Showing posts with label Meureudu. Show all posts
Showing posts with label Meureudu. Show all posts

Wednesday

PJKA Pantai Khutang Di Buka Menteri Yohana

MEUREUDU – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduungan Anak (PP dan PA), Prof Dr Yohana Yambise, Senin (l/6) rnembuka Pekan Kebudayaan Pidie Jaya (PKPJ) ke-4 di Pantai Kuthang, Kecamatan Trienggadeng. Pada acara pembukaan kegiatan yang dirangkai dengan HUT ke-VIII Pidie Jaya itu juga hadir Staf ahli Kementerian Koordinator Perekonomian, Dr Raldi Koestur, Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, Asisten III Setdaprov Aceh, Muzakkar SH serta para undangan lainnya.

Pembukaan kegiatan itu ditandai dengan pemukulan beduk (peh tamboh) Menteri PP dan PA, Frof Dr Yohana Sambise yang didampingi Wakil Gubemur Aceh, Muzakkir Manaf serta unsur Muspida Pidie dan Pijay. "PKPJ ini memberikan ciri tersendiri dan patut dimasukkan menjadi agenda pariwisata nasional, "sebut Yohana Yambise dalam pengarahannya. Yohana menegaskan, dari 23 kabupaten yang ada di Aceh, hanya empat kabupaten yang memiliki inisiasi yang layak anak.


Sedangkan di Indonesia, juga ahanya ada dua provinsi layak anak, yaitu Papua dan Aceh. Yohana juga meninta kepada Bupati Pijay, agar perempuan di Gampong Janda yang ada di Kecamatan Badar Dua, Pijay, agar segera diusul agar dapat direalisasikan bantuan. "Saya proposal dari Pak Bupati untuk pemberdayaan kaum perempuan ada di Gampong Janda,” jelasnya. Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf dalam sambuatannya menggatakan, salut terhadap perkembangan Pijay.

Meskipun sebagai kebupaten termuda di Aceh, tapi mampu tampil secara mandiri menunjukkan prestasi nasional. Seperti 2012 sebagai daerah Otonomi terbaik se Indonesia, pengembangan kota hijau di tingkat nasional, dan provinsi adalah kabupaten lumbung pangan,"sebut Mualem.

Dikatakan, memasuki usia ke 8 tahun. Pijay tidak mengikuti sebagai kabupaten pemekaran saja, akan tetapi Pijay mampu tampil secara mandiri dalam meraih sukses dalam bidang pertanian, perkebunan, pertambakan serta perolehan hasil tangkapan nelayan yang signifikan. Bupali Pijay. H Aiyup Abbas mengatakan. memasuki usia delapan tahun Pijay masih membutuhkan dukungan semua pihak terutama dalam bidang pendidikan, peningkatan SDM serta infrastruktur.

Sebagai daerah yang masih seumur jagung, tentunya sangat membutuhkan perhatian Pemerintah provinsi dan Pusat. Dr Raldi Koestari menggatakan. PKPJ sebagai pendukung dalam mengembangkan aspek parawisata yang tentunya akan menarik pihak investor. PKPJ ke-4 itu akan berlangsung sepekan dengan berbagai acara, seperti pemeran pembangunan, festival budaya, permaian rakyat, dan pasar rakyat. Untuk kegiatan pemeran, diikuti oleh 51 stand pemeran dari sejumlah dinas, badan, dan kantor serta Perbankan, LSM, dan dunia usaha.

Monday

Nelayan Curhat ke Anggota MPD

MEUREUDU - Para nelayan di Meureudu, Pidie Jaya, Sabtu (23/5) menyampaikan keluh-kesah terhadap keterbatasan pendidikan anak-anak mereka pada pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh. Dalam acara "Meudrah" yang dilaksanakan di Meunasah Gampong Balek, Kecamatan Meureudu itu, nelayan melaporkan soal masih morat-maritnya pendapatan mereka, sehingga berdampak pada terhambatnya kelangsungan pendidikan putra-putri mereka.

