Saturday

Warga Bentuk Tim Penyelamat Tanah Ulayat

SUBULUSSALAM - Masyarakat Desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam sepakat untuk menyelamatkan lahan ulat yang dikuasai oleh perusahaan di daerah tersebut. "Kami siap berjuang menyelamatkan tanah ulat yang dikuasai pihak lain," kata Khairunnas Bako, SE, penasehat tim penyelamat tanah ulayat Tanah Tumbuh kepada Aceh-gayo.blogspot.com Jumat (27 /2).

Menurrut Khairunnas, tim yang dibentuk bersama puluhan warga tersebut diketuai Bahrin dibantu Samidun Bako dengan Sekretaris, Amansyah S. Tim tersebut, kata Khairunnas akan bekerja memperjuangkan tanah ulayat di Desa Tanah Tumbuh yang telah dikelola pihak lain atau perusahaan Hak Guna Usaha (HGU) kelapa sawit.

"Lahan ulayat Tanah Tumbuh ada sekitar 600 hektar yang kini sudah dikuasai oleh perusahaan itulah yang akan kami tuntut karena sampai sekarang belum ada kompensasi kepada masyarakat," ujar Khairunas. Selain yang digarap oleh pihak lain, tim penyelamat tanah ulayat ini juga dipastikan untuk menjaga sejumlah lahan yang sekarang masih belum tergarap. Sebab, masyarakat Tanah Tumbuh yang kini berada di pemukiman pengungsian akibat konflik bersenjata yang melanda Aceh tahun 2002 silam kini membutuhkan lahan untuk berusaha.

Menurut Khairunnas, sebagai putra asli kelahiran Tanah Tumbuh, dia tidak mau menyaksikan warganya menjadi penonton alias budak di lahan sendiri akibat telah dikuasai perusahaan atau pemilik modal. Lantaran itulah, Khairunnas bersama tokoh masyarakat sepakat untuk menjaga tanah mereka agar tidak dipejualbelikan kepada pemilik modal atau perusahaan kelapa sawit.

Sementara ketua Tim Penyelamat Tanah Ulayat Desa Tanah Tumbuh, Bahrin kepada wartawan mengatakan pihaknya akan segera membuat langkah-langkah untuk menuntut tanah mereka yang hendak dan telah dikuasai.

Bahrin mengatakan, selama ini masyarakat Tanah Tumbuh sudah cukup bersabar dengan mengedepankan mediasi dan musyawarah. Namun, kata Bahrin sejauh ini langkah tersebut justru diremehkan. Bahrain yang didampingi Kepala Desa Tanah Tumbuh Aman Bancin mengatakan juga akan melaporkan masalah tanah mereka kepada Wali Kota Subulussalam dan pihak legislative sebelum melakukan aksi-aksi selanjutnya.


Bahrin menambahkan, ratusan kepala keluarga atau ribuan jiwa masyarakat Tanah Tumbun yang terpencar di sejumlah desa telah sepakat untuk kembali membangun desa mereka yang sempat porak-poranda akibat konflik. Pasalnya, di pemukirnan yang ada selama ini hanya tersedia lahan untuk rumah ukuran 5 x 6 meter.

Abuya Amran Waly Pemateri Untuk HMI

BLANGPIDIE - Pimpinan Dayah Darul Ikhsan di Desa Pawoh, Abuya Syekh H Arnran Waly memberi materi kegiatan Intermediate Training (LK2) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Blangpidie, di Khana Pakat Guest Host, Rabu (25/2).

Kegiatan training tersebut berlangsung hingga Sabtu (28 / 2) rnendatang menampilkan sejumlah pemateri. Abuya Amran Waly yang juga Pimpinan Pengajian Tauhid Tasawuf Asia Tenggara itu, rnenyampaikan materi Membedah Konsepsi Insan Kamil; Akhlak dan Kepribadian. Ia mengulas soal kondisi moral, akhlak dan kepribadian manusia di Indonesia dan Aceh yang saat ini dinilai sangat memprihatinkan.


"Ilmu tauhid tasawuf akan menjadi pagar bagi ilmu-ilmu lainnya yang akan memancarkan nilai-nilai luhur, keridhaan dan keikhlasan yang tertinggi dalam mengapresiasi kemahakuasaan Tuhan," ungkap ulama kharismatik ini.

Ketua Panitia Pelaksana, Zulbaidi, didampingi Ketua Umum HMI Cabang Persiapan Blangpidie, Bob Fakhrurazi kepada Aceh-gayo.blogspot.com menjelaskan, LK2 dan LKK tingkat nasional tersebut merupakan kegiatan perdana di HMI Cabang Blangpidie dan di Kabupaten Abdya. "Kegiatan ini merupakan kegiatan kemahasiswaan tingkat nasional perdana di HMI Cabang Persiapan Blangpidie," kata Zulbaidi.

Polisi diminta Usut Tuntas Kasus Korupsi Buku UTU

MEULABOH - Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, Raman Darwis meminta Polres Aceh Barat yang kini sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi dana tahun 2009 silam proyek pengadaan buku untuh kampus UTU hingga tuntas yang kini sudah mulai ditetapkan tersangka.

Bahkan Presma UTU menyatakan kasus ini harus dikembangkan guna mengungkap para pelaku lainnya karena dampak dari kasus tersebut mahasiswa dan kampus UTU yang dikorbankan selaku penerima manfaat dari pengadaan buku tersebut.

"Karni meminta kasus pengadaan buku itu di usut hingga ke pengadilan. Karenanya kami dari Presma UTU mendukung kasus yang kini sedang diusut polisi itu diseret hingga ke pengadilan. 'Siapunyang melakukan tindak pidana kompsi dalam pengadaan buku untuk UTU itu harus dipertangungjawabkan sesuai hukum berlaku," kata Raman kepada Aceh-gayo.blogspot.com Jumat (27 / 2).

Seperti diberitakan, Polres Aceh Barat, menetapkan rekanan dari CV Kurnia Cipta Rezeki, H Ariefikar RZ sebagai tersangka korupsi dana pengadaan buku untuk Kampus UTU Meulaboh Aceh Barat. Pihak Polres sudah meneruskan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) terhadap perkara dikelola Dinas Pendidikan Aceh Barat dengan anggaran Rp 975 juta yang sumber dananya dari Otsus 2009.

'Tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pemlangunan (BPKP) Aceh sudah mengaudit kasus ini dan menemukan kerugian negara Rp 380 juta," kata Kapolres Aceh Barat melalui Kasat Reskrim didampingi Kanit Tipikor seraya menyatakan kasus ini masih terus mereka dalami dan akan menetapkan dua tersangka lainnya karena terungkap buku dalam proyek ini tak sesuai spesifikasi, sedangkan dananya sudah dicairkan 100 persen.

Kasus Baitul Mal

Sementara itu, Presma UTU Meulaboh, Raman Darwis juga mendukung pengusutan kasus dugaan korupsi dana Baitul Mal Aceh Barat yang kini sedang didalami Polres Aceh Barat. Bahkan dana sebesar Rp 567 juta dari Rp 5 miliar dana tahun 2010/2011 silam yang diduga tidak dapat dipertanggungawabkan harus segera diaudit oleh pihak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh untuk diketahui kerugian negara.

"Kami meminta kasus itu diusut hingga tuntas apalagi itu dana umat," kata Raman, Jumat kemarin. Berdasarkan sumber Aceh-gayo.blogspot.com, di Polres, menyebutkan, sejumlah pejabat terkait dan mantan Kepala Baitul Mal Aceh Barat sudah dimintai keterangan oleh penyidik Unit Tipikor Reskrim Polres Aceh Barat.


