Showing posts with label Sabang. Show all posts
Showing posts with label Sabang. Show all posts

Wednesday

Warga Masak Pakai Kayu Karena Pembatasan Gas

SABANG – Pengguna gas elpiji 3 kilogram (Kg) di Kota Sabang, kesulitan memenuhi kebutuhan elpiji subsidi itu. Selain pembelian dibatasi hanya dua tabung perbulan, para konsumen juga tidak diperbolehkan membeli gas ini di panglaman lain. Keluhan ini seperti disampaikan Ardiansyah, seorang pengguna elpiji 3 Kg di Sabang kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Selasa (28/4).

Menurutnya, ia sangat kesulitan mendapat elpiji itu, padahal ia membutuhkan 4-5 tabung elpiji per bulan untuk memasak dirumahnya. "Kami terpaksa beralih kayu sebagai bahan bakar untuk memasak di rumah, termasuk untuk keperluan di warung di tempat usaha yang membu tuhkan gas elpiji kira-kira 30 tabung per bulan," kata Ardiansyah.


Menurutnya, kondisi ini sudah dua bulan lebih, setelah diterapkannya penyaluran elpiji menggunakan kartu kendali. Sebab, sebelum pakai kartu kendali bisa dibeli dipangkalan mana saja dan tidak ada pembatasan maksimal dua tabung per bulan. "Kami minta kepada pemerintah tidak membatasi pembelian gas elpiji 3 kg. Karena hal ini sangat meresahkan masyarakat," keluhnya.

Bahas dengan Pertamina

Sementara Kadisperindagkop UKM Kota Sabang, Muslimahsrudin mengakui belum mendapat laporan tentang adanya pembatasan pembelian elpiji 3 kg, seperti dikeluhkan warga. Namun, diakuinya penerapan kartu kendali itu ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengantisipasi penggunaan elpiji 3 kg yang tak tepat sasaran.

"Kita belum tahu bagaimana penyaluran sebenarnya. Dalam waktu dekat kita akan berkunjung ke Pertamina Wilayah Aceh untuk membahas hal ini, sekaligus meminta supaya agen dari putra daerah yang berdomisili di Sabang," kata Muslimahyudin ketika dikonfirmasi Aceh-gayo.blogspot.com kemarin.

Tuesday

Walikota Ajukan Raqan Kota Sabang

SABANG - Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, menyerahkan tiga rancangan qanun (raqan) kepada DPRK setempat, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Sabang, Senin (27/4). Rapat paripurna istimewa tersebut beragendakan penyampaian l,aporan Keterangan Perlanggung Jawaban (LKPJ) Tahun 2014.

Ketiga ruqan yang diajukan kepada DPRK untuk dibahas dan disahkan menjadi qanun dalam tahun ini, yaitu Raqan Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Raqan Tentang Pengelolaan, Perlindungan dan Pelestarian Wilayah Perairan Kota Sabang, serta Raqan Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Majelis Adat Aceh Kota Sabang. Rapat Paripurna Istimewa tersebut dipimpin Ketua DPRK Sabang, Muhammad Nasir, dan diikuti dua wakil ketua, Ferdiansyah dan Afrizal B SAg, dan seluruh anggota.


Turut hadir Ketua MPU, Tgk M Saleh Yakob SH, Kapolres AKBP Nurmeiningsih, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, M Daud Imum, para kepala SKPK, serta sejumlah unsur Muspida lainnya.

Sementara terkait LKPJ Kota Sabang Tahun 2014, Wali Kota dalam sambutannya mengatakan, pada 23 April 2015 Pemko Sabang mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Aceh untuk yang ketiga kalinya secara berturut- turut selama masa kepemimpinannya.


Keberhasilan itu, kata wali kota, diperoleh berkat kerja keras, peran dan fungsi, dukungan serta bantuan semua pihak terutama anggota dewan. Semoga audit tahun anggaran selanjutnya diharapkan kembali akan mendapatkan WTP.

