Friday

Bireuen Kekurangan Lampu Lalu Lintas

BIREUEN - Jumlah rambu lalu lintas di Bireuen terutama pada jalan yang membahayakan pengendara seperti tikungan patah hingga kini masih kurang. Hal itu disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Kadhafi SIK yang didampingi Kasat Lantas AKP Thomas Nurwanto SE seusai apel gabungan di Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) setempat, kemarin.


Pun demikian, menurut Kapolres, pihaknya terus berusaha melakukan sosialisasi, pembinaan, dan kunjungan ke sekolah-sekolah dalam rangka memberi Pemahaman tentang pentingnya keterliban berlalu lintas kepada siswa. Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Bireuen, Raden Yus Rusmadi mengatakan, Penambahan serta pemasangan rarnbu lalu lintas dijalan nasional merupakan tanggungjawab dinas di provinsi. "Karni akan usul ulang ke provinsi agar rarnbu-rambu yang kurang segera dipasang," janjinya.

BPOM Aceh Uji Sampel Saus Dena

BANDA ACEH – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh berkoordinasi dengan BBPOM Medan, Sumatera Utara, melakukan uji sampel terhadap saus bemerek Dena yang diduga mengandung bahan pewama tekstil. "Kami sudah berkoordinasi dengan BBPOM Medan untuk mengambil sampel saus itu dari sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh dan kabupaten/kota lainnya," kata Kepala BBPOM Aceh, Dra Sjamsuliani Apt MM kepada Aceh-gayo.blogspot.com Kamis (12/3).

Seperti diketahui, Rabu (11/3) kemarin, petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut menggerebek pabrik pembuatan saus cap Dena yang berada di Jl Besar Namorambe, Deliserdang. Penggerebekan ini dilakukan berdasarkan penyelidikan polisi bahwa saus yang di antaranya bermerk Dena mengandung bahan tekstil. "Ini temuan Polisi Medan, bukan Balai POM yang turun langsung. Sehingga untuk memastikan terbukti atau tidaknya temuan itu harus dilakukan uji sampel," ujar Sjamsuliani.

Dia menjelaskan, BBPOM tidak bisa tinggal diam mengingat saus Dena sudah sangat akrab dengan masyarakat Aceh. "BBPOM tidak akan tinggal diam. Ini bentuk perlindungan BBPOM kepada masyarakat." tandasnya.

Karena itu kemarin ia langsung memerintahkan stafnya untuk membeli saus bermerk Dena di enam pasar tradisional di Banda Aceh. Hal yang sama juga dilakukan di kabupaten/kota. "Lhokseumawe juga sudah mengambil sampel untuk dilakukan pengujian." sebut Sjamsuliani.

Pengujian dipastikannya tidak akan memakan waktu lama, tetapi mengingat saat ini sudah menjelang akhir pekan, maka hasilnya kemungkinan baru bisa diketahui pada Senin atau Selasa depan. "Kita tunggu hasilnya keluar. Saat ini kita tidak bisa langsung melakukan memutuskan saus itu berbahaya.


Mungkin saja yang sekarang beredar di Aceh tidak mengandung zat berbahaya itu," ujarnya. Selain saus merek Dena, pemeriksaan dan pengujian juga akan dilakukan terhadap saus merek lain yang diproduksi di Sumatera Utara.

Harga Emas Anjlok Terus

BANDA ACEH - Harga emas di sejumlah toko emas di kawasan Banda Aceh Kamis (12/3) menunjukkan penurunan dari hari sebelumnya. Kamis kemarin emas berada pada posisi Rp 486.500 per gram, selisih Rp 2.000 dari harga sehari sebelumnya, Rp 488.500 per gram.

Sejumlah pedagang mengaku, tren penurunan harga emas ini berlaku pada emas balangan dan perhiasan. Menurut mereka penurunan ini dampak dari turunnya harga emas dunia yang berimbas pada pergerakan harga emas di Banda Aceh. "Pengaruhnya juga karena harga dolar AS saat irri sangat tinggi, sudah Rp 13.000.

Seandainya dolar semakin tinggi, harga emas di pasar dunia banyak sekali mengalami penurunan," ujar Murizal kepada Aceh-gayo.blogspot.com kemarin. Di tengah kondisi harga emas yang semakin rendah, tingkat transaksi emas juga lesu. Frekuensi orang yang menjual emas lebih besar daripada membelinya, dan itu terjadi setiap hari. "Mungkin masyarakat Aceh sedang membutuhkan dana besar, karena perputaran uang di sini sangat lambat, masih menggantungkan semuanya pada APBA. Ujung-ujungnya untuk memenuhi dana besar itu, pilihannya mereka menjual emas, meski harga emas juga tidak menggembirakan, terang lelaki yang akrab disapa Jal itu.


