Showing posts with label Langsa. Show all posts
Showing posts with label Langsa. Show all posts

Monday

Proyek Asal Jadi Menjadi Temuan Inspektorat

LANGSA - Tim Pansus VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) wilayah Aceh Timur, kembali mengungkap sejumlah masalah soal realisasi proyek APBA tahun anggaran 2014 yang terindikasi sarat masalah. Salah satunya tim Pansus menemukan terkait realisasi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri Gampong Beusa Baroh, Kecamatan Peureulak Barat, dengan anggran Rp 389 juta.

Menurut Iskandat Usman Al-Farlaky selaku ketua Tim Pansus VI itu kepada Aceh-gayo.blogspot.com Minggu kemarin, bangunan terdiri dari tiga ruang itu, kini sudah adayang pecah dan lantainya amblas. Dikatakannya, kualitas bangunannya sangat buruk. Selain lantai yang telah retak dan pecah-pecah, juga plafon sekolah itu sudah mulai msak. Padahal RKB itu belum sempat digunakan.

Disebutkan tim Pansus itu juga telah meninjau ke l4 lokasi proyek berbeda. Iskandar menarnbahkan, temuan lainnya yakni proyekjalan dan drainase, proyek infrastruktur pendukung kawasan dermaga serta proyek bidang transmigrasi dan kependudukan." Katanya, pekerjaan pengerasan jalan di desa Alur Pinang, Kecamatan Peunaron Aceh Timur. Proyek bernilai Rp 773 juta tersebut memiliki spesifikasi panjang 4 kilometer dengan lebar badan jalan sebesar 4,5 meter.


"Setelah kami tinjau, hampir semuabadan jalan sudah ditumbuhi rumput akibat material timbunan yang digunakan sebahagian besar terdiri dari tanah. Hasil pengukuran juga menunjukan lebar badan jalan bervariasi, bahkan ada yang tidak sesuai," ungkapnya. Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh ini juga mengungkapkan, adanya temuan proyek yang tidak selesai dikerjakan namun dilaporkan sudah rampung 100 persen.

Hal itu terjadi pada proyek pembangunan drainase pusat kota Ranto Peureulak dengan dana Rp 664 juta. "Dilihat dari fisiknya persentase pekerjaan tidak mencapai 50 persen tapi anggarannya justru sudah dinyatakan cair seluruhnya. Kami menduga ada kesengajaan membuat laporan fiktif," kata Iskandar Usmal.


Ditambahkan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut ke dalam laporan hasil pansus dan rumusan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait seperti Inspektorat. Untuk itu, Tim Pansus akan meminta Dinas terkait memberikan semua data-data agar kemudian dikaji dan dirumuskan ke dalam laporan pansus termasuk proyek jalan-dan BPLK Jalan Lama Peureulak Kota senilai Rp 2,9 miliar.

Friday

Sosialisasi Grand Design Olahraga

LANGSA - Dispora Aceh bekerjasama dengan Disporabudpar Langsa, Kamis (7/5) menggelar sosalisasi grand design pembangunan keolahragaan Aceh tahun 2015. Kegiatan itu diikuti unsur olahraga yang ada di Langsa, berlangsung di aula Hotel Harmoni setempat.

Naskah grand design pembangunan keolahragaan Aceh tahun 2015-2027 diharapkan menjadi dokumen perencanaan pembangunan keolahragaan Aceh tahun 2015 sampai 2027. Tujuannya adalah untuk memberikan arah sekaligus acuan bagi seluruh komponen Pemerintah Aceh, dalam rangka mendukung pencapaian hasil keolahrgaan yang optimal.


Asisten Bidang Kemasyarakatan dan UKM, Junaidi MKes, saat membuka sosialisasi itu menjelaskan, dengan pelaksanaan sosialisasi grand design pembangunan keolahragaan Aceh tahun 2015 ini. Diharapkan keolahragaan di provinsi Aceh ke depan mendapat nilai tambah, dan dapat meningkatkan prestasi atlet di semua cabang olahraga.


Begitu pula Kota Langsa, melalui sosialisasi ini akan menambah pengetahuan para peserta dan dapat menyumbangkan program-program keolahragaan menurut potensi atlet yang ada. Untuk meraih prestasi bukanlah hal yang mudah dan tidak didapati dengan cara gampang.

Pedagang Mengadu Ke DPRK

LANGSA - Puluhan pedagang buah mengadu ke Gedung DPRK Langsa, Rabu (29 /4). Mereka meminta DPRK agar memperjuangkan aspirasi mereka, yaitu Pemko Langsa menyediakan lapak jualan untuk pedagang buah ini.

Mereka menawarkan agar Jalan Rel samping Town Squer Pusat Pasar Langsa, bisa dijadikan lapak jualan sementara sebelum adanya lapak permanen. Amatan Aceh-gayo.blogspot.com, sekitar 40 pedagang buah menggunakan mobil pikup datang ke gedung DPRK Langsa sekitar pukul 10.00 WIB. Personel Polres Langsa dan Satpam di DPRK turut mengawal kedatangan mereka. Kedatangan mereka disambut Wakil Ketua I DPRK, Faisal AMd dan anggota DPRK setempat, Pagian Widodo S, Zulfian, Widoyo. dan Irwanto.


