan Pidie. Sedangkan pada 2014-2015, sasaran supervisi pencegahan korupsinya, diambil dua kabupaten lagi, yaitu Abdya dan Nagan Raya.

Kata Afrizi, dalam pelaksanaan koordinasi, supervisi pencegahan korupsi itu sampelnya diambil dua tahun anggaran yang berdekatan untuk perbandingan. "Kemudian tim audiior KPK maupun BPKP bisa melihat dan menganalisa sistem pengadaan barang dan jasa, penyaluran dana bansos dan hibah. Berikutnya dalam pelaksanaan peningkatan pendafatan asli daerah, apakah sudah dilakukan dengan sistem standar minimal yang benar atau belum," kata Afrazi.

Misalnya, kata Afrizi, dalam pengadaan barang dan jasa, apakah sudah dilakukan sesuai isi keppres yang mengatur tentang pengadaan barang dan jasa, begitu juga dengan pelaksanaan penyaluran dana hibah dan bansos, apakah sudah sesuai permendagri yang mengatur penyaluran dana hibah dan bansos tersebut.

Empat Tahun Penjara Bagi Pengurus Gafatar

BANDA ACEH – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut enam pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) selama empat tahun penjara. Mereka dinyatakan terbukti bersalah melakukan penistaan agama dengan mengakui bahwa Mesias atau Ahmad Musadeq sebagai juru selamat atas kondisi peradaban yang sedang hancur ini.

Tuntutan itu dibacakan oleh Ketua Tim JPU Kejari Banda Aceh, Yovandi Yazid SH, pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Jumat (29/5). Keenam terdakwa adalah T Abdul Fatah, Ridha Hidayat, Fuadi Mardhatillah, M Althaf Mauliyul Islam, Musliadi, dan Ayu Ariestyana. Amatan Acceh-gayo.blogspot.com, sidang yang didiketuai Syamsul Qamar MH dibantu hakim anggota Muhifuddin SH MH dan Akhmad Nakhrowi Mukhlis SH dibuka sekitar pukul 14.30 WIB.


Sejumlah pengunjung memenuhi ruang sidang. Sebelum sidang dimulai, sejumlah pengunjung sempat melakukan unjuk rasa di depan PN Banda Aceh agar para terdakwa dihukum seberat-beratnya. JPU mengatakan, dari hasil keterangan dari sejumlah saksi, saksi ahli, dan bukti-bukti yang diperlihatkan di persidangan menyebutkan para terdakwa terbukti bersalah. Para terdakwa mengakui bahwa Mesias atau Ahmad Musadeq sebagai juru selamat atas kondisi peradaban yang sedang hancur ini.

Selain itu, meyakini Mesias sebagai pembawa risalah dari Tuhan Yang Maha Esa. Intinya, perbuatan terdakwa terlah melanggar Pasal l56 a huruf A Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). "Kata-kata Mesias sebagai juru selamat dan pembawa risalah dari Tuhan YME tersebut telah menodai kaidah-kaidah dalam Islam. Dalam kaidah Islam. Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang membawa risalah dari Allah SWT," baca Yovandi.

Selama ini, lima terdakwa pria dalam perkara ini ditahan di Rutan Banda Aceh di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar dan seorang terdakwa wanita, Ayu Ariestyana ditahan di Cabang Rutan Wanita Lhoknga, Aceh Besar. Penahanan keenamnya dilakukan sejak 8 Januari 2015.

Aceh Job Fair Terima 500 Lowongan

BANDA ACEH – Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh dengan menggandeng 34 perusahaan akan membuka Aceh Job Fair 2015 selama dua hari, tanggal 2-3 Juni mendatang di Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Jumlah lowongan kerja yang tersedia mencapai 500 lowongan dengan berbagai jenis pekerjaan.

Kadisnakermobduk Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MSi kepada Acceh-gayo.blogspot.com, Jumat (29 / 5) mengatakan, dalam Aceh Job Fair 2015 ini terdapat 34 stand yang diisi oleh 34 perusahaan. "Sementara jumlah lowongan kerja yang tersedia lebih kurang 500 posisi kerja," imbuh Helvizar. Ia berharap, pemuda-pemudi Aceh yang belum mendapatkan pekerjaan agar memanfaatkan kesempatan ini. Persyaratannya cukup mernbawa curiculum vitae terbaik yang dimiliki," kata Helvizar didampingi Kepala Bidang pengembangan SDM dan PKK Disnakermobduk Aceh, Tarekat SE.


Menurutnya, nantinya ada beberapa perusahaan yang akan mewawancara di lokasi Aceh Job Fair dan, sebagian perusahaan melakukan interriew setelah job fair berlangsung. Perusahaan yang terdaftar sejauh ini, tambah Helvizar, barasal dari beberapa sektor pekerjaan. "Kami adakan job fair ini salah satu upaya kita mengurangi angka pengangguran di Aceh, dimana pengangguran terbuka kita tahun 2015 tertinggi kedua di Sumatera." papar Tarekat.


