Showing posts with label Lhoksukon. Show all posts
Showing posts with label Lhoksukon. Show all posts

Wednesday

Langka Lagi Elpiji 3 Kg

LHOKSUKON – Sejak dua pekan lalu hingga kemarin, warga sejumlah kecamatan di Aceh Utara kesulitan memperoleh elpiji tiga kilogram (KG). Karena itu, warga harus membeli elpiji tersebut ke sejumlah kecamatan lain. Kondjsi hampir sama juga terjadi di beberapa kecamatan di Bireuen. Mansurdi, warga Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (2 / 6) mengatakan, kelangkaan elpiji 3 Kg di kawasan itu sudah berlangsung dua pekan. Elpiji yang masuk ke pengecer di desanya harrya 30 tabung, sedangkan kebutuhan sekitar l00 tabung.

Akibatnya, warga yang tidak kedapatan harus mencari ke wilayah lain. Karena langka, harga dari Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per tabung naik menjadi Rp 23 ribu-Rp 25 ribu per tabung. Dahwi, warga Seumirah, Kecamatan Nisam dan Efendi, warga Keude Sawang juga mengaku saat elpiji masuk ke kios pengecer di kawasan itu, dalam waktu dua jam langsung habis terjual. Sehingga tak semua warga bisa mendapatkannya. Hamdani, warga Desa Ranto, Kecamatan Meurah Mulia menyebutkan, tadi pagi (kemarin-red) dirinya sudah mencari elpiji 3 Kg ke sejumlah pangkalan di kecamatan itu, tapi tidak ditemukan. "Pada sejumlah pedagang pengecer juga kosong stoknya," ujar Hamdani.


Zulhardini (30), warga Desa Blang Dalam, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara juga mengatakan di kawasan itu sudah tiga hari tak ada elpiji 3 Kg di pasar. "Kalaupun ada, harga Rp 23 ribu sampai 24 ribu per tabung," ungkapnya. Kabid Perdagangan Disperindag Aceh Utara, Zainal Abidin menduga langkanya elpiji 3 Kg karena selama ini banyak warga yang dulunya menggunakan elpiji 12 kg beralih ke 3 kg, sehingga ada warga yang tak kedapatan. "Kami akan cek ke lapangan, agar saat Ramadhan nanti elpiji 3 Kg tak boleh langka," ujamya.

Kondisi hampir sama juga terjadi di Bireuen. Informasi yang diperoleh Aceh-gayo.blogspot.com, kemarin, sudah hampir seminggu warga sejumlah kecamatan di kabupaten itu kesulitan memperoleh elpiji 3 Kg. Bahkan, di beberapa pangkalan stok gas tersebut juga kosong. "Kami kesulitan memperoleh gas tiga kilogram sejak empat hari lalu," ujar Amir, warga Geulanggang, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

Ia berharap pasokan gas untuk rakyat kecil segera lancar kembali., apalagi dua minggu lagi sudah memasuki bulan Ramadhan. Kami juga berharap pihak terkait terus memantau harga elpiji tersebut. Sehingga harga gas tersebut tak terjadi kenaikkan.

Saturday

Karena Kesal di Tagih Hutang PNS Bacok Tetangga

LHOKSUKON – Khadijah (40), PNS asal Desa Tanjong Ara Kecamatan Tanah Jarnbo Aye, Aceh Utara nekat merampas parang milik Juwairiah (32) dan kemudian membacoknya karena kesal korban yang juga tetangganya terus menerus menagih utang pada pelaku. Hal itu diungkapkan Khadijah saat diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut di Mapolsek Tanah Jambo Aye, kemarin.

Pembacokan tersebut terjadi di kebun kawasan Desa Tanjong Ara, Selasa (26/5) siang. "Kejadian itu berawal setelah korban menelepon tersangka dan mengajak bertemu untuk membahas soal utang. Lalu, keduanya sepakat bertemu di kebun kawasan desa setempat yang tak jauh dari rumah mereka," ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Teguh Yano Budi kepada Acceh-gayo.blogspot.com, Jumat (29 / 5). Tak lama setelah bertemu di kebun itu, lanjut Kapolsek, mereka terlibat adu mulut dan kemudian Khadijah merampas parang dari tangan korban lalu membacok Juwairiah tiga kali.