Dalam pertemuan yang dipimpin Prof H Warul Walidin Lc,MA selaku ketua MPD Aceh itu, para nelayan Meureudu menyampaikan uneg-uneg mereka karena masih dibelenggu kemiskinan. Bahkan mereka mengatabunkan, keluarga nelayan seperti luput dari perhaflan pemerintah.


Selain tak sanggup menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi. nelayan itu juga menyampaikan pada rombongan MPD Aceh itu soal keterbatasan sarana melaut. "Sekarang hasil tanggakapan minim, harga BBM mahal karena harus beli di SPBU, sehingga kehidupan nelayan semakin terjepit," ujar Effendi seorang nelayan Meureudu itu.

Sedangkan Ny Nurjannah yang mewakili keluarga nelayan lainnya menyampaikan, melalui forum "Meudrah" itu, dia berharap adanya perubahan kehidupan para nelayan ke depan. Katanya, pemerintah hendaknya memberiklan modal untuk keluarga nelayan sehingga mereka bisa berusaha untuk memperoleh tarnbahan pendapatan keluarga, walau hanya sekadar membuat menjual kue di warung-warung sekalipun. "Selama ini kaum nelayan jangankan dapat menyambung sekolah anak-anak ke Banda Aceh, untuk melanjutkan sekolah di ibukota kabupaten ini saja sulit," kata Nurjannah.


Sementara itu, Drs H Salman Ishak MSi, Wakil Ketua II MPD Aceh, berjanji akan melaporkan soal nasib nelayan itu ke PemrovAceh. "MPD bukan pihak pengambil keputusan, tapi aspirasi yang kami jaring lewat Meudrah akan kami laporkan ke Gubernur," kata Salman Ishak yang juga mantan Bupati Pijay itu.

Sunday

Pelatihan Komputer Pada Pemuda

MEUREUDU - Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, berkerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD-BLK) Pidie Jaya, selama 48 hari melatih pemuda putus sekolah di Pijay dalam bidang Operator Komputer Bagi Pencari Kerja (oKBPK).

Kepala Disnakermobduk Aceh melalui staf bidang SDM dan PKK, Syaikhul Islami SKom I MM kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (16/5) mengatakan program pelatihan yang dimulai sejak rabu (13/5) sampai Selasa (28/6) itu bertujuan nrendorong pencari kerja untuk dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi kalangan pericari kerja terutama anak putus sekolah.


Ia mengatakan, pelatihan dengan menerapkan pola 320 jam tersebut tidak lain untuk memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat khususnya angkatan kerja dengan terlebih dahulu mengikuti pelatihan yang diarahkan untuk mendapatkan keterampilan di bidang kejuaruan operator komputer.


Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsostanaker) Pidie Jaya, Rapiati SE secara terpisah kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (16/5) mengatakan, pelatihan itu diikuti 20 peserta dari kalangan pemuda putus sekolah minimal lulusan SMA sederajat yang direkrut diri delapan kecamatan.

Saturday

Jalan Provinsi Amlas Lagi

MEUREUDU - Setelah hampir setahun amblas, badan jalan provinsi di Kecamatan Meurah dua. Pidie Jaya hingga kini belum juga diperbaiki. Padahal ketika jalan itu amblas tahun 2014 lalu persisnya di depan SDN 3 Meureudu, Dinas PU berjanji segera memperbaiki jalan yang kini bisa membahayakan pengguna jalan tersebut.

Kecuali itu, tiga titik badan jalan yang amblas digerus banjir besar beberapa bulan lalu di lintasan jalan sama juga tidak kunjung ditangani pemerintah. Sejumlah warga kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, kendati jalan amblas itu tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap kelancaran lalulintas, tapi dampaknya juga berbahaya bagi penggunakan, karena di lokasi amblas itu tidak ada rambu-rambu lalintas atau tanda bahaya.
Dua titik lainnya yang kondisinya hampir sama ditemui persisnya di kawasan Simpang Empat Beuringen. Badan jalan yang sudah menyempit membuat warga kesulitan ketika melintasinya, terutama dengan kendaraan roda empat. Munawar, seorang warga mengaku susah dengan kondisi badan jalan yang berada persis di depan kios usahanya kini menyempit.