Bahkan bahan untuk diaudit dana sebesar Rp 567 juta juga sudah dikirimkan ke BPKP Aceh oleh Polres, tetapi sejauh ini BPKP belum turun karena BPKP masih meminta diserahkan berkas lanjutan laporan pertanggungjawaban menyeluruh Rp 5 miliar guna diaudit seluruhnya.

Lulus Seleksi : Siswa Ikuti Jambore Internasional di Jepang

LHOKSEUMAWE – Ayyan Ranos (16) anggota pramuka Gugus Depan SMA Negeri Lhokseumawe akan mewakili Kuarcab Pramuka Lhokseumawe ke jambore internasional di Yamaguchi City, Jepang, 28 Juli- 8 Agustus mendatang.

Kepastian tersebut diperoleh siswa asal Uteunkot, Cunda Lhokseumawe itu setelah ia lolos seleksi di Lhokseumawe yang digelar pada pertengahan Januari lalu, Ayyan kepada Aceh-gayo.blogspot.com di sekolahnya, Jumat (27 /2) menceritakan, seleksi untuk berangkat ke jambore internasional itu diikuti enam siswa. Dalam seleksi itu, sebutnya, dites kemampuan bahasa Inggris, fisik dan kepramukaan. "Hasilnya, Alhamdulillah ternyata saya yang dinyatakan lolos ke Jepang," ujar anak kedua pasangan M Z Amranos dan Yusmala dewi tersebut.


Dikatakan, dirinya nanti akan bergabung dengan 11 anggota pramuka dari sejumlah kabupaten/kota lain di Aceh untuk sama-sama berangkat ke Jepang. Menjelang keberangkatan ke jambore internasional di Jepang saya terus lakukan berbagai persiapan termasuk memperdalam kemampuan Bahasa Inggris, materi kepramukaan, dan Bahasa Jepang," jelas Ayya.

Titik Api Terdeteksi di Blangkejeren dan Bakongan

BANDA ACEH – Sebanyak tujuh titik api terdeteksi berada di dua kabupaten, masing-masing empat titik api di Bakongan, Aceh Selatan, dan tiga lagi di Terangon, Gayo Lues (Galus). Demikian informasi disampaikan Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banda Aceh, Nasrol Adil, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (27 /2).

Ia menjelaskan mudah tidaknya terbakar titik api di kedua daerah tersebut dipengaruhi oleh unsur-unsur meteorologi. "Di Bakongan posisinya mudah terbakar tapi masih aman. Apabila di Galus terjadi karena akumulasi dari beberapa hari tidak hujan," kata Nasrol.

Namun pihaknya memprediksikan di Blangkejeren, Galus dan Bakongan akan ada hujan dengan intensitas ringan. Sementara untuk adanya titik api lagi akan berkurang di kedua wilayah tersebut. Saat ini kata Nasrol. Wilayah Aceh sedang memasuki masa transisi ke kemarau. Terutama di Aceh Jaya yang banyak lahan gambutnya, itu harus diwaspadai untuk munculnya titik api.


Selain itu Aceh Utara dan Lhokseumawe juga kemungkinan akan ada kemunculan titik api. "Karena di Aceh Utara banyak daerah perbukitan ilalang. Maka jangan banyak lagi terjadi perambahan hutan dengan cara membakar," demikian imbuhnya.

Siswa Krueng Barona Jaya Mogok Belajar Akibat di Mutasinya Kepsek

BANDA ACEH - Sejak Rabu 25 Februari 2015 hingga Jumat (27/2) kemarin, sebanyak 310 Siswa SMAN 1 Krueng Barona jaya (KBJ) Aceh Besar, mogok belajar. Kondisi itu dipicu oleh pemindahan Kepala SMAN 1 KBJ, Dra Delia Rawanita, ke sekolah lain sebagai guru biasa. Meski demikian, 57 staf pengajardi SMAN itu tetap melaksanakan tugasnya.

Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com, sebanyak 310 siswa SMAN 1 KBJ berunjuk rasa di halaman sekolah meminta Dinas Pendidikan Aceh Besar mengembalikan Dra Delia ke sekolah itu. Dari belasan spanduk yang dibawa, satu di antaranya bertuliskan Apa jadinya pendidikan ini ke depan, kalau kepsek berprestasi saja dipindahkan jadi guru biasa.

Ketua OSIS Edi Saputra, mengatakan jika alasan pemutasian Dra Delia ke SMA lain bisa diterima oleh secara logika, mereka tidak melakukan aksi mogok itu. Tapi, mereka tidak pernah mendapat jawaban kenapa Dra Delia yang selama ini berpretasi dalam mengembangkan dan meningkatkan prestasi sekolah, dipindah ke sekolah lain sebagai guru biasa. Kami sulit rnenerima beliau dipindahkan, selama ini sekolah kami kurang mendapat perhatian. Tapi selama ada beliau banyak prestasi yang kami raih, seperti juara teater dan prestasi lainnya. Bahkan di SMA kami ini sudah dibangun Laboratorium Seni dan Film dan ini satu-satunya di Aceh. Semua berkat kegigihan beliau," ungkap Edi.

Wakil Ketua OSIS, Riki menambahkan, selama ini Dra Delia telah menjadi panutan bagi seluruh siswa. "Kalau kami ikut even, tapi tidak menang, beliau tetap menghargai kami. Kalau ada siswa yang bajunya robek, beliau langsung membelinya dengan uang sendiri. Kalau dipikir, apa untungnya beliau. Tapi begitulah karakter kepala sekolah kami itu," kata Riki.

Sebenarnya, para siswa kelas III SMA Krueng Barona Jaya itu berencana berunjuk rasa ke Dinas Pendidikan Aceh Besar. Tapi, karena dewan guru mencegahnya, rencana itu tak jadi dilakukan. "Bila kepsek kami tidak dikembalikan, mogok belajar akan terus kami lakukan. Kami tidak rela ada kepentingan dan politik beliau dipindahkan, sehingga prestasi sekolah kami kembali memburuk," kata siswa lainnya, Fahrul Razi.

Tak bisa mencegah

Sementara Wakil Kepad Bidang Kesiswaan SMAN 1 KBJ Dra Mursidah, mengatakan pihaknya tidak mampu mencegah aksi mogok belajar yang dilakukan siswa, meski sudah meminta para siswa untuk mengikuti pelajaran. Terkait pemutasian Dra Delia, para guru di sekolah itu juga punya harapan yang sama dengan para siswa.

"Kalau kami dari dewan guru menginginkan beliau (Delia) tetap dipertahankan sebagai kepala sekolah. Karena selama ini hubungannya dengan guru dan siswa sangat baik. Perkembangan sekolah juga cukup signifikan selama beliau memimpin ujar Mursidah.


Pernyataan yang sama juga disampaikan Pembina OSIS, Dra Titin dan Kepala Lab Seni Budaya dan Film, Usfa SPd. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar, Drs Razali yang dihubungi Aceh-gayo.blogspot.com tidak mengangkat  teleponnya. Hingga pukul 20.51 WIB tadi malam, sms yang dikirim Aceh-gayo.blogspot.com untuk memintai konfirmasi terkait mutasi tersebut, belum juga mendapat balasan.

SMAN 19 Hanya Punya 40 Siswa

TAKENGON - SMAN 19 di Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah hanya memiliki sekitar 40 pelajar, mulai dari kelas I sampai III dan belum ada yang lulus, seiring baru beroperasi tiga tahun lalu. Sekolah ini juga masih minim fasilitas proses belajar-mengajar, sehingga membutuhkan bantuan, seperti komputer, laboratorium, perpustakaan dan mushala. Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 19, Muhammad langsung menyampaikan keluhannya saat mendapat kunjungan Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM, Kamis (26/2).

Kunjungan ini sebenarnya tak direncanakan, karena bupati berada di Kecamatan Rusip Antara untuk meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Huda di Kampung Pilar Wih Kid. Dikatakan, sekolah ini berdiri tiga tahun lalu dan belum ada pelajar yang lulus dari jumlah siswa seluruhnnya berjumlah 40 orang. "Bangunan sekolah sudah memadai, tetapi fasilitas pendukung masih minim, sehingga harus segera dibenahi," ujarnya.

