Monday

Warga Lhok Paoh Aceh Selatan Diterkam Ombak

TAPAKTUAN - Sabidah (72), warga Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, Minggu (26/4) dilaporkan tertarik oleh ombak yang menerjang pantai, saat ia hendak membuang sampah ke laut. Korban yang diperkirakan menghilang pukul 11.00 WIB, ditemukan terapung dilaut dalam kondisi tak bernyawa, sekitar 500 meter dari pantai.

"Ratusan warga terlibat membantu personel SAR melakukan pencarian, dan korban berhasil ditemukan oleh warga, 500 meter dari lokasi kejadian," ungkap May Fendri, Ketua Satgas SAR Aceh Selatan. Informasi lainnya yang diperoleh Aceh-gayo.blogspot.com, kejadian nahas itu terjadi saat korban membuang sampah dan kemudian hendak mengambil air laut untuk bahan merebus kacang asin yang menjadi usaha keluarganya.



Dalam Catatan Aceh-gayo.blogspot.com dalam bulan April 2015 ini, setidaknya sudah 3 warga yang dilaporkan tenggelam, satu orang di kawasan Sungai Kluet di Kecamatan Kluet Selatan, satu orang di Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, dan terbanr korban tenggelam di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang.

IOF Aceh Barat Mengukuhkan Kepengurusannya

MEULABOH - Ketua Umum Pengurus Daerah (Pengda) Indonesia Off-Road Federation (IOF) Aceh, Fouzi Muhammad mengukuhkan Pengurus Cabang (Pengcab) Aceh Barat masa bakti 2014-2018 yang diketuai HT AIi Devi.

Pelantikan berlangsung di Aula Setdakab Aceh Barat di Meulaboh, Sabtu (25/4) malam. Struktur pengurus inti Pengcab IOF Aceh Barat yang dilantik itu masing-masing HT Ali Devi sebagai ketua umum. Junaidi Rasyid sebagai sekretaris umum, dan Zailifthur bendahara umum.

Bagi Ali Devi sendiri, ini merupakan periode kedua dia memimpin Pengcab IOF Aceh Barat. Prosesi pengukuhan Pengcab IOF Aceh Barat dihadiri lengkap oleh Unsur Muspida yaitu Bupati HT Alaidinsyah, Dandim 0105 Letkol Inf Jaka Sutanta, Kapolres diwakili Wakapolres Kompol Nur Khamid, danWakil Ketua DPRK Aceh Barat H Kamaruddin. Juga hadir sejumlah pejabat SKPK dan yang mewakili Danrem 012/TU beserta pengurus lintas organisasi, mahasiswa, dan dari komunitas otomotif.

Ketua Umum Pengda IOF Aceh, Fouzi Muhammad dalam pidatonya berharap dengan terbentuknya susunan kepengurusan baru IOF Aceh Barat semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan semakin mempermudah melaksanakan berbagai aktivitas di lapangan, terutama pada saat menghadapi kondisi darurat bencana.


"Perkuat terus kerja sama dan koordinasi lintas organisasi demi mempermudah action di lapangan di saat masyarakat membutuhkan bantuan kita," kata Foruzi sambil menyebut salah satu contoh kerja sama yang sudah terbangun dengan organisasi RAPI dalam hal bantuan komunikasi pada saat darurat bencana.

Apresiasi bupati Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada IOF yang selama ini menurutnya telah banyak membantu pemerintah daerah dan masyarakat terutama saat terjadi bencana. "Mudah-mudahan semua potensi dan kemampuan yang dimiliki IOF bisa terus disinergikan dengan kepentingan pemerintah dan masyarakat," tandas Haji Tito, panggilan akrab Bupati Aceh Barat.


Ketua Pengcab IOF Aceh Barat, Ali Devi dalam sambutannya berharap kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan semua pihak terus berlanjut sehingga IOF bisa terus melaksanakan kiprahnya demi kepentingan daerah dan masyarakat.

Sunday

Warga Aceh : Mari Gunakan Uang Non Tunai

BANDA ACEH – Bank Indonesia Perwakilan Aceh bekerja sama dengan Kompasiana melaksanakan Jelajah Non Tunai di Kantor BI Aceh, Sabtu (25/4). Kegiatan ini bertujuan mengedukasi serta mendorong masyarakat untuk terbiasa dengan transaksi non tunai.