Kabid Bina Marga Dinas PU Pijay, Rizal Fikar ST menjawab Aceh-gayo.blogspot.com membenarkan, akibat banjir badan jalan di tiga titik rusak. Jalan yang amblas akibat banjir, lanjut Rizal sudah pernah ditinjau sekaligus dilaporkan ke provinsi. Tapi hingga sekarang belum ditangani.


Pun begitu, pihaknya akan berupaya jalan yang rrsak termasuk badan depan SDN 3 yang amblas akan ditangani. Sebenarnya, tambah Rizal, badan jalan Hotmix yang amblas itu sudah pernah dijanjikan rekanan untuk diperbaiki kembali. Tapi ia pun tak tahu kenapa hingga kini belum ditangani. "Dinas PU sudah pernah meminta rekanan untuk perbaiki ulang," timpal Rizal fikar.

Sunday

Dayah Jeumala Amal Gelar Olimpiade Kabupaten Pidie Jaya

MEUREUDU - Dayah Jeumala Amal (DJA) Lueng Putu, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, selama dua hari, Jumat (3/4 dan Sabtu 4/4) menggelar olimpiade matematika tingkat SD dan SMP yang dilaksanakan di dayah tersebut.

Ketua panitia pelaksana Olimpiade DJA Lueng Putu, Bandarbaru, Fahlida Hamita kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (4/4) mengatakan, dalam acara olimpiade matematika tahun ini diikuti oleh 266 peserta dari 66 sekolah tingkat SD dan SMP. "Even ini adalah sebagai ajang untuk melatih dan menguji para pelajar dalam menyelesaikan soal-soal terkait dengan mata pelajaran Matematlka, " ujarnya.

Disebutkan, untuk tingkat SD diikuti 117 orang dari 50 sekolah, dan untuk kelompok SMP diikuti 41 orang mewakili 16 sekolah. Sedangkan dari MTsS Jeumala Amal sebagai tuan rumah diikuti 108 peserta. Sedangkan para juara untuk tingkat SD masing-masing diraih, Arief Al Kautsar dari SDN 2 Tijue sebagai juara pertama, sedangkan juara kedua dan tiga masing-masing dimenangkan, Ashaf Rafiqi dari SDN 5 Meureudu dan Muhammad Kemal Fasya dari MIN Blang Paseh.

Sedangkan juara harapan satu dan dua diraih Refky Apriliansyah dari SDN 5 Meureudu dan M Husaini Al Farizi dari SDN I Lueng Putu. Sementara untuk kelompok SMP juara pertama Taufiq Ramadhan dari SMP Unggul YPPU Sigli, Juara dua M Chairul Mugti dari SMPN Unggul Sigli dan juara tiga, Sidratul Nur dari SMPS Unggul YPPU Sigli.


Sedangkan juara harapan satu dan dua diraih M Alif Nazar dari SMPS Unggul YPPU Sigli, dan Muzakki dari SMPN Unggul Sigli. Sedangkan untuk kelompok MTsS Jeumala Amal, juara pertama M Fakhrurrazi, juara dua dan tiga dimenangkan Namira Rizka dan Syarief Al Halim. Disebutkan untuk para pemenang itu dibebaskan tes tulis ujian masuk Dayah Jeumala Amal.

Sosialosasi Bahaya Narkoba Oleh TNI-AL

MEUREUDU - Pos TNI-AL Meureudu, Pidie Jaya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sabtu (4/4) melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba untuk para nelayan di Gampong Meunasah Jurong Teupin Peukat, Kecamatan Meureudu.

Komandan Pos (Danpos) TNI-AL Meureudu, Serma Joko Saputro kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (4 / 4) mengatakan, sosialisasi bahaya narkoba bagi ratusan nelayan itu sebagai upaya untuk menangkal peredaran narkoba melalui jalur perairan. "Materi sosialisasi difokuskan pada hukum dan dampak narkoba bagi pengguna, jelasnya. Ia mengatakan, peredaran narkoba saat ini, marak dilakukan melalui jalur laut yang lebih mudah dipasok ketengah masyarakat.


