Showing posts with label Elpiji. Show all posts
Showing posts with label Elpiji. Show all posts

Friday

Elpiji 12 Kg Naik Jadi Rp. 138.900 / Tabung dan Bright Gas Rp. 144.900 / Tabung

BANDA ACEH – Harga elpiji 12 Kg terhitung sejak 1 maret mengalami kenaikan Rp 5.000 per tabung. SE LPG  dan gas pertamina Aceh menetapkan harga untuk Aceh Rp. 138.900 per tabung. Namun untuk wilayah SE LPG Lhokseumawe lebih Murah lagi, karena harga di atur sesuai jarak pengisiannya.

Karena itu untuk wilayah SPBE Lhokseumawe harga jual yang ditetapkan berbeda dengan di Banda Aceh. Muhajir menyebutkan, di wilayah SPBE Lhokseumawe harga jual elpiji 12 kg di agen resmi Rp 134.800, sementara di wilayah SPBE Langsa Rp 132.200 per tabung. "Mulai tanggal 1 Maret, harga baru ini sudah berlaku.


Di Banda Aceh, saat ini agen menjual Rp 138.900 per tabung. Sementara di SPBU yang merupakan salah satu wilayah pengawasan kami, harga jualnya mungkin berselisih Rp 5.000 dari harga di agen resmi," katanya.

Kepada masyarakat yang ingin memperoleh elpiji 12 kg dengan harga lebih murah, maka pihaknya mengimbau masyarakat untuk membeli di tingkat agen resmi atau pun di SPBU yang menjual lebih mahal Rp 5.O00 dari agen. Kenaikan harga juga terjadi untuk Bright Gas. Muhir menyebutkan kalau harganya saat ini naik menjadi Rp 144.900 per tabung.

Sunday

Pemkab Bireuen Tambah Gas Elpiji 3 Kg

BIREUEN - Akibat bertambahnya konsumen yang memakai elpiji 3 Kilogram di Kota Bireuen, pemerintah setempat meminta pihak Pertamina untuk menambah kouta elpiji bersubsidi tersebut. Penambahan kuota elpiji 3 kg, guna mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kg yang sering terjadi di Kabupaten Bireuen.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Menengah (Kadisperindagkop dan UKM) Bireuen, Darwansyah kepada Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (24/1) mengatakan, jumlah pemakai elpiji 3 kg di Bireuen mencapai100.000 rumah tangga, sementara kebutuhan masyarakat mencapai 600.000 kg (200.000 tabung per bulan. "Sedangkan pasokan atau kouta elpiii 3 kg bersubsidi dari Pertamina untuk Bireuen hanya 400.000 kg (130.000 tabung per bulan, sehingga butuh tambahan sekitar 70.000 tabung (210.000 kg) lagi per bulan, jumlah kouta tambahan tersebut sudah kami mohon ke Pertamina" kata Darwansyah.


Dikatakan Darwansyah, jika tambahan kouta elpiji 3 kg itu belum masuk ke Bireuen, diperkirakan elpiji 3 kg akan terus langka dan mahal karena perrnintaan masyarakat tinggi. "Hasil penelusuran kami permintaan elpiji 3 kg saat ini cukup tinggi, karena epliji 3 kg bersubsidi itu bukan hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tapi untuk usaha kecil menengah (UKM) juga sudah banyak yang menggunakan elpiji 3 kg," pungkas Darwansyah, Sebelumnya, sejumlah konsumen di Bireuen mengaku kesulitan memperoleh Elpiji 3 kg yang digunakan untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya. 

Monday

Restoran Yang Menggunakan Elpji 3 Kg Harus ditindak (DEWAN)

MEULABOH - Anggota DPRK Aceh Barat meminta dinas terkait di Pemkab Aceh Barat mengambil sikap tegas terhadap indikasi penggunaan elpiji 3 Kg oleh pengusaha rumah makan/restoran, padahal elpiji bersubsidi itu merupakan jatah masyarakat. "Kalau terbukti adanya restoran yang menglunakan elpiji bersubsidi, maka Pemkab Aceh Barat harus cabut izin usaha restoran atau rumah makan tersebut," kata Ketua Komisi B DPRK Aceh Barat yang membidangi ekonomi, Masrizal SSi, Minggu (17/1).

Menurutnya, kelangkaan elpiji 3 Kg perlu disikapi dengan cepat oleh Pemkab dan Pertamina, karena kewajiban pemerintahlah mengawasi penyaluran elpiji 3 Kg agar tepat sasaran. 'Tiga hal yang harus segera dilakukan adalah; mengatasi kelangkaan, menstabilkan kembali harga yang melonjak hingga Rp 25 ribu/tabung, dan memastikan elpiji 3 Kg tidak dipakai oleh orang tidak berhak, seperti bisnis restoran atau rumah makan yang seharusnya memakai elpiji 12 Kg untuk industri," ujamya.