Dia berharap kualitas sekolah dan lulusan mampu bersaing dengan sekolah lainnya di Aceh Tengah. "Walaupun jumlah siswa tidak banyak, tetapi kualitas pelajar dalam menyerap pelajaran tinggi, apalagi ditambah dengan berbagai ketrampilan yang terus diasah oleh para guru, selain keteladanan dalam bersikap," katanya.

Menanggapi permintaan itu, Nasaruddin mengatakan akan segera memenuhinya melalui Dinas Pendidikan. "Pemerintah akan melengkapi fasilitas secara bertahap dan sudah menjadi kewajiban pemerintah agar proses belajar makin baik, " katanya.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga berdialog dengan tiga siswa, sekaligus memberi wejangan agar mampu menunjukkan jati diri. walaupun belum memiliki fasilitas lengkap. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan 10 sepuluh guru yang terus berupaya merangkul lulusan SMP untuk melanjutkan ke sekolah itu. Bupati menyarankan agar siswa tetap giat belajar, walaupun guru terlambat datang dan diminta untuk berdiskusi dan belajar mandiri di perpustakaan.

"Manfaatkan waktu dengan baik, karena sangat menentukan masa depan, khususnya dalam melanjutkan pendidikan, karena setiap siswa harus punya keinginan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi," katanya. Sebelumnya bupati juga meninjau SMPN 38 Takengon di Kampung Pilar, Kecamatan Rusip Antara.


Di SMP 38, fasilitas pada umumnya sudah memadai. Pelajar kelas 1 sampai kelas 3 seluruhnya berjumlah 88 orang, diasuh 3 guru PNS dan 20 bakti, sekolah terlihat sudah berjalan dan lingkungan juga terlihat asri.

Polisi Buru Pelaku Pembakaran dan Pembunuhan

TAPAKTUAN - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Selatan saat ini terus memburu pelaku pembakaran balai pemuda yang menewaskan seorang pemuda di Gampong Merkak, Kecamatan Kluet Tengah, dan pelaku pembuhunan seseorang yang mayatnya tanpa identitas itu ditemukan di kawasan Dusun Ie Yalem, Gampong Jambo Talem, Trumon Timur beberapa waktu lalu.

"Kasus di Dusun Ie Yalem, Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur masih dalam proses penyelidikan, namun rangkaian-rangkaian dan nama-nama pelakunya sudah kita kantongi. Demikian juga dengan kasus dugaan pembakaran balai pemuda di Gampong Merkek, Kecamatan Kluet Tengah, nama - nama pelakunya juga sudah kita kantongi," kata Kapolres Aceh Selatan AKBP Sigit Jatmiko SH SIK melalui Kasat Reskrim, lptu Darmawanto saat dikonfirmasi Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (27/2).

Menurutnya, terkait kasus pembakaran balai pemuda tersebut, polisi sedikit kesulitan karena pelakunya menghilang dari desa. Kendati demikian Satreskrim Polres Aceh Selatan akan terus memburu pelaku hingga dapat. "Kepada masyarakat diharapkan untuk berpartisipasi memberi informasi terkait kedua kasus tersebut," pungkas Iptu Darmawanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Balai Pemuda Gampong Merkak, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, Sabtu (7/2) sekira pukul 02.30 WIB terbakar. Kebakaran itu menyebabkan seorang pemuda meninggal di tempat, sedangkan tiga lainnya kritis dan harus dilarikan ke puskesmas untuk dirawat. Berkembang isu, balai itu sengaja dibakar, namun identitas pelakunya belum diketahui.


Korban yang meninggal dalam insiden itu bernama Herman (25). Tiga rekannya, yakni Erwin (27), Ham (27), dan Arnrizal (28) menderita luka bakar cukup serius. Namun, seteIah ditangani oleh paramedis, selanjutnya mereka menjalani rawat jalan di rumah masing-masing. Sedangkan kasus di Trumon Timur, yakni kasus penemuan sesosok mayat yang sudah berbentuk kerangka, tanpa identitas di kawasan Dusun le Yalem, Gampong Jambo Talem, Trumon Timur. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah tinggal tulang dengan tengkorak terpisah dari tubuh. Warga menduga, mayat yang ditemukan dalam kebun warga tersebut merupakan korban pembuhunan.

Rp 3 Miliar ZIS Abdya Mengendap di Rekening

BLANGPIDIE - Zakat. Infaq, dan Sedekah (ZIS) Rp 3 miliar lebih yang dikumpulkan Baitul Mal Aceh Barat Daya (Abdya) selama 2013 dan 2014 hingga kini masih rnengendap di rekening khusus Bendahara Umum Daerah (BUD) setempat.

Dana ini belum disalur ke senif atau penerima karena belum selesainya administrasi pengelolaan, terutama soal Standar Operasional Frosedure (SOP). Informasi ini awalnya diperoleh dari sumber-sumber Aceh-gayo.blogspot.com di Blangpidie. Kepala Baitul Mal Abdya, Muslizar MT ketika dikonlirmasi Aceh-gayo.blogspot.com Jurnat(27/2) membenarkan informasi ZIS yang terkumpul selama dua tahun (2013 dan 2014) belum disalur.

Persoalan ini terkait dengan terjadi kevakuman selama dua tahun sehingga penyaluran tersendat. "Pengurus Badan Pelaksana (Bapel) dan Sekretariat sudah ada, narnun di antaranya terjadi perbedaan pendapat sangat tajam sehingga persoalan penyaluran menjadi terkendala," ungkap Muslizar MT. Bahkan, ZIS yang terkumpul tahun 2012 disalurkan pada 2014, berdasarkan hasil analisa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, antara lain penyaluran ZIS 2012 tersebut belum sesuai SOP, Baitul Mal tidak membuat rencana kerja tahunan dan penerimaan ZIS ada kebocoran.

"ZIS sudah menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga harus mengikuti prosedur pengeloaan keuangan negara," ungkap mantan Anggota DPRK Abdya Periode 2009-2014 ini. Menurut Muslizar dirinya yang baru tiga bulan sebagai Kepala Baitul Mal Abdya mencoba membenahi administrasi dimaksud.

Diawali rapat bapel menyusun rencana penyaluran per senif (asnaf) Rencana tersebut dibawa ke Dewan Pengawas yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) untuk dievaluasi. Setelah ditetapkan oleh Dewan Pengawas, kemudian dibawa kepada Bupati untuk dikeluarkan SK penyaluran. 'Tahapan ini, sudah kita lalui," katanya.

Setelah ada SK Bupati Bapel dan Sekretariat Baitul Mal membuat SOP, kemudian meminta nama-nama calon penerima ZIS kepada keuchik/kepala desa melalui camat, termasuk data foto copi KTP calon penerima. Data calon penerima diverifikasi oleh tim dari bapel. Kemudian baru bisa disalur ZIS ke senif yang dipusatkan di kecamatan-kecamatan. "Mekanisme ini, kita jalankan agar transparansi lebih tinggi sehingga mendapat kepercayaan Dari para wajib zakat (muzakki)," kata Muslizar.


Menurutya, mekanisme tersebut sedang berjalan dan diharapkan segera tuntas sehingga ZIS yang terkumpul selama 2013 dan 2014 senilai Rp 3 miliar lebih itu dapat disalurkan kepada mereka yang berhak pada akhir Maret 2015. 

Hukum Cambuk 4 Pelanggar Syari'at di Langsa

LANGSA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa, Jumat (27 /2) sore melaksanakan eksekusi cambuk terhadap empat tervonis, masing-masing dua orang kasus maisir dan dua orang kasus khalwat.