Karenanya dengan momen ini, pihaknya tetap menanamkan rasa kepedulian dan empati dari masyarakat nelayan dalam menangkal peredaran narkoba terutama jenis sabu-sabu yang sangat meresahkan warga. Dalam kesempatan tersebut ditekankan kepada seluruh nelayan untuk membentengi diri dengan iman dan taqwa. "Yang jelas, semua masyarakat perlu melindungi keluarga serta mengawasi pergaulan anak sehari-hari, "ujarnya.

Thursday

DSI Gelar Lomba Dalail Khairat Se Pijay

MEUREUDU - Pihak Dinas Syariat Islam Pidie Jaya (DSI Pijay) melaksanakan lomba dalail khairat yang diikuti delapan grup dari delapan kecamatan se-Pijay di Masjid Al-Munawwarah, Simpang Peuet Babah Jurong, Kecamatan Meurahdua, Pijay, Rabu (l1/3). Kepala DSI Pijay, Drs Tgk H Anwar A Gani kepada Aceh-gayo.blogspot.com seusai membuka lomba tersebut kemarin, mengatakan setiap grup dalam lomba ini terdiri 10 orang.

Lama tampil setiap grup 30 menit. "Sedangkan yang dinilai meliputi, tajwid, fashahah, lagu serta suara. Dewan hakim pada musabaqah dalail khairat yang digelar rutin setiap tahun semuanya dari DSI Pijay," kata Tgk Anwar.

Kadis DSI Pijay ini mengatakan dalail khairat ini perlu dimusabaqahkan setiap untuk menumbuh kembangkan syiar Islam yang belakangan tampak semakin berkurang. Diharapkan, yang tampil tahun ketahun hendaknya bukan hanya group-group itu saja, tapi terus berkembang. Dengan demikian lambat laun setiap kecamatan terdapat banyak muncul grup dalail khairat.

Utusan kecamatan yang mengikuti lomba Dalail Qatat adalah Garnpong Manyang Cut (Meureudu), Gampong Meunasah Bie (Meurahdua), Meunasah Krueng (Ulim), Meunasah Teungoh (Panteraja), Gampong Mbeue (Trienggadeng), Gampong Ara (Bandarbaru), Gampong Meunasah Mee (Jangkabuya) serta Groupu Dalail Qairat Gampong Blangkuta perwakilan dari Kecamatan Bandardua.


Kepada peraih juara pertama, panitia menyediakan hadiah Rp 3 juta, juara dua Rp 2 juta, dan juara tiga Rp 1 juta. Selain itu, semua peserta juga diberikan uang saku dan uang transportasi, termasuk pendamping dan panitia berjumlah 100 orang masing-masing sebesar Rp 150.000. Andri H Anwar Abadi, salah seorang panitia juga mengatakan, bahwa pada lomba tingkat provinsi di Banda Aceh tahun lalu, Pijay meraih juara ketiga dan diharapkan prestasi ini dapat ditingkatkan.

LKPD Aset 2014 Pijay Ke BPK RI

MEUREUDU – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (Pemkab Pijay) menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) aset 2014 ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh di Aula BPK RI Aceh, Banda Aceh, Selasa (10/3) sore.

Jumlah LKPD aset yang diserahkan itu Rp 1.286.187.656.591 .58. Wakil Bupati (Wabup) Pijay, Said Mulyadi SE Msi kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Rabu (11/3) mengatakan sesuai Pasal 56 Ayat (3) UU Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, pemerintah daerah berkewajiban menyerahkan laporaan keuangan yang terdiri neraca dan laporan arus kas.