Ia menambahkan job fair juga sebagai upaya memfasilitasi calon pekerja dengan lowongan pekerjaan yang diminati. "Ini kesempatan bagi calon pekerja di Aceh untuk memilih pekerjaan sesuai keinginan karena kami menyediakan lebih dari 500 lowongan kerja, " tandasnya.

SEMENTARA Kepala Seksi Pemagangan Penempatan Izin TKA Disnakermobduk Aceh, Irfani Msi kepada Serambi mengatakan, berbeda dengan job fair sebelumnya, pada job fair tahun ini Disnakermobduk menyediakan secaia gratis; baik kepada lembaga atau perusahaan untuk membuka stan.maupun kepada calon pencari kerja. "Kami memfasilitasi para pencari kerja dengan fasilitas gratis. Tidak ada biaya masuk dan pendaftaran apapun," ujar Irfani. Menurutnya, hal ini sesuai dengan konvensi International Labor Organization (ILO) Nomor 88 tentang lembaga pelayanan penempatan tenaga kerja. "Dimana dalam konvensi ILO tersebut lembaga dilarang memungut biaya kepada pencari kerja." Demikian Irfani.

Monday

Asupan Gizi 1.000 Hari Anak

BANDA ACEH – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, dr Herlina Dimiati SpA mengatakan, asupan gizi dalam 1.000 / hari sejak kelahiran seorang anak, sangat penting bagi
perkembangan anjrk tersebut. Karena itu, orang tua harus memberikan asupan gizi yarlg baik dan cukup bagi anaknya.

"1.000 hari yang disebut periode emas. Jadi, asupan gizi sejak anak lahir hingga berusia seribu hari harus optimal," kata dr Herlina di sela-sela simposium nutrisi pelengkap dan optimal 1.000 hari pertama kehidupan, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (23/5).

Menurutnya, asupan gizi lengkap dan optimal l.000 hari pertama, akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan untuk jangka pandek dan jangka panjang. "Bilir asupan gizi tidak cukup, dapat mengakibatkan kerusakan pertumbuhan dan perkembangan permanen dan akan berdampak tidak baik, " jelasnya.



Asupan gizi yang diperlukan, sebut Herlina, yang mengandung protein dan karbohidrat tinggi. Sirnposium nutrisi pelengkap dan optimal 1.000 haii pertama kehidupan itu juga menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Prof dr M Juffrie SpA(K) dari IDAI Yoryakarta. Lalu, dr Djulistio TB Djais SpA(K) dari IDAI Jawa Barat dan dr Sunandiono SpA(K) dari IDAI Yogyakarta.

Muda-Mudi di Tangkap WH karena Karokean Tengah Malam

BANDA ACEH – Toko Galeri Kafe dan Musik di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, digerebek petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh, Sabtu (23/5) sekira pukul 23.30 WIB, karena menyediakan fasilitas karaokean hingga larut malarn dan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Razia itu dipimpin langsung Wali Kota Banda Aceh, Iliza Saaduddin Djamal.

Menurut Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi SSTP MSi melalui Kasi Penegakan Peraturan Perundang-undangan dan Syariat Islam Satpol PP dan WH Banda Aceh, Evendi A Latif, saat penggerebekan dilakukan di lantai satu yang difungsikan sebagai kafe, tidak tampak banyak pelanggan di ruangan tersebut.


Narnun, saat petugas naik ke lantai tiga, di sana ditemukan laki-laki dan wanita yang bercampur baur dan berpasang-pasangan sedang berkaraokean. Ada yang lari kocar-kacir saat petugas datang, ada juga yang tidak tahu sama sekali. Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan 10 wanita, 5 laki-laki dan seorang waria. "Semuanya kita temukan dalam tiga ruangan di lantai tiga.

Sesaat kita masuk mereka memang sedang bercampur baur. Langsung kita amankan ke lantai dua dan langsung kami bawa ke kantor," ujar Evendi. Rata-rata, kata Evendi, mereka masih berusia muda (ABG). Saat penggerebekan berlangsung ratusan warga berkumpul di depan toko itu, dan baru bubar sekitar pukul 01.00 WIB setelah pelaku dibawa petugas. Ke-16 muda-mudi itu telah melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syariat Islam dan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam.


Kita juga menyita recorder CCTV, karena itu akan kita jadikan sebagai alat bukti untuk penelusuran lebih lanjut, apakah ada pelanggaran lainnya atau tidak," pungkas Evendi. Ia menambahkan, penggerebekan itu dilakukan atas dasar laporan masyarakat yang menyebutkan ada pelanggaran syariat yang terjadi di toko itu. Hingga sore kemarin, ke 16 muda-mudi itu masih ditahan di kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Seminar Narkoba

BANDA ACEH – Lembaga Pengembangan Sumberdaya Tunanetra (Lempesta) Wilayah Kota Banda Aceh, menggelar seminar narkoba dan peringatan israk mikraj Nabi Muhammad SAW 1436 H di Aula Gedung C Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (23/5). Kegiatan yang diikuti penyandang distabilitas seperti tunanetra, tunarungu, tunadaksa, dan tunagrahita, dibuka oleh Ketua Lempesta Aceh Drs Nurdin Yakob.