Eksekusi cambuk berlangsung di Tribun Utama di Lapangan Merdeka langsa. Ke empat pria yang dicamuk itu yaitu dua terkait kasus khalwat, yaitu Hamzah (21), warga Gampong Paya Buok Teungoh, Kecamatan Langsa Baro, dihukum lima kali cambuk, dan Khumaira (19), warga Gampong Blang Senibong, Kecamatan langsa Kota, dicambuk empat kali.

Sedangkan dua pria terkait kasus maisir yaitu, Andnan (45) warga Gampong Paya Bujok Blang Paseh, dan Mustafa (35) warga Gampong Teungoh, keduanya berada di Kecamatan Langsa Kota, mereka dicambuk masing-masing enam kali.


Eksekusi cambuk dihadiri sejumlah pihak unsur Muspida, dan disaksikan seribuan lebih masyarakat Kota Langsa. Prosesi ekseskusi cambuk sempat molor satu jam, yang akhirnya berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB.

Sementara itu ketetapan hukuman cambuk dibacakan oleh Kasi Pidum Kejari Langsa. Zulham Pardamaian Pane SH yang langsung dilanjutkan dengan proses cambuk oleh algojo terhadap masing-masing terpidana.

Gampong Blang Iboih Sangat Butuh Bides ST

MEUREUDU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie Jaya (Pijay), mengusulkan penempatan kembali seorang Bidan Desa Sangat Tertinggal (Bides-ST) di Puskesdes Gampong Blang lboih, Kecamatan Bandarbaru, ke pihak Kementerian Kesehatan RI. Pengusulan tenaga bidan tersebut setelah enam bulan kosonng.

Kepala Dinas Kesehatan Pijay, Said Abdullah SH kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (27/2) mengatakan, akibat kekosongan tenaga pelanyanan kesehatan di Puskesdes Blang Iboih, Bandarbaru, maka dinas telah menyurati Kemenkes untuk dapat merekomendasi penempatan tenaga kesahatran Bides ST kembali agar pelanyanan kesehatan bagi masyarakat di desa pedalaman itu bisa ditingkatkan.

"Sebelumnya pihak Dinas telah menempatkan tenaga kesehatan Bides ST Novita Sari, namun dikarenakan ada sesuatu dan lain hal sehingga tenaga bidan di gampong dipindah tugas," sebutnya. Dikarenakan keluhan dan masukan baik dari pihak masyarakat dan anggota dewan di daerah pemilihan itu, maka diambil langkah dengan memindahkan bidan tersebut.


Disingung jumlah penempatan Bides ST di Pijay, Said Abdullah menjelaskan, sampai saat ini telah mencapai 33 Bides tersebar ditujuh kecamatan. Dirincikannya, di Kecamatan Bandarbaru 10 bides, Ulim 7 bides, Bandar Dua 6 bides, Trienggadeng 5 bides, Meureudu 2 bides, Meurah Dua 2 bides, dan Kecamatan Panteraja 1 bides. "Kinerja mereka dievaluasi, jika memuaskan maka dapat diperpanjang pada kontrak berikutnya,"demikian Said Abdullah.

Kapolres Resmikan Pos Polisi

KUALA SIMPANG - Kapolres Aceh Tamiang AKBP Dicky Sondani SIK MH, Jumat (27 /2) meresmikan beroperasinya Pos Satuan lalu Lintas (Satlantas) di Simpang Upak, Kecamatan Karang Baru. Menurut keterangan Kapolres AKBP Dicky Sondani SIK.MH, Pos Satlantas tersebut dibangun mengingat selama ini daerah tersebut jauh dari pos polisi lainnya baik jalan menuju Sungai Yu, Karang baru, maupun ke Kota Langsa, selain itu di daerah ini juga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Dalam kesempatan itu Kapolres Aceh Tamiang itu menegaskan, kehadiran Pos Satlantas Upak untuk mencegah tindakan krirninalitas di ruas jalan nasional sehingga memberikan kenyamanan, rasa aman kepada warga, bukan sebaliknya kehadiran pos itu menjadi tempat yang rnenakutkan.

"Berdirinya Pos Satlantas di lokasi tersebut telah melalaui proses kajian dimana jalan nasional di daerah upak jauh dengan pos polisi, baik itu dengan Polres Aceh Tamiang maupun Polsek Manyak Payed," ujarnya.


Kapolres berharap, warga sekitar dapat memmbaur dengan personel polisi pada pos tersebut dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman. "Tokoh masyarakat, pemuda dan pelajar silahkan jadikan pos polisi ini sebagai tempat konsultasi dengan personel polisi terkait persoalan hukum, baik itu menyangkut bahaya narkoba maupuan lainnya," pinta Dicky Sondani.

Senam Bersama Dispora-Arpus

BANDA ACEH - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bersama dengan Badan Arsip dan Perpustakaan (Arpus) melaksanakan senam bersama, Jumat (27 /2). Kegiatan ini merupakan program Dispora dalam rangka menggalakkan senarn di masing-masing SKPA dan Badan yang berada di lingkungan Pemerintah Aceh.

Senam bersama tersebut digelar di halaman Arpus Aceh. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Asnawi bersama Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan, Hasanuddin Darjo juga turut dihadiri Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh, Bachtiar Hasan dan karyawan dua instansi tersebut.

Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) ini untuk menjaga kebugaran badan, dan dalam rangka menjalin silaturrahmi yang berlangsung di halaman kantor Badan Arsip, ujar Asnawi. Program senam ini, kata Asnawi terus dilanjutkan pada SKPA lainnya, dengan demikian saling ada interaksi dan komunikasi jajaran Dispora dengan PNS di Pemerintah Aceh.


Tentunya kegiataan tersebut memiliki arti khususnya Dispora beserta dengan pegawai di instansi lain. Hasanuddin Darjo mengatakan, senam ini dalam rangka tour bersama Dispora dan Badan Arsip mempakan pertama. Kita mendukung program senam sehat bagi pegawai sehingga kalau kita sehat, bekerjapun lebih giat lagi,' demikian Hasanuddin.

SSB Brata Boyong Pemain Muda

BIREUEN - SSB Brata Reuleut Kota Juang Bireuen, ikut ambil bagian pada turnamen sepakbola usia l6-17 tahun bertajuk Turnamen Clear Ayo! Indonesia Bisa 2015 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh (28/2).

Tim yang dimanajeri Rukma Amin (Cek Rukma) ini merupakan wakil Bireuen pada ajang bergengsi tersebut. Cek Rukma kepada Aceh-gayo.blogspot.com tadi malam mengatakan, untuk mengikuti turnamen tersebut, pihaknya memboyong 17 pemain ke Banda Aceh.

Mereka adalah M Rizki Aulia, M Syukur, Edi Adyina, Aldi Yudistira, M Aril M Riski Fonna, Andre Maereza, Rahmad Fatani, Ichsan Anarki, Alfasyimi, Alfin Abdul Hakim Nasution, Reza Saputra, Fajar Maulidan, Azril Saputra, Zulheimi, Aldem Saputra dan Usmal Reusep Para punggawa muda ini merupakan mantan pemain PSSB Junior yang berlaga d Piala Seoratin 2014 di Bandung.


SSB Brata yang merupakan klub ternama di Kota Juang, dalam laga tersebut dibesut trio pelatih muda ternama yaitu Rudi Juli, Darmawan plus Zulkifli Ishal (Apadun). Para punggawa muda Kota Juang itu, kemarin dilepas oleh Kabid Olahraga Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Bireuen, Sulaiman daud halaman pendopo Bireuen Dalam acara pelepasan yang berlangsung sederhana, Sulaiman meminta kepada seluruh pemain, pelatih dan manajer tim, untuk menjaga kekompakan baik di lapangan maupun luar lapangan.