Acara tersebut dihadiri para blogger dan mahasiswa Gen BI (Generasi Bank Indonesia). "Kenapa para blogger yang menjadi sasaran kegiatan Jelajah Non Tunai ini? Karena masyarakat Indonesia telah mengenal sosial media dan menjadikannya sebagai Lifestyle dalam berinteraksi dan berdiskusi. Sehingga kami rasa dengan mengajak blogger, sosialisasi non tunai akan lebih optimal," kata Chief  Operation Officer (CEO) Kompasiana, Pepih Nugraha, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Sabtu (25/4).

Pepih menyebutkan, kegiatan Jelajah Non Tunai akan dikemas dalam bentuk Kompasiana Nangkring. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan di lima kota, Aceh, Ambon, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar. "Di Nangkring ini sendiri kami akan memberikan informasi kepada para blogger melalui diskusi interaktif mengenai transaksi non tunai dengan menghadirkan pembicara dari Bank Indonesia sendiri," tandas Pepih.


Diakhir acara tadi, penerbit buku Bandar Publish yang menyerahkan BRIku terutama buku tentang Aceh ke Pustaka Kompasiana. Penyerahan buku itu diterima langsung oleh CEO Kompasiana, Pepih Nugraha. Pepih menyatakan terimakasih atas hibah buku untuk kompasiana. "Ini yang pertama.kami terima sehingga kami berniat untuk menjadikan hibah buku ini nantinya sebagai cikal bakal pendirian Pustaka Kompasiana," demikian Pepih.

BI : Transaksi Aceh Sangat Pesat

SEMENTARA itu, Kepala Perwakilan Bank lndonesia Aceh, Zulfan Nukman, mengatakan, penunjukan Aceh untuk kegiatan Gerakan Nasional Non Tunai dirasa sangat tepat. Sejak pencanangan GNNT, perkembangan transaksi non tunai di Aceh cukup pesat, terutama yang menggunakan kartu debit, kredit dan uang elektronik seperti Brizzi, Flash, atau Emoney.


"Dengan edukasi yang diberikan hari ini, kita harapkan muncul komunitas-komunitas bisnis di Aceh yang menggunakan media non tunai dalam transaksi. Seperti sekarang yang sudah terwujud di kantin BI, seluruh pegawai dan CS wajib menggunakan transaksi non tunai. Kemudian di Lamteuba juga sudah ada agen untuk transaksi non tunai itu sendiri," kata Zulfan.

Kasus Mar up Alkes : GeMPAR Desak Polres Usut Hingga Ke Akarnya

LANGSA - Gerakan Masyarakat Partisipaif  (GeMPAR) Aceh, mendesak pihak kepolisian di Aceh Timur agar segera menuntaskan penyelidikan kasus dugaan markup harga pada pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes), laptop, komputer, dan kamera poket digital di 26 Puskesmas di Aceh Timur.

Desakan itu disuarakan Ketua GeMPAR, Auzir Fahlevi SH dalam pernyalaan tertulis yang diterima Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (25 / 4). "Pengungkapan kasus pengadaan alat-alat penunjang operasional Puskesmas yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Aceh Timur semestinya sudah masuk dalam tahapan penetapan tersangka, jika sudah dilakukan proses penyidikan. " ketus Auzir.

Menurut Auzir, dalam kasus itu, ditengarai adanya indikasi penggelembungan harga dan dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan sebagaimana dimaksud dalam UU tindak pidana korupsi. "Kami mendorong agar Kapolres Aceh Timur memberikan atensi khusus supaya kasus itu terungkap dengan jelas dan siapa yang sepatutnya bertanggung jawab," katanya.

Dikatakan, info yang diperoleh, pemeriksaan saksi terhadap Kepala Puskesmas sudah berulang kali diperiksa di Polres Aceh Timur, tapi hingga kini belum ada mengarah kepada siapa yang bakal ditetapkan sebagai tersangka. Terlebih, pihak Polda Aceh juga menaruh atensi terhadap kasus ini karena proses penetapan tersangkanya dilakukan melalui gelar perkara di Mapolda Aceh.


Namun disisi lain, untuk menghitung adanya keiugian negara secara lebih spesifik maka perlu dilakukan proses audit melalui lembaga BPKP sehingga proses kasus ini berjalan lebih sempurna saat akan dilimpahkan kekejaksaan setelah P2i (Berkasnya lengkap). "Kami mengapresiasi Kapolres Aceh Timur dan jajarannya untuk melakukan upaya pemberantasan korupsi secara profesional dan transparan sehingga kasus-kasus penyimpangan anggaran di aceh timur yang selama ini jauh dari sentuhan aparat penegak hukum dapat tertangani."