Saat itu korban berhasil merebut kembali parang dari tangan pelaku, tapi tak berhasil membacok tersangka. "Setelah kejadian itu, korban langsung pulang ke rumah karena darah semakin banyak keluar dari kepalanya, " ujar Kapolsek. Saat korban pulang ke rumah, warga yang melihatnya langsung membawa Juwairiah ke Puskesmasmas setempat. "Untuk mendalami kasus itu, kami sudah memeriksa tiga saksi yaitu keuchik dan imam desa setempat, serta suami korban," ungkap Iptu Teguh.

Sementara korban, tambah Kapolsek, belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. “Jika dalam waktu dekat korban belum diizinkan pularg oleh dokter, kami akan memintai keterangan korban di RS tersebut. "Kasus ini tetap kita proses seuai hukum yang berlaku," pungkas Kapolsek.

Sunday

Dinas Bina Marga di Teror Pria Pengemis Proyek

LHOKSUKON – Dinas Bina Marga Aceh Utara, Jumat (15/5), sekitar pukul 10.30 WIB, diteror sekelompok pria. Mereka membuat onar dengan menendangi meja kantor merusak pintu, serta mengancam pegawai di dinas tersebut.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Jalan, Azhar, sekelompok pria yang berjumlah empat orang tersebut datang menemui dirinya, meminta agar dimenangkan dalam tender proyek pengerasan jalan di Desa Deng Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, yang bersumber dana dari APBK 2015.

Karena merasa itu bukan kapasitasnya, Azhari lantas menjelaskan kalau dirinya tidak bisa membantu itu bukan kapasitas saya karena yang menentukan pemenang adalah Unit Layanan pengadaan (ULP), jadi saya tak bisa membantunya. Tapi mereka tetap ngotot minta dimenangkan," kata Azhari kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (15/5). Tak lama keempat pria tersebut keluar.


Namun salah seorang di antaranya sempat menendang rneja sehingga membuat sejumlah PNS yang berada di ruangan tersebut ketakutan. Tak cukup sampai di situ, setiba di halaman kantor, salah satu pria berbalik arah menuju kantor dan menendang kaca pintu hingga pecah. Pria tersebut kemudian masuk ke dalam, dan mengancam Azhari. "Saya diancam akan dipukul jika saya masuk ke kantor. Setelah itu mereka bergegas meninggalkan kantor." katanya.


Terhadap kejadian tidak menyenangkan tersebut, Azhari berencana melaporkan ke polisi pada Senin (18/5) besok. Tetapi tak lama kemudian polisi tiba di lokasi. Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Aceh Utara, Risawan Bentara, meminta kepada pimpinan keempat pria tersebut agar membina anggotanya, agar tidak menghambat proses pembangunan. Jika kejadian sempai terus terjadi, saya akan mengundurkan diri sebagai kepada dinas, karena sebelumnya kita juga sudah memberikan proyek penunjuk langsung (PL) kepada mereka," pungkas Risawan- Bentara.

Thursday

SDN Jambo Aye Di Segel

LHOKSUKON – Ruang kelas lima dan enam SD Negeri 8 Tanah Jambo Aye, Aceh Utara yang berlokasi di Desa Tanjong Meunuang, kecamatan setempat sejak Sabtu (2/5) disegel oleh seorang warga setempat karena mengklaim belum diganti rugi. Akibat kejadian yang masih berlargsung sampai kemarin murid kelas satu terpaksa belajar di gudang ukuran 1.5x5 meter.

Sedangkan murid kelas dan enam harus berdesak-desakan di pustaka sekolah yang juga difungsikan sebagai kantor dan ruang guru. Kepala SDN 8 Tanah Jambo Aye, Azizah kepada Aceh-gayo.blogspot.com Selasa (12/5) menjelaskan dua lokal itu sebelumnya sudah disegel. Namun, karena dihentikan warga sehingga dibuka kembali.

Namun, pada 2 Mei kembali disegel sampai hari ini (kemarin-red) belum dibuka. "Kita sudah laporkan kejadian itu ke UPTD, polisi, dan Disdikpora agar segera dicari solusi tapi sampai sekarang belum juga berhasil," kata Anzah. Sementara Bukhari (40), warga Tanjong Meunuang yang menyegel sekolah itu mengatakan, kelas lirna dan enam SD itu dibangun di atas tanahnya seluas 1.000 meter persegi yang belum diganti rugi. Karena itu ia menyegel pintu sekolah itu dengan palang kayu. "Lokasi sekolah itu sebelumnya adalah tanah milik saya.