Pesta Gol Bank Aceh

BANDA ACEH – Kesebelasan Bank Aceh sukses pesta gol ke gawang tuan nrmah PSD Cot Sibati dalam pertandingan persahabatan sore kemarin. Dahlan Jalil dkk menang 6- 1. Bagi Bank Aceh, laga tersebut merupakan rangkaian persiapan mereka menghadapi POR Bank Se-Indonesia di Yogyakarta.

Event dua tahunan tersebut akan dihelat April mendatang di Stadion Mandala Iftida. Di mana, Bank Aceh datang sebagai juara bertahan setelah sukses ketika POR Bank di Palembang, Sumatera Selatan, 2013.

Tampil dengan kekuatan penuh seperti Miswar, Wahyu AW, Wahyudi, Kurniawan, Husaini, Andrea, dan Andri Mulyadi, tentu saja bukan lawan seimbang bagi tuan rumah. Tak ayal, sejak menit awal Bank Aceh langsung mendominasi pertandingan. Mereka sama sekali tidak memberikan kesempatan buat PSD dalam mengembangkan permainan yang terbaik.

Di sisi lain, Adun, Faisal, dan Mulyadi yang diandalkan skuadra PSD tetap memberikan perlawanan. Kalah materi dan pengalaman membuat serangan mereka mononton. Terbukti, usaha Faisal dkk selalu gagal di kaki Dahlan Jalil dkk. Pun begitu, mereka tetap berusaha untuk menghasilkan gol.


Enam gol kemenangan Bank Aceh dilesatkan Angga pada menit 14 dan 59. Nurul Zikratak tinggal diam ketika juga menyumbang dua gol dari jasanya di menit 32 dan 64. Sementara dua gol pelengkap Bank Aceh dihasilkan Dian Ardiansyah menit 23, dan ditutup dengan aksi Edy Gunawan menit 78. Beruntung, awak PSD berhasil memperoleh gol hiburan dari kaki Agus.

30 Pemain Lolos Seleksi

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 30 pemain lolos seleksi pertama Persip Pase, Aceh Utara, menyongsong Liga Nusantara 2015. Kamis (5/3) mendatang, pemain asal Lhokseumawe dan Aceh Utara tersebut akan kembali ikut seleksi tahap dua bersama sejumlah pemain undangan dari berbagai daerah lainnya.

Ketua Umum Persip Pase M Dahlan didampingi Sekretarisnya Marhaban, menjelaskan, seleksi yang diikuti sekitar 150 pemain asal Lhokseumawe dan Aceh Utara telah dimulai sejak Minggu (22 / 2) di Stadion Tunas Bangsa. Di mana tim seleksi dibawah pimpinan Alma Fuadi dan Muktaruddin alias Raja. Selama seleksi enam hari. Akhirnya tim seleksi memutuskan meloloskan 30 pemain. "Namun bagi 30 pemain yang lolos kali ini tetap berkemungkinan akan gugur kembali dalam seleksi tahap kedua nantinya," ujar Marhaban.

Sedangkan seleksi tahap kedua nantinya, dipastikan persaingan akan lebih ketat 30 pemain yang lolos tahap pertama ini akan diadu dengan para pemain yang khusus diundang untuk ikut seleksi dari sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh. Semisal dari Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Banda Aceh, Kota Langsa dan juga Aceh Timur.


"Jadi direncanakan seleksi tahap kedua akan berlangsung selama tiga hari dan yang akan diloloskan hanya 25 orang, baik itu pemain undangan atau pun mereka yang lolos seleksi ditahap pertama ini," demikian Raban sebutan akrab Marhaban.

Kodim 0112 Sabang Renovasi Rumah Tak Layak Huni

SABANG - Kodim 0112 Sabang sudah merampungkan renovasi tiga unit rumah tidak layak huni milik masyarakat di Gampong Balohan dan Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Suka Jaya. Ketiga unit rumah itu sudah diserahkan kepada pemiliknya, Jumat (27 /2).

Dandim 0112 Sabang, Letkol Inf Widya Prastyo, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (27 /2) mengatakan, renovasi tiga unit rumah tak layak huni milik warga tidak mampu itu dikerjakan pihaknya sejak dua pekan lalu. Usai prosesi peusijuek yang dipusatkan di rumah milik M Isa di Jurong Ulee Krueng, Gampong Balohan, rumah itu langsung ditempati pemiliknya.

Tiga unit rumah tidak layak huni yang direnovasi oleh Kodim 0112 yaitu, rumah milik M Isa dan Zamzarni, keduanya berlokasi di Jurong Ulee Krueng, Gampong Balohan. Sementara satu unit lainnya, rumah Idris, berlokasi di Jurong Lhok Batee, Gampong Cot Abeuk. "Program renovasi rumah tidak layak huni ini akan dilanjutkan, siapapun Dandimnya nanti.

Senin lusa kita juga akan memulai lagi renovasi satu unit rumah tak layak huni milik warga Kota Atas. Renovasi rumah tak layak huni ini sebagai bentuk kepedulian TNI kepada rakyat tak mampu," kata Dandim.


Selain merenovasi rumah tidak layak huni, dalam waktu bersamaan jajaran Kodim juga sudah melakukan pengecetan meunasah (balai pengajian) di Balohan. Serta akan melakukan pengecetan 20 Poskamling di 18 gampong di Sabang.

Siswa Ikut Manasik Haji

BANDA ACEH - Sebanyak 139 siswa kelas XII SMA Negeri Peukan Bada, Aceh Besar, mengikut manasik haji, Kamis (26/2). Kegiatan itu dibimbing langsung oleh Tgk H Mukhtaruddin (Abu Mekkah).

Kepala SMAN I Peukan Bada, Hj Aminah Daud MPd dalam rilis yang diterima Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (27/2) mengatakan manasik haji dimulai dari Masjid Bustanul Jannah, Ajun, sebagai Bin Ali. Kemudian dilanjutkan ke Blang Padang sebagai Padang Arafah dan ke Lapangan Tugu Darussalam sebagai Mabit Muzhalifah.


Berikutnya melontar di Aqabah di bawah Jembatan Lamnyong, dan tawaf di Ujueng Kareung Krueng Raya, Aceh Besar. "lni agenda tahunan dalam rangka penerapan content pembelajaran bidang Pendidikan Agama lslam (PAl). Sekaligus ujian praktik PAI bagi siswa kelas XII yang berkaitan dengan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) PAI Tahun 2015," ujar Aminah.

Besok Bank Bukopin Adakan Senam Jantung Sehat

BANDA ACEH - PT Bank Bukopin Tbk Banda Aceh, Minggu ini, 1 Maret 2015, mengadakan senam jantung sehat di halaman Bank Bukopin Cabang Banda Aceh, Jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh.

Pimpinan Cabang Bank Bukopin Banda Aceh, Riza Prapanca kepada Aceh-gayo.blogspot.com Jumat (27 /2) rnengatakan, senam jantung sehat ini diadakan untuk menjalin hubungan baik antara Bank Bukopin dengan nasabah. Kegiatan itu akan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dengan mengundang lebih dari 30 nasabah.

"Sebenarnya kegiatan ini merupakan acara gathering kami yang kali ini kami isi dengan senam jantung sehat. Selain itu dalam acara ini juga kami akan menyerahkan hadiah utama dari program undian berhadiah tahap II berupa Toyota Yaris, " kata Riza.

Riza melanjutkan, dalam kesempatan itu juga Bank Bukopin membagikan deposito Rp 10 juta untuk dua pemenang undian lainnya. Selebihnya bagi nasabah yang hadir nanti juga akan berkesempatan mendapatkan doorprize yang disediakan Bank Bukopin.


"Kami berharap dengan kegiatan seperti membuat kita lebih dekat dengan nasabah dan nasabah juga kita harapkan terus menjadi nasabah yang loyal bagi kami," tutupnya.