Berapa menit di halaman kantor DPRK, sejumlah perwakilan pedagang diajak berdialog di salah satu ruangan. Koordinator pedagang buah. Khaidir. mengatakan mereka ingin mengadu ke DPRK terkait belum adanya lapak jualan. Pedagang meminta sekitarJalan Rel samping Town Squer Pusat Pasar Langsa, bisa dijadikan lapak sementara sebelum adanya lapak perrnanen.

Akan Turun Lapangan

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRK Langsa, Faisal AMd berjanji pihaknya segera turun ke lapangan untuk melihat lokasi mana yang layak bagi pedagang buah. "Berdasarkan itu nanti dewan akan buat rekomendasi kepada Pemko Langsa," katanya.


Namun kapan bisa terealisasi, menurutnya tergantung Pemko karena DPR tidak bisa memutuskan, tapi hanya sebatas mendesak dan mencarikan solusi. Terkait permintaan pedagang agar diperbolehkan di jalan rel kawasan . pusat pasar itu, Faisal menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Monday

Anak Pendidikan Usia Dini Diajarkan Menanam Bakau

LANGSA - Puluhan anak-anak dari lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Marhamah di Desa Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Minggu (26/4) ikut menanam bibit manggrove di kawasan pertambakan di desa tersebut. Kegiatan tersebut sebagai edukasi lingkungain bagi anak-anak dalam rangka menyambut Hari Bumi 2015.

Koordinator Penanarnan, Khaairun Nufus kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, kegiatan kampanye bersama berbasis edukasi dan penelitian ini baru pertama sekali dilakukan di Langsa yang mendukung program Pemko menjadikan Kota langsa sebagai kota hijau (green city).


Ditambahkan, kawasan mangrove Kota Langsa penting untuk diselamatakan, dan kegiatan ini merupakan bagian kecil dari upaya penyelamatannya. Ketua Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Al-Marhamah, Murhamah SAg mengatakan pihaknya sangat mengapreasi kegiatan bersama ini, anak anak sudah mulai di biasakan dengan pendidikan serta pentingan penanaman mangrove, sesuai dengan sembilan pilar karakter yang kami ajarkan kepada anak anak didik kami.

Dalam penanaman ini lebih fokus terhadap pembelajaran menanam mangrove dan bermain lumpr sebagai bagian edukasi bagi para peserta serta mengkampanyekan jajanan sehat dengan makan buah segar secara bersama-sarna. Kegiatan ini merupakan rantaian kegiatan menyambut Hari Bumi 2015 di Kota Langsa yang diinisiasi oleh para relawan linngkungan hidup sekota langsa.


Sebelumnya telah dilakukan kegiatan pendataan sampah di Kawasan Ekosistem Mangrove Kuala Langsa dan akan dilanjutkan dengan kegiatan diskusi publik serta pada puncak kegiatan akan diselenggarakan dengan kegiatan refleksi hijau bersama Rafli untuk peestarian kawasan mangrove.

Sunday

Kasus Mar up Alkes : GeMPAR Desak Polres Usut Hingga Ke Akarnya

LANGSA - Gerakan Masyarakat Partisipaif  (GeMPAR) Aceh, mendesak pihak kepolisian di Aceh Timur agar segera menuntaskan penyelidikan kasus dugaan markup harga pada pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes), laptop, komputer, dan kamera poket digital di 26 Puskesmas di Aceh Timur.

Desakan itu disuarakan Ketua GeMPAR, Auzir Fahlevi SH dalam pernyalaan tertulis yang diterima Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (25 / 4). "Pengungkapan kasus pengadaan alat-alat penunjang operasional Puskesmas yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Aceh Timur semestinya sudah masuk dalam tahapan penetapan tersangka, jika sudah dilakukan proses penyidikan. " ketus Auzir.

Menurut Auzir, dalam kasus itu, ditengarai adanya indikasi penggelembungan harga dan dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan sebagaimana dimaksud dalam UU tindak pidana korupsi. "Kami mendorong agar Kapolres Aceh Timur memberikan atensi khusus supaya kasus itu terungkap dengan jelas dan siapa yang sepatutnya bertanggung jawab," katanya.

Dikatakan, info yang diperoleh, pemeriksaan saksi terhadap Kepala Puskesmas sudah berulang kali diperiksa di Polres Aceh Timur, tapi hingga kini belum ada mengarah kepada siapa yang bakal ditetapkan sebagai tersangka. Terlebih, pihak Polda Aceh juga menaruh atensi terhadap kasus ini karena proses penetapan tersangkanya dilakukan melalui gelar perkara di Mapolda Aceh.


Namun disisi lain, untuk menghitung adanya keiugian negara secara lebih spesifik maka perlu dilakukan proses audit melalui lembaga BPKP sehingga proses kasus ini berjalan lebih sempurna saat akan dilimpahkan kekejaksaan setelah P2i (Berkasnya lengkap). "Kami mengapresiasi Kapolres Aceh Timur dan jajarannya untuk melakukan upaya pemberantasan korupsi secara profesional dan transparan sehingga kasus-kasus penyimpangan anggaran di aceh timur yang selama ini jauh dari sentuhan aparat penegak hukum dapat tertangani."


