Showing posts with label Sigli. Show all posts
Showing posts with label Sigli. Show all posts

Monday

Pemohon Beasiswa Pidie Membludak

SIGLI - Pendaftaran beasiswa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie telah ditutup pada 15 Mei lalu. Jumlah pemohon dari berbagai tingkat pendidikan mencapai 1.295 orang. Adapun dana APBK Pidie 2015 yang tersedia untuk itu Rp 1 miliar. Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kabag Kesos) Setdakab Pidie, Drs Sayuti MM kepada Aceh-gayo.blogspot.com  Minggu (24/5) mengatakan, jumlah pemohon beasiswa yang masuk itu masih perlu diseleksi lagi.

Sehingga panitia akan mengetahui siapa-siapa saja dari mahasiswa yang mengajukan proposal itu telah pernah mendapatkan beasiswa sebelumnya. "Jika ketika diperiksa ada pemohon yang telah pernah mendapatkan beasiswa tahun lalu, maka akan dibatalkan," ujar Sayuti yang juga mantan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pidie itu. Dirincikan, jumlah 1.295 proposal itu adalah dari 52 sebanyak 90 orang, 51 Unigla 649, PerguruanTinggi Islam (PTI) Alhilal 291, luar kabupaten 238 orang, dan S1 campuran dari berbagai perguruan tinggi dalam kabupaten 27 orang.



Ditanya kapan disalurkan bea'siswa itu? Sayuti mengaku belum dapat memastikan. Sebab, setelah entri data dilakukan maka akan dilakukan verifikasi intemal dengan jurnlah pemohon seribuan itu, tentu memakan waktu lama. "Kamungkinan untuk verifikasi internal di Pemkab Pidie saja makan waktu sampai 15 hari atau lebih," tambahnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Pidie mengalokasikan dana untuk beasiswa tahun ini Rp 1 miliar bersumber dari APBK. Jumlah beasiswa tahun ini juga tidak berbeda dengan beasiswa tahun lalu. 

Wednesday

Pelaksanaan UASBN di Pantau Langsung Wabup

SIGLI - Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di Pidie Selasa kemarin diikuti 7.931 murid SD/MI. Ujian pada hari kedua itu kemarin dilaporkan berlangsung lancar dan semua peserta hadir. Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE didampingi Kepala Dinas Pendidikan Drs Laisani MSi, mewakili Kemenag Pidie Kasi Madrasah Hasanuddin Sag Selasa kemarin juga memantau pelaksanaan UASBN tersebut.

Empat sekolah dikunjungi rombongan Wabup Pidie itu adalah SD 2 Gigieng, SD Kampung Blang, Kecamatan Simpang Tiga, MIN Cempala Kuneng dan SDN 1 Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro. Pada kesempatan itu, Wabup juga dilaporkan pengawas ujian bahwa ujian itu tak ada kendala apapun. Wabup M Iriawan kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan, adanya kewenangan sekolah menentukan kelulusan cukup bagus.



Namun begitu, nilai keberhasilan dari proses dilakukan dengan baik. Menyangkut dengan kualitas pendidikan di tingkat SD menurut Wabup Pidie itu sudah ada kemajuan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pidie, Drs Laisani MSi menambahkan, untuk memiliki standar pendidikan mesti ada catatan penting bagi guru dan kepala sekolah. Salah satunya menambah jam belajar biasanya cuma pagi, tapi ditambah sore hari guna memaksimalkan mutu. "Kita harapkan kelulusan dari murid SD di Pidie bisa lulus 100 persen apalagi, sekolah diberi wewenang dalam menentukan kelulusan," kata Laisani.

Mahasiswa KKN di Kembang Tanjong

SIGLI - Sebanyak 1.129 mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Pidie, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Kembang Tanjong dan Mutiara Timur di 87 desa. Para mahasiswa itu Selasa (19/5) diserahkan oleh pihak rektorat dan diterima Sekdakab Pidie, Drs HT Anwar ZA MSi.

Dalam kesempatan itu HT Anwar mengatakan, KKN itu bertujuan agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus di desa-desa. Selain itu, mahasiswa juga harus bisa belajar cara hidup bermasyarakat di dalam desa. "Mahasiswa harus bisa menjaga adat istiadat masyarakat desa dan harus menjalin hubungan yang baik dengan aparat desa dan masyarakat desa pada umumnya," kata HT Anwar.



Sementara itu, Wakil Rektor II Unigha Sigli, Ir Ibrahim MSi kepada Aceh-gayo.blogspot.com seusai acara penglepasan mahasiswa KKN menyebutkan, total mahasiswa KKN 1. 129 orang dan akan ditempatkan sebanyak l0 sampai sebelas orang di setiap desa. Diharapkan, mahasiswa selama KKN dapal mentransferkan ilmu yang sudah diajari di bangku kuliah di tengah-tengah masyarakat. "Lakukan kegiatan sosial dan berbagai hal menyangkut dengan pembanguna desa lainnya," kata Ibrahim.