Friday

Surat Pembekuan Sab-Dec Belum Terbit

SABANG - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Sabang hingga Kamis (23/4), belum mengeluarkan surat pembekuan LSM Sabang Development Commite (Sab-Dec). Padahal, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat sudah mengeluarkan rekomendasi untuk pembekuan LSM tersebut sejak Jumat pekan lalu.

Kebangpol sendiri pernah menyatakan akan mengeluarkan surat itu pada Senin (20/4). Terkait hal itu, Ketua Front Pembela lslam (FPI) Sabang, Tgk Darmawi SAg, mengaku kecewa pada kinerja Kesbangpol yang dinilainya lamban menyikapi isu-isu yang terjadi di daerah. Karena itu, ia kembali mendesak Kesbangpol segera menerbitkan surat pembekuan LSM Sab-Dec, seperti dilakukan di kabupaten/kota lain.

"Kenapa harus takut mengeluarkan surat pembekuan itu. LSM itu sendiri sebelumnya secara resmi telah mengeluarkan surat penghentian sementara aktivitasnya," kata Darmawi. Ia berharap pembekukan LSM Sab-Dec itu disampaikan dalam rapat Muspida. Tunggu pimpinan Kepala Badan Kesbangpol Sabang, TM Firmansyah SH MH, yang dihubungi Kamis (23/4), siang, mengakui sudah menerima surat rekomendasi dari MPU, dan surat pengurus LSM Sab-Dec tentang pembekuan organisasi itu sesuai arahan Sekda.

Begitupun, pihaknya mengakui belum bisa mengeluarkan atau menerbitkan surat pembekuan sementara LSM Sab-Dec, karena untuk menerbitkan surat itu harus koordinasi dengan pimpinan. "Surat pembekuan itu sudah disusun dan akan diterbitkan setelah pimpinan

pulang," katanya.

Sunday

Kampus IPDN Aceh RP 550 Miliar

SABANG – Pemerintah Pusat akan memplotkan dana sebesar Rp 550 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, untuk pembangunan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Aceh di Sabang. Kampus tersebut direncanakan mulai dibangun 2016 di Gampong Ujong Kareung, Kecarnatan Suka Jaya, Sabang.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, dalam temu ramah dengan wartawan di Kantor Bappeda, Sabtu (4/4) kemarin. Acara tersebut dipandu Asisten Administrasi Setdako, Kamaruddin Turut hadir dalam acara itu, Kabag Humas dan Protokoler Setdako Sabang, Abdullah. Dalam temu ramah yang berlangsung sekitar dua jam itu, Wali Kota Zulkifli H Adam kembali memastikan bahwa Kampus IPDN Regional Aceh di Sabang akan dilaksanakan tahun 2016, sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Wali Kota se-Indonesia di Istana Bogor, 20 Februari 2015.

Untuk percepatan pembangunan Kampus IPDN Regional Aceh di Sabang, Pemko Sabang sudah menyediakan lahan perlapakan seluas 22 hektare di Lhok Igeuh, Gampong Ujung Kareung, Kecamatan Suka Jaya. Sementara untuk biaya pembangunan kampus dan perlengkapan lainnya semuanya ditanggung oleh pemerintah pusat. "Pemko Sabang hanya menyediakan lahannya, sedangkan biaya pembangunan kampus seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah Pusat dengan dana APBN.


Untuk tahap pertama, Pemerintah Pusat akan memplot dana sebesar 550 miliar rupiah dalam APBN 2016 nanti," kata Wali Kota. Dikatakan, pendirian Kampus IPDN Sabang juga didukung BNPP dan 17 perwakilan kementerian termasuk Bappenas, yang disampaikan pada acara Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbang Dutas) di Sabang, pertengahan Juni 2014. Pendirian Kampus IPDN ini juga mendapat respons dari Komisi II DPR. RI.

Friday

Siswa Haram Ke warnet Pukul 19.00 - 21.00 WIB

SABANG - Para pelajar di Kota Sabang, mulai sekolah dasar hingga SMA, dilarang mengunjungi warung internet (warnet) mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WlB. Jika ditemukan berada di warnet pada waktu tersebut, petugas akan menangkap dan menyerahkannya ke dinas pendidikan untuk diproses.