Namun, pada tahun 1990-an saya jual 2.000 persegi dengan harga murah untuk SD itu agar anak-anak di kawasan kami tidak sekolah ke desa lain. Sedangkan 1.000 meter lagi belum diganti rugi. Saya sudah sampaikan hal itu ke keuchik, mukim, sekolah tapi belum ada respons, sehingga saya segel," katanya. Ditambahkan, ia baru teringat kedua lokal itu berada di tanahnya saat diukur ulang, karena pihak sekolah berencana membangun pagar pada April 2015.

Ia rnenyatakan tak akan membuka segel itu, jika belum ada tindakan dari pihak berwenang untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kepala UPTD-PK Tanah Jambo Aye, Muhammad mengatakan dalam waktu dekat pihaknya segera mengadakan rapat bersama pihak sekolah, mantan kepala sekolah, polsek dan aparat kemukiman dan gampong unluk mencari solusi terhadap masalah itu.


Sebab, musyawarah yang diadakan sebelumnya belum ada titik temu. "Kalau sudah kita upayakan semaksimal mungkin; tapi juga belum selesai di tingakt UPTD, kasus ini kita serahkan ke dinas, biar dinas yang menyelesaiakannya," kata Muhammad.

Monday

Pemilik Ladang Ganja Di Ringkus

LHOKSUKON – Dandim Aceh Utara, Letkol Inf Iwan Rosadriyanto kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Minggu (26/4) mengatakan, pada Sabtu (25/4) pukul 15.30 wib Anggota TNI dan Polisi bergerak ke lokasi yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari pemukiman.

Untuk mencapai lokasi yang mempakan kawasan jurang di sisi gunung tersebut membutuhkan waktu hingga satu jam dengan berjalan kaki. Sebab, jalan ke lokasi itu terjal, sehingga tidak bisa dilintasi sepeda motor (sepmor) dan mobil.

Di ladang itu, ada tujuh titik penanaman ganja. Usia tanaman terlarang tersebut sebagian sudah mencapai empat bulan dan siap dipanen. Sedangkan sebagian lainnya baru ditanam dengan usia sekitar satu bulan. Setelah dicabut, ribuan batang ganja langsung dibakar di lokasi.


Sementara sebagian lainnya diamankan ke Polres Lhokseumawe sebagai barang bukti. "Pemusnahan ganja tersebut kita lakukan sampai malam hari." ujar Dandim. Hasil pengembangan Satres Narkoba Polres Lhokseumawe, berhasil ditangkap DN (30) warga yang diduga sebagai pemilik ladang ganja tersebut. Saat gubuknya digeledah, ditemukan satu kantong plastik bui ganja dan ganja kering yang disembunyikan di semak-semak.


Menurut Dandim, kini DN dan barang bukti diamankan polisi. Ditanya apa ada kaitan antara penemuan ladang ganja itu dengan kelompok bersenjata yang beraksi di wilayah itu beberapa waktu lalu, Dandim mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan hal tersebut karena belum ada barang bukti. "Polisi dibantu TNI akan mengembangkan kasus penemuan ladang ganja ini untuk mengetahui apakah ada kaitan dengan kelompok bersenjata atau tidak," pungkas Dandim.

Saturday

Aparat Desa Semuanya Mundur

LHOKSUKON - Semua aparat desa--kecuali Sekdes yang berstatus PNS--di Gampong Kmeng Seupeng, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Jumat (24/4) mengundurkan diri di depan Zakaria, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) setempat.

Aksi itu ditandai dengan pengembalian stempel, SK, dan sepeda motor (sepmor) dinas keuchik ke kantor camat Kuta Makmur. Aparat desa melakukan aksi itu karena Muspika terutama camat dalam menyelesaikan persoalan tapal batas desa tidak berpedoman kepada administrasi, tapi lebih percaya keterangan lisan. Mereka yang mundur yaitu Mahmuddin (Keuchik), Syahdewi, Baharuddin, Said Khalid, dan Abubakar Hasyim (kepala dusun), Sayed Abdullah (Kaur Pemerintahan), Hermansyah (Kaur Pembangunan), Nurdin Is (Kaur Kesra), serta Ketua Tuha Peut, Said Ali bersama anggotanya yaitu Saifullah, Abubakar Hasan, Hamdani, M Jafar AB, M  Kasim, dan Syambudi.