Sunday

Rp 12 Miliar BPBD Pidie Usulkan ke BNPB

SIGLI - Untuk menangani kerusakan infrastruktur akibat banjir di Kecamatan Tangse pada 9 April 2015 lalu, BPBD Pidie sudah rnengusul anggaran ke BNPB Rp 12 miliar. Sedangkan untuk jembatan yang rusak sudah ditangani secara darurat. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (16/5) menyebutkan, usulan perbaikan itu sudah diantar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

"Usulan kami antar langsung diterima oleh Gatot Satria Wijaya MSi di BNPB pada Rabu (6/5) lalu," kata Kepala Pelaksana BPBD Pidie, Apriadi. Menurutnya, terhadap permohonan tersebut, BNPB akan mengirim kembali tim verifikasi lapangan untuk melihat kerusakan akibat banjir tersebut, dengan tujuan mencocokkan kembali data yang diberikan BPBD Pidie. "Baru setelah BNPB turun memverifikasi, BPBD akan mempresentasikan di BNPB Jakarta. Setelah itu akan dibantu sesuai fakta dan data di lapangan." jelas Apriadi.


Usulan yang disampaikan sebesar Rp 12 miliar itu antara lain untuk penguatan tebing sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tangse, rehab jembatan gantung, irigasi serta normalisasi sungai. Selanjutnya, pembersihan lahan pertanian terkena lumpur baru akan dilakukan perbaikan jalan rusak dan perbaikan saluran irigasi rusak di daerah tersebut. "Meskipun dananya belum jelas itu poin tahap usulan kita," jelasnya.

Namun begitu, BPBD bersama dinas terkait sudah melakukan penangan darurat terhadap dua titik irigasi jebol di Blang Dhot dan Blang Bungong. Kemudian perbaikan jembatan gantung di Blang Bungong dan Blang Jeurat. HaI ini sebagaimana diminta Wakil Bupati Pidie kepada BPBD agar tidak sampai petani gagal panen dan masyarakat terisolir. Alhamdulillah dua hal ini sudah selesai kami tangani." tutur Apriadi.

Friday

Tinjau SD Terpencil di Gempang

SIGLI - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Hasanuddin Darjo MM, Kamis (7/5) meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) Geumpang II SP-V Kabupaten Pidie. Di sekolah yang hanya memiliki 35 murid itu, Kadisdik Aceh didampingi Kabid Program Muslem Yakob MPd, Kepala UPTD Tekkomdik Drs Zulkarnaini, Kadis Pendidikan Pidie, Drs Laisani MSi serta wakil ketua DPRD Pidie, Jamaluddin SP.

Hasanuddin Darjo menguji kecerdasan murid-murid SD di pedalaman itu dengan merninta agar dibacakan surat-surat pendek, serta beberapa mata pelajaran lainnya. Ternyata murid-murid di SD terpencil itu cerdas-cerdas dalam menjawab pertayaan Kadisdik Aceh tersebut. "Saya perintahkan para kepala sekolah sebelum belajar harus mengaji terlebih dahulu sejenak, "perintah Hasanuddin Darjo dalam kunjungan terserbut.


Selain itu, Hasanuddin juga berharap agar semua murid SD di Aceh bisa seperti anak-anak di pemukiman terpencil Geumpang. Apalagi, Gubernur Zaini Abdullah telah mengintruksikan agar para murid sebelum memulai pelajaran diharuskan membaca doa dan ayat-ayat pendek. Pada kesempatan itu, Kadisdik Aceh menyumbang 100 eks Juz Amma sesuai permintaan guru. Untuk mencapai sekolah yang terletak di Satuan Pemukiman (SP) V itu.

Hasanuddin Darjo dan rombongan terpaksa menempuh medan berat dengan rnenggunakan kendaraan roda empar double cabin. Nursiah, seorang guru bantu dari Unicef yang bertugas di sekolah tersebut kepada Aceh-gayo.blogspot.com mengatakan sekolah tersebut saat ini hanya ada 3 ruang kelas. "Siswa kelas l gabung dengan kelas II, kelas III gabung dengan kelas IV, dan kelas V gabung dengan siswa VI.

Wednesday

SLB Pidie Kekurangan Ruang Belajar

SIGLI - Sekolah untukAnak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Komplek Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Desa Trubeu, Kecamatan Mutiara, Pidie kekurangan ruang belajar. Idealnya ada 18 ruang tapi sekarang ada cuma tujuh ruang belajar.