Demikian disampaikan Kasatpol PP dan WH Sabang, Hafwan Pasaribu SSTP kepada Aceh-gayo.blogspot.com, usai rapat koordinasi (rakor) Satpol PP dan WH dengan kepala dinas/badan/kantor, dan para keuchik di aula lantai empat Setdako Sabang, Rabu (1/4). Juga hadir Asisten Pemerintahan Sayuthi, dan Koordinator Keuchik Kota Sabang, Adnan Hasyim.

Larangan masuk warnet mulai pukul 19.00-21.00 WIB itu, kata Hafiruan, dalam rangka mendukung program pemerintah, yaitu wajib mengaji ba'da magrib. Hafwan mengatakan, Satpol PP dan WH akan menginstensifkan razia ke warnet-warnet, itu, dengan sasaran utama para pelajar yang bermain internet di waktu magrib. Terkait larangan itu, Hafiryan mengimbau para orang tua untuk mengawasi dan mengarahkan anak-anaknya ke tempat-tempat pengajian.

Selain itu, Kasatpol PP dan WH itu juga akan mengirimkan imbauan tertulis kepada pengusaha wamet, agar tidak melayani pelajar pada batas waktu yang ditentukan tersebut. Bagi warnet yang tetap menerima pelajar pada waktu magrib dan membuka warnet hingga larut malam akan ditegur secara tertulis," kata Hafiirran.

Selain rnerazia warnet, dalam rakor itu juga membahas tentang rencana aksi penertiban hewan ternak milik warga yang berkeliaran dijalan-jalan raya, karena telah menimbulkan banyak korban jiwa. Juga tentang razia minuman keras dalam rangka penegakan syariat Islam. "Kita juga akan menertibkan PNS yang keluyuran pada jam dinas," katanya.

Sunday

Kapal Pesiar Albatros Merapat Kembali di Sabang

SABANG - Kapal pesiar mewah Cruise Ship Albatros, untuk ketiga kalinya bersandar di Dermaga Pelabuhan CT3 Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Sabtu (28/3) siang. Kapal mewah berbendera Bahama itu membawa 70 turis dari Eropa, termasuk 366 awak kapal. Kapal ini tiba sekitar pukul 12.30 WIB, lebih cepat 30 menit dari jadwal sebelumnya.

Kedatangan kapal ini disarnbut dengan penampilan tarian tradisonal Aceh, sekaligus pengalungan bunga atau penyerahan plakat kepada kapten kapal Albatros oleh Deputi Komersil dan Investasi BPKS Syafruddin Chan, Kepala Syahbandar Sabang, Eko Pangudi, dan Kaplores AKBP Nurmeiningsih SH.

Setelah acara seremonial, para turis memanfaatkan waktu menikmati keindahan alam Pulau Weh, dengan mengunjungi sejumlah objek wisata. Ada yang berjalan kaki mengelilingi kota, ada juga yang menggunakan jasa becak motor dan angkutan umum. Setelah singgah sekitar enam jam, kapal pesiar berkapasitas 920 penumpang yang datang dari Langkawi dengan waktu 32 jam itu selanjutnya meninggalkan Sabang dan berlayar menuju Srilangka.


Kehadiran kapal pesiar GT 28000 dengan panjang 250 meter itu, menjadi tontonan gratis masyarakat Kota Sabang. Banyak warga yang menyempatkan diri untuk foto. Tapi sayang, kapal itu hanya bisa dilihat dari jarak jauh. Bahkan, waktu untuk wartawan pun dibatasi oleh petugas.

Thursday

Pengukuhan Pengurus YARA Sabang

SABANG – Dalam rangka memberikan pendampingan hukum bagi masyarakat di Aceh, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) membuka kantor perwakilan di Sabang, sekaligus mengukuhkan pengurus baru. Pengukuhan pengurus dilakukan Ketua YARA Provinsi Aceh, Safaruddin SH di Aula Hotel Sabang Hill, Rabu (11/3).