"Persoalan itu terjadi pada 2010 sampai sekarang belum selesai. Bahkan saluran irigasi di kawasan tanah yang sengketa tersebut ditutup dengan timbunan tanah, sehinga sekarang areal sawah mulai kering," kata Mahmuddin saat datang ke Biro Se'rambi Lhokseumawe, Jumat (24/4).


Padahal, menurutnya, aparat desa terus didesak warga untuk menyelesaikan masalah itu, terutama warga yang memiliki tanah di kawasan yang dipersengketakan itu. Sekcam Kuta Makmur, Zakaria menjelaskan, setelah beberapa kali pertemuan dengan kedua desa itu, kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah tersebut setelah ada perdamaian dengan kenduri yang diadakan dalam waktu dekat.

“Tapi, tadi pagi (kemarin) mereka datang ke kantor camat untuk mengembalikan SK, stempel, dan sepmor. Padahal, masalah itu sudah hampir selesai," katanya. Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Amir Harnzah menyatakan bila masalah itu tidak bisa diselesaikan di kecamatan agar segera dilaporkan ke Pemkab. Sehingga bupati bisa segera mengambil tindakan. Tujuanrrya, tak terjadi kekosongan pimpinan di desa itu.

Friday

Pemko Belum Sepakati Harga Lahan Rel KA

LHOKSUKON – Sebagian warga dari empat desa di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara yang tanahnya terkena pembebasan lahan untuk pembangunan rel kereta api (KA) masih belum menyepakati harga ganti rugi yang ditawarkan pemerintah.

Warga itu berasal dari Desa Keude Mane, Tanoh Anoe, Pante Gurah, dan Cot Seurane, Keuchik Keude Mane, Yahya kepada Aceh-gayo.bogspot.com Rabu (22/4) mengatakan, di desa itu hanya dua lagi warga yang belum sepakat terhadap harga ganti rugi lahan tambaknya.


Kabag Pemerintahan Pemkab Aceh Utara, Murthala yang juga panitia pembebasan lahan, mengatakan pihaknya sudah terjun ke lokasi untuk mengukur ulang bangunan dan tanah, sehingga nanti akan dibayar ganti rugi yang sesuai, "Kita tetap berupaya mencapai kesepakatan secepatnya, sehingga pada awal Mei mendatang semua sudah selesai," ujarnya.

Wednesday

Siswa Patroli Sekolah Mencapai 24 Orang

LHOKSUKON - Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi, Selasa (21/3) melantik 24 siswa di kabupaten itu sebagai anggota patroli keamanan sekolah (PKS) di halaman polres setempat. Siswa itu berasal dari SMAN l Lhoksukon, SMAN Putra Bangsa Lhoksukon, SMKN I Lhoksukon, dan MAN I Lhoksukon.

Kegiatan juga dihadiri 200-an siswa dari 12 sekolah di Aceh Utara. "Siswa yang dilantik tersebut sebelumnya sudah dibekali kemampuan soal dasar lalu lintas, seperti 12 gerakan lalu lintas, baris berbaris menemubaris, dan safety riding," kata Kapolres melalui Kasat Lantas AKP Muhammadi Mukhtari kepada Aceh-gayo.blogspot.com kemarin.


Diharapkan, mereka dapat membantu siswa saat penyeberangan sekolah, pengaturan parkir, menjadi contoh yang baik bagi siswa lain, dan dapat membantu guru. Ke depan mereka juga akan dilibatkan dalam Setiap kegiatan polisi. "Rencana kami, dalam waktu dekat akan mengadakan rapat dengan sekolah lain untuk pembentukan gelombang kedua," katanya.

YARA Desak Pecat Polisi Pasok Narkoba ke Rutan

LHOKSUKON – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Polda Aceh memecat Brigadir SB, oknum anggota Polda Aceh yang memasok sabu-sabu ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara beberapa waktu lalu.

SB memasok satu paket sabu seberat 0,15 gram pada Senin (14 / 4) rnalan untuk Muammar (20), pemuda asal Desa Cot Murong, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara yang ditahan di Rutan Lhoksukon. "Kita mendesak Kapolda Aceh memecat oknum polisi yang terlibat narkoba untuk melihat apakah Polda Aceh komit memberantas narkoba atau tidak," ujar Direktur YARA, Safaruddin SH kepada Aceh-gayo.blogspot.com Selasa (21/4).