Friday

Promosi Lampu Tenaga Surya Korea Selatan di Aceh

BANDA ACEH - PT Sabang Mirae Energy bersama mitra kerjanya Company We yang bergerak dalam usaha pembuatan lampu listrik bertenaga sinar surya (matahari), gencar mempromosikan produk lampu hemat energi bertenaga matahari ke berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Setelah dengan Pemerintah Kota (Pemko) Sabang dan Banda Aceh, kali ini giliran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar. Acara yang dikemas melalui seminar kecil tersebut digelar di di Hotel Hermes Palace, Kamis (26 / 2).

Hadir Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah dan sejumlah SKPD, termasuk juga SKPA Provinsi. Wakil Ketua Badan Pengusaha Kawasan Sabang (BPKS). Irwan Faisal. Menjelaskan produk lampu hemat energi dari Company We sudah banyak digunakan di Korea Selatan dan beberapa negara eropa, terutama untuk perkantoran, hotel, restauran, dan industri lampu tersebut juga sudah digunakan di kantor BPKS, Kantor Gubernur, dan Kota Banda Aceh. "Mereka rencana ingin membangun pabrik perakitan industri lampu hemat energi dan lampu tenaga surya di Sabang.

Tetapi sebelum pabrik dibangun, mereka perlu lebih dahulu memperkenalkan dan menciptakan pasar di Aceh," jelas Faisal. Untuk tujuan tersebut, ujar Faisal, pihak Company We akan melakukan maraton ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Pertemuan kali ini dengan Pemkab Aceh Besar merupakan yang ketiga setelah sebelumnya dengan Pemko Sabang dan Banda Aceh. Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah mengatakan siap mendukung dan menggunakan produk lampu hemat energi dari CompanyWe.

Tetapi agar dapat meyakinkan masyarakat Aceh Besar, untuk tahap awal ia meminta agar lampu tersebut bisa dipasang secara gratis di beberapa lokasi. "Misalnya di Kawasan Industri Ladong. Di sana ada satu unit pabrik kulit yang akan dioperasikan tahun ini. Butuh daya listrik yang besar, Company We saya harap bisa membantunya sehingga untuk pengadaan lampu, kami akan beli," ucap Bupati.

Sementara itu, COE Company We, Wie Jae Woo, mengatakan, pihaknya berinvestasi ke Aceh bukan semata untuk kepentingan bisnis, tetapi juga ingin membantu masyarakat Aceh dari kesulitan untuk mendapatkan energi listrik. "Kami serius akan membangun pabrik di Sabang.


Sebelum pabrik di bangun, kami perlu mendapat pasar terlebih dahulu di Aceh," ujarnya. Acara kemarin juga dihadiri Deputi Komersil BPKS, Syarifuddin dan Deputi Perencanaan BPKS, Ir Fajri MT dan sejumlah Kepala Dinas dan Badan Aceh Besar dan Provinsi Aceh. 

Seleksi Pemain Untuk PSPR

IDI - Persatuan Sepakbola Peureulak Raya (PSPR) mulai melakukan perekrutan pemain melalui seleksi yang dilakukan secara terbuka di lapangan Desa Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.

Manajer PSPR, Syahrul Sulaiman SE kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Kamis (26/2), mengatakan, seleksi pemain PSPR gelombang pertama itu dilakukan selama empat hari yang dimulai sejak Rabu (25/2) hingga Sabiu (28/2) besok. "Sedangkan seleksi tahap kedua dijadwalkan mulai Senin (2/3) sampai Rabu (4/3) mendatang,  jelasnya.

Disebutkan dia, seleksi dibuka secara bebas mulai dari umur 18 tahun ke atas. "Tapi, kita tetap utamakan anak-anak dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, " tukasnya. "Seleksi ini bertujuan untuk mencari pemain terbaik sebanyak 24 orang yang akan menjadi anggota tim PSPR dalam mengikuti Liga Nusantara tahun 2015," imbuh dia. Syahrul menjelaskan, pada seleksi pertama hari pertama yaitu Rabu (25 / 2), sebanyak 60 pemain dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Timur ambi bagian.

Dia mempersilahkan pemain yang berminat untuk mengikuti seleksi untuk mendaftarkan diri selama seleksi gelombang Karni pertama hingga Sabtu (28/2) besok. "Bagi pemain yang berminat silahkan datang langsung ke lapangan Desa Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur," imbaunya. Dia menegaskan tim seleksi takkan membatasi kuota pemain yang akan mendaftarkan diri untuk diseleksi.


Hanya saja, jelas Syahrul, dari berapa pun pemain yang ikut seleksi, pihaknya cuma menjaring 24 orang sebagai anggota tim. Tim seleksi PSPR terdiri dari para pelatih seperti Mustafa Yousri, Saiful Khatab, Pelatih Kiper Armai dan Manajer PSPR itu sendiri yakni Syahrul Sulaiman SE.

PMI Ricuh Dalam Muskab

SIGLI - Musyawarah kabupaten (Muskab) II Palang Merah Indonesia (PMI) Pidie, Rabu (25 / 2) berlangsung ricuh. Keributan itu dipicu karena anggota tenaga sukarela (TSR) tidak diperbolehkan menjadi peserta dalam kegiatan itu. Para tenaga sukarela menggedor pintu dan meminta Muskab tersebut ditutup. Suasana sidang yang awalnya tertib berubah menjadi ricuh.

Padahal, saat itu acara baru selesai memilih pimpinan sidang untuk memimpin proses pemilihan enam calon kandidat Ketua PMI Pidie periode 2015-2019. Beruntung saat itu anggota polisi berpakaian dinas dan preman berhasil membubarkan mereka. Sehingga tidak terjadi bentrok fisik tenaga sukarela dengan pimpinan sidang. Karena situasi tidak terkendali, akhirnya sidang Muskab PMI Pidie harus dihentikan.

"Kericuhan terjadi sebelum palu diserahkan dari SC kepada saya selaku pimpinan sidang," kata pimpinan sidang, Bustamam Kamal SHi kepada Aceh-gayo.blogspot.com Rabu (24 / 2). Ia menjelaskan, kericuhan terjadi karena salah informasi dari pihak TSR terhadap legalitas mereka menjadi peserta pemilih.

Di mana berdasarkan SC, bahwa TSR tidak memiliki legalitas untuk menjadi peserba untuk memilih calon ketua PMI Pidie. "Memang TSR pernah bergabung dengan PMI, tapi kan dahulu," katanya: "Muskab ditunda sementara, jadwal selanjutnya menunggu koordinasi dengan Pemkab, " kata Bustamam.


Kandidat ketua Sementara itu dalam Muskab PMI Pidie kali ini muucul sejumlah kandidat calon ketua, antara lain, Mahfuddin Ismail (Anggota DPRK Pidie dari Partai Aceh), T Salfillah TS (Anggota DPRK pidie dari Partai Golkar), Drs Isa Alima (Anggota DPRK Pidie dari Partai Gerindra), dr Kamaruzzaman M Kes (Mantan Kadinkes Pidie) dan hdalissa SSi MPd (Dosen).

Calon Qari Langsa Berebut Posisi

LANGSA - Sebanyak 132 qari-qariah dari tujuh cabang, Kamis kemarin mengikuti seleksi untuk menjadi qariah Kota Langsa pada MTQ ke-32 Provinsi Aceh Aceh. Selain seleksi, para qari terpilih juga langsung mengikuti Training Center (TC).

Dalam sambutannya, Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, meminta kepada panitia seleksi atau TC, agar benar-benar melakukan penilaian objektif kepada peserta, dan meluluskan mereka yang berkompeten. Wali Kota Langsa juga mengingatkan, jangan sekali-kali mereka yang dilusulkan dalam seleksi ini karena kedekatan ataupun ada hubungan famili.