Demikian Auza Fahlevi SH. Masih tahap penyelidikan Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu saat ditanyai perkembangan kasus markup Alkes kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (25/4) menyebutkan, setelah gelar perkara di Polda Aceh pada Senin 13 April lalu, berdasarkan arahan dari Polda Aceh ada beberapa dokumen alat bukti yang harus dilengkapi. Karena itu, saat ini kasus Alkes tersebut masih dalam tahap penyelidikan setelah kita lengkapi beberapa dokumen alat bukti tersebut kasus akan segera ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Bantuan Semen Untuk Pembangunan Masjid

LANGSA - Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, Sabtu (25/4) memberikan bantuaan sebanyak 50 zak semen untuk Meunasah Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat, saat safari shalat Subuh di meunasah itu.

Bantuan semen untuk pembangunan Meunasah Gampong Simpang Lhee dimaksud, diterima langsung oleh Keuchik Syaiful Anwar, disakikan Muspida dan pimpinan SKPK jajaran Pemko Langsa, dan masyarakat gampong setempat.

Pada kesempatan itu Wali Kota Langsa mengajak masyarakat termasuk ppra PNS, untuk terus memakmurkan masjid serta meunasah. Diharapkan jangan ke meunasah atau masjid ketika ada jadwal safari subuh saja. "Mari kita bersama-sama memakmurkan masjid, ketika datang waktu shalat lima waktu setiap harinya," katanya.


Kepada keuchik, tuha peut, imam maupun perangkat gampong lainnya seluruh gampong di wilayah Kota Langsa, Usman Abdullah, meminta agar menjadi teladan dalam mengerjakan shalat berjamaah. Ia yakin, bila semua masyarakat sudah mendirikan shalat lima waktu, segala kemungkaran tidak akan terjadi lagi.


Menurut Usman Abdullah, selain tempat shalat masjid juga bisa dijadikan sebagai pusat pembelajaraan agama masyarakat. Masjid harus hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan, karena sangat disayangkan ketika masjid dibangun dengan megah tapi tidak difungsikan.

Wednesday

Ketua PKK Aceh Launching Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

LANGSA - Ketua Tim Penggerak PKK Aceh yang juga istri Gubernur Aceh, Hj Niazah A Hamid, Selasa (21/ 4) melaunching Gerakan Pencegahan dan Diteksi Dini Kanker Leher Rahim, yang dipusatkan di Puskesmas Langsa Barat.

Kedatangan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh ini juga didampingi Wakil Ketua Ketua Tim Penggerak PKK Kota Langsa, Ny Nurhanifah Marzuki, Kepala Dinas Kesehatan Langsa, dr Syarbaini MKes, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Langsa, Zoni Anwar, dan disambut Kepala Puskesmas Langsa Barat, Ayu Artlinta, SKM MKes.

Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Hj Niazah A Hamid, pada kesempatan itu mengatakan, pelaksanaan lauching gerakan pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim ini, bertujuan unluk mengenalkan kepada masyarakat bahwa kanker leher rahim dapat dicegah sedini mungkin.

Untuk itu masyarakat tidak perlu malu melakukan pemeriksaan, sebagai langkah atau upaya mendeteksi sejak dini, gejala kanker leher rahim. Sehingga penyakit berbahaya tersebut lebih cepat diketahui dan dicegah.

Menurut istri Dato Zaini program ini dilakukan serentak seluruh Indonesia. Untuk itu pihaknya dari Tim Penggerak PKK sangat mendukung program tersebut, sebagai upaya masyarakat Indonesia terbebas dari kanker leher rahim dimaksud.


Kepala Dinas Kesehatan Langsa, dr Syarbaini MKes menjelaskan, melalui program deteksi kanker leher rahim ini diharapkan akan memrrnbuhkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya, khususnva kaum ibu agar terhindar dari kanker leher rahirn maupun penyakit lainnya

Monday

Kodim Aceh Timur Gelar Berbagai Lomba

LANGSA - Memperingati HUT ke-69 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK Cabang) Oil Kodim 0104/Atim Koorcab Rem 011 PD, Minggu (5/4) menggelar lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK, SD, SMP dan SMA se-Kota Langsa.

Kegiatan dibuka Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol Endra Saputra Kesuma ZR, didampingi istri Rini Endra Saputra Kesum, Kasdim Mayor Inf Rahmat, Pasi intel Kapten CPM Lilik Fitriadi, Pasiter Lettu Inf Noverlan, para Danramil dan prajurit di lingkungan Kodim 0104/Atim. Dandim Atim kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, lomba mewarnai dan menggambar ini diikuti sebanyak 200 peserta.

Untuk lomba mewarnai khusus bagi peserta tingkat TK dari SD. Sedangkan lomba menggambar khusus buat peserta tingkat SMP dan SMA yakni membuat poster bertemakan anti narkoba.