Demikian Auza Fahlevi SH. Masih tahap penyelidikan Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu saat ditanyai perkembangan kasus markup Alkes kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (25/4) menyebutkan, setelah gelar perkara di Polda Aceh pada Senin 13 April lalu, berdasarkan arahan dari Polda Aceh ada beberapa dokumen alat bukti yang harus dilengkapi. Karena itu, saat ini kasus Alkes tersebut masih dalam tahap penyelidikan setelah kita lengkapi beberapa dokumen alat bukti tersebut kasus akan segera ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Bantuan Semen Untuk Pembangunan Masjid

LANGSA - Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, Sabtu (25/4) memberikan bantuaan sebanyak 50 zak semen untuk Meunasah Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat, saat safari shalat Subuh di meunasah itu.

Bantuan semen untuk pembangunan Meunasah Gampong Simpang Lhee dimaksud, diterima langsung oleh Keuchik Syaiful Anwar, disakikan Muspida dan pimpinan SKPK jajaran Pemko Langsa, dan masyarakat gampong setempat.

Pada kesempatan itu Wali Kota Langsa mengajak masyarakat termasuk ppra PNS, untuk terus memakmurkan masjid serta meunasah. Diharapkan jangan ke meunasah atau masjid ketika ada jadwal safari subuh saja. "Mari kita bersama-sama memakmurkan masjid, ketika datang waktu shalat lima waktu setiap harinya," katanya.


Kepada keuchik, tuha peut, imam maupun perangkat gampong lainnya seluruh gampong di wilayah Kota Langsa, Usman Abdullah, meminta agar menjadi teladan dalam mengerjakan shalat berjamaah. Ia yakin, bila semua masyarakat sudah mendirikan shalat lima waktu, segala kemungkaran tidak akan terjadi lagi.


Menurut Usman Abdullah, selain tempat shalat masjid juga bisa dijadikan sebagai pusat pembelajaraan agama masyarakat. Masjid harus hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan, karena sangat disayangkan ketika masjid dibangun dengan megah tapi tidak difungsikan.

Jaringan Listrik Masuk ke KTM

IDI - PT PLN merencanakan pada awal Mei 2015 akan memasang jaringan listrik ke lokasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Dusun Sumedang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Menurut keterangan Manejer PT PLN Rayon Peureulak, Herry Junaidi SSi didampingi Superyisor Tehnik, Habibi Pratama kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (25/4) mengatakan, pimpinan PT PLN Wilayah Aceh telah menyetujui permohonan pemasangan jaringan listrik ke lokasi Kota Terpadu Mandiri itu yang diajukan oleh keuchik Jamian pada Oktober 2014 lalu. Katanya, awal Mei akan dimulai pemasangan tiang listrik ke lokasi KTM tersebut, dan saat ini materan sudah didrop ke lokasi.


Oleh karena itu, PLN Rayon Peureulak mengharapkan calon pelanggan di lokasi KTM untuk memenuhi persyaratan untuk penyambungan aliran listrik ke rumah mereka. Seperti diberitakan Aceh-gayo.blogspot.com sebelumnya, sebanyak 198 Kepala Keluarga (KK) warga dilokasi KTM di Dusun Sumedang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, miminta pihak PLN membangun jarjngan listrik di pemukiman penduduk tersebut.


Keuchik Desa Seumanah Jaya, Jamian mengatakan, sebanyak 198 KK atau lebih kurang sebanyak 400 jiwa penduduk di lokasi KTM sangat mengharapkan agar PLN segera membangun jaringan lisbik ke lokasi itu. Untuk rencana tersebut, kata Jamian, dirinya juga telah mengajukan proposal ke PLN.

Pabrik Sabu Seuruway di Gerebek BNN Pusat

KUALASIMPANG - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Jumat (24 / 4) menggerebek pabrik sabu-sabu di Desa Lubuk Damar, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang. Dalam penggerebekan itu personel BNN berhasil menangkap empat tersangka, bersama barang bukti,berupa 1 kg sabu-sabu serta peralatan untuk meracik barang terlarang tersebut.