Ketua Lempesta Wilayah Kota Banda Aceh, Syarifuddin mengatakan, kegiatan itu bertujuan membetengi penyandang distabilitas dan keluarganya dari bahaya narkoba. Menurutnya, Persoalan narkoba saat ini sudah sangat memprihatinkan. "Itu sebabnya kami berinisiatif membuat acara ini," katanya.


Dengan kegiatan ini, sambungnya, mudah-mudahan para penyandang distabilitas di Kota Banda Aceh memahami dampak dari bahaya narkoba. Sehingga bisa menjaga keluarganya dari bahahanya peredaran dan penggunaan barang haram itu. "Saya berharap pemerintah dan instansi terkait lebih intens malakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba, supaya generasi kita terbebas dari narkoba," ujarnya.


Kegiatan yang mengusung tema "terwujudnya insan distabilitas/penyandang cacat yang beriman, bertaqwa serta sehat, cerdas, dan bebas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba”, menghadirkan pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh. Dinas Kesehatan Banda Aceh, kepolisian, Kemenag Banda Aceh. Sedangkan penceramah israk mikraj diisi Ustaz Rafsanjani SH.

Wednesday

Siswa Tahfiz Aceh Jadi Imam Shalat Tarawih di Malaysia

BANDA ACEH – Dua siswa Tahfiz Quran Pemerintah Kota Banda Aceh diundang untuk menjadi imam shalat tarawih selama sebulan penuh di Masjid Taman Mega Ampang; Kuala Lumpur, Malaysia. Keduanya adalah Mahdalil Ikram (15) dan T Akbar Ramadhan (15). Keduanya selama ini belajar di Ma'had Daarut Tahfizh A1-Ikhlas, Ajun, Aceh Besar bersama 16 siswa lainnya.

Kabid Pengembangan Syariah dan Dayah Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh, Wirzaini Usman SHI kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (19/5) mengatakan informasi itu diperoleh pihaknya dari pimpinan Ma'had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, Ustaz Zulfikar SAg saat bersilaturahmi ke Ma'had, Senin (18/5) lalu.


Menurut Wirzaini, saat ini Mahdalil Ikram sudah mampu menghafal Quran 8,5 juz dan T Akbar Ramadhan l0,5 juz. Mereka akan berangkat dua hari sebelum bulan Ramadhan, Segala kebutuhan keduanya akan ditanggung pihak pengundang "Kemarin kami juga berkesempatan mengetes kemampuan hafalan mereka dan hasilnya luar biasa. Akbar juga tercatat sebagai salah satu peserta MTQ Banda Aceh yang akan mengikuti ajang tingkat provinsi di Nagan Raya nanti," katanya.


Sebelumnya, Pemko Banda Aceh sudah mengirim 18 santri dalam dua tahap untuk di didik rnenjadi hafizh di Ma'had tersebut. Sembilan orang mengikuti pada tahap pertama dan sembilan orang lainnya masuk tahap kedua. Pihaknya menarget, para santri bisa menghafal Quran 30 juz setelah enam tahun belajar. "Kita harapkan mereka bisa menjadi hafiz di setiap masjid kecamatan. Ini juga sesuai harapan Wali Kota agar nantinya para imam masjid masing-masing kecamatan adalah seorang penghafal Al-Quran." ujar Wirzaini.

Kerjasama Disnakermobduk dengan Mancanegara

BANDA ACEH – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Ir Helfizar Ibrahim MSi mngatakan untuk menghambat laju pengangguran, pihaknya sudah dan terus menjalin kerja sama ketenagakerjaan di dalam dan luar negeri. "Bahkan, khusus tingkat regional, Aceh telah bersepakat dengan Pemko Batam, Para pengusaha dan jasa ketenagakerjaan di kepulauan itu untuk menggunakan Pekerja asal Aceh," kata Helfizar Ibrahim kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (19/5).

Menurutnya, berkiatan dengan itu, Pemerintah Aceh bersama pihak swasta lembaga. dan dinas instansi terkait lainnya di daerah ini juga akan menggelar job fair 2015 di UIN Ar-Raniry pada Juni 2015. Tujuannya untuk mempertemukan pekerja dengan pengguna atau Penyedia jasa ketenagakerjaan.



Selain itu, kata Helfizar, Disnakermobduk telah dan terus mempersiapkan calon pekerja terampil melalui BLK berupa pelatihan atau peningkatan ketrampilan sesuai latar belakang bidang dan keahlian calon pekerja. Ia mengakui, meski secara nasional, posisi pemberdayaan ketenagakerjaan di Aceh berada di peringkat 26 dari 34 provinsi. Namun, dengan dukungan 18 BLK dan lima BKLI yahg tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh, dia,optimis mampu memenuhi standar kompetensi tenaga, baik yang dibutuhkan di dalam, maripun di luar negeri.