Oleh karenanya, jelas Dandim, momentum seperti ini pihaknya ikut berupaya memperkenalkan sejak dini kepada para pelajar, bahwa narkotika itu sangat membahayakan bagi kehidupan dan masa depannya. Selain itu melalui perlombaan ini" diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas pelajar dalam bidang seni.

Sunday

Kapolda Aceh Tinjau Perumahan Griya Bhayangkara

LANGSA – Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Husein Hamidi, Kamis (26/'3) sore melihat langsung proses pembangunan perumahan Gria Bayangkara Asri, di Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro. Rumah type 36 sebanyak 290 unit tersebut, diperuntukan bagi anggota Polisi.

Kedatangan Kapolda yang didampingi Karo Ops Kombes Noviantoro, Dirbinmas Kombes Agus, Wadir Setnarkoba AKBP Sigit Dirnarkoba, AKBP Junaidi Yusuf, Kadiv Humas AKBP T Saladin, Kapolres Langsa AKBP Sunarya SIK MH, disambut oleh Pengembang Perumahaan Griya Bhayangkara Asri, Mustafa. Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Husein Hamidi dalam kesempatan itu menjelaskan, bahwa rumah yang dibangun tersebut sangat ideal dimiliki atau ditempati oleh polisi. Karena selain harganya terjangkau, lokasi perumahan lni pun sangat strategis, hanya berjarak berapa kilometer dari pusat Kota Langsa.

Kemudian rumah tersebut juga memiliki kualitas sangat baik dan layak. Husein Hamidi berharap semoga anggota polisi tertarik tinggal di perumahaan Griya Bayangkara Asri ini. Kapolda juga menyarankan agar pengembang juga menyediakan dan membangun fasilitas umum seperti mushalla, jalan, dan sarana pendukung lainnya sehingga penghuni benar-benar nyaman.

Pengembang Perumahaan Griya Bayangkara Asri, Mustafa, dalam kesempatan itu mengatakan jumlah perumahan yang dibangun pihaknya 290 unit. Sementara calon penghuni perumahan dimaksud saat ini yang sudah mendaftar sekitar 60 persen, yang merupakan anggota polisi.


Sedangkan sisanya 40 persen lagi, adalah masyarakat biasa dan PNS. Menyikapi saran Kapolda, di komplek perumahan tersebut pihaknya juga membangun mushalla, lapangan bola kaki, dan fasilitas umum lainnya yang semuanya adalah sebagai kebutuhan penghuni komplek agar mereka nyaman tinggal di komplek perumahan tersebut.

Thursday

Walikota Langsa Memberikan Penghargaan Kepada Anggota PP dan WH

LANGSA - Wali Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah SE memberikan penghargaan kepada tiga anggotaWH dan enam anggota Satpol PP dalam upacara khusus di halaman Pendapa Wali Kota Langsa, Rabu (11/3).

Selain mendapat sertifikat perhargaan yang ditandatangani Wali Kota Langsa, kesembilan personel ini juga mendapat hadiah masing-masing Rp 1,5 juta. Wali Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah saat memimpin apel ini mengatakan penghargaan itu diberikan karena menilai kesembilan personel itu telah bekerja berat, bahkan sudah berdarah-darah dalam menegakkan Syariat Islam dan Peraturan Daerah di Langsa. "Semoga perjuangan terus dilanjutkan dan bekerjalah dengan ikhlas, pasti hasil kerja akan dinilai dan diberikan penghargaan.

Kota Langsa adalah milik kita bersama, mari kita bekerja dengan dedikasi, loyalitas, dan keikhlasan," harap Wali Kota yang akrab disapa Toke Seuem ini. Ia mengakui hadiah yang diberikan tak seberapa, tetapi itu merupakan bentuk penghargaan secara ikhlas dan tulus karena semuanya bekerja untuk bangsa, negara, dan kepentingan anak cucu.

Wali Kota juga mengapresiasi Kepala Satpol PP dan Kepala Dinas Syariat Islam Langsa yang telah bekerja keras dalam menertibkan dan peraturan daerah. Begitu juga tentang pelaksanaan Syariat Islam telah menunjukkan perubahan yang berarti.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM secara terpisah mengatakan, pihaknya merasa bahagia atas pemberian pengharagaan oleh Wali Kota Langsa kepada petugas WH dan Satpol PP yang telah bekerja berdarah-darah di lapangan.


Semoga dengan pemberian penghargaan itu dapat menambah semangat dalam bekerja menegakkan syariat Islam dan menertibkan peraturan daerah untuk terwujudnya Kota Langsa yang berperadaban dan Islami

TNI Serahkan Pengoplos Pupuk Ke Polres Tamiang

LANGSA - Slamet Raharjo, pelaku pengoplos pupuk subsidi menjadi pupuk nonsubsidi yang digrebek personel TNl dari Satuan lntelijen Kodim 0104/Aceh Timur di gudang pengoplosan di Matang Tepa, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Minggu (8/3) sore, teryata keesokannya langsung diserahkan Polres Aceh Tamiang bersama barang bukti (BB) 67 sak atau sekitar 3.350 kg pupuk urea subsidi.

Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol lnf Endra Saputra Kusuma ZR SE MSi melalui Pasi lntel Kapten CPM Lili Fitriadi menyampaikan hal ini ketika menjawab Aceh-gayo.blogspot.com, Rabu (11/3), sekaligus mengklarifikasi bahwa penangkapan gudang pengoplosan pupuk subsidi ini di Desa Matang Tepa, bukan di Desa Paya Awe, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, seperti yang dilaporkan pada berita sebelumnya.


Menurut Kapten Lili, selain 67 sak pupuk tersebut, pihaknya juga menyerahkan BB satu mobil jenis Suzuki Carry BK 9680 CO yang digunakan sebagai pengangkut pupuk urea tersebut. "Karena wilayah hukum penangkapan di Aceh Tamiang, maka pelaku dan BB itu kami serahkan ke Polres Tamiang yang diterima anggota Reskrim Polres Aceh Tamiang, Brigadir M Zailani," kata Kapten Lili.

Wednesday

MPU Langsa Bekukan LSM LA-DEC

LANGSA - Majelis Permusyawaratan ularna (MPU) meminta Pemerintah Kota (Pemko) Langsa, segera membelnrkan atau melarang LSM Langsa Development Commite (LA-DEC) sebelum adanya kejelasan programnya. Karena lembaga terkait tersebut kini sangat meresahkan masyarakat.

Permintaan pembekuan LA-DEC itu tertuang dalam Surat MPU Nomor 045.2/167/2015 tanggal 2 Maret 2015, yang ditujukan kepada Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE. Sementara Wakil Ketua I MPU Kota Langsa, "Dr H Zulkarnain MA, kepada wartawan, Selasa (10/3) mengaku bahwa surat itu sampai saat ini belum ada balasan dari Pemko Langsa sendiri.

Kemudian MPU juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Langsa, untuk mawas diri dan berhati-hati terhadap berbagai kemungkinan, termasuk pendangkalan akidah, aliran sesat, narkoba, dan pergaulan bebas yang akan merusak penegakan Syariat Islam di Kota Langsa dan Aceh pada umumnya.

Selain itu, masyarakat juga harus hati-hati dan mewaspadai terhadap banyak rnunculnya kegiatan-kegiatan lembaga asing dengan kedok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh. "LA-DEC sama dengan lembaga AU-DEC di Aceh Utara yang sudah menimbulkan keresahan masyarakat.

Sehingga kita berkesimpulan, LA-DEC ini juga harus diwaspadai keberadaannya," katanya. Hal ini tambahnya, untuk menghindari terjadinya konllik di tengah-tengah masyarakat, akibat belum adanya konfirmasi secara jelas lembaga yang bersangkutan, baik kepada publik maupun kepada pihak pemerintah daerah dan aparat terkait.

"Masyarakat harus hati-hati terhadap munculnya lembaga asing yang berkedok pemberdayaan ekonomi. Dan aparat gampong harus memantau aktivitas lembaga yang masuk ke desa-desa," pinta Wakil Ketua I MPU langsa, Dr H Zukarnain MA. Apalagi, tambah H Zulkarnain, lembaga asing itu menurut anggota dari warga gampong, tanpa melalui prosedur yang jelas atau tidak transparan.

MPU Kota Langsa juga meminta kepada Polisi Masyarakat (Polmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari TM, juga turut mewaspadai semua aktifitas lembaga asing yang masuk ke gampong. 'Tindakan cegah dan tangkal ini perlu dikedepankan, dalam rangka mengeliminir berbagai kerugian dan keresahan yang timnul di dalam masyarakat, " sebutnya.


Dijelaskan Dr Tgk H Zulkarnain MA merujuk pada peraturan bersama tiga Menteri, bahwa jelas disebutkan bahwa melarang menyebarkan agama lain kepada orang yang telah memiliki agama.

Tuesday

Anggota Kodim 0104 Aceh Timur Tangkap Pengoplos Pupuk Bersubsidi

LANGSA - Personel TNI dari Satuan lntelijen Kodim 0104/Aceh Timur, Mnggu (8/3) sore menggerebek gudang pengoplos pupuk urea bersubsidi pemerintah, yang diolah menjadi non subsidi di Desa Paya Awe, Kecamatan Karang Bam, Aceh Tamiang. Selain menangkap satu pelaku Slamet Raharjo warga Desa Seunebok Baru, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, juga disita 67 karung atau sekitar 3.350 Kg pupuk urea subsidi.

Barang bukti pupuk, termasuk rnobil Suzuki Carry BK 9680 CO, dan seorang dari tiga tersangka berhasil ditangkap dan sore itu juga diamankan di Makodim 0104/Atim di Langsa. Dandim Aceh Timur, Letkol Irrf Endra Saputra Kusuma ZR melalui Pasi Intel Ibpten CPM Lili Fifiadi, mengatakan, penangkapan tersangka, pengoplos pupuk berawal dari laporan masyarakat.