Keempat orang tersangka itu yakni, Khairul Anwar alias Zaka warga Kota Medan asal Kota Lhokseumawe, pemilik pabrik sabu-sabu tersebut. Selanjutnya Sugiono (45) dan istrinya Rammena (38) dan Supri (25) yang ketiganya warga Desa Lubuk Damar, serta Zulfadli alias Gusdur, warga Pante Balai, Kecamatan Seruway. Kapolres Aceh Tamiang AKBP Dicky Sondani SIK MH melalui Kapolsek Seruway Iptu Yunan kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (25/4) mengakui adanya penangkapan terhadap lima buronan BNN terkait kasus sabu-sabu di Kecamatan Seruway.

Katanya, dalam penggerebekan tempat pembuatan sabu-sabu itu Iptu Yunan juga mengaku ikut serta bersama sejumlah anggotanya. Disebutkan, penggerebekan itu berlangsung dalam waktu singkat.

Dalam penggeledahan itu, aparat BNN menemukan alat pembuat sabu-sabu di lantai dua rumah milik Sugiono beserta sabu-sabu hasil produksi seberat 1 kg serta berhasil menangkap lima tersangka yang ada di dalam rumah tersebut.


Disebutkan, terbongkarnya keberadaan pabrik sabu-sibu di Desa Lubuk Damar, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang itu adalah hasil pengembangan kasus-kasus yang dilakukan BNN di Kota Medan. Disebutkan, Khairul Anwar alias Zakir adalah otak dari pembuatan sabu-sabu di rumah Sugiono itu.


Namun, Yunan belum mengetahui persis keterlibatan Rammena yang merupakan istri Sugiono beserta dua pemuda Supri dan-Zulfadli karena kedua mereka supir dan mantan supir Sugiono sendiri. Dilaporkan para tersangka dan barang bukti yang disita di rumah Sugiono itu, Jumat (24/ 4) sore langsung diterbang ke Jakarta via Bandara Kualanamu, Medan.

Pembalakan Liar Penyebab Banjir

MEULABOH – Banjir besar yang melanda Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat pada pekan lalu sehingga menyebabkan jalan dan jembatan gantung putus total diduga karena masih maraknya pembalakan (penebangan) liar yang perlu segera diselidiki.

"Indikasi ini jelas terlihat dari material banjir yang dibawan air," kata Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah, Sabtu (25/4). Menurut bupati, terhadap banjir besar yang melanda Palte Ceureumen kali ini cukup besar sehingga perlu diselidiki lebih mendalam lagi dan perlu diambil sebuah tindakan tegas, sehingga kasus banjir besar ke depan tidak lagi terulang. Apalagi telah merusak fasilitas penduduk seperti jalan dan jembatan putus karena air yang mengalir saat banjir sangat deras.


Aliran sungai di Kecamatan Pante Ceureumen yakni Krueng Meureubo juga berasal dari sungai di Beutong, Nagan Raya. Air dari Beutong itu mengaliri ke Pante Ceureumen dan berlanjut ke Kaway XVI, Johan Pahlawan, sebelum bermuara di Meulaboh.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Saiful AB menyatakan, banjir menyapu jalan karena pembagian air pada bedungan irigasi yang menyebar, sehingga perlu solusi yang harus di antisipasi segera.

Abaikan HET Gas 3 Kg, Pangkalan Terancam Sanksi

MEULABOH - Pangkalan Elpiji 3 Kg sebagai distributor resmi gas bersubsidi di Aceh Barat dituding menjual elpiji tersebut di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. HET untuk Aceh Barat Rp 16.000 ribu/tabung, namun pihak pangkalan menjualnya Rp 18.000 - Rp 20.000/tabung.

"Pemerintah harus menertibkan harga jual yang dinaikkan sepihak oleh pangkalan," kata Yuhlam, warga Meulaboh, Sabtu (25/4). Menurutnya, pemilik pangkalan mengaku terpaksa menjual di atas HET karena minimnya persediaan. Kondisi langkanya elpiji 3 Kg ini sernakin menyulitkan masyarakat yang harus membelinya dengan harga mahal.



Warga Meulaboh lainnya, Ardian, mengaku heran, elpiji 3 Kg sering habis di pangkalan, sementara di kios-kios cukup tersedia, namun dengan harga jual melambung hingga Rp 25.000/tabung. "Hal ini menunjukkan ada pihak yang sengaja mengambil keuntungan dari kelangkaan elpiji di daerah ini. Apalagi, saat ini banyak ditemukan usaha restoran/rumah makan yang juga menggunakan elpiji 3 Kg." Katanya.