Tertangkapnya Brigadir SB. menurutnya, menambah jumlah polisi yang terlibat narkoba dan hal itu kontradiktif dengan pimpinan pemerintahan yang sedang gencar-gencarnya memberantas narkoba. Karena itu, lanjut Safaruddin, perilaku oknum polisi yang terlibat narkoba tidak boleh ditolerir lagi. Jika kapolda tidak tegas dalam menindak anggotanya, jangan harap Aceh akan bebas narkoba. Adanya oknum anggota polisi yang terlibat kasus narkoba, lebih berbahaya dibanding masyarakat biasa. Sebab, hal itu menjadi contoh buruk bagi masyarakat dan mempermudah peredarannya.

Thursday

Polisi Periksa Enam Saksi Pembunuhan Petani

LHOKSUKON – Penyidik Polsek Nisam, Aceh Utara sudah memeriksa enarn saksi dalam kasus tewasnya Faisal Kacem (45), petani asal Seumirah, Keeamatan Nisam Antara, Aceh Utara pada 27 Februari 2015.

Namun, hingga kini belum terungkap siapa pelakunya. Kapolres Lhokseumawe, AKBP Cahyo Hutomo melalui Kapolsek Nisam, Iptu Abdul Latief kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Rabu (8/4) mengatakan dari keenam saksi ltu adalah istri dan adik ipar korban, Rasyidah (40) dan Dahwi (35), serta petani yang sebelumnya ke kebun korban yaitu Burhan (50), Boy (23), M Ali (23) dan Juanda (30).


Sedangkan Sulaiman yang saat kejadian diperkirakan bersama korban, menurut Kapolsek, hingga kini tak diketahui keberadaannya walaupun sudah dlcari ke sejumlah tempat, "Dalam kasus ini, Sulaiman jadi saksi kunci namun dia masih menghilang, ujarnya. Ditarnbahkan, pihaknya terus menyelidiki dan akar melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah Sulaiman dapat dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) atau tidak.

Kasus Mayat Mahasiswi Dibuang Keparit Butuh Saksi Ahli Visum

LHOKSUKON – Penyidik Reskrim Polres Aceh Ut'ara membutuhkan keterangan saksi ahli dari dokter yang mengeluarkan visum untuk melengkapi berkas kasus kematian Afriza (20), mahasiswi Akademi Kesehatan (Akkes) Pemkab Aceh Utara. Untuk diketahui, mayat Afriza asal Desa Tanjong Ceungai Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ditemukan dalam parit perbatasan Desa Tanjong Ceungai dengan Meunasah Panton Kecamatan setempat pada 11 Januari 2015.

Mahasiswi itu meninggal dalam mobil Honda Jazz di kawasan Langsa saat pulang dari Medan. "Berkas kasus itu sudah pernah kita limpahkan ke Kejari Lhoksukon untuk diteliti. Namun, jaksa mengembalikan berkas itu ke kita untuk dilengkapi lagi dengan alasan belum lengkap," ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Senin (6/4).


Menurutnya, salah petunjuk jaksa adalah meminta pihaknya untuk melampirkan keterangan saksi yang memvisum korban di Puskesmas Tanah Jambo Aye. Sedangkan saksi-saksi lain sudah mencukupi. "Karena itu, berkas tersebut segera kita lengkapi untuk kita kirim lagi ke jaksa," katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kasus tersebut polisi sudah menetapkan WLD (20), pemuda asal Kecamatan Tanah Jambo Aye sebagai tersangka karena membuang mayat gadis tersebut. Pria itu juga sudah diperiksa sebagai tersangka.

Warga Datangi Kantor camat Memprotes Keuchik Terpilih

LHOKSUKON – Belasan warga Desa Serba Jaman, Kecarnatan Tanah luas, Aceh Utara, Senin (6/4) pagi mendatangi Kantor Camat setempat. Mereka minta pemilihan keuchik desa itu diulang. Sebab. menurut warga, pemilihan beberapa waktu lalu bermasalah. "Kita minta camat tak melantik keuchik yang sudah terpilih, " ujar Rafar, warga setempat, kemarin.


Camat Tanah Luas, Mawardi mengatakan DPT yang digunakan saat pemilihan sudah benar, karena DPT itu telah disetujui kedua calon. "Jadi, saya harap warga untuk menyelesaikan rnasalah ini di gampong," ujarnya Keuchik Terpilih "serba Jaman, Razali AB membantah tudingan warga soal ada kecurangan saat pemilihan keuchik. "DPT bukan urusan calon Keuchik. Jadi secara suara saya sudah sah dan diakui kecamatan," jelasnya.