Selanjutnya Sertu Irsal, melaporkan informasi tersebut kepada Danpos Serma Bustamam. Kemudian Minggu (8/3) sore itu, Sertu Irsal dan Serma Bustaman, bersama-sama mendatangi gudang dijadikan pengolahan pupuk urea subsidi ke non subsidi tersebut. Saat digrebek pihaknya berhasil menangkap Slamet Raharjo dan dua rekannya, Usuf dan Spanyol dilaporkan berhasil melarikan diri.

Disebutkan, pengoplosan pupuk itu dilakukan dengan mengganti warga pupuk bersubsidi yang berawrna ping menjadi wama putih. Pengolahannya dengan cara mencampur pupuk tersebut dengan carnpuran blue (pewama pakaian).

Disebutkan juga, karena terbukti melakukan pengoplosan urea subsidi itu, anggota Intel Kodim 0104/Atim tersebut langsung menangkap Slamet Raharjo, dan dua rekannya Usup dan Spanyol nyatanya berhasil rnelarikan diri. Selain itu, pelaku juga menggantikan karung pupuk bersubsidi dengan karung non subsidi.


Dandim Aceh Timur juga menyebutkan, satu unit mobil Suzuki Carry BK 9680 CO, Yang digunakan untuk membawa, pupuk tersebut juga ikut diamankan ke Makodim dan menambahkan setelah itu nantinya kasus itu akan diserahkan penyidikannya pada pihak kepolisian.

Masjid Meurandeh Dapat Bantuan Rp. 10 Juta

LANGSA – Wakil Wali Kota Langsa, Drs Marzuki Hamid MM, Sabtu (7/3) sore menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 10.000.000 untuk pembangunan Masjid Nurul lkhlas, Gampong Meurandeh Dayah, Kecamatan Langsa Lama. Selain itu juga diberikan kitab Sirus Saliqin sebanyak 20 set.

"Drs Marzuki Hamid dalam kesempatan itu mengatakan, bantuan tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masjid, termasuk kitab Sirus Saliqin juga bisa dipelajari dan menambah ilmu agama bagi masyarakat dan pemuda gampong setempat. Menurutnya, mengisi dan memakmurkan masjid lebih sulit dari pada membangun fisik masjid itu sendiri.


Karenanya menjadi tugas seluruh insan, orang tua, dan para pemuka masyarakat untuk menanamkan jiwa cinta agama dan cinta Alquran kepada generasi muda. "Saat ini kita sedang berusaha membangun dan membentuk masyarakat Langsa yang masyarakat agamis,"katanya. Ditambahkan Wakil Wali Kota, masjid adalah rumah Allah Swt, maka dari itu untuk pembangunannya masjid ini membutuhkan uluran tangan semua pihak kaum muslimin.

Monday

Polisi Panggil Keuchik dan Pejabat Bulog

LANGSA - Penyidik Polres Aceh Timur kini terus mengusut kasus raibnya 70 ton lebih Raskin jatah masyarakat miskin di 22 desa di Kecamatan Pante Bidari. Setelah dua hari lalu telah diminta keterangan sebagai .saksi Camat M Nasir dan Muhammad Sekcam Pante Bidari, kini sedang diatur jadwal untuk dipanggil sejumlah saksi lainnya, para keuchik, serta pejabat Bulog di Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu SH kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Minggu (8/3) mengatakan, setelah Camat dan Sekcam pante Bidari dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus raibnya 70 ton lebih Raskin jatah masyarakat miskin dari 22 desa di Pante Bidari, kini akan dipanggil juga beberapa keuchik mewakili desa penerima Raskin sebagai saksi.

Namun, jadwal pemanggilan saksi dari aparat desa itu sedang diatur jadwalnya. Bukan hanya itu, penyidik juga akan memeriksa pejabat Pemkab Aceh Timur dari Bagian Perekonomian dan Kesra, serta pejabat Bulog sebagai penyalur Raskin tersebut. Setelah pemeriksaan saksi dirasa cukup.

Selanjutnya, tegas AKP Budi Nusuha Waruwu, akan diperiksa petugas penyalur Raskin Kecamatan Pante Bidari, Nurmala. Menurutnya, setelah beberapa hari diselidiki kasus raibnya 70 Ton Raskin itu belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya diberitakan, Raskin jatah masyarakat dari 22 desa diKecamatan Pante Bidari tahun 2014 sebanyak 70 ton lebih raib.


Disebut-sebut beras jatah masyarakat miskin itu telah dijual petugas ke sebuah usaha kilang padi di Pante Bidari untuk dioplos dan dijual dengan harga lebih tinggi. Terbongkarnya kasus penggelapan raskin itu, karena masyarakat menanyakan jatah raskin tahun 2014 pada camat saat penyalur beras bantuan untuk korban banjir di desa desa pada Desember 2014 lalu.

Sunday

Warga Bubarkan Pengajian LDII

LANGSA - Puluhan warga Gampong Geudubang Jawa, Kecamatan Langsa Baroe, bersama keuchik, tuha peut, imam, dan perangkat gampong setempat serta petugas Dinas Syariat Islam dan MPU Kota Langsa, Jumat (27 /2) malam membubarkan pengajian lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang diduga menyimpang di sebuah rumah di Dusun Damai gampong tersebut, Informasi dihimpun Aceh-gayo.blogspot.com saat terjadi penggerebekan, jamaah pengajian LDII itu berjumlah lebih kurang 40 orang dan langsung membubarkan diri.