Kepala SLBN (membawahi SD/SMP/SMALB) Trubue, Kecamatan Mutiara, Pidie, Drs Abdut Hadi kepada Aceh-gayo.blogspot.com selasa (5/ 5) menyebutkan selain kekurangan ruang belajar di lembaga pendidikan itu juga butuh bus sekolah. "Ketika anak cacat ini mendadak sakit, kalau ada saya di kantor bisa diangkut pakai mobil saya, jika tidak, bisa kelabakan guru di sini," ujar Abdul Hadi. Padahal, bus sekolah untuk SLBN cukup penting karena banyak anak-anak bersekolah dari Tangse, Padang Tiji dan Laweueng.


"Ada beberapa anak tinggal di asrama Bambi; tapi jaraknya jauh juga ke SLBN," terang Kepala SLBN ini. "Kami sudah sering kali mengusul, tapi belum ada tanggapan ini sangat sulit. Kalau ada anak sakit mendadak, pingsan, beda dengan kondisi anak didik yang lain," jelas Abdul Hadi Disebutkan kekurangan ruang belajar sudah terjadi akibat membludaknya pelamar di sekolah tersebut.

Walau baru dibuka baru belasan anak, tapi kini sudah mencapai 91 orang. Sementara tujuh ruangan belajar sekarang diisi untuk tingkat SD juga ruang jumlah 15 murid. Tingkat SMP juga tiga ruang berjumlah 50 pelajar dan tingkat SMA cuma satu ruang dengan jumlah 26 siswa. "Harusnya dipisah lagi antara (tuna rungu, bisu, tuli) dan tuna grahita serta tuna netra. Sehingga dibutuhkan 18 kelas," ungkap Abdul Hadi.

Maka itu, dia berharap supaya pemerintah membantu merealisasi pembangunan ruangan belajar serta-bus sekolah untuk anak cacat ini. "Minat anak sekolah cukup tinggi, cuma terkendala jarak," katanya.

Program tahun depan

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Drs Laisani MSi mengaku masih kekurangan ruang belajar di SLBN Pidie karena ini baru tahap pertama. Pembelajaran di gedung baru dimulai tahun ajaran 2014/2015.


Sebelumnya, anak-anak tersebut menggunakan gedung lama di Bambi. Untuk membantu mengatasi kekurangan ruangan itu direncanakan akan teratasi tahun depan. Selain itu pihaknya juga telah memprogramkan untuk membeli bus sekolah dan asrama untuk murid sekolah itu.

Monday

Pembagian RASKIN Hilang 1 Kg / Sak

SIGLI - Warga Gampong Blang Dhot, KecamatanTangse, Pidie mengeluh. Sebab, raskin yang mereka terima susut dalam setiap karung ukuran 15 kg mencapai 4 ons hingga 1 kg. Kaur Pembangunan Desa Blang Dhot, Zulkilli, kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (25/4) mengatakan, kekurangan beras jatah warga miskin itu diketahui saat ditimbang untuk dibagikan kepada warga.

Disebutkan, dalam satu sak ukuran 15 kg beras berkurang dari 4 ons hingga 1 kg. Awalnya susut beras diketahui satu sak. Kemudian saat kami timbang 30 sak, ternyata setiap sak terjadi susut secara berfariasi," ujar Zulkifli. Dikatakan, baru kali ini raskin yang dibagikan tak cukup kilogramnya. Raskin yang telah ditebus tersebut merupakan jatah dua bulan (Maret-April) yang jumlahnya 10 ribu ton lebih atau 702 sak. Direncanakan raskin itu diperuntukkan bagi warga di tiga Dusun Gampong Blang Dhot yaitu Dusun.


Alue Badeuk, Keude Blang Dhot dan Neubok Dalam. "Kami telah melaporkan ke pihak kecamatan terkait kekurangan beras raskin jatah dua bulan. Bulog Sigli telah menggantikan kekurangan beras tersebut melalui pihak kecamatan," katanya. Anggota DPRK Pidie, Samsul Bahri, kepada Aceh-gayo.blogspot.com rnengatakan, pihaknya kecewa terhadap kekurangan raskin yang didistribusikan Bulog Sigli.


Bulog seharusnya bekerja profesional dalam mendistribusikan raskin. Sebelum didistribusikan, seharusnya raskin itu ditimbang secara betul. "Kami berharap kekurangan beras raskin tidak terjadi lagi. Sebab, kekurangan tersebut bisa menimbulkan keretakan warga dengan aparatur gampong, " katanya.

Wednesday

Bus Rombongan Terjungkal

SIGLI - Bus sekolah BL 7019 PB mengangkut rombongan takziah, Minggu (12/4) terbalik di Jalan Tangse-Geumpang, tepatnya di Gampong Bangkeh, Kecamatan Gempang, Pidie. Bus tersebut terbalik saat pulang dari takziah di Geumpang saat sopir melintasi sebuah lubang besar di badan jalan itu.