FMIPA Unsyiah Gelar PiL

BANDA ACEH - Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsyiah mengadakan Pekan Ilmiah XVII di aula fakultas setempat 16-20 Mei 2015. Acara ini dibuka Pembantu Dekan III FMIPA Unsyiah, Dalil Sutekad, M Si. Ketua Panitia, Erwanda kqpada Aceh-gayo.blogspot.com. Selasa (19/5) mengatakan.

Pekan ilmiah hati ini diadakan berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini mereka lebih banyak menampilkan inovasi serta perubahan-perubahan yang sangat drastis ditanding dengan acara PiL MIPA sebelumnya. 'Pekan Ilmiah ini merupakan acara terbesar yang selalu diselenggarakan setiap tahunnya dalam periode kepengurusan BEM FMIPA selama setahun.



Kami berharap acara ini dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang." ujarnya. Adapun rangkaian acaranya, sebut Erwanda mulai dari lomba ranking I, lomba stand up comedy, lomba cerdas cermat sains, lomba musikalisasi puisi, lomba poster, aksi donor darah, dan expo buku serta pembukaan stan seluruh himpunan FMIPA Unsyiah.

Akreditasi B untuk Politeknik Aceh

BANDA ACEH – Politeknik Aceh berhasil mendapatkan nilai B untuk akreditasi intitusi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Nomor 283 Tahun 2015 pada 15 April yang lalu, Direktur Politeknik Aceh, Zainal Hanafi, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas pencapaian prestasi ini, mengingat Politeknik Aceh merupakan kampus baru.

"Tapi alhamdulillah, telah mampu berdiri sejajar dengan kampus-kampus ternama lainnya," katanya kepada Aceh-gayo.blogspot.com, kemarin. Zainal Hanafi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Politeknik Aceh yang telah berjuang keras dalam proses pembelajaran selama ini, sehingga mendapatkan hasil akreditasi institusi yang sangat memuaskan.


"Akreditasi bukanlah tujuan akhir tapi hasil ini menjadi acuan untuk bekerja lebih baik lagi demi meningkatkan kualitas lulusan yang terampil dan kompeten sesuai dengan visi dan misi Politeknik Aceh," ungkap pria yang kerap disapa Hanafi ini.


Di sisi lain Hanafi berpendapat bahwa kesejahteraan masyarakat Aceh akan semakin mudah terwujud bila institusi pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha bekerja sama mempersiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) serta pasar bebas dunia (WTO).

Terlantar 17 Bulan Kapal Rondo Di Tinggalkan Rekanan

BANDA ACEH – Kapal cepat Pulo Rondo yang dibuat pada 2002 menggunakan APBN dan APBA Rp 20, 7 miliar, ternyata hanya telantar di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh sejak Januari 2014 hingga kini. Rekanan selaku operator tak mengoperasikan kapal tersebut karena ada bagian yang rusak.

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin yang dlmintai tanggapannya saat meninjau kapal tersebut yang diparkir di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (19/5), kepada wartawan mengatakan pihak Dishubkomintel Aceh perlu secepatnya menangani. persoalan ini agar kapal tersebut segera bisa dioperasikan untuk penyeberangan dari Pelabuhan Ulee Iheu-Balohan, Sabang maupun sebaliknya.

"Soalnya semakin lama kapal itu terparkir di Pelabuhan Ulee Lheue, maka jumlah item kerusakannya semakin bertambah, seperti kapal cepat Pulo Dedap yang dibuat dengan APBA 2003 Rp 22 milyar, dimana kapal itu sekarang ditempatkan, kami tidak tahu," kata Muharuddin.


Muharuddin menambahkan jika pihak Kementerian Perhubungan RI mengetahui kapal Cepat Pulo Rondo itu sudah ditelantarkan rekanan, mereka pasti kecewa terhadap pihak Dishubkomintel Aceh karena tidak mampu rnerawat kapal itu dengan baik sehingga bisa mendukung pariwiasata di Sabang. Seperti rencana awal "Sekarang kalau kita ingin mernbuat kapal cepat yang baru, seperti Pulo Rondo, sudah tidak cukup lagi dana Rp 20,7 miliar, melainkan harus punya sekitar Rp 35-40 rniliar, " ujar Muharuddin.

Untungnya, kata Muharuddin, selama ini untuk pelayaran Ulee Lheue-Balohan dan sebaliknya masih ada dua kapal cepat milik swasta, jika tidak, maka program pariwisata Sabang bisa tak berjalan. Khusus kepada Polda Aceh, Ketua DPRA ini meminta agar rekanan yang menelantarkan kapal ini diproses hukum, apalagi disebut-sebut mereka belum menyetorkan Rp 800 juta, untuk kas daerah.

