Showing posts with label Pidie Jaya. Show all posts
Showing posts with label Pidie Jaya. Show all posts

Thursday

DSI Gelar Lomba Dalail Khairat Se Pijay

MEUREUDU - Pihak Dinas Syariat Islam Pidie Jaya (DSI Pijay) melaksanakan lomba dalail khairat yang diikuti delapan grup dari delapan kecamatan se-Pijay di Masjid Al-Munawwarah, Simpang Peuet Babah Jurong, Kecamatan Meurahdua, Pijay, Rabu (l1/3). Kepala DSI Pijay, Drs Tgk H Anwar A Gani kepada Aceh-gayo.blogspot.com seusai membuka lomba tersebut kemarin, mengatakan setiap grup dalam lomba ini terdiri 10 orang.

Lama tampil setiap grup 30 menit. "Sedangkan yang dinilai meliputi, tajwid, fashahah, lagu serta suara. Dewan hakim pada musabaqah dalail khairat yang digelar rutin setiap tahun semuanya dari DSI Pijay," kata Tgk Anwar.

Kadis DSI Pijay ini mengatakan dalail khairat ini perlu dimusabaqahkan setiap untuk menumbuh kembangkan syiar Islam yang belakangan tampak semakin berkurang. Diharapkan, yang tampil tahun ketahun hendaknya bukan hanya group-group itu saja, tapi terus berkembang. Dengan demikian lambat laun setiap kecamatan terdapat banyak muncul grup dalail khairat.

Utusan kecamatan yang mengikuti lomba Dalail Qatat adalah Garnpong Manyang Cut (Meureudu), Gampong Meunasah Bie (Meurahdua), Meunasah Krueng (Ulim), Meunasah Teungoh (Panteraja), Gampong Mbeue (Trienggadeng), Gampong Ara (Bandarbaru), Gampong Meunasah Mee (Jangkabuya) serta Groupu Dalail Qairat Gampong Blangkuta perwakilan dari Kecamatan Bandardua.


Kepada peraih juara pertama, panitia menyediakan hadiah Rp 3 juta, juara dua Rp 2 juta, dan juara tiga Rp 1 juta. Selain itu, semua peserta juga diberikan uang saku dan uang transportasi, termasuk pendamping dan panitia berjumlah 100 orang masing-masing sebesar Rp 150.000. Andri H Anwar Abadi, salah seorang panitia juga mengatakan, bahwa pada lomba tingkat provinsi di Banda Aceh tahun lalu, Pijay meraih juara ketiga dan diharapkan prestasi ini dapat ditingkatkan.

Sunday

Baitul Mal Beri Bantuan Korban Kebakaran Panteraja

MEUREUDU - Baitul Mal Pidie Jaya, Jumat (27/2) menyalurkan bantuan untuk korban kedai terbakar di Kecamatan Panteraja. Bantuan berupa uang Rp 9 juta itu disalurkan oleh Bupati H Aiy'ub Abbas dan diterima oleh para korban di Iokasi musibah tersebut.

Dalam kesempatan itu Bupati Pijay menyebutkan, kerugian akibat musibah kebakaran yang terjadi Rabu (27 /2) malam itu merrcapai Rp 2 miliar. Katanya, mengutip laporan camat bahwa pasca musibah itu terjadi seorang warga setempat meninggal dunia yang diduga karena jantungan dan dua orang luka-luka.

Pascamusibah itu pula, para korban ditampung di rumah sanak familinya. Ke sembilan bangunan tersebut, enam pintu sebagai tempat berjualan, dua unit lainnya adalah tempat tinggal. Ke enam kedai dimaksud masing-masing kepunyaan, Armia Amin, Musliadi Adam, Munir Cut Iskandar A rahman, Wahyuni Hasbi, Fauzan dan milik M Jamal Isa.


Sedangkan dua rumah yang juga ludes dilalap api yaitu milik, Nurhayati Pakeh dan Hanifah Hasan. Khusus sembilan korban, kerugian masing-rnasing berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 300 juta. Panyaluran bantuan untuk korban kebakaran dari Baitul Mal itu juga disaksikan para Asisten, Kadis PU, Kepala Baitul Mal, camat plus anggota muspika, pemuka agama serta sejumlah tokoh msyarakat setempat.

Saturday

Gampong Blang Iboih Sangat Butuh Bides ST

MEUREUDU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie Jaya (Pijay), mengusulkan penempatan kembali seorang Bidan Desa Sangat Tertinggal (Bides-ST) di Puskesdes Gampong Blang lboih, Kecamatan Bandarbaru, ke pihak Kementerian Kesehatan RI. Pengusulan tenaga bidan tersebut setelah enam bulan kosonng.

Kepala Dinas Kesehatan Pijay, Said Abdullah SH kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Jumat (27/2) mengatakan, akibat kekosongan tenaga pelanyanan kesehatan di Puskesdes Blang Iboih, Bandarbaru, maka dinas telah menyurati Kemenkes untuk dapat merekomendasi penempatan tenaga kesahatran Bides ST kembali agar pelanyanan kesehatan bagi masyarakat di desa pedalaman itu bisa ditingkatkan.