Sependapat dengan Murizal, Khaidir pemilik toko emas di kawasan Tgk Chik Pante Kulu juga mengakui kalau dalam minggu ini ramai masyarakat yang menjual emas, meski masyarakat mengetahui harga emas saat ini tidak meyakinkan untuk dijual. "Hari ini (kemarin) harga emas Rp 486.500 per gram. Harganya tidak turun drastis, tetapi pastinya saban hari harga turun perlahan," ujar Khaidir. Setiap hari ia sebutkan harga turun Rp 50.000 per gram.

Dandim 0107 Tinjau Lahan Masyarakat

TAPAKTUAN - Dandim 0107/Aceh Selatan, letkol Inf Puguh Suwito SIP, bersama Pasiter, Kapten Inf Amri Umari, meninjau lahan pertanian di wilayah Kecamatan Samadua dan Kecamatan Sawang. "Peninjauan di Kecamatan Samadua kami lakukan di Desa Panton luas, Desa Gadang dan Desa Bate Tunggai.

Sedangkan di Kecamatan Sawang, lahan yang ditinjau di Desa Panton Luas dan Desa Ujung Padang," kata Letkol Inf Puguh Suwito SIP, Kamis (12/3). Dalam peninjauannya yaitu, Dandim 0107/Asel melakukan dialog dengan masyarakat  dan kelompok tani setempat, tentang bagaimana cara meningkatkan hasil pertanian dan memotivasi masyarakat unhrk mengolah lahan dengan baik.


Disela-sela dialog tersebut, Dandim 0107/Asel juga mengimbau masyarakat untuk mengerjakan lahan pertanian yang ada dan tidak adalagi lahan pertanian yang sudah ada airnya ditinggalkan dan tidak ditanami sehingga tumbuh ilalang. Jika petani memiliki lahan namun tak sanggup mengolahnya, segera dilaporkan agar dibantu oleh Babinsa dalam mengolah sawah bersama-sama. Hal ini untuk memacu petani agar termotivasi dalam mengerjakan lahannya," ujar letkol Inf Puguh Suwito.

Siswa Banda Aceh Ikuti UAS

BANDA ACEH – Sebanyak 3.894 siswa dari 37 SMA/MA se-Kota Banda Aceh, mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Banda Aceh. Para siswa mengikuti UAS di sekolah masing-masing mulai 12-18 Maret 2015.

Ketua Panitia, Khairurrazi SPd MPd, kemarin mengatakan, soal-soal UAS dirancang mirip dengan Ujian Nasional (UN), sehingga menjadi sarana latihan bagi siswa dalam menghadapi UN. Proses penyusunan soal UAS, mobilisasi lembaran soal ke sekolah hingga pemeriksaan LJK, diawasi oleh petugas polisi.


"Hasil UAS akan dikirim ke masing-masing sekolah paling lambat satu pekan setelah ujian," ujar Khairurazi yang juga Kepala SMAN 1 Banda Aceh didampingi Kepala SMAN 11 Banda Aceh, Muhibbul Khibri SPd MPd. Kadisdikpora Banda Aceh, Syaridin SPd MPd diwakili Kabid Dikmen, Amiruddin mengatakan, hasil UAS itu rnenjadi bahan evaluasi bagi kepala sekolah dan guru terhadap kemampuan anak didik untuk menghadapi UN tahun pelajaran 2015.

Seminar Unsyiah Diwarnai Demo Mahasiswa

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Kamis (12/3), menggelar seminar nasional tentang pengelolaan sumber daya alam, kehutanan, dan lingkungan hidup di Provinsi Aceh, di Gedung AAC Dayan Dawood. Seminar yang menghadirkan pemateri pejabat pusat itu diwarnai aksi demo mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiwa Aceh Selatan (Hamas).

Amatan Aceh-gayo.blogspot.com, seminar yang dimulai pukul 09.00 WIB itu, menghadirkan dua pemateri nasional, yakni Prof Dr San Afri Awang MSc (Kepala Badan Litbang Kementerian Kehutanan) dan Dr Illah Sailah MS (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ristek dan Ditjen Pendidikan Tinggi).

Seminar itu diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Saat seminar berlangsung, di luar gedung mahasiswa memanfaatkan momen kehadiran salah satu pejabat dari Kementerian Kehutanan itu. Mereka menggelar aksi menolak tukar guling lahan kawasan pengganti hutan seluas 11.000 hektare (Ha) yang diberikan Kementerian Kehutanan kepada PT Barumun Agro Nusantara (BAS) di kawasan Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan.