"Selanjutnya laporan realisasi anggarandan catatan atas laporan keuangan kepada BPK sebelum disampaikan kepada DPRK." kata Said Mulyadi. Wabup menyebutkan dalam penyerahan berkas dokumen LKPD aset 2014 itu, Pemkab turut melengkapi tujuh berkas dokumen kelengkapan, yaitu neraca per 31 Desember 2014, laporan realisasi anggaran untuk tahun akhir hingga 31 Desember 2014, laporan arus kas untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014, catatan, atas laporan keuangan hingga 31 Desember 2014, hasil review Inspektorat kabupaten, surat pernyataan tanggung jawab bupati, dan surat pernyataan bahwa laporan keuangan pemerintah tahun anggaran 2014 yang telah direview.

Menurutnya, dari hasil ringkasan LKPD Pijay, maka saldo aset hingga 31 Desember 2014 dari sumber anggaran APBK, Dana Alokasi Khusus (DAK), Hibah dari Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR), serta Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Rp 1.286.187.656.591.58. Rinciannya aset lancar Rp 42.866.234.651.63, investasi jangka panjang Rp 7 miliar, aset tetap Rp 1.235.728.121 .939.95, dan aset lainnya Rp 593.300.000.000. ''Saya berharap dengan selesainya penyerahan LKPD ini, Pijay dapat kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2015," kata Wabup.


Menurut Wabup, selain dirinya turut hadir pejabat Pijay saat menyerahkan LKPD aset itu adalah Wakil Ketua DPRK, Fakhruzaman Hasballah, Kepala Dinas Pengelolaaan Keuangan Kekayaan dan Aset Daerah (DPKKAD), Drs M Diwarsyah, serta Kepala Inspekorat, Fauzi SH. Sedangkan yang menerima LKPD aset itu Kepala BPK RI Perwakilan Aceh, Maman Abdurrahman.

Tuesday

Anggota Pija-Dec Di Tahan Polisi

MEUREUDU – Dua anggota pengurus lembaga Swadaya Masyarakat Pidie Development Comminitte (Pi-Dec), Basyariah (42) dan Ida Suryani (32) asat Gampong Blang Glong, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, Minggu (8/3) diamankan di Polsek Bandarbaru, karena nyaris diamuk massa dari warga.

Pengamanan kedua warga Gampong Blang Glong yang juga disebut-sebut sebagai anggota LSM Pija-Dec itu, menyusul adanya aksi massal yang mendatangi kediaman keduanya yang sekampung untuk mempertanyakan terhadap status lembaga itu. Guna menghindari amukan massa terhadap kedua warga tersebut, aparat dari Polsek Bandarbaru dengan cepat melakukan pengamanan terhadap kedua mereka langsung dijemput dan diamankan ke Polsek.

"Menghindari hal-hal yang tak diinginkan. kedua warga Blang Glong sejak semalam langsung dibawa ke Polsek, " sebut Kapolres Pidie. AKBP Muhajir melalui Kapolsek Bandarbaru, Iptu Iskandar Leo kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Senin (9/3).

Disebutkan Iskandar Leo, guna menetralisir suasna Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pijay bersama Muspika Bandarbaru langsung menggelar rapat dan mempertemukan di hadapan masyarakat umum di Kantor Camat Bandarbaru. Di hadapan publik Kecamatan Bandarbaru, Ida Royani yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sosial (Kabidsos) dan Basyariah selaku Subbag Sosial, menyatakan mengundurkan diri dari lembaga Pi-Dec Cabang Pidie Jaya sekaligus berikrar sumpah keluar dari lembaga yang mempunyai misi terselubung itu.

Dari pengakuan, kedua warga Blang Glong itu, mereka baru sebatas mendaftar sebagai anggota Pija-Dec dan belum sama sekali menjalankan aktivitas dalam organisasi Pija-Dec yang pusatnya berada di Paraguay, Amerika Latin itu. "Hasil dengan pertemuan tersebut, kedua pengurus tersebut telah dikembalikan dan diterima sebagai masyarakat biasa dan tidak ada persoalan lagi, "ujarnya.

Telah terdaftar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pidie Jaya, Jamian A Thaleb MPd, kepada Aceh-gayo.blogspot.com Senin (9/3) mengatakan, sejak 6 Januari 2015 lalu, lembaga Pija-Dec telah terdaftar di Kesbangpol dengan melengkapai 22 persyaratan.