Padahal uang yang seharusnya disetor pengelola kapal dengan biaya perbaikan kapal atas, kerusakan yang terjadi, masih jauh lebih rendah. Menurut hitungan sementara dari pihak Dishubkomintel, untuk perbaikan kapal itu agar bisa fungsional, butuh dana Rp 2 miliar.

Sunday

Seminar Kebangkitan Nasional

BANDA ACEH - Menyambut Hari Kebanglritan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh bersama Pascasarjana UIN Ar-Raniry dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Al Washliyah Banda Aceh, pada 18 Mei mendatang akan menggelar seminar sehari tentang Kebangkitan Nasional, di Amel Convention Hall Banda Aceh.

Koordinator kegiatan, Prof Dr Syahrizal Abbas NIA dalam siaran pers yang diterima Aceh-gayo.blogspot.com kemarin mengatakan, penyelenggaraan seminar itu bahagian menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang sudah memasuki 107 tahun. Katanya, para tokoh pendiri bangsa sudah mengagaskan betapa pentingnya rasa nasionalisme dan kemandirian untuk mencapai tujuan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sisi lain penyelenggaraan seminar kebangkitan nasional ini tidak lepas dari kondisi Aceh masa lalu, konflik yang berkepanjangan terjadi di Aceh memberi dampak rasa nasionalisme kebangsaan semakin luntur, momentum hari kebangkitan nasional ini kita manfaatkan dengan baik agar kejadian masa lalu tidak terulang kembali. Dengan demikian, tambah Syahrizal Abbas, kita bisa membangun bangsa ini dengan semangat nasionalisme kebangsaan sesuai harapan pendiri bangsa.



Seminar yang bertajuk revitasi nilai kebangkitan nasioanal menuju Aceh damai, adil serjahatera dan bermartabat dalam bingkai NKRI akan diundang 150 peserta yang terdiri dari komponen birokrasi, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh adat, ulama, pemuda, ormas keagamaan, forum kerukunan umat beragama, remaja masjid, organisasi sosial serta asosiasi guru yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kredit Rumah Murah

BANDA ACEH – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Aceh akan segera membangun rumah murah di kawasan Kecamatan Kuta Baro dan Kajhu, Aceh Besar sebanyak 300 unit.

Dari jumlah itu, sebanyak 95 unit sudah dipesan, bahkan ada yang akan akad kredit pada akhir bulan ini. Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardi STMT, Sabtu (16/5) menyatakan pembangunan rumah murah di dua kawasan Aceh Besar yang berada di pinggiran Kota Banda Aceh telah dimulai. "Pembangunan rumah murah di Kajhu dan Kuta Baro dilakukan secara bertahap berdasarkan pesanan para calon konsumen," jelasnya.

Disebutkan, pembangunan rumah murah di Kajhu, Kecamatan Baitussalam berada di depan lembaga pemasyarakatan (lapas) atau penjara Kajhu. Sedangkan di kawasan Kuta Baro, tepatnya di Desa Gue dengan rencana 200 unit dan telah terjual 50 unit, bahkan akan segera melakukan akad kredit dengan bank pada bulan ini.


Dia menambahkan untuk kawasan Lamtrieng, juga dalam Kecamatan Kuta Baro akan mulai dibangun pada awal Juni 2015 mendatang dengan rencana sebanyak 100 unit. Bahkan, sebutnya, sebanyak 45 konsumen dalam masuk dalam KPR inden, sehingga begitu rampung, rumah murah tersebut dapat langsung ditempati.

Afiual menjelaskan harga rumah murah berubsidi pemerintah di Kuta Baro dan Kajhu sesuai dengan ketetapan pemerintah yakni Rp 118 juta/unit. Sedangkan uang muka hanya 1 persen dari harga jual dan cicilan bisa sampai 20 tahun atau sesuai kesepakatan dengan perbankan pemberi kredit. Dia juga menyinggung tentang pembangunan rumah murah di kawasan Desa Lapang yang disebut "Perumahan Griya lapang" sebanyak 100 unit akan segera dimulai.

Dia menambahkan pembersihan lahan dan pembagian kavling untuk sudah dilakukan, sehingga akan segera dirampungkan pembangunannya, apalagi sudah mendapat dukungan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

Sementara, untuk perumahan bersubsidi di Raja Tua Laeoram, Kecamatan Simpang Kiri, Subulusalam yang sudah terbangun 47 unit akan segera ditambah "Untuk kawasan Subulussalam akan segera ditambah seiring adanya permintaan dari warga Subullussalam, ujarnya.

Selain itu, Apersi Aceh juga sudah memulai pembangunan sejak pertengahan tahun lalu di Dusun Barasok, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan dan Gunong Meuh, Kecamatan Kaway XVI. Dia menyebutkan keputusan itu seiring adanya dukungan tinggi dari warga, termasuk dari perbankan dan Kemenpera yang membantu prasarana dan sarana umum (PSU) perumahan murah.