Mahasiswa berkumpul di depan Gedung AAC sekira pukul 08.30 WlB dengan membawa sejumlah poster dan spanduk yang bertuliskan penolakan mereka terkait tukar guling areal lahan itu. Mahasiswa juga memaksa untuk masuk ke dalam gedung, untuk beraudiensi dengan pejabat dari Kementerian Kehutanan tersebut.


Namun, keinginan mahasiwa itu ditahan oleh pihak kepolisian. "Kami ingin jumpa sama pejabat dari Kementerian Kehutanan, kami ingin berdiskusi dan menjelaskan apa yang terjadi di daerah karni. Tukar guling lahan ini akan menaikan rakyat, dan hanya menguntungkan perusahaan itu," teriak orator aksi, Tahzibul Awaluddin. Mahasiswa juga meminta Kementerian Kehutanan membatalkan SK tentang tukar guling areal lahan seluas 11.000 Ha yang diberikan kepada PT BAS di Aceh Selatan.

Aceh Besar Berantas Narkoba

JANTHO - Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah mengajak seluruh camat, kapolsek serta danramil se-Aceh Besar, unhrk saling bahu-membahu menyelamatkan generasi muda dari pengaruh narkoba.

Sebagai benteng utama melawan pengaruh narkoba itu, Bupati mengimbau warga untuk menghidupkan program Beut Alquran Bakda Magrib IBABM. Hal itu dikatakan Bupati saat membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Rakorpimcam) se-Aceh Besar di Aula Kantor Bupati Aceh Besar, di Kota Jantho, Kamis (12/3).

Ia mengatakan, narkoba dapat menyebar dengan cepat seperti wabah penyakit. Bukan hanya orang tua, tapi remaja yang merupakan generasi penerus bangsa pun, kini sudah jadi korbannya. "Narkoba itu merusak otak, syaraf, dan organ tubuh lainnya. Sudah seharusnya generasi muda menjauhkan diri dari narkoba, yang dilarang agama dan pemerintah," ujarnya.

Ketua panitia. A Yani menjelaskan, rakor pimcam yang diikuti seluruh camat, danramil, dan kapolsek se-Aceh Besar mengusung tema "Peran Pemerintah untuk Menyelamatkan Generasi Muda dari Pengaruh Narkoba".


Hadir sebagai pemateri Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh, Kombes Pol Drs Armensyah Thay, Dandim 0101 /BS letkol Inf Hasandi Lubis SIP, dan Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Novianto SIK

Banda Aceh Raih Penghargaan IMP

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh kembali meraih prestasi tingkat nasional. Kali ini, Banda Aceh meraih penghargaan inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) Tahun 2014. Penghargaan itu diserahkan Menteri Dalam Negeri Tcahjo Kumolo kepada Wali kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal di Balai Kota Surabaya, Kamis (13/3).

Pada ajang itu, Banda Aceh meraih Juara pada dua kategori. Yaitu, juara I Sub-bidang Pengelolaan Air Limbah dan Juara 3 Sub-bidang Penataan Ruang Terbuka Hijau. Plh Kabag Humas Setdako Banda Aceh, Mahdi SPd MM mengatakan, ada l03 daerah yang mengikuti 9 sub-bidang yang dilombakan. Dari 103 itu, 16 di antaranya terpilih sebagai pemenang terdiri atas 12 kota dan 4 kabupaten.

Dalam siaran pers kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Mahdi menyebutkan, IMP yang digelar dua tahun sekali ini, bertujuan mendorong kualitas kinerja pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan meningkatkan kinerja yang berkesinambungan.

Sementara usai menerima penghargaan itu, kata Mahdi, Wali Kota Banda Aceh menyampaikan bahwa penghargaan berupa piala dan piagam tersebut, adalah keberhasilan pemerintah dan masyarakat Banda Aceh. "Ini kita raih bersama masyarakat, untuk itu saya mewakili Pemerintah Kota Banda Aceh mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Banda Aceh karena telah berpartisipasi membantu dan mendukung program Pemko sehingga mendapatkan prestasi ini," kata Illiza.


Illiza juga berkomitmen akan mempertahankan prestasi itu dan akan bekerja keras bersama-sama aparat dan masyarakat kota untuk melahirkan inovasi-inovasi lainnya demi kemajuan pembangun Kota Banda Aceh.

Anggota DPR-RI Tinjau SDN 18 Banda Aceh

BANDA ACEH – Anggota DPR-RI, T Riefky Harsya meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 di Punge Blangcut, Banda Aceh pada Kamis (12/3) pagi. Dia berjanji akan mengusulkan pembangunan dua ruang kelas baru (RKB) melalui dana APBN 2016.