Jamaah yang berasal dari luar gampong Geudubang Jawa itu lalu meninggalkan lokasi pengajian, sehingga tidak terjadi insiden apapun dengan warga. Kepala Dinas Syariat Islam Kota Iangsa, Drs H Ibrahim Latif MM kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (28/2) mengatakan, pihaknya dihubungi oleh Imam Gampong Geudubang Jawa, Ustaz Sarman Lubis yang mengatakan ada pengajian yang diduga menyimpang di Dusun Damai. "Kata pak imam, masyarakat mau menggerebek tempat pengajian tersebut. Saya khawatir terjadi hal yang tak di ingini, maka saya bersama personel WH dan Tgk Abdul Wahab Ali anggota MPU Kota langsa meluncur ke lokasi," ungkap Ibrahim Latif.

Ia menambahkan, sesampai di lokasi, puluhan masyarakat sudah bergerak menuju rumah pengajian yang diduga menyimpang itu. Namun jamaah yang jumlahnya sekitar 40 orang itu cepat-cepat bubar, meninggalkan lokasi, sehingga tidak sempat terjadi dialog dan juga tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Kadis Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM yang didampingi Tgk Abdul wahab Ali SE anggota MPU Kota Langsa menambahkan, sesuai fatwa MPU Aceh No.04 tahun 2004 tanggal 14 Sya'ban 1.425 H atau 28 September 2004, bahwa LDII adalah ajaran menyimpang dan dilarang berkembang dan hingga kini fatwa tersebut belum dicabut.

Dikatakan juga, malam itu sekitar 30 warga menanyakan pada Abdi Syahputra, selaku penanggungjawab pengajian yang diduga menyimpang tersebut. Di hadapan warga, Abdi mengaku pengajian di rumahnya itu sama dengan pengajian LDII di Alue Dua, Kecamatan Langsa Baroe pimpinan Jailani. Dan pengajian itu sudah berlangsung dua tahun dan tak dilaporkan pada pimpinan desa.


Sehingga, katanya sumber Aceh-gayo.blogspot.com itu warga curiga apalagi anggota pengajian itu semua dari luar daerah dan sangat tertutup. Keuchik Gedubang Jawa, Zulkarnein menegaskan, untuk menjaga agar tidak terjadi keresahan warga serta hal-hal yang tak diinginkan, pengajian yang sangat tertutup bagi warga setempat itu ditutup. Sedangkan pemilik rumah dan pengelola pengajian itu diserahkan pada Dinas Syariatlslam dan MPU Kota Langsa untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Saturday

Hukum Cambuk 4 Pelanggar Syari'at di Langsa

LANGSA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa, Jumat (27 /2) sore melaksanakan eksekusi cambuk terhadap empat tervonis, masing-masing dua orang kasus maisir dan dua orang kasus khalwat.

Eksekusi cambuk berlangsung di Tribun Utama di Lapangan Merdeka langsa. Ke empat pria yang dicamuk itu yaitu dua terkait kasus khalwat, yaitu Hamzah (21), warga Gampong Paya Buok Teungoh, Kecamatan Langsa Baro, dihukum lima kali cambuk, dan Khumaira (19), warga Gampong Blang Senibong, Kecamatan langsa Kota, dicambuk empat kali.

Sedangkan dua pria terkait kasus maisir yaitu, Andnan (45) warga Gampong Paya Bujok Blang Paseh, dan Mustafa (35) warga Gampong Teungoh, keduanya berada di Kecamatan Langsa Kota, mereka dicambuk masing-masing enam kali.


Eksekusi cambuk dihadiri sejumlah pihak unsur Muspida, dan disaksikan seribuan lebih masyarakat Kota Langsa. Prosesi ekseskusi cambuk sempat molor satu jam, yang akhirnya berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB.

Sementara itu ketetapan hukuman cambuk dibacakan oleh Kasi Pidum Kejari Langsa. Zulham Pardamaian Pane SH yang langsung dilanjutkan dengan proses cambuk oleh algojo terhadap masing-masing terpidana.

Friday

Calon Qari Langsa Berebut Posisi

LANGSA - Sebanyak 132 qari-qariah dari tujuh cabang, Kamis kemarin mengikuti seleksi untuk menjadi qariah Kota Langsa pada MTQ ke-32 Provinsi Aceh Aceh. Selain seleksi, para qari terpilih juga langsung mengikuti Training Center (TC).

Dalam sambutannya, Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, meminta kepada panitia seleksi atau TC, agar benar-benar melakukan penilaian objektif kepada peserta, dan meluluskan mereka yang berkompeten. Wali Kota Langsa juga mengingatkan, jangan sekali-kali mereka yang dilusulkan dalam seleksi ini karena kedekatan ataupun ada hubungan famili.