Kepada peserta, Usman Abdullah juga berharap untuk benar-benar serius, dan bagi yang tidak lulus seleksi jangan berkecil hati, karena masih ada peluang ke depan, dan jangan pernah berhenti belajar. Namun bagi peserta yang lulus menjadi peserta kafilah MTQ Langsa pada ajang MTQ Aceh di Nagan Raya tahun ini. Ketua panitia, Tgk Kamarullah SAg melaporkan, pelaksanaan seleksi ini peserta MTQ kafilah Kota Langsa akan dilaksanakan tujuh cabang, yaitu cabang Tilawah Quran putra dan putri diikuti 37 pserta, cabang Hifzhi Quran putra dan putri diikuti 21 orang.


Cabang Tafsir Alquran putra dan putri diikuti 24 orang, cabang syarhil Quran putra dan putri diikuti 18 orang, cabang Fahmil Quran putra dar putri diikuti 18 orang, dan cabang MTQ diikuti tujuh peserta. Sehingga total peserta yang mengikuti seleksi ini sebanyak 132 orang. Sementara pelatih TC ini berasal dari lokal 12 orang dan dari Provinsi Aceh dihadirkan 5 orang.

Pemkab Pijay Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

MEUREUDU - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Kamis (26/2) rnenyalurkan bantuan masa panik untuk para korban kebakaran kedai dan rumah di Panteraja. Musibah itu terjadi pada Rabu (25/2) malam sekitar pukul 19.30 WIB yang menghanguskan sebanyak delapan kedai plus dua pintu rumah.

Bantuan masa panik itu diberahkan oleh Sekdakab Pijay, Ir H Iskandar Ali Msi didampingi para asisten, Kadig Sosial, Rafiati SE, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ir Puteh Manaf serta camat plus anggota muspika setempat. Bantuan yang diberikan itu antara lain, beras, kain sarung, pakaian, perlengkapan memasak serta perlengkapan bayi. "Inilah kemampuan kami buat sementara," kata Iskandar sembari meminta kepada para korban supaya bersabar dengan musibah yang dialaminya itu.

Bantuan sama juga diserahkan BPBD yaitu, delapan paket lengkap peralatan dapur dan delapan buah kompor briket. Sementara mantan Bupati Pijay, Drs HM Gade Salam yang ikut menjenguk korban kemarin bantuan, tiga sak beras, empat kardus mie instan serta lima lemping telur ayam. Musibah yang terjadi usai shalat magrib itu membuat suasana di Keude Panteraja panik. Bahkan seorang pemilik kedai histeris dan pingsan.

Disebut-sebut, sumber api dari sebuah kedai yang menjual gas elpiji serta minyak. Peristiwa itu terjadi beberapa saat setelah listrik padam. Seorang saksi mata, Jol penarik RBT menyebutkan, saat itu BBM di kedai tersebut.


Karena gelap. lalu ia menghidupkan korek api (mancis) untuk penerangan. Tapi tiba-tiba saja, api itu menyambar besnin yang ada di lokasi itu dan mengakibatkan tubuhnya juga ikut disambar api dan malam itu juga dilarikan ke RSUD Meureudu.

Dandim Aceh Timur Panen Semangka di Peudawa

IDI - Dandim 0104 Aceh Timur letkol lnf Mahesa Fitriadi {26/2) memimpin panen buah semangka milik Kelompok Ahli Tani, yang dibawah binaan Danramil Peudawa Kapten, Inf Arman, di Desa Paya Bili Satu, Kecamatan Peudawa.

Acara itu juga dihadiri unsur Muspika dan tokoh masyarakat setempat. Dandim Aceh Timur kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Kamis (26/2) mengatakan, pengembangan semangka saat ini di Aceh Timur sangat baik, demikian juga di Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang baru beberapa waktu lalu di areal seluas 4 hektar dibawah binaan Daramil setempat melakukan pemanenan dengan hasil sangat memuaskan.

Sesuai dengan program pemerintah dalam pemenuhan swasembada pangan secara nasional melalui tiga komoditi andalan, yaitu padi, jagung, dan kedelai, tentunya kita mengharapkan di lahan sempa setelah tanaman semangka berhasil dipanen kita harapkan dapat ditanami tanaman penggangti seperti jagung, hal ini untuk tetap menjaga kesuburan tanah. Keterlibatan TNI/Polri sebagai bukti mendukung program pemerintah untuk bersinergi dengan masyarakat.

Selain itu, juga dapat menjadi contoh, bahwa program pertanian jika dilaksanakan secara bersama samaakan memperoleh hasil yang maksimal. Sekretaris Dinas Pertarrian dan Hortikultura, Aceh Timur, lr M Syahrul kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan disarnping tanaman padi yang telah membudaya dimasyarakat yang merupakan program nasional, pihaknya juga terus meningkatkan pengembangan tanaman hortikultura, yaitu cabai dan semangka.


Diakui di Aceh Timur pengembangan tanaman hortikultura kurang menggebirakan dibandinglan tanaman padi, tetapi dengan kemauan masyarakat dengan semangat yang tinggi, maka dinas akan mengupayakan bantuan sehingga akan memperoleh hasil yang baik juga.

Proyek PNPM Bermasalah

MEULABOH - Anggota DPRK Aceh Barat mengungkapkan, sejumlah proyek yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Desa Pasi Aceh Tunong. Kecamatan Meureubo. Aceh Barat, banyak yang bermasalah.

Tim DPRK yang turun ke desa tersebut adalah Ramli SE, Banta Udan SPdI, dan Abdtrl Rauf SE yang melihat proyek pengerjaan jalan dari dana PNPM senilai Rp 306,7 juta, tahun anggaran2014. "Banyak kejanggalan terhadap pelaksanaan proyek tersebut, sehingga perlu diusut," kata Ramli, tim Pansus DPRK, kemarin.


Ia menyatakan. DPRK segera akan memanggil pihak-pihak terkait dalam pembangunan proyek dana PNPM-MP tersebut, sebab ada beberapa pengedaan yang tidak tuntas, sehingga patut dipertanyakan.

Candu Narkoba Dapat Sembuh Dengan Zikir

CALANG -  Zikir tidak hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, akan tetapi juga bisa mengobati seseorang dari kecanduan narkoba. Hal itu disampaikan oleh Abu Sofyan Hasan, pimpinan tim Zkir Tanwirul Qulup, Aceh Jaya, pada acara Zikir Akbar di Masjid Jabal Rahmah, Calang, Rabu (25/2) malam.

"Bagi yang ingin menghilangkan kecanduan narkoba, bisa ikut bergabung bersama tim zikir Tanwirul Qulub, karena zikir mampu menghalau hawa nafsu dan kecanduan narkoba," katanya.


Pengajian Tauhid Tasawuf yang dilaksanakan setiap malam Kamis itu, selalu dibarengi dengan zikir bersama. Hal ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, tim zikir yang sudah berdiri di Aceh Jaya ini juga bertujuan untuk mengantisipasi aksi pemurtadan, mengajak umat mendalami agama Islam, dan mengobati para pecandu narkoba.

Mahasiswa Subulullsalam Kumpul Koin Untuk Tony Abbott

SUBULUSSALAM  - Ratusan mahasiswa sekolah Teknik Poli Profesi (STPP) Kota Subulussalam Karnis (26 / 2) juga rnenggelar aksi pengumpulan koin untuk Australia, dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri (PM) Tony Abbott yang meminta Indonesia membalas budi negara tersebut karena telah membantu Aceh saat musibah tsunami tahun 2004 lalu.

Tony Abbott meminta bantuan yang ternyata sebagian besar merupakan pinjaman lunak itu menjadi pertimbangan bagi Pemerintah RI agar tidak menghukum mati dua warga Australia kelompok 'Bali Nine' yang terjerat kasus penyelundupan heroin beberapa waktu lalu.