Pengurus YARA Perwakilan Sabang yang dikukuhkan yaitu, ketua dipercayakan kepada T Indra Yoesdiansyah SKm. Sementara sekretaris dan bendahara masing-masing Firmansyah TM SH dan Julmunadi SH. Safaruddin dalam sambutannya mengatakan, YARA merupakah lembaga yang dibentuk untuk mengadvokasi seluruh masyarakat Aceh mulai dari konsultasi sampai pendampingan hukum kepada masyarakat secara gratis.

Kepada pengurus YARA yang dilantik, Safaruddin meminta agar dalam menjalankan advokasi tidak mengejar sesuatu dengan mengorbankan orang banyak. "Dalam menjalankan advokasi pasti banyak godaan-godaan, karenya saya harap para rekan pengurus tidak terpengaruh dengan godaan itu," katanya.

Sementara Ketua YARA Perwakilan Sabang, T Indra Yoesdiansyah, terharu dan bangga, sekaligus merasa adalah beban besar di pundaknya saat ia dipercaya menjadi ketua. Ia mengaku belum sanggup memimpin organisasi itu.

Tapi karena banyaknya permasalahan yang dihadapi warga Sabang, baik di bidang pendidikan, kesehatan, informasi, hukum dan HAM, maka muncul keberanaian untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Ia mengatakan, YARA akan selalu siap menjadi partner pemerintah dan mitra penegak hukum dalam berbagai hal untuk mendukung jalannya roda pemerintahan yang bersih, bebas dari semua unsur KKN.


"Namun, sebaliknya jika ada oknum-oknum pemerintah selaku aparatur negara tidak dapat menjalankan tugasnya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, bahkan seringkali mendiamkan masalah sehingga masyarakat tidak berdaya untuk mendapatkan haknya, maka YARA bersama rakyat akan berjuang dan melawan kesewenang-wenangan demi menegakan kebenaran dan keadilan," katanya.

Saturday

Retribusi Kios Naik dari Rp 8.000 Menjadi Rp 100.000 per Bulan

SABANG - Para pedagang sayur dan pakaian di Kota Sabang, meminta pemerintah setempat meninjau kembali kenaikan retribusi kios di Pasar Inpres dan Pasar Bertingkat yang berlokasi di Jalan Perdagangan. Pasalnya retibusi yang diberlakukan sejak 2014 lalu, dianggap terlalu tinggi, yakni mencapai Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per pintu per bulan.

Sejumlah pedagang sayur yang menempati kios di Pasar Inpres kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (6/3) mengaku kecewa terhadap kebijakan pemerintah setempat yang telah menaikan tarif retribusi kios terlalu tinggi dari jumlah sebelumnya.

Selama ini mereka hanya bayar retribusi Rp 8.000 per bulan, tapi sekarang Rp 100 ribu. Kenaikan retribusi yang diberlakukan pemerintah tidak secara bertahap itu cukup memberatkan para pedagang, karena tidak sesuai dengan pendapatan yang diperoleh pedagang.

Hal yang sama juga disampaikan para pedagang pakaian di Pasar Bertingkat yang juga kini harus membayar retribusi Rp 150.000 per bulan dari sebelumnya hanya Rp 8.000. per bulan. Tak hanya retribusi kios, Pemko Sabang juga menaikan tarif retribusi tong dari Rp 6.000 per bulan menjadi Rp 60.000 per bulan.

Karena itu, para pedagang pakaian dan sayur mayur meminta Pemerintah Sabang untuk meninjau kembali jumlah retribusi yang dinilai terlalu besar tersebut. Sebab, selain membayar retribusi, para pedagang juga harus membayar sewa kios setiap tahunnya antara 6 juta hingga Rp 8 juta perpintu sesuai luas kios (toko) yang ditempati. "Menaikan retribusi kios dan tong itu adalah hak pemerintah dalam meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD).


Tapi, mestinya dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus hingga memberatkan," kata salah seorang pernilik toko pakaian di pasar bertingkat yang mengaku hingga pukul 10.00 WIB belum ada satupun warga yang masuk untuk membeli pakaian.