Insiden tersebut menyebabkan dua penumpang bernama Syamsuddin (56) dan Nurhayati (52) mengalami luka robek. Keduanya tercatat sebagai PNS asal Gampong Jeumpa, Kecamatan Sakti. Syamsuddin menderita luka robek di bagian telinga sebelah kanan.

Sementara Nurhayati menderita luka robek di sebelah pipi kiri. Berdasarkan informasi dari saksi mata yang diperoleh Aceh-gayo.blogspot.com kemarin menyebutkan, bus tersebut mengangkut 30 penumpang adalah rombongan takziah dari Kemala menuju Gampong Pulo Ioih, Kecamatan Geumpang. Bus tersebut disopiri Ridwan (35) warga Gampong Nuran, Kecarnatan Keumala.

Tapi, saat pulang dan tiba di Gampong Bangkeh. Saat bus melintasi lubang di atas ruas jalan. Saat itulah sang sopir hilang kendali, sehingga bus meluncur ke pinggir jalan sebelah kiri arah dari Geumpang yang akhimya terbalik di pinggir jalan. Jerit histeris penumpang terjadi saat detik-detik bus tersebut terbalik.


Beruntung kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya dua penumpang menderita luka robek. Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH kepada Aceh-gayo.blogspot.com Minggu (12 / 4) membenarkan satu trus sekolah yang membawa 30 penumpang terbalik di wilayah Geumpang dan kasus itu telah ditangani di Polsek Gempang.

Sunday

Crane Terjungkal Karena Kelebihan Beban

SIGLI - Satu unit alat berat crane yang didatangkan menarik besi leger penopang pipa milik PDAM di dekat jembatan Pante Teungeh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Sabtu (4/4) terjungkal di jembatan telsebut. Pantauan Aceh-gayo.blogspot.com bagian badan crane dengan posisi ban ke atas tersangkut di bagian besi dinding jembatan. Proses evakuasi crane menggunakan mobil crane lainnya membutuhkan waktu satu jam lebih. Atap bagian depan mobil crane tersebut rusak parah.

Sehingga upaya untuk mengangkat dua leger penopang pipa PDAM itu gagal dilakukan. Direktur PDAM Tirta Moung Krueng Baro, Drs Ridwan, kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (4/4) rnengatakan, dua leger milik PDAM Sigli rencananya hendak dipindahkan ke kantor PDAM Sigli. Pihak PDAM meminta menyusul adanya keinginan warga yqng meminta dipindahkan dua besi tersebut.

"Biasanya crane mampu mengangkat beban berat, tapi hari ini naas sehingga alat berat itu justru tertarik oleh beban leger," ujar Ridwan. Sedangkan operator crane itu dilaporkan selamat dari pristiwa yang sangat mengerikan itu.

Dikatakan, upaya pemindahan dua besi tersebut ditunda sementara. Pihak PDAM Sigli akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pidie, untuk memindahkan besi tersebut. "Kami merencanakan menggunakan beko untuk memindahkan besi itu. Keuchik Pante Teungoh, Tarmizi mengatakan, dua leger milik PDAM Sigli itu sudah lima tahun diletakkan di atas tanggul dekat jembatan Pante Teungoh.


Beban berat dua leger tersebut kini telah merusak tanggul sungai. Saat ini tanggul telah rusak itu hanya menunggu ambruk ke sungai. Tarrnzi mengaku sudah beberapa hari menyurati PDAM Sigli meminta agar leger itu dipindahkan dari lokasi tersebut.

Monday

Pendaftaran Beasiswa Pidie

SIGLI - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pidie kembali membuka pendaftaran bagi calon penerima beasiswa untuk mahasiswa tingkat akhir mulai 1 April sampai 15 Mei 2015. Sedangkan total beasiswa disiapkan Pemkab mencapai Rp 1 miliar. "Jumlah dana yang diplot sama seperti tahun lalu masih tetap Rp 1 miliar," ujar Asisten II Bidang Kesejahteraan Setdakab Pidie, H Maddan MM kepada Serambi Minggu (29/3).

Disebutkan, persyaratan diajukan tetap sama seperti tahun lalu. Cuma tahun ini dikhususnya mereka yang sudah menyelesaikan tugas akhir minimal tiga bab. "Kita periksa minimal tesis atau skripsinya sudah tiga bab," kata Maddan. Untuk itu, mahasiswa yang sudah pemah mendapat beasiswa tahun lalu tidak diberikan lagi.

Begitu juga mereka yang sedang mendapat beasiswa di tempat lain. Persyaratan itu diperketat, dengan tujuan agar beasiswa merata, sehingga double menerimanya. "Kami harapkan, karena rnasa pendaftaran masih lama, mahasiswa harus segera melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan itu, " pintanya.