Aksi mahasiswa yang juga diikuti dua anggota DPRK Subulussalam, Rasumin SE dan Hepi Sinaga itu, digelar di Di lokasi tugu Bank Aceh, para mahasiswa menyodorkan kardus tempat pengumpulan koin kepada setiap pengendara yang melintas.


"Mohon bantuan koin dari bapak dan ibu, abang dan kakak kami, untuk kita sumbangkan kepada Pemerintah Australia," ujar mahasiswa.

Siswa SMA dan SMK Tawuran

BIREUEN - Siswa SMKN I dan SMAN 2 Bireuen, Kamis (26 /2) sekitar puktrl 08.30 WIB kembali terlibat tawuran. Siswa dua sekolah yang letaknya bersebelahan itu saling lempar batu.

Meski tak ada siswa yang menjadi korban karena cepat diantisipasi oleh guru dan aparat kepolisian, namun beberapa kaca jendela ruang kelas SMAN 2 Bireuen pecah kena lemparan batu. Tapi, tidak diketahui siswa mana yang mulai melempar batu. Sebelum aksi lempar batu itu, siswa dua sekolah itu sedang mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas masing-masing.

Tiba-tiba siswa kelas dua SMAN 2 yang ruang kelasnya di belakang SMKN I terkejut karena kaca jendela ruang kelas mereka pecah kena lemparan batu. Siswa SMAN 2 menduga lemparan itu berasal dari SMKN I, sehingga beberapa dari mereka berupaya membalasnya. Aksi saling lempar batu itu menghebohkan siswa dan guru di dua sekolah tersebut. Sehingga guru berusaha menenang;kan siswanya masing-masing. Namun, siswa kurang menggubris gurunya.

Sehingga, pihak sekolah menelepon polisi. Beberapa saat kemudian, belasan anggota polsek Kota Juang yang berseragam dan bersenjata lengkap tiba di dua sekolah itu. Polisi terpaksa melakukan tembakan ke udara beberapa kali untuk menenangkan siswa. "Anggota kami menembak ke udara untuk menenangkan siswa agar tidak ada korban.


Kita belum tahu penyebab kejadian itu. Kita, tidak menyalahkan siapa pun, tapi guru harus selalu menjaga anak didiknya masing-masing," kata AKP Marwansyah, Kapolsek Kota Juang yang ikut menenangkan siswa.

Pemuka Agama di Minta Buat Pernyataan

LHOKSEUMAWE - Pemuka agama non-Islam di Lhokseumawe diminta membuat pernyataan bahwa mereka tak terlibat dan tak mendukung pengiriman buku dan compact disc (CD) yang berisikan pesan-pesan kristenisasi ke kota itu. Hal tersebut sesuai dengan hasil pertemuan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Badan Kesbangpol Lhokseumawe dengan tokoh agama non-Islam dan sejumlah pihak terkait di Lhokseumawe awal Februari 2015.

"Isi surat pernyataan yang kita minta tersebut sesuai pengakuan mereka dalam pertemuan itu," ujar Kepala Kesbangpol dan Linmas Lhokseurnawe, Drs Taufan, kemarin. Namun, menurutnya, pemuka agama non-Islam yang hadir dalam cara tersebut hingga kini belum juga menyerahkan surat pernyataan itu.

Beberapa hari lalu, tambah Taufan, pihaknya sudah menghubungi para pemuka agama non-Islam untuk menanyakan kembali masalah tersebut. "Mereka berbagi dalam dua hari ke depan akan menyerahkan surat pernyataan itu kepada kami," ulasnya.

Ketua MPU Lhokseumawe, Tgk Asnawi Abdullah menjelaskan, dalam pertemuan itu pihaknya memaparkan, misi pengiriman paket berisikan buku dan CD kristenisasi itu bukan hanya urrtuk pendangkalan akidah, tapi juga sebagai bentuk provokasi kepada umat Islam hingga bisa mengacaukan kerukunan umat beragama yang kini sudah berjalalan dengan baik di Lhokseumawe.


Karena itu ia meminta pemuka agama non-Islam untuk segera membuat surat pernyataan tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, sejak pertengahan Desember 2014 sampai akhir Januari 2015, MPU Lhokseumawe menerima lima buku dan tiga CD kristenisasi dari warga. Buku tersebut dikirim via Kantor pos.

Pendonor Darah Dapat Penghargaan dari PMI

LHOKSEUMAWE - Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara memberikan penghargaan kepada pendonor darah yang selama ini rutin melakukan donor di Unit Donor Darah (UDD) setempat. Pemberian penghargaan itu dalam rangka peringatan HUT Ke-33 UDD Aceh Utara di Aula RRI Lhokseumawe, Rabu (25 / 2) malam.

Kepala UDD Aceh Utara, dr Indra Buana kepada Aceh-gayo.blogspot.com, mengatakan penghargaan itu diharapkan menjadi motivasi bagi mereka yang sering mendonorkan darah. Kini, sebutnya, PMI Aceh Utara rutin mengadakan donor darah dengan menyasar masyarakat, PNS, dan karyawan swasta.


Sehingga, UDD Aceh Utara setiap bulan berhasil mengumpulkan darah 800 kantong, sedangkan permintaannya mencapai 1.000- l.400 kantong. "Saat ini, permintaan darah paling banyak adalah golongan O," ujar Indra. Ditambahkan, penghargaan diberikan kepada orang yang sudah mendonorkan darahnya 10 hingga 100 kali, lembaga yang sering melaksanakan donor darah, dan media yang gencar mempublikasikan donor darah. Hadir dalam kegiatan itu. Muspida Aceh Utara dan Lhokseumawe serta utusan PMI dari beberapa kabupaten/kota di Aceh.

Polisi Periksa Saksi Perampokan

LHOKSEUMAWE – Penyidik Polsek Nisam, Aceh Utara sudah memintai keterangan dari dua saksi dalam kasus perarnpokan terhadap keluarga toke pinang Jakfar (60), warga Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Utara.

Sementara itu, pelakunya sampai saat ini belum teridentifikasi. Kapolres Lhokseumawe, AKBP Cahyo Hutomo melalui Kapolsek Nisam, Iptu Abdul l,atief, Kamis (26/2) rnenjelaskan, saksi yang sudah dirnintai keterangan dalam kasus ini adalah korban yakni Jakfar dan anaknya Ikhwani yang juga sebagai pelapor kejadian itu. "Saat melaporkan kasus tersebut ke Polsek adalah Ikhwani karena Jakfar waktu itu masih trauma," ujarnya.

Saat diperiksa, sebut Abdul Latief, saksi menjelaskan, pelaku sempat mengokang senjata laras pendek dan menembak saat mengetahui Ikhwani melarikan diri. "Namun, senjata tersebut tidak meledak. Karena itu kedua pelaku kemudian mengejar Ikwani yang berupaya melarikan diri ke hutan di belakang rumahnya. Tapi, usaha pelaku untuk menangkap Ikhwani gagal," jelas Kapolsek mengutip keterangan saksi. Dikatakan, pihaknya akan memeriksa dua saksi lain yaitu Rina dan Iyem, anak dan istri Jakfar.

"Sesuai agenda, Rina akan hadir ke Polsek besok (hari ini-red), setelah itu baru dilanjutkan dengan Iyem. Sedangkan motif perampokan itu masih dalam penyelidikan. Kita juga terus berupaya untuk mengidentifikasi pelaku," demikial Iptu Abdul Latief.


Seperti diberitakan sebelumnya dua pria bersebo dari satu di antaranya berpistol, Selasa (10/2) sekitar pukul 04.00 WIB merampok Jakfar (60), tauke pinang asal Desa Alue Papeun, Nisam Antara. Pelaku berhasil membawa kabur dua unit handphone (hp) merek Nokia dan satu cincin permata.