Monday

Polres Lhokseumawe Gelar Razia

LHOKSUKON – Polres Lhokseumawe, sejak Jumat (3/4), mulai menggelar razia dalam rangka Operasi Simpatik 2015. Pada Jumat (3 / 4), razia digelar di depan pintu PT Arun, Muara Satu, Lhokseumawe.

Sementara pada Sabtu (4/4) di Simpang KKA, Dewantara, Aceh Utara. Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Driharto, mengatakan Operasi Simpatik ini berlangsung mulai 1-20 April 2015, dengan tujuan menekan aksi pencurian kendaran bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.


"Dalam razia ini kita fokus terhadap curanmor, namun tidak menutup kemungkinan terhadap kasus kriminal lain seperti narkoba," ujar Wakapolres. Dalam razia disimpang KKA, kemarin malam, polisi sempat mengejar satu unit mobil Toyota Avanza yang mencoba menghindar dari razia.

Mobil tersebut melaju dari arah Krueng Mane, lalu di simpang KKA berbelok ke arah PT KKA dengan kecepatan tinggi, Namun polisi yang mengejar tak berhasil menghentikan mobil tersebut. Dalam razia tersebut polisi mengamankan puluhan sepeda motor yang tak dilengkapi surat.

Sunday

Operasi Simpatik Polres Aceh Utara

LHOKSUKON – Aparat polisi Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Aceh Utara mengadakan berbagai kegiatan dalam rangkaian operasi simpatik mulai dari tanggal 1 hingga 21 April mendatang. Operasi simpatik ini bertujuan untuk ketertiban lalu lintas dengan sasaran pelatihan bagi pelajar dan pendekatan kepada masyarakat.

Tahap pertama, kegiatan yang sudah kami lakukan adalah pernberitahuan kepada masyarakat di perbatasan Aceh Utara dengan Lhokseumawe, perbatasan Aceh Utara dengan Aceh Timur, lalu pembagian staker kepada sejumlah pengendera, " ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi melalui Kasat Lantas AKP Muhammadi Mukhtari kepada Serarnbi Sabtu (4/4).


Untuk kegiatan selanjutnya, katanya, pembagian helm kepada pengguna jalan raya yang disiplin, lomba mewamai murid Taman Kanak-Kanak (TK), donor darah, dan pelantikan pelajar yang sudah dilatih Pengawasan Keamanan Sekolah (PKS), pelatihan berlalu lintas, senam dan diskusi peraturan lalu lintas. "Harapan kami, dengan kegiatan itu dapat menurnbuhkan kesadaran berlalu lintas, dan dapat menyampaikan kepada pelajar lain," ujar Kasat lantas Polres Aceh Utara, AKP Muhammadi Muldhari.

Kebun Sawit Terbakar

LHOKSUKON – Areal kebun kelapa sawit seluas setengah hektare di Desa Ujong Dama Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, milik Hanafi (35) warga Desa Meunasah Bujok, Kecamatan setempat, Sabtu (4/4) pukul 01.00 WIB terbakar.

Dua unit armada pemadam kebakaran Pemkab Aceh Utara berhasil memadamkan api sehingga tidak merambah ke kebun warga lain. Informasi yang diperoleh Aceh-gayo.blogspot.com, kebakaran itu pertama kali diketahui Idris (68) warga Baktiya. Lalu ia melaporkan ke warga lain di kawasan itu yang kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran.

Di bawah sengatan terik matahari, api dengan cepat membakar kebun sawit itu. "Setelah mengetahui kejadian itu, kami langsung mendatangi ke lokasi. Diketahui, lahan itu terbakar karena ada pembakaran sampah pada siang harinya, sehingga api langsung membesar," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kapolsek Baktiya; Iptu Zulfitri kepada Aceh-gayo.blogspot.com kemarin.


Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sehingga tidak merambat ke seluruh areal kebun. Iptu Zulfitri mengimbau kepada warga agar tidak membakar lahan atau sampah dalam kebun pada siang hari.

Monday

Penculikan Tanah Jambo Aye

LHOKSUKON - Dalam mengusut kasus penculikan terhadap dua warga Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara beberapa waktu lalu, penyidik Polres Aceh Utara sudah memeriksa 15 saksi, termasuk korban. "Saksi yang kita periksa umumnya mengaku kedua tersangka sebelumnya pernah membawa atau menguasasi senjata api," jelas Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi kepada Aceh-gayo.blogspot.com" Minggu (29/3).