Ditegaskan, setelah propasal masuk, maka panitia akan melakukan cek ulang ke semua kampus calon penerima beasiswa. Hal itu harus dilakukan, sehingga tidak ada penerima beasiswa yang memalsukan data. Maddan menambahkan, program beasiswa itu merupakan salah satu kegiatan rutin dilaksana Pemkab Pidie dalam rangka meningkatkan pendidikan di Pidie.

Persyaratan :

1. Permohonan ditujukan kepada Bupati
2. Fotocopy KTP
3. Fotocopy KK
4. Fotocopy Surat aktif kuliah
5. Fotocopy KTM
6. Fotocopy SK Pembimbing
7. Transkip nilai asli pengesahan Ketua Prodi
8. Skripsi (S1) atau Tesis (S2) minimal Bab Tiga dengan pengesahan Dekan atau Ketua Prodi
9. Berkas dimasukkan dalam map merah (S1) dan map Hijau (S2)

PDAM Sigli Memiliki Tunggakan Rp 1,9 M

SIGLI - Tunggakan rekening air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Krueng Baro Sigli, Pidie, mencapar Rp 1,9 miliar. Tunggakan itu terhitung tahun 2011 dari 5.000 lebih pelanggan tidak membayar tagihan.

"Jumlah tagihan rekening PDAM yang tidak dibayar rnasing-masing pelanggan tidak sama, dari tiga bulan hingga delapan bulan. Semua pelanggan yang tertunggak itu di Kecamatan Kota Sigli," kata Direktur PDAM Tirta Mon Krueng Baro, Drs Ridwan, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Sabtu (14/3).

Ia menjelaskan, PDAM Sigli telah melayangkan surat kepada pelanggan yang belum melunasi iuran untuk segera membayar tunggakan itu. Surat tersebut dilayangkan pada tanggal 2 Maret 2015. Jika pelanggan tidak membayar dengan batas waktu tiga hari terhitung sejak menerima surat tanda tagihan dari PDAM Sigli, maka tegas Ridwan, petugas akan memutuskan sementara suplai air ke rumah pelanggan tersebut.

"Jika setelah diputus pelanggan ingin menyambung kembali sesudah membayar tunggakan, maka pelanggan harus membayar Rp 300 ribu untuk biaya penyambungan," kata Ridwan. Dijelaskan, hingga kini PDAM Tirta Mon Krueng Baro telah memutuskan sementara suplai air dari pipa PDAM ke tiga gampong di Kecamatan Kota Sigli, karena belum membayar rekening air, yaitu Gampong Rawa Gampong 25 pelanggan, Blok Sawah 10 pelanggan dan Cot Teungoh 5 pelanggan. "Pelanggan lain akan menyusul dilakukan penertiban jika tidak ada niat melunasi tunggakan.

Seharusnya pelanggan harus memahami, bahwa biaya rekening tersebut digunakan PDAM untuk biaya operasional, termasuk membayar gaji petugas dan listrik," katanya. Dikatakan, hingga kini tingkat kesadaran masyarakat membayar rekening air PDAM masih kurang.


Padahal pelayanan yang diberikan PDAM telah baik, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Kalau tidak ada hujan suplai air tidak macet dari WTP Keumala. Tapi, kalau hujan suplai air terganggu karena lumpur dari sungai menutupi intake WTP, " jelasnya. 

Thursday

Gedung Pelatihan Petani di Resmikan

SIGLI - Gedung pelatihan petani di Pasar Lamlo, Kecamatan Sakti, Pidie diresmikan yang ditandai peusijuek oleh Ketua MPU Pidie, Tgk M Nasir, Rabu (11/3). Aula menampung 300 orang lebih ini di danai APBA Aceh Rp 1,4 miliar.

Acara peusijuek gedung tersebut juga dirangkai peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Hadir muspika penyuluh seluruh Pidie, petani dan pihak terkait lainnya. Ceramah maulid diisi Tgk lbnu Hajar yang mengupas sisi kehidupan Rasulullah. Kepala BPPKP Pidie, T Sabirin SH MM dalam sambutannya mengatakan, gedung bernama Gedung Pelatihan Petani dibangun dari APBA 2014 Rp 1,4 miliar.


Tujuan dibangun guna memfasilitasi pertemuan petani. "Jika ada penyuluh untuk petani ataupun kegiatan lain berkaitan dengan petani bisa dipakai gedung ini. Kami persilakan," tutur T Sabirin.

PI-DEC Di Bubarkan Karena Organisasi Ini Meresahkan

SIGLI - Organisasi Pidie Development Committe (PI-DEC) dibubarkan dalam kesepakatan hasil rapal Komite Intelijen Daerah (Kominda) Pidie di Kantor Badan Kesbang Potilik dan Linmas (Kesbangpol) Pidie, Rabu (11 /3).