Friday

Pra Penyambutan Presiden, Pemko Sabang Bahas Penyambutan

SABANG – Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, Kamis (5/3) menggelar rapat untuk persiapan kunjungan kerja (kunker) perdana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke daerah itu, yang dijadwalkan pada 10 Maret 2015. Pertemuan itu dipimpin Wali Kota, Zulkifli H Adam. "Kami sudah melaksanakan rapat persiapan kunjungan Presiden. Rapat ini penting agar proses penyambutan Presiden berjalan maksimal," kata Sekdako Sabang, Sofyan Adam.

Rapat itu dihadiri kepala SKPK dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Fauzi Husin. Dikatakannya, pihaknya belum berani menggelar rapat dengan Muspida, karena hingga kemarin belum menerima surat resmi tentang rencana kunjungan Presiden. "Sejauh ini kita baru menerima informasi. Jika sudah ada surat resmi, kita segera melakukan rapat dengan Muspida," katanya.

Dalam rapat itu antara lain dibahas proses penjemputan dan rute yang akan dilalui. Selain itu, persiapan di lokasi tujuan yaitu Kilometer Nol sebagai tempat peluncuran Logo HUT ke-70 RI, dan selanjutnya menuju Pelabuhan Bebas Sabang.

Sebelum menuju Kilometer Nol, kata Sofyan, Presiden didampingi Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah akan berkunjung ke Waduk Paya Seunara di Gampong Paya Seunara, Kecamatan Suka Karya.


Selain itu, Pemko juga akan mengupayakan Presiden untuk meninjau sekaligus meletakan batu pertama pembangunan Kampus lnstitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Aceh di Lhok igeu, Gampong Ujung Kareung, Suka Jaya, Sabang. "Hal ini sesuai dengan pemyataan Presiden dalam pertemuan dengan Wali Kota se-Indonesia di istana Bogor belum lama ini, yang memastikan pembangunan Kampus IPDN Regional Aceh dilaksanakan 2016," katanya.

Saturday

Kodim 0112 Sabang Renovasi Rumah Tak Layak Huni

SABANG - Kodim 0112 Sabang sudah merampungkan renovasi tiga unit rumah tidak layak huni milik masyarakat di Gampong Balohan dan Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Suka Jaya. Ketiga unit rumah itu sudah diserahkan kepada pemiliknya, Jumat (27 /2).

Dandim 0112 Sabang, Letkol Inf Widya Prastyo, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (27 /2) mengatakan, renovasi tiga unit rumah tak layak huni milik warga tidak mampu itu dikerjakan pihaknya sejak dua pekan lalu. Usai prosesi peusijuek yang dipusatkan di rumah milik M Isa di Jurong Ulee Krueng, Gampong Balohan, rumah itu langsung ditempati pemiliknya.

Tiga unit rumah tidak layak huni yang direnovasi oleh Kodim 0112 yaitu, rumah milik M Isa dan Zamzarni, keduanya berlokasi di Jurong Ulee Krueng, Gampong Balohan. Sementara satu unit lainnya, rumah Idris, berlokasi di Jurong Lhok Batee, Gampong Cot Abeuk. "Program renovasi rumah tidak layak huni ini akan dilanjutkan, siapapun Dandimnya nanti.

Senin lusa kita juga akan memulai lagi renovasi satu unit rumah tak layak huni milik warga Kota Atas. Renovasi rumah tak layak huni ini sebagai bentuk kepedulian TNI kepada rakyat tak mampu," kata Dandim.


Selain merenovasi rumah tidak layak huni, dalam waktu bersamaan jajaran Kodim juga sudah melakukan pengecetan meunasah (balai pengajian) di Balohan. Serta akan melakukan pengecetan 20 Poskamling di 18 gampong di Sabang.

Helm Gratis di Bagikan Polres dan Dishub Sabang

SABANG – Kepolisian Resort (Polres) Sabang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) setempat, Karnis (12/2) membagi-bagikan helm SM kepada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Sabang, AKBP Nurmeiningsih itu, dalam rangka aksi keselamatan jalan. Kapolres Sabang, AKBP Nurmeiningsi didampingi Kasat Lantas Iptu Muhammad Meltha Mubarak di sela-sela kegiatan itu, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, mengatakan, dekade aksi keselamatan jalan yang dilakukan di Jalan Perdagangan, tepatnya di depan Mapokes itu, bukan melakukan penilangan terhadap pengguna jalan yang tidak disiplin dalam berkendieraan. Tapi khusus membagi-bagikan helm standar SNI secara gratis kepada pengendara sepeda motor dan becak motor yang tidak mengenakan helm muka dan belakang."