Karena itu, menurutnya, dua pelaku yang sudah berhasil ditangkap yaitu AM (33) asal Desa Bukit Panyang, Kecamatan Julok  Aceh Timur dan SM (23) asal Desa Teungoh Beureugang, Kecamatan Tanah Luas dijerat dengan Pasal 328 Juncto Pasal 55 KUHPidana Juncto Pasal I Ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api Ilegal dan Penculikan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Untuk diketahui, penculikan terhadap Rizal Fahmi (28), warga Desa Ampeh dan Faisal (26) asal Desa Alue, Kecamatan Tanah Luas pada 4 Februari lalu. Faisal dibebaskan pada 8 Februari setelah ditebus Rp 75 juta dan Fahmi dibebaskan setelah ditebus dengan nilai yang sama pada 12 Februari lalu.

Pekan lalu, sebut AKP Mahliadi, berkas kasus kedua tersangka sudah dilimpahkan ke jaksa. Namun, menurutnya, berkas itu dikembalikan lagi oleh jaksa. "Sekarang berkas tersebut sedang dilengkapi untuk segera kita limpahkan kembali ke jaksa untuk diteliti, ujar kasat Reskrim.


Ditambahkan, tersangka AM ditangkap di kawasan Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara pada 6 Februari saat hendak membawa beras untuk kelompoknya. Sedangkan SM ditangkap di kawasan Aceh Timur pada 16 Februari lalu.

Rumah Dhuafa Bantuan PIM

LHOKSITKON - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Dewantara, Aceh Utara kini sedang membangun 24 rumah untuk fakir miskin yang ada di lingkungan perusahaan tersebut. Sementara pada Jumat (27/3), PIM menyerahkan dua balai pengajian untuk Tgk Ahmad Mustafa (Abu Paloh Gadeng) di Desa Paloh Gadeng Kecamatan Dewantara.

Dari 24 rumah yang sedang dibangun, tiga unit di antaranya untuk warga Kecamatan Syamtalira Aron, karena kecamatan tersebut lokasi pengambilan air dan gas untuk kebutuhan pabrik. Satu lagi untuk warga Kecarnatan Tanah Jambo Aye, karena rumahnya sudah tak layak huni lagi," ujar Manajer Humas PT PIM, Suryadi kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Minggu (26/3).

Sedangkan sisanya, sebut Suryadi, untuk warga fakir di lingkungan perusahaan. Selain rumah dan balai pengajian, lanjutnya, PIM juga menyerahkan bantuan rutin berupaberas 400 sak kepada warga miskin di tujuh desa binaan yaitu Tambon Tunong, Tambon Baroh, Keude Krueng Geukueh, Paloh Gadeng, dan Paloh Lada (Aceh Utara), Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu (Lhokseumawe), dan Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Bireuen.


"PIM juga menyerahkan bantuan untuk 32 tempat ibadah (masjid, balai pengajian dan meunasah) di Kecamatan Meurah Mulia, Blang Mangat, Syamtalira Aron, Nisam dan sejumlah kecamatan lain. Bantuan itu sebagai pentuk wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan yang membutuhkan bantuan," pungkasnya.

Wednesday

Abrasi Makin Parah

LHOKSUKON – Abrasidi sepanjang pantai Desa Meunasah Lhok dan Meunasah Baro, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara sejak beberapa bulan lalu makin parah. Warga kedua desa itu berharap pihak terkait segera menangani abrasi tersebut.

Keuchik Meunasah Lhok, Murthala kepada Aceh-gayo.blogspot.com kemarin, mengatakan abrasi yang terjadi sudah mencapai dua kilometer (Km) yang meliputi wilayah Meunasah Baro 1,5 Km dan Meunasah Lhok 500 meter. Selain itu, puluhan hektare kebun kelapa di dua desa itu serta dua rumah dl Meunasah Lhok teraneam arnbruk.

"Bila air laut pasang, kedua rumah ltu selalu terendam," ujar mufrida. Hal yang sama juga diungkapkan Keuehlk Meunasah Baro, Tabari. "Agar tak ada korban, kami melarang warga membangun rumah dekat pantai sebelum dibangun tanggul pemecah ombak.