Dijelaskan, dalam kepengurusan LSM Pija-Dec itu tertera No. 01/PI /PiJA-DEC /IV /2014 terdiri dari empat dewan pembina serta 14 pengurus daerah. Disebutkan Jamiari, para pengurus lembaga tersebut mulai goyang. "Umumnya mereka itu telah tertipu dengan lembaga tersebut dengan iming-iming gaji besar lewat 10 program kerja pada sektor perekonomian,” Jelasnya. Disinggung terhadap pembubaran organisasi Pija-Dec, Jamian mengatakan. pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah.

Sunday

Baitul Mal Beri Bantuan Korban Kebakaran Panteraja

MEUREUDU - Baitul Mal Pidie Jaya, Jumat (27/2) menyalurkan bantuan untuk korban kedai terbakar di Kecamatan Panteraja. Bantuan berupa uang Rp 9 juta itu disalurkan oleh Bupati H Aiy'ub Abbas dan diterima oleh para korban di Iokasi musibah tersebut.

Dalam kesempatan itu Bupati Pijay menyebutkan, kerugian akibat musibah kebakaran yang terjadi Rabu (27 /2) malam itu merrcapai Rp 2 miliar. Katanya, mengutip laporan camat bahwa pasca musibah itu terjadi seorang warga setempat meninggal dunia yang diduga karena jantungan dan dua orang luka-luka.

Pascamusibah itu pula, para korban ditampung di rumah sanak familinya. Ke sembilan bangunan tersebut, enam pintu sebagai tempat berjualan, dua unit lainnya adalah tempat tinggal. Ke enam kedai dimaksud masing-masing kepunyaan, Armia Amin, Musliadi Adam, Munir Cut Iskandar A rahman, Wahyuni Hasbi, Fauzan dan milik M Jamal Isa.


Sedangkan dua rumah yang juga ludes dilalap api yaitu milik, Nurhayati Pakeh dan Hanifah Hasan. Khusus sembilan korban, kerugian masing-rnasing berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 300 juta. Panyaluran bantuan untuk korban kebakaran dari Baitul Mal itu juga disaksikan para Asisten, Kadis PU, Kepala Baitul Mal, camat plus anggota muspika, pemuka agama serta sejumlah tokoh msyarakat setempat.

Saturday

Gampong Blang Iboih Sangat Butuh Bides ST

MEUREUDU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie Jaya (Pijay), mengusulkan penempatan kembali seorang Bidan Desa Sangat Tertinggal (Bides-ST) di Puskesdes Gampong Blang lboih, Kecamatan Bandarbaru, ke pihak Kementerian Kesehatan RI. Pengusulan tenaga bidan tersebut setelah enam bulan kosonng.

Kepala Dinas Kesehatan Pijay, Said Abdullah SH kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (27/2) mengatakan, akibat kekosongan tenaga pelanyanan kesehatan di Puskesdes Blang Iboih, Bandarbaru, maka dinas telah menyurati Kemenkes untuk dapat merekomendasi penempatan tenaga kesahatran Bides ST kembali agar pelanyanan kesehatan bagi masyarakat di desa pedalaman itu bisa ditingkatkan.

"Sebelumnya pihak Dinas telah menempatkan tenaga kesehatan Bides ST Novita Sari, namun dikarenakan ada sesuatu dan lain hal sehingga tenaga bidan di gampong dipindah tugas," sebutnya. Dikarenakan keluhan dan masukan baik dari pihak masyarakat dan anggota dewan di daerah pemilihan itu, maka diambil langkah dengan memindahkan bidan tersebut.


Disingung jumlah penempatan Bides ST di Pijay, Said Abdullah menjelaskan, sampai saat ini telah mencapai 33 Bides tersebar ditujuh kecamatan. Dirincikannya, di Kecamatan Bandarbaru 10 bides, Ulim 7 bides, Bandar Dua 6 bides, Trienggadeng 5 bides, Meureudu 2 bides, Meurah Dua 2 bides, dan Kecamatan Panteraja 1 bides. "Kinerja mereka dievaluasi, jika memuaskan maka dapat diperpanjang pada kontrak berikutnya,"demikian Said Abdullah.