Ia menambahkan, operasi pasar elpiji 3 Kg perlu diperbanyak, sehingga masyarakat dapat membeli langsung dan terhindari dari penyalahgunaan. "Pemerintah dan Pertamina perlu membuat kartu khusus penerima elpiji 3 Kg, karena kuota penerima elpiji.3 Kg di suatu daerah tentunya mengacu kepada data warga miskin. Kalau orang kaya memakai elpiji 3 Kg, maka mereka telah merampas jatah warga miskin," jelasnya.

Operasi Pasar Elpiji 3 Kg

LHOKSEUMAWE - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Lhokseumawe, Minggu (18/1) mengelar operasi pasar elpiji 3 kilogram (Kg) di Desa Keude Aceh dan Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti. Operasi pasar itu digelar sebagai upaya untuk mengatasi krisis elpiji tersebut di Lhokseumawe seperti yang terjadi selama ini.

Petugas Lapangan Reska kepada Aceh-gayo.blogspot.com, menyebutkan dalam operasi pasar itu pihaknya menyediakan 560 tabung elpiji 3 Kg yang kedua lokasi tersebut. Menurutnya, elpiji dijual sesuai dengan harga resmi yaitu Rp 16 ribu per tabung. "Kemarin (Sabtu) kami juga melaksanakan kegiatan serupa di Cot Girek Kandang dan Meunasah Alue, Muara Dua," ungkapnya.


Amatan Aceh-gayo.blogspot.com ratusan warga mengantre untuk mendapatkan elpiji 3 kg dalam operasi pasar di halaman Kantor Keuchik Keude Aceh. Setiap warga yang akan membeli gas itu harus menunjukkan kartu keluarga dan hanya dibolehkan membeli satu tabung. Dalam waktu dua jam, 280 tabung gas yang disediakan di lokasi itu habis terjual. Keuchik Keude Aceh, Zubir mengatakan, warga sangat terbantu dengan operasi pasar tersebut. Sebab, selama ini warga kesulitan mendapatkan elpiji 3 Kg. 

Sunday

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Bireuen Semakin Parah

BIREUEN - Dua hari terakhir, elpiji 3 kilogram mengalami kelangkaan di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Bireuen. Kelangkaan persediaan elpiji 3 kilogram itu sejak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh elpiji 3 kg bersubsidi di sejumlah kios pengencer.

Ernita (37), ibu rumah tangga warga Kecamatan Juli kepada. Aceh-gayo.blogspot.com Sabtu (3/1) mengatakan, ia sudah dua hari mencari elpiji 3 kg di sejumlah pangkalan dan kios pengencer elpiji di Kecamatan Juli dan sekitarnya; namun belum ditemukan. "Saya sudah dua hari mencari elpiji 3 kg. namun belum dapat, bahkan ke sejumlah pangkalan dan kios yang menjual elpiji 3 kilo di Kecamatan Kota Juang, Kuala, dan Kecamatan Jeumpa, hingga kini semuanya kosong," kata Erni.

Hal senada juga dikatakan Zubaidah (45), pedagang nasi dijalan Medan-Banda Aeeh, kawasan Kota Bireuen. "Saya kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg, saya harus membeli elpiji 12 kg yang harganya jauh lebih tinggi," ujarnya.

Ibu rumah tangga dan pedagang nasi tersebut mengharapkan kepada pemerintah untuk menindak pedagang elpiji yang diduga sengaja menyimpan tabung elpiji 3 kg. "Karni juga meminta kepada pemerintah dan pihak pertamina untuk mengawasi proses distribusi elpiji 3 kg di Bireuen," pinta Zubaidah.


Agus, pedagang elpiji 3 kg di Bireuen yang ditemui Aceh-gayo.blogspot.com kemarin mengatakan, kosongnya elpiji 3 kg sudah terjadi sejak dua hari lalu karena belum ada pasokan dari distributor. "Kami belum tahu kenapa distributor belum memasok elpiji 3 kg, sehingga elpiji 3 kg sulit langka." ujamya.

  • Meningkat

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Bireuen Darwansyah menerangkan, dari hasil penelusuran pihaknya di pasar, dalam masyarakat, di kios, pangkalan, distributor dan pada agen, langkanya elpiji 3 kg karena jumlah pemakai tabung elpiji 3 Kg di Bireuen meningkat dua kali lipat. "Biasanya elpiji 3 kg hanya dipakai untuk rumah tangga tapi sekarang pedagang makanan dan usaha kelas menengah sudah memakai elpiji 3 kg, sehingga tidak mencukupi untuk rumah tangga," ujar Darwansyah.