Seperti dilansir sebelumnya, Apersi Aceh pada 2015 ini menargetkan sebanyak 1.218 unit rumah murah atau turun dibandingkan 2014, sebanyak 1.700 unit. Direncanakan akan dibangun di lima kabupaten/kota di Aceh dengan harga Rp 118 juta/unit.

Pembangunan Sumur Bor Untuk Pemadam Kebakaran

BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh akan membangun sumur bor di beberapa lokasi di Banda Aceh yang akan difungsikan untuk menyuplai air untuk mobil pemadam kebakaran (damkar). Sehingga jika terjadi kebakaran, Damkar tidak jauh-jauh mengambil air. "Pembuatan sumur bor ini akan dilakukan dalam tahun ini, dalam waktu dekat akan segera dikerjakan karena anggarannya sudah dialokasikan," kata Ridwan, Kepala BPBD Banda Aceh, Kamis (14 / 5).

Ridwan mengatakan, kadar air sungai di Banda Aceh yang biasa diambil untuk memadamkan api sudah mulai tinggi kadar garamnya, sehingga dikhawatirkan bisa merusak komponen-komponen damkar. Selain itu, pembuatan sumur bor juga untuk mempermudah akses damkar mengambil air saat terjadi kebakaran. Dengan adanya sumur itu, nantinya semua damkar yang dikerahkan bisa mengambil air di beberapa lokasi, tidak seperti selama ini yang terpusat di satu lokasi tertentu, karena hanya air di lokasi itu yang bisa digunakan Simulasi damkar.


Sementara itu, pada Rabu (13/5), BPBD Banda Aceh mengadakan pelatihan operasional damkar tangga 33 meter yang dipusatkan di kawasan Ulee Lheu. Sebanyak delapan petugas dilatih secara intensif oleh instruktur yang didatangkan langsung dari Jakarta. Ridwan mengatakan, petugas diajarkan semua tahapan dalam mengoperasional damkar canggih itu.


Ridwan mengatakan, simulasi yang dilakukan itu sebagai bentuk evaluasi para petugas untuk mengoperasikan damkar canggih tersebut. Seperti diberitakan Aceh-gayo.blogspot.com sebelumnya, saat terjadi kebakaran toko Sinbun Sibreh, ratusan warga menyoraki kehadiran damkar tangga karena tidak mampu bekerja maksimal. "Latihannya difokuskan untuk damkar tangga, supaya petugas terbiasa dengan semua tahapan teknologi canggih pada damkar tersebut," ujar Ridwan.

Islam Dipecah Belah

BANDA ACEH – Ketua Forum Dai Asia Tenggara, Dr H Muhammad Sofyan Lc MA mengatakan bahwa umat Islam memiliki kekuatan yang luar biasa di muka bumi ini. Karena kekuatan itu pula, orang-orang kafir berupaya memecah-belahkan dan menghancurkan umat Islam yang tersebar di beberapa Negara.

Demikian antara lain dikatakan Dr H Muhammad Sofyan Lc MA saat menyampaikan tausiah pada peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW 1436 H di Halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (16/5) malam, "Mengapa Islam dipecahbelahkan? Mengapa tokoh Islam dan pemimpin Islam terus dicari titik kelemahan mereka? Mengapa umat Muhammad di Afganistan dan di Mesir diporakporandakan? Mengapa Turki tak bisa dimasukkan dalam Uni Eropa? katanya.


Jawabannya, sambung Sofyan, karena Islam dan umat Islam memiliki kekuatan, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya. Menurutnya, karena adanya kekuatanlah, sehingga umat Islam dimusuhi dan dicari titik kelemahan. "Kita memiliki kekayaan potensi alam yang sangat dahsyat." ujarnya.

Menurut Sofyan, salah satu potensi terpendam dalam tubuh kaum muslimin, karena umat Islam tidak rnenjadikan material sebagai tujuan hidup. Potensi lain dari umat Islam adalah karamah masjid sebagai rumah Allah. Di sinilah rahasia mengapa perjalanan israk itu dari masjid ke masjid.

Bukan dari laut ke laut atau dari gunung ke gunung. "Belum serius kita dengan Al Islam sudah begini besar peluang kita mendapatkan rahmat Allah. Jika kita lebih Serius dan menapaki setiap kisah dan sirah Muhammad SAW, dipastikan kebangkitan Aceh dan negeri Islam lainnya akan mencegangkan dunia internasional," katanya.


Turut hadir pada peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, Kepala SKPA Pemerintah Aceh dan SKPK Pemreintah Kota Banda Aceh.

Thursday

Pengusaha Aceh Ikut Workshop Produktivitas

BANDA ACEH – Sebanyak 30 pengusaha mengikuti pelatihan produktivitas bagi hasil atau produktivity gainsharing kewirausahaan, yang berlangsung selama empat hari di Hotel Sultan, Banda Aceh.