Friday

Pemkab Pijay Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

MEUREUDU - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Kamis (26/2) rnenyalurkan bantuan masa panik untuk para korban kebakaran kedai dan rumah di Panteraja. Musibah itu terjadi pada Rabu (25/2) malam sekitar pukul 19.30 WIB yang menghanguskan sebanyak delapan kedai plus dua pintu rumah.

Bantuan masa panik itu diberahkan oleh Sekdakab Pijay, Ir H Iskandar Ali Msi didampingi para asisten, Kadig Sosial, Rafiati SE, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ir Puteh Manaf serta camat plus anggota muspika setempat. Bantuan yang diberikan itu antara lain, beras, kain sarung, pakaian, perlengkapan memasak serta perlengkapan bayi. "Inilah kemampuan kami buat sementara," kata Iskandar sembari meminta kepada para korban supaya bersabar dengan musibah yang dialaminya itu.

Bantuan sama juga diserahkan BPBD yaitu, delapan paket lengkap peralatan dapur dan delapan buah kompor briket. Sementara mantan Bupati Pijay, Drs HM Gade Salam yang ikut menjenguk korban kemarin bantuan, tiga sak beras, empat kardus mie instan serta lima lemping telur ayam. Musibah yang terjadi usai shalat magrib itu membuat suasana di Keude Panteraja panik. Bahkan seorang pemilik kedai histeris dan pingsan.

Disebut-sebut, sumber api dari sebuah kedai yang menjual gas elpiji serta minyak. Peristiwa itu terjadi beberapa saat setelah listrik padam. Seorang saksi mata, Jol penarik RBT menyebutkan, saat itu BBM di kedai tersebut.


Karena gelap. lalu ia menghidupkan korek api (mancis) untuk penerangan. Tapi tiba-tiba saja, api itu menyambar besnin yang ada di lokasi itu dan mengakibatkan tubuhnya juga ikut disambar api dan malam itu juga dilarikan ke RSUD Meureudu.

SKPK Harus Lengkapi Data Aset Pinta DPKAD Pijay

MEUREUDU - Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pidie Jaya, meminta para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk melengkapi data aset milik daerah dari tahun 2004-2012.

Kepala DPKAD Pidie Jaya, Drs M Diwarsyah didampingi Kabid Aset M Nur kepada Aceh-gayo.blogspot.com Kamis (12/2) rnengatakan, pendataan aset daerah selama empat tahun terakhir di Pidie Jaya itu karena selama ini aset-aset itu tidak terdata denggan baik sehingga menjadi temuan pihak BPK RI untuk dapat segera dilengkapi.

Sebab, katanya barang itu ada tapi tak tercantum dalam buku sehingga dengan sendirinya BKP memerintahkan untuk didata kembali. Dikatakan, sampai saat ini baru 28,10 persen atau setidaknya ada 11 SKPK yang telah melengkapi data aset mulai 2008 sampai 2012 lalu yaitu baru 11 SKPK yaitu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Inspektorat, Kecamatan Ulim, Meureudu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PKP2TSP), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten (BPKPK).

Sedangkan 16 SKPK yang belum melengkapi data aset yaitu, Diperindagkop, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Dinas Syariat Islam, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Perhubungan, Setwan DPRK, Disdukcapil, UPTD RSU Meureudu, Dinas Pekerjaan Umum, Setdakab, Kesbangpol, Kantor Lingkungan Hidup, dan Badan Pemberdayaan Keluarga Berencana.


Dijelaskan, semua SKPK yang belum melengkapi data aset, pihaknya segera menyurati dan memanggil guna melengkapi secara lengkap dan detail. Yang menjadi fokus pendataan aset tersebut mencakupi kendaraan, peralatan, gedung, buku, jalan, dan aset lainnya. Hal ini lanjutnya guna meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualiaan (WtP). "Kami optimis pertengahan Maret dapat dituntaskan semua. "kata Diwarsyah.