Pembubaran PI-DEC tersebut karena diduga aktivitas organisasi itu meresahkan masyarakat. Rapat ini dipimpin Waka Polres Pidie, Kompol H Nazaruddin SH MM. Organisasi PI-DEC itu dibubarkan melalui surat pernyataan yang dibuat pengurus daerah PI-DEC. Surat tersebut ditandatangani Ketua PI-DEC, Luthfianto dan Sekretaris PI-DEC Pidie, Khutbuddin Aibah SPdI di atas materai Rp 6000. Surat pernyataan itu turut ditandatangani Supri Hartono selaku pembina.

Kepala Badan Kesbang Politik dan Linmas Pidie, Barul Walidin SH MSi mengatakan ormas itu dibubarkan karena aktivitasnya dinilai telah meresahkan masyarakat. Keresahan ini muncul ketika adanya isu miring terhadap ormas PI-DEC yang awalnya diperoleh warga dari penceramah maulid. "Setelah dibubarkan, ormas PI-DEC tidak bisa lagi melakukan aktivitas di Pidie. PI-DEC mengurus izin di Kesbangpol Pidie pada Januari 2015." Kata Bahrul Walidin.

Di Aceh Timur

Sementara itu, Konsorsium LSM Aceh Timur meminta kepada Pemkab setempat mengeluarkan putusan hukum terhadap keberadaan organisasi DEC di Aceh Timur. Pasalnya, keberadaan LSM ini di kabupaten tersebut juga sudah menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat, bahkan ada yang menuduh LSM ini bagian dari misionaris.


Agar tidak menjadi penafsiran berlebihan di kalangan masyarakat, maka sudah saatnya pemerintah turun tangan menelaah keberadaan lembaga ini, apakah sah atau tidak," kata Juru Bicara Konsorsium LSM Aceh Timur, Khalidin Atran kepada Aceh-gayo.blogspot.com kemarin, seraya mencontohkan seperti langkah Pemkab lainnya di Aceh.

Saturday

Tim Khusus di Bentuk Pemkab Pidie Atasi Pendangkalan Akidah

SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie telah membentuk tim khusus dari berbagai unsur untuk mengantisipasi kegiatan pendangkalan akidah dan aliran sesat. Bupati Pidie, Sarjani Abdullah yang di dampingi Wakil Bupati M Iriawan SE kepada Aceh-gayo.blogspot.com Jumat (6/3) mengatakan, munculnya lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pidie Development Ekonomi Kemanusian (PI-Dek) baru-baru ini di tengah masyarakat telah menimbulkan keresahan.

Sebab, LSM itu diduga kuat telah merekrut para pemuda untuk selanjutnya digiring kepada pendangkalan akidah. Disebutkan, tim Pengamanan Aliran Kemasyarakatan (Pakem) yang dibentuk itu terdiri dari unsur Kepolisian (Polres), TNI (Kodim), Kejaksaan, Ulama (MPU) dan Camat dan diteruskan hingga seluruh keuchik di 23 kecamatan. Dikatakan, pembentukan tim itu sebagai komitmen pemerintah dalam menangkal sedini mungkin masuknya ajaran atau aliran sesat dan pendangkalan akidah di tengah masyarakat.

Menurut Sarjani Abdullah, langkah antisipasi perlu dilakukan mengingat kini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat setelah hadirnya LSM yang berasal dari luar negeri (Pi-Dek) dengan memanfaatkan putra daerah. Dalam menjalankan misinya LSM itu seolah-olah membantu perekonomian masyarakat gampong.

Namun, dibalik itu semua, mereka menyelip misi pedangkalan akidah sekaligus pemurtadan. "Setiap tim yang terlibat selalu memantau dan melaporkan segala bentuk kegiatan-kegiatan lembaga apapun sepanjang mencurigakan Jelasnya. Sejauh ini, timpal Iriawan, kondisi masyarakat Pidie masih sangat terkendali. Malah dengan terbentuknya tim itu LSM yang punya misi-misi tertentu akan berhati-hati masuk ke Pidie.

Bahkan menurut keterangan diperoleh, LSM yang mengemban misi pendangkalan akidah itu telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Seperti halnya di sebuah Desa di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, beberapa hari lalu telah di bubarkan sebuah LSM serupa yang berkedok perekonomian masyarakat itu oleh Muspika setempat.


Bahkan LSM di Peurelak itu justru menjanjikan kepada para pemuda akan memberikan gaji Rp 1,9 juta setiap bulan tanpa harus bekerja. "Kami juga mengharapkan aparat desa dan masyarakat agar melaporkan setiap LSM yang masuk ke desa, ataupun kegiatan lainnya yang dilaksanakan oleh kelompok dari luar desa tersebut," pinta Bupati Pidie.