Pembagian helm secara gratis itu dimaksudkan agar para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor agar lebih sadar diri dalam menaati peraturan lalu lintas. Karena selama ini masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak disiplin dalam berkendaraan, seperti menggunakan helm.

Sementara Penyuluh Keselamatan Transportasi Jalan Raya Dishubkominfo Sabang, Mawardi STr, usai acara itu kepada Aceh-gayo.blogspot.com, mengatakan, helm yang dibagi-bagi secara gratis itu merupakan bantuan Dishubkomintel Aceh dalam rangka Gerakan Nasional Dekade Aksi Keselamatan Jalan Indonesia yang dimulai dari tahun 2011-2010.


"Helm bantuan Dishubkomintel yang dibagi-bagi secara gratis berjumlah 60 buah. Helm SNI itu akan dibagi secara bertahap dalam setiap Dekade Aksi Keselamatan Jalan Indonesia yang digelar bersama jajaran Polres. "Helm sangat penting bagi pengendara. Selain menjaga kepala, juga untuk melindungi muka dan mata dari sinar mata hari dan debu," katanya. 

Penumpang Boat Wisata Harus Pakai Pelampung

SABANG - Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Sabang, Zulfi Purnawati SSos, menyerukan agar setiap penumpang boat wisata dalam kawasan taman wisata marina Iboih dan Rubiah maupun di tempat lain, seperti Geipang dan Sumur Tiga, wajib memakai pelampung saat berlayar.

Jika penumpang lupa meminta pelampung, maka pemilik atau pengemudi boat wajib mengingatkan penumpang agar mengenakan pelampung. "Sekalipun itu dalam pelayaran singkat. misalnya, dari pantai Iboih ke Pulau Rubiah, demikian pula sebaliknya," kata Zulfi kepada Aceh-gayo.blogspot.com tadi malam.

Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi kasus terbaliknya sebuah boat bottom glass yang sedang mengangkut rombongan dosen FMIPA Universitas Sumatera Utara (USU) Medan di perairan Pulau Rubiah. Sabang. Kamis (12/2) siang, karena dihantam ombak. Akibatnya, seorang penumpang, Prof Dr Retno Widiastuti (51), meninggal setelah lebih dulu pingsan akibat tenggelam. Berdasarkan laporan media yang dibaca dan didengar Zulfi , saat boat yang dinakhodai Ilyas itu berlayar, ketujuh penumpangnya tidak ada yang mengenakan pelampung di badan.

Sehingga, ketika boat karam diterpa ombak, para penumpang langsung tercebur ke laut dan timbul tenggelam. Bahkan Prof Retno pingsan saat diangkat dari laut. Begitu dinaikkan ke boat penolong, boat itu pun karam pula karena kelebihan muatan. Pada saat itulah nyawa Prof Retno tak tertolong.

Berkaca dari pengalaman itu, kata Zulfi maka pelayaran boat atau speedboat wisata di kawasan marina Sabang wajib menyertakan pelampung. "Dan pelampung itu bukan cuma disiagakan di dalam boat atau speedboat, melainkan wajib dipakai selama dalam pelayaran atau penyeberangan " imbuh Zulfi.

Dia ingatkan, perilaku laut sangat mudah berubah karena terkait dengan faktor cuaca dan angin. Jika angin kencang, maka ombak bisa saja mendadak besar. Hal itu tentu menjadi ancaman bagi boat atau speedboat yang sedang mengangkut penumpang.


"Maka, demi menghindari akibat yang fatal. lebih baik kita pakai pelampung saat berlayar untuk mengurangi risiko saat boat karam, kata Zulfi sembari menyatakan bahwa jajaran Pemko Sabang ikut berduka cita atas meninggalnya Prof Retno saat menikmati keindahan taman bawah laut Pulau Rubiah.