Kami berharap tanggul itu segera dibangun. Kami tiap tahun ajukan pembangunan tanggul itu ke pemerintah, tapi hingga kini belum direspons," ujarnya. Camat Muara Batu, Saifullah mengakui abrasi di kedua desa tersebut sudah sangat parah dan tiap tahun dalam Musrenbang pihaknya selalu mengusulkan agar dibangun tanggul di kawasan itu. Apakah tahun ini sudah dianggarkan dananya atau belum, kami belum tahu. Sebab itu diajukan ke provinsi, " ujar Camat.

PMI dan Unimal Jalin Kerjasama

LHOKSUKON - Universitas Malikussaleh (Unimal) menjalin kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara. Kerja sama dalam rangka menggalakkan donor darah di lingkungan kampus itu ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Rektor Unimal, Prof Apridar dan Ketua PMI Aceh Utara, Ismed Nur, AJ Hasan di Kampus Reulet, Muara Ratu, Aceh Utara, Selasa (10/3).

Apridar mengatakan, Unimal akan segera membangun fasilitas donor darah di kampus untuk menampung calon pendonor dari kalangan civitas akademika kampus tersebut. "Ke depan kita akan buat jadwal rutin donor darah, " ujarnya. Sementara Ismed berharap dengan kerja sama tersebut, Unimal dapat membantu Unit Donor Darah (UDD) PMI Aceh Utara dalam memenuhi kebutuhan darah bagi warga.

Sementara itu, 1.077 mahasiswa Unimal, Selasa (10/3) mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gedung ACC Unimal, Cunda, Lhokseumawe.

Mereka akan mengikuti KKN di 80 desa dalam lima kecamatan di Aceh Utara yaitu Malang Kuli, Lhoksukon, Cot Girek, Pirak Timu, dan Kecamatan Paya Bakong mulai 12 Maret hingga 13 April mendatang kunjungi Umuslim Dari Bireuen dilaporkan, 25 mahasiswa Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Aceh Tengah, 9-10 Februari 2015 melakukan studi banding dan berdiskusi dengan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Al-muslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen."

Dalam kunjungan itu, utusan UGP juga menjajaki rencana kerja sama dengan mahasiswa kita dalam beberapa kegiatan akademik dan bakti sosial," jelas Wakil Rektor III Umuslim, Ir Saiful Hurry MSi, Selasa (10/3). Menurutnya, mahasiswa berkunjung ke Umuslim karena Umuslim dalam beberapa tahun terakhir sering meraih prestasi tingkat nasional.


"Studi banding merupakan langkah baik untuk pengembangan kedua kampus menjadi lebih maju. Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah hal, seperti pertukaran mahasiswa, serta kerja sama bidang seni budaya dan olahraga antar mahasiswa kedua kampus," katanya.

Thursday

Pemuda Jambo Aye Tersangka Teror Bom

LHOKSUKON – Penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (3/3) menetapkan Ridwan (26) , pemuda asal Desa Teupin Bayu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara sebagai tersangka dalam kasus teror bom terhadap Hotel Sparks Manggar Besar Taman Sari, Jakarta Barat.

Pria itu ditangkap Polda Metro Jaya dibantu Polda Aceh, Sabtu (28/2) malam di rumahnya. "Tadi pagi saya menghubungi polisi yang ikut datang ke rumah saat menangkap adik saya trntuk menanyakan kondisi dan keberadaannya.

Menurut polisi tersebut, Ridwan sekarang ditahan di Polda Metro Jaya terkait kasus teror bom tersebut," kata Jumadi (32), abang Ridwan, kepada Aceh-gayo.blogspot.com Rabu (4/3). Polisi tersebut, menurutnya, Juga menyatakan Ridwan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Sekarang, lanjut Jumadi, kasus tersebut dalam proses pemberkasan untuk dilimpahkan ke jaksa. Ia berharap kasus itu bisa didamaikan. "Kami berharap pihak Hotel Sparks bersedia memaafkan adik saya dan mencabut laporannnya, sehingga kasus itu bisa segera dihentikan. Karena adik saya bukan teroris dan teror bom itu hanya iseng," katanya.


Ditambahkan, Ridwan juga tidak mengetahui kalau perbuatannya bisa menyebabkan ia dipenjara, karena tak mengerti hukum. "Kami berharap polisi di Jakarta bisa memfasilitasi penyelesaian kasus tersebut." pinta Jumadi.