Kepada peserta, Usman Abdullah juga berharap untuk benar-benar serius, dan bagi yang tidak lulus seleksi jangan berkecil hati, karena masih ada peluang ke depan, dan jangan pernah berhenti belajar. Namun bagi peserta yang lulus menjadi peserta kafilah MTQ Langsa pada ajang MTQ Aceh di Nagan Raya tahun ini. Ketua panitia, Tgk Kamarullah SAg melaporkan, pelaksanaan seleksi ini peserta MTQ kafilah Kota Langsa akan dilaksanakan tujuh cabang, yaitu cabang Tilawah Quran putra dan putri diikuti 37 pserta, cabang Hifzhi Quran putra dan putri diikuti 21 orang.


Cabang Tafsir Alquran putra dan putri diikuti 24 orang, cabang syarhil Quran putra dan putri diikuti 18 orang, cabang Fahmil Quran putra dar putri diikuti 18 orang, dan cabang MTQ diikuti tujuh peserta. Sehingga total peserta yang mengikuti seleksi ini sebanyak 132 orang. Sementara pelatih TC ini berasal dari lokal 12 orang dan dari Provinsi Aceh dihadirkan 5 orang.

Pentingnya Pendidikan Character Building

SEMENTARA itu Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, yang juga alumni Unsam bergelar Sarjana Ekonomi (SE) berharap agar Unsam tidak hanya melahirkan sarjana-sarjana yang baik. Tetapi juga mampu menjadi universitas yang mampu memberikan pendidikan Charaeter buitding, sehingga karakter negara seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri negara dapat terlaksana.

"Kuatitas dan karakter para lulusan Unsam juga tergantung dari kualitas para civitas akademiknya. Saya harap di masa yang akan datang lulusan Unsam dapat bersaing di tingkat nasional. Oleh karena itu seiring waktu kami berharap Unsam dapat terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas dari civitas akademinya, " imbuh Usman Abdullah Wali Kota Langsa juga mengatakan, masyarakat Kota Langsa pantas bersyukur mengingat telah dinegerikannya Unsam oleh pemerintah pusat.

Dikatakan, Unsam termasuk dari 11 universitas negeri yang ada di Provinsi Aceh. Karena itu, Unsam Langsa juga harus mampu melahirkan lulusan berkualitas serta mencintai almamaternya Dengan melahirkan lulusan berkualitas, tentunya juga akan berdampak pada tumbuhnya SDM bermutu di Aceh.


Sehingga, untuk masa yang akan datang akan mampu mengentaskan kemiskiman di Kota Langsa secara bertahap. Sebagai alumni Unsam, Usman Abdullah juga mengharapkan agar para alumni Unsam yang kini bertebaran dimana-mana, baik di Aceh ataupun di luar Aceh, agar mencurahkan perhatiannya untuk kemajuan Unsam Langsa.

Jemaat Gereja Beribadah Tidak Pada Tempatnya

LANGSA - Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Langsa meminta pihak pemilik toko untuk segera menghentikan kegiatan aktivitas beribadah olehjemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) di sebuah toko No 73 Jalan Iskandar Muda, Kota Langsa.

Sebab, tempat ibadah tersebut tak ada izin. Para jemaat itu diminta beribadah di gereja yang ada di Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota. Seruan itu dikeluarkan oleh Muspida Kota Langsa melalui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Langsa dalam surat yang sudah dilayangkan ke pemilik toko, Senin (16/2).

Selain itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Langsa juga sudah mengeluarkan surat rekomendasl kepada unsur Muspida Kota Langsa agar segera menghentikan kegiatan aktivitas peribadatan di ruko tersebut. Ketua MPU Kota Langsa, Tgk HM Hasan Kasem mengakui sudah menyurati pemilik toko untuk menghentikan kegiatan peribatan di Ruko Jalar Iskandar Muda Langsa, sebab tidak ada izin.

Namun, surat yang dibawa Camat Langsa Kota, M Jamil Gade tersebut ditolak diteken oleh pemilik toko bernama Mimi Sementara itu, FKUB Kota langsa sudah merekomendasikan penutupan/penyegelan ruko yang yang selama ini dijadikan tempat aktivitas beribadah tersebut.

Rekomendasi itu menyusul banyaknya laporan masyarakat, ormas, dan Dinas Syariat Islam terkait dengan aktivitas jemaah gereja bethel yang meresahkan masyarakat tersebut. FKUB juga sudah mendapat masukan dalam pertemuan dengan para ulama dan unsur Muspida Kota Langsa di Dayah Darul Fatah Bale Krueng, Gampong Teungoh.


Alhasil, forum juga merekomendasikan penutupan tempat ibadah di ruko tersebut. "Rekomendasi itu dikeluarkan karena keberadaan rumah ibadah itu melanggar Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 dan nomor B tahun 2006 tentang Pendirian Rumah lbadah," ujar Ketua FKUB Kota Langsa, Dr H Zulkarnain MA. Ketua I Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Langsa, Tgk Murdani mendesak Pemko Langsa segera menyegel ruko tersebut, sehingga kerukunan antar umat beragama tetap terjaga," tegas Tgk Murdani.