Para pengusaha tersebut berasal dari kalangan UMKM, koperasi, unsur aparatur ketenagakerjaan, pengurus Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Ir Helfizal Ibrahim MSi menyebutkan, setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan upah layak. Begitupun, upah atau kesejahteraan pekerja, belum menunjukkan perbaikan bahkan masih.banyak masalah ketenagakerjaan yang berhubungan dengan upah atau gaji.


Kecuali itu, upah dan kesejahteraan pekerja hanya dapat ditingkatkan apabila terjadi peningkatan produktivitas tenaga kerja yang sekaligus mendorong peningkatan produktivitas perusahaan melalui peningkatan nilai tambah perusahaan. "Jika hal ini terjadi, pekerja patut memperoleh imbalan atau bagian (gainsharing) dari peningkatan nilai tersebut, berupa kesejahteraan," katanya.

Ia menyebutkan, konsep produktivity gainshanng dikaitkan dengan pengupahan dan hasil peningkatan produktivitas, perlu disosialisasikan kepada masyarakal khususnya perusahaan sebagai model pengupahan yang dapat memberikan keuntungan bagi pekerja dan pengusaha.

Karenanya, Helfizar Ibrahim mengimbau pengusaha dan pekerja, konsep peningkatan produktivitas dalam keseharian. Sehingga kompensasi atau perolehan dari hasil produktivitas usaha dibagikan bagi pekerja dalam bentuk kesejahteraan.


Sementara bagi konsumen, manfaat perolehan produktivitas berarti harga jual yang lebih murah daru barang dan jasa. Sedangkan masyarakat umum, produktivitas berarti mengurangi pengaruh terhadap inflasi.

Mantan Sekda Bireuen Divonis 3,5 Tahun Penjara

BANDA ACEH – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh menjatuhkan hukuman penjara terhadap tiga mantan pejabat di Pemkab Bireuen. Mereka adalah, Nasrullah Muhammad (mantan sekretaris daerah), Rizki (mantan bendahara pengeluaran setdakab), dan T Nagoursyah (mantan kepala bagian umum setdakab).

Dalam sidang pamungkas di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Selasa (12/5) kemarin, majelis hakim menyatakan ketiganya, terbukti bersalah secara bersama-sama mengkorupsi sisa uang persediaan (UP) pada Setdakab Biruen 2011 senilai Rp 1.822.686.586. Berdasarkan putusan hakim, Nasrullah Muhammad dan T Nagoursyah masing-masing divonis 3,5 tahun penjara, sedangkan Rizki divonis 4,5 tahun penjara.

Dalam amar putusan yang dibacakan secara bergantian oleh majelis hakirn yang diketuai Abdul Aziz MHum dibantu hakim anggota Syaifiil Has'ary dan Hamidi Djamil SH masing-masing terdakwa juga dibebankan membayar denda. Pada sidang kemarin, inti dari amar putusan menyebutkan bahwa, Nasrullah selaku Pengguna Anggaran bersama Rizki telah mengajukan Uang muka Kerja Senilai Rp 2,9 miliar ke Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Bireuen. Pengajuan itu dilakukan sebelum pengesahan Anggaran APBK Bireuen 2011 dengan menggunakan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM).


Usai mensahkan anggaran, Nasrullah bersama Rizki mencairkan Uang Persedian (UP) Setdakab Bireuen TA 2011 sebesar Rp. 3,2 miliar untuk menganti UMK. Namun, Nasrulah hanya bisa mempertangungiawabkan dana itu Rp 86.866.233. Sedangkan sisanya Rp 3.113.133.767 telah dipergunakan untuk kegiatan lain, termasuk meminjamkan kepada pejabat setempat. Akibatnya, negara rugi Rp 1.822.686.586.  Pikir-pikir Menanggapi putusan majelis hakim, Nasrullah dail Rizki bersama pengacaranya, Basrun Yusuf SH menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari.


Dalam waktu tujuh hari ini, keduanya akan menentukan apakah banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh atau tidak. Sedangkan Nagoursyah menyatakan banding atas putusan tersebut. Sementara JPU Kejari Bireuen juga pikir-pikir.

Bantuan Tool Kit Baitul Mal Untuk Pemuda Aceh

BANDA ACEH – Sebanyak 46 pemuda miskin dan putus sekolah di Banda Aceh mendapat bantuan peralatan kerja (tollkit) dari Baitul Mal Kota Banda Aceh. Penyerahan bantuan dilakukan secara sirnbolis oleh Wali Kota Banda Aceh di halaman kantor Baitul Mal Banda Aceh, Keudah Kutaraja, Selasa (12/5).

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan, apa yang telah dilaksanakan Baitul Mal Banda Aceh merupakan sebuah upaya serius Pemko Banda Aceh dalam program memperkecil dan mengetaskan angka kemiskinan. "Salah satunya melalui pelatihan kerja yang diberikan kepada anak putus sekolah dan berada dalam usia produktif agar nantinya mereka mampu keluar dari kemiskinan dengan skill yang mereka miliki," kata Illiza dalam sambutan terlulis dibacakan, Drs M Ridha MM, Staf Ahli Bidang SDM dan Pembangunan Kota Banda Aceh.