"Sebelumnya pihak Dinas telah menempatkan tenaga kesehatan Bides ST Novita Sari, namun dikarenakan ada sesuatu dan lain hal sehingga tenaga bidan di gampong dipindah tugas," sebutnya. Dikarenakan keluhan dan masukan baik dari pihak masyarakat dan anggota dewan di daerah pemilihan itu, maka diambil langkah dengan memindahkan bidan tersebut.


Disingung jumlah penempatan Bides ST di Pijay, Said Abdullah menjelaskan, sampai saat ini telah mencapai 33 Bides tersebar ditujuh kecamatan. Dirincikannya, di Kecamatan Bandarbaru 10 bides, Ulim 7 bides, Bandar Dua 6 bides, Trienggadeng 5 bides, Meureudu 2 bides, Meurah Dua 2 bides, dan Kecamatan Panteraja 1 bides. "Kinerja mereka dievaluasi, jika memuaskan maka dapat diperpanjang pada kontrak berikutnya,"demikian Said Abdullah.

Friday

Pemkab Pijay Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

MEUREUDU - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Kamis (26/2) rnenyalurkan bantuan masa panik untuk para korban kebakaran kedai dan rumah di Panteraja. Musibah itu terjadi pada Rabu (25/2) malam sekitar pukul 19.30 WIB yang menghanguskan sebanyak delapan kedai plus dua pintu rumah.

Bantuan masa panik itu diberahkan oleh Sekdakab Pijay, Ir H Iskandar Ali Msi didampingi para asisten, Kadig Sosial, Rafiati SE, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ir Puteh Manaf serta camat plus anggota muspika setempat. Bantuan yang diberikan itu antara lain, beras, kain sarung, pakaian, perlengkapan memasak serta perlengkapan bayi. "Inilah kemampuan kami buat sementara," kata Iskandar sembari meminta kepada para korban supaya bersabar dengan musibah yang dialaminya itu.

Bantuan sama juga diserahkan BPBD yaitu, delapan paket lengkap peralatan dapur dan delapan buah kompor briket. Sementara mantan Bupati Pijay, Drs HM Gade Salam yang ikut menjenguk korban kemarin bantuan, tiga sak beras, empat kardus mie instan serta lima lemping telur ayam. Musibah yang terjadi usai shalat magrib itu membuat suasana di Keude Panteraja panik. Bahkan seorang pemilik kedai histeris dan pingsan.

Disebut-sebut, sumber api dari sebuah kedai yang menjual gas elpiji serta minyak. Peristiwa itu terjadi beberapa saat setelah listrik padam. Seorang saksi mata, Jol penarik RBT menyebutkan, saat itu BBM di kedai tersebut.


Karena gelap. lalu ia menghidupkan korek api (mancis) untuk penerangan. Tapi tiba-tiba saja, api itu menyambar besnin yang ada di lokasi itu dan mengakibatkan tubuhnya juga ikut disambar api dan malam itu juga dilarikan ke RSUD Meureudu.

SKPK Harus Lengkapi Data Aset Pinta DPKAD Pijay

MEUREUDU - Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pidie Jaya, meminta para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk melengkapi data aset milik daerah dari tahun 2004-2012.

Kepala DPKAD Pidie Jaya, Drs M Diwarsyah didampingi Kabid Aset M Nur kepada Aceh-gayo.blogspot.com Kamis (12/2) rnengatakan, pendataan aset daerah selama empat tahun terakhir di Pidie Jaya itu karena selama ini aset-aset itu tidak terdata denggan baik sehingga menjadi temuan pihak BPK RI untuk dapat segera dilengkapi.

Sebab, katanya barang itu ada tapi tak tercantum dalam buku sehingga dengan sendirinya BKP memerintahkan untuk didata kembali. Dikatakan, sampai saat ini baru 28,10 persen atau setidaknya ada 11 SKPK yang telah melengkapi data aset mulai 2008 sampai 2012 lalu yaitu baru 11 SKPK yaitu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Inspektorat, Kecamatan Ulim, Meureudu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PKP2TSP), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten (BPKPK).

Sedangkan 16 SKPK yang belum melengkapi data aset yaitu, Diperindagkop, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Dinas Syariat Islam, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Perhubungan, Setwan DPRK, Disdukcapil, UPTD RSU Meureudu, Dinas Pekerjaan Umum, Setdakab, Kesbangpol, Kantor Lingkungan Hidup, dan Badan Pemberdayaan Keluarga Berencana.


Dijelaskan, semua SKPK yang belum melengkapi data aset, pihaknya segera menyurati dan memanggil guna melengkapi secara lengkap dan detail. Yang menjadi fokus pendataan aset tersebut mencakupi kendaraan, peralatan, gedung, buku, jalan, dan aset lainnya. Hal ini lanjutnya guna meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualiaan (WtP). "Kami optimis pertengahan Maret dapat dituntaskan semua. "kata Diwarsyah.