Sunday

Polisi Baru di Titipkan di LPI

SIGLI - Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, mengatakan, 12 polisi berpangkat brigadir dua (bintara) dititipkan di Lembaga Pendidikan lslam (LPI) Bustanul Ulum Diniyah lslamiyah Tungkop, Kecamatan Indrajaya, untuk belajar agama selama satu bulan.

Bekal ilmu agama tersebut menjadi modal bagi anggota polisi baru itu di tempat tugas masing-masing. "Kita mengharapkan kepada 12 bintara, agar mentaati aturan selama belajar ilmu agama di LPl," tegas AKBP Muhajir, kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (28/2).

Di ingatkan juga, bintara yang dititipkan di LPI tersebut harus betul-betul memamfaatkan waktu untuk belajar agama secara sungguh-sungguh. Sehingga ilmu agama seperti menjadi imam shalat, menjadi khatib Jumat dan kegiatan agama lainnya harus mampu diimplementasikan saat bertugas di dalam masyarakat.


Ia mengatakan, belajar ilmu agama bagi bintara, tujuannya supaya mereka terhindar dari pengaruh narkoba dan prilaku buruk. Sebab, Aceh menjadi lintasan peredaran narkoba tingkat nasional. "Tujuh personel Polres Pidie telah ditahan di Mapolres karena terbukti sebagai pemakai narkoba, tapi mereka telah dilepas karena telah habis masa tahanan," katanya.

Friday

PMI Ricuh Dalam Muskab

SIGLI - Musyawarah kabupaten (Muskab) II Palang Merah Indonesia (PMI) Pidie, Rabu (25 / 2) berlangsung ricuh. Keributan itu dipicu karena anggota tenaga sukarela (TSR) tidak diperbolehkan menjadi peserta dalam kegiatan itu. Para tenaga sukarela menggedor pintu dan meminta Muskab tersebut ditutup. Suasana sidang yang awalnya tertib berubah menjadi ricuh.

Padahal, saat itu acara baru selesai memilih pimpinan sidang untuk memimpin proses pemilihan enam calon kandidat Ketua PMI Pidie periode 2015-2019. Beruntung saat itu anggota polisi berpakaian dinas dan preman berhasil membubarkan mereka. Sehingga tidak terjadi bentrok fisik tenaga sukarela dengan pimpinan sidang. Karena situasi tidak terkendali, akhirnya sidang Muskab PMI Pidie harus dihentikan.

"Kericuhan terjadi sebelum palu diserahkan dari SC kepada saya selaku pimpinan sidang," kata pimpinan sidang, Bustamam Kamal SHi kepada Aceh-gayo.blogspot.com Rabu (24 / 2). Ia menjelaskan, kericuhan terjadi karena salah informasi dari pihak TSR terhadap legalitas mereka menjadi peserta pemilih.

Di mana berdasarkan SC, bahwa TSR tidak memiliki legalitas untuk menjadi peserba untuk memilih calon ketua PMI Pidie. "Memang TSR pernah bergabung dengan PMI, tapi kan dahulu," katanya: "Muskab ditunda sementara, jadwal selanjutnya menunggu koordinasi dengan Pemkab, " kata Bustamam.


Kandidat ketua Sementara itu dalam Muskab PMI Pidie kali ini muucul sejumlah kandidat calon ketua, antara lain, Mahfuddin Ismail (Anggota DPRK Pidie dari Partai Aceh), T Salfillah TS (Anggota DPRK pidie dari Partai Golkar), Drs Isa Alima (Anggota DPRK Pidie dari Partai Gerindra), dr Kamaruzzaman M Kes (Mantan Kadinkes Pidie) dan hdalissa SSi MPd (Dosen).

Dana Gampong Segera di Salurkan Pemkab Pidie

SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, Rabu (18/2) di Gedung Olahraga (GOR) Kota Sigli menyalurkan anggaran dana gampong yang diterima masing-masing keuchik. Dalam kegiatan itu, juga sekaligus dilaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis tentang pengelolaan dana tersebut untuk aparatur desa.

Penyaluran dana itu dilakukan Bupati Pidie, Saq'ani Abdullah secara simbolis diterima beberapa keuchik mewakili daerah masing-masing. Di ketahui, gampong yang paling tinggi menerima dana itu ada Gampong Mane, Kecamatan Mane, senilai Rp 1.062.748.882. Sedangkan paling rendah adalah Gampong Pulo Baro, Kecamatan Keumala senilai Rp 85.281.140.