Menurut Wali Kota, fungsi dan peran zakat memiliki visi jangka panjang, yakni peningkatan kualitas hidup umat Islam untuk kesejahteraan bersama. "Islam sangat konsisten dalam mengentaskan kemiskinan, yang kaya harus menyisihkan sebagian kecil hartanya untuk yang miskin dan golongan lainnya," ujarnya. Wali kota juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Banda Aceh untuk saling bahu-membahu mendukung pemerintah dalam usaha percepatan penanggulangan kemiskinan.

Salah satu solusinya adalah dengan cara membayar zakat di Baitul MaI Banda Aceh. Sebelumnya, Kepala Baitul Mal Banda Aceh Tgk Safiyani Zalnun menjelaskan, ke-46 peserta tersebut telah mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Provinsi Aceh selama 2,5 bulan. Penyerahan Tool kit yang diserahkan hari ini merupakan ‘harta zakat' dari para Muzakki di Kota Banda Aceh.

"Mudah-mudahan bantuan ini berguna untuk meningkatkan keterampilan hidup hingga bisa mandiri. Selain terus berusaha, jangan lupa berdoa. Doakan pula para Muzakki agar berkah rezekinya dan bertambah zakatnya, sehingga ke depan lebih banyak yang bisa kita latih," tuturnya.

Nasiran Penderita Gizi Buruk Butuh Bantuan

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh akan mengupayakan penyembuhan Nasiran (16) korban kelaparan asal Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya yang kini dirawat di RSUZA Banda Aceh. Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM saat membezuk Nasiran bersama ibunya, Asiah (40) di ruang rawat Serune RSUZA, Banda Aceh, Selasa (12/5).

Seperti diberitakan Aceh-gayo.blogspot.com Nasiran menderita gizi buruk dan anemia. Parahnya lagi, ia juga menderita penyakit pika (memakan apa saja yang ditemukan seperti rumput dan pasir). Takhalnya itu, remaja dengan badan kurus kering itu juga mengalami gangguan perilaku, gangguan pendengaran atau tuna rungu, serta hanya bisa berkomunikasi dengan ucapan ‘hnn. han.han’.


Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri seusai membezuk Nasiran mengatakan sangat prihatin melihat kondisi Nasiran bersama ibunya. Pemerintah Aceh, kata Alhudri, akan melakukan berbagai upaya untuk penyembuhan Nasiran dan ibunya. Saya ditelepon Pak Gubernur dan memerintahkan saya untuk melihat dan menangani anak ini. Kita akan upayakan yang terbaik untuk Nasiran dan ibunya, " kata Alhudri mengutip penegasan Gubernur Zaini Abddulah. Alhudri menambahkan, pihaknya sudah koordinasi dengan kepala dinas kesehatan.

"Intinya kita minta diupayakan dulu perbaikan gizi anak itu. Kalau gizi sudah baik, maka nanti akan kita pikirkan bagaimana tindak lanjutnya," ujar Alhudri. Dalam kunjungannya; Alhudri bersama staf juga membawa sejumlah bantuan yang merupakan titipan Gubernur Aceh untuk Nasiran dan ibunya.

Lantaran tidak ada sanak saudara yang menjaga keduanya, bantuan berupa pakaian, perlengkapan tidur, mandi serta uang tunai itu diserahkan melalui rumah sakit yang diterima oleh Wakil Direktur Penunjang Medis RSUZA dr Nurnikmah MKes.

Jangan dulu ke panti

Anggota Komisi VI DPRA, Darwati A Gani juga menanggapi keprihatinan Nasiran, korban kelaparah dari Abdya yang sedang ditangani di RSUZA Banda Aceh. "Dua hari lalu saya sudah melihat langsung kondisi Nasiran bersama ibunya. Sangat memprihatinkan," kata Darwati kepada Aceh-gayo.blogspot.com kemarin. Yang pasti, kata Darwati, Nasiran membutuhkan penanganan khusus.

Selain penanganan kesehatan fisik dia juga membutuhkan penangan psikis. Darwati mengharapkan Dinas Sosial dan Badan Pemberdayaan Perempuan berpartisipasi menangani permasalahan ini. "Saya berharap Nasiran tidak dikembalikan dulu ke panti sebelum dipastikan kesehatan dan kejiwaannya stabil." kata Darwali.


Menurut info yang diterima Darwati, sebelumnya Nasiran sudah pernah dirawat di RSUZA dan kondisinya sudah lebih baik dari sekarang. Waktu itu ia dititipkan di Rumah Sejahtera Darussa'dah, Aceh Besar dengan status rawat jalan.'Tiba-tiba Nasiran dirujuk kembali dari RSUD Tgk Peukan Blangpidie dengan kondisi lebih parah bahkan tidak bisa diatur seperti sekarang ini," demikian Darwati.