Pencuri Sepmor Mio Sporty Dibekuk Polresta

BANDA ACEH – Tim Opsnal Unit Ranmor Polresta Banda Aceh menangkap OB (19), warga Lamteumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh di Kompleks Perumahan PT Meusara Agung, Keutapang, Selasa (21/4) lalu.

OB diduga kuat sebagai pelaku pencurian sepeda motor (sepmor) Yamaha Mio Sporty warna putih yang dicuri di kawasan Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala pada 11 April 2015. Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli SSTMK SH melalui Kasat Reskrim Kompol Supriadi SH MH kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Sabtu (25/4) menyebutkan, OB juga melakukan pemerasan terhadap Faisal (28). warga Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, dengan melibatkan oknum aparat berinisial S.

Menurut Kasat Reskrim, S meminta uang sebesar Rp 3 juta pada Faisal, dan S mengancam akan melaporkan Faisal ke polisi karena telah membeli sepmor curian dari OB. Oknum TNI itu diamankan tim Polresta di Simpang Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, dan langsung diserahkan ke POMDAM Iskandar Muda.

Selain itu, sebut Kompol Supriadi, berdasarkan pengakuan OB polisi kemudian berhasil menangkap temannya berinisial RR (19), warga Kompleks Villa Buana Ajun Jeumpet, Darul Imarah, Aceh Besar. RR diduga ikut dalam aksi pencurian Mio Sporty itu. RR ditangkap di belakang stadion Lhong Raya Banda Aceh, Jumat (24/ 4).


Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Supriadi menyatakan, OB telah terbukti melakukan pencurian sepeda motor dan melakukan tindak pemerasan terhadap Faisal, dengan melibatkan temannya RR, dan S yang merupakan oknum aparat.


Sementara Faisal, kata Supriadi, mengaku tidak tahu bahwa sepmor yang ia beli dari OB adalah sepmor hasil curian OB. OB menjual sepmor itu kepada Faisal seharga Rp 7.100.000. Faisal membayar panjar Rp 1.100.000, dan sisanya akan dibayar saat OB menyerahkan BPKB sepmor tersebut.Tapi, OB tak kunjung menyerahkan BPKB tersebut padanya.

Lomba Zikir di Gelar MAA Banda Aceh

BANDA ACEH - Majelis Adat Aceh (MAA) Banda Aceh, mengadakan lomba zikir Aceh bertempat di Masjid Agung, Gampong Seutui. Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Lomba itu diikuti sembilan tim perwakilan sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.

Lomba itu bertujuan meningkatkan syiar Islam dan menghidupkan kembali kearifan lokal. Kegiatan yang dibuka Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Bahrumsyah SSos MM itu merupakan rangkaian Acara memeriahkan HUT Ke-810 Kota Banda Aceh. Turut hadir pada pembukaan acara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Politik dan Hukum Ir T Iwan Kesuma.

Sekretaris MAA Banda Aceh, Rahmat Saiful Bahri SSos MM, mengatakan tim yang keluar sebagai juara akan mendapat uang pembinaan, piala tetap dan piala bergilir. Juara I Rp 6.100.000, juara II Rp 5.100.000, juara III Rp 4.100.000. Sementara tim yang tidak mendapat juara juga akan diberikan dana pembinaan masing. masing Rp l.000.000.


Keuchik Seutui, T Saiful SE Ak menyebutkan, tim yang tampil pada malam pembukaan yaitu Grup Zikir Bijeh Matautusan Kecamatan Luengbata, dan Grup Zikir Baitusyuhada dari Kecamatan Ulee Kareng.


Sedangkan pada Sabtu malam, tampil lima grup yaitu Grup Syuhada (Syiah Kuala), Grup Syamsul Fata (Meuraxa), Grup A1-Fur'qan (Kuta Alam), Grup Teungkulok Tuha (Kuta Raja), dan Grup Bustanul Qura (Kecamatan Baiturrahman). Sementara pada malam penutupan, tampil dua grup zikir lainnya, yakni Grup Baburrahman dari Kecamatan Jaya Baru dan Grup Cakra Donya dari Bandaraya. "Harapan kami, Ibu Wali Kota bisa hadir sekaligus menutup perlombaan zikir ini," ujarnya.