Jumlah dana yang diterima itu ditentukan pemerintah pusat berdasarkan jumlah penduduk, penduduk miskin, letak georafis dan luas wilayah. Pada bimtek sehari itu, para keuchik diberi pengarahan cara penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Menengah Gampong (RPJMG). Kedua Rencana Kegiatan Pengelolaan Gampong (RKPG) dan Rencana Anggaran Penyusunan Belanja Gampong (RAPBG).

Hal ini terkait pelaksanaan Undang-undang No 6 tahun 2014 tentang desa. Semua gampong diberi kewenangan mengelola dan menentukan pembangunan di daerah masing-masing. Bupati Pidie, juga rnengatakan aparatur gampong bukan hanya melayani masyarakat, tapi juga memiliki inovasi untuk pengembangan gampong supaya berkembang dengan baik.

Perubahan secara menyeluruh harus mampu dijaga. Profesionalisme sumber daya garnpong wajib diketahui dan tidak bisa ditunda. Harus mengerti semua masalah Disebutkan, aparat gampong harus mampu membuat dokumen perencanaan pengelolaan keuangan gampong. Berdasarkan UU NO 6 tahun 2014 tentang UU desa dari permendagri No 114 tahun 2014 tentang pedoman pembangunan desa.

"Dengan begini tidak ada lagi penerimaan proposal dari gampong ke pemkab. Karena semua gampong sudah ada anggaran sendiri," kata Sarjani Abdulah. Sementara itu, Kepala Bappeda Pidie, Muhammad Adam MM mengatakan, penyaluran dana gampong bertahap. Yaitu tahap pertama 40 persen tahap keduajuga 40 persen dan ketiga 20 persen.


"Kami perkirakan setelah adanya penyusunan RPJMG dari tiap keuchik, maka penyaluran dana baru dapat dilakukan paling telat mulai awal Bulan April 2015 secara bertahap," demikian Muhammad Adam.

Tuesday

Bekap Delima, PSST Samai Poin Mila

SIGLI - Tuan rumah PSST Simpang Tiga meraup poin penuh usai menyegel kemenangan saat membekap Delima Putra dengan skor 2-1, dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Pengcab PSSI Pidie musim 2014-2015 di lapangan Merdeka, Kecamatan Simpang Tiga, petang kemarin.

Kemenangan tersebut membuat PSST Simpang Tiga menabung poin tujuh yang kini nangkring di urutan tiga Grup B. Meski poinnya disamakan PSST, tapi UMS Mila belum terusik sebagai penguasa puncak karena unggul produktivitas gol dari anak-anak Simpang Tiga. Demikian juga dengan PSIS Caleu yang berada di posisi kedua juga dengan poin tujuh.

Sedangkan Delima Putra masih di posisi enam dengan mengemas poin empat. Sementara juru kunci Group B dipegang Pormas Laweung dengan poin nol karena belum pernah menang. Sedangkan di Grup A, Putra Tas Blang Paseh melawan PS Mutiara harus ditunda di lapangan Mutiara, menyusul gol ketiga Putra Tas diprotes pemain PS Mutiara. Pemain Mutiara menganggap gol itu tidak sah karena hakim garis tidak mengibarkan bendera. Hasil klasemen sementara Grup A, Pesta Muda masih duduk manis di atas. Di posisi kedua PS Mutiara yang mengemas poin enam. Sementara Putra Tas masih tenggelam di dasar klasemen Grup A.

Duel PSST versus Delima Putra berlangsung trengginas sejak kick-off Mengandalkan Adian Saputra, M Aziz, dan Said Mustaqim, PSST tampil dominal di menit-menit awal laga. Tak heran, percobaan yang dilakukan Aziz dkk berulang kali membahayakan gawang Delima Putra. Usaha anak-anak Simpang Tiga berbuah manis saat lagabam bergulir enarn menit.

Kolaborasi serangan Muammar dan Said Mustaqim berhasil memperdayakan kiper Delima Putra. Gol pembuka kemenangan itu.dicetak Fahmi Rizal setela berhasil melewati dua pemain bawah Delima Putra. Tertinggal 0-1, Delima Putra yang menurunkan Asanu, Rozalina, dan Wahyu, berusaha menekan pertahanan Simpang Tiga. Serangan silih berganti diarahkan ke gawang tuan rumah. Sehingga perebutan bola dari kaki ke kaki semakin seru. Tapi, usaha Delima Putra berhasil dipatahkan barisan bawah Simpang Tiga.


Malahan serangan cepat tuan rumah kembali melahirkan petaka bagi Delima Putra. Adalah tendangan keras Muammar di merrit ke-26 gagal dihalau kiper Delima Putra. Akan tetapi, Delima Putra mampu memperkecil kekalahan setelah sepakan Asanu di menit ke-86 mengalir deras mengoyak gawang tuan rumah Simpang Tiga. Sampai laga ditutup, PSST Simpang Tiga unggul 2-1.