Anggota Komisi X DPRI-RI itu didampingi Prof Dr lbrahim Bafadal MPd dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Pusat dan Sabri TS SPd, Kabid Pendidikan Dasar dan Lanjutan Dispora Banda Aceh. Dalam tinjauan itu, Riefky mengaku prihatin melihat kondisi sekolah yang kembali rusak, mulai dari lantai sampai plafon.

"Saya berjanji akan memperjuangkan pembangunan sekolah pada 2016 mendatang," ujarnya di hadapan dewan guru. Sekolah yang memiliki 10 ruang kelas itu berada dekat situs tsunami Kapal Apung dan memiliki sekitar 300 murid, dari kelas I sampai kelas VI.


Sedangkan Kepala SDN 18, Dra Musrianum berharap, pembangunan gedung sekolah dapat diwujudkan, sehingga proses belajar mengajar dapat lebih baik lagi. Dia juga memberikan apresiasi kepada anggota DPR-RI itu dan pejabat pusat yang bersedia memperhatikan kondisi sekolah yang dipimpinnya.

Jaksa "Copy Paste" Tentang Tuntutan Dari BAP

BANDA ACEH – Pengacara mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Kadisperindagkop) Aceh Tamiang, Ir Irwansyah, Ansharullah Ida MH dan Aulia Rahman SH, menyatakan keberatan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuala Simpang terhadap kliennya.

Ia berpendapat, uraian tuntutan JPU bukan diambil dari fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan melainkan copy paste (copas) dari Berkas Acara Pidana (BAP) dan uraian dakwaan yang dijadikan analisa unsur. Atas dasar hal tersebut, guna kepentingan hukum bagi terdakwa, maka penasihat hukum mengajukan nota pembelaan sehubungan dengan fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan," kata Ansharullah saat membacakan nota pembelaan (pledoi) terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Kamis (12/3).
Ansharullah menjelaskan, berdasarkan keterangan auditor BPKP Perwakilan Aceh selalu ahli yang dihadirkan JPU, antara lain menyebutkan laporan kerugian negara dalam BAP pada majelis hakim bersifat kepepet dan belurn final. Hal ini dilakukan karena masa penahanan para terdakwa sudah hampir habis, sehingga laporan hasil audit tersebut tidak berlaku lagi karena telah salah metode perhitungan. Tapi JPU tetap memaksa kehendaknya dengan bermacam imajinasi dan alibi dengan menafikan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan.

Hal ini agar JPU bisa menuntut terdakwa dengan hukuman yang setingi-tingginya tanpa didukung bukti dan fakta hukum sesungguhnya. "Ini jelas mengandung maksud dan tujuan di luar dari tujuan penegakan hukum. Sebab dari awal jelas terlihat mulai dari penyidikan, penyidik di Kejari Kuala Simpang sampai dengan pelimpahan kepada JPU, penyidik belum mengetahui ada atau tidaknya kerugian negara," katanya.

Sementara pada kenyataannya, proyek revitalisasi pasar pagi Kuala Simpang tahun 2011 dengan anggaran hampir Rp 7 miliar dari APBN 2011 telah dimanfaatkan dan dipergunakan untuk kepentingan transaksi jual beli masyarakat Kuala Simpang. "Karena itu, demi hukum terdakwa harus dibebaskan dari segala dakwaan maupun tuntutan hukuman JPU, " tegas Anshanilah. Sebelumnya, JPU menuntut dengan hukuman bervariasi terhadap Irwansyah dan lima terdakwa lainnya.

Untuk Irwansyah, jaksa menuntut 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta atau bisa diganti dengan kurungan selama enam bulan. Keenamnya didakwa sama-sama terlibat penyimpangan dalam proyek pembangunan revitalisasi pasar pagi Kuala Simpang, Tarniang dengan kerugian keuangan negara Rp 2.374.440.892,90 sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.


Usai mendengarkan nota pembelaan (pledoi) dari pihak terdakwa, majelis hakim yang diketuai Ainal Mardhiah SH dibantu hakim anggota Syaiful Has'ari SH dan Hamidi Djamil SH menunda sidang hingga Kamis 19 Maret 2015.

Paket Proyek APBA Segera Dilelang

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh mulai Jumat (13/3) hari ini mulai mengumumkan proyek-proyek APBA 2015 yang akan dilelang secara terbuka di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Angka sementara, jumlah proyek yang akan dilelang mencapai 1.678 paket, dengan nilai mencapai Rp 2,7 triliun. "Kepada SKPA yang akan mengumumkan paket proyeknya kita minta untuk segera melengkapi seluruh dokumen proyek yang mau dilelang," kata Kepala Biro (Karo) Pembangunan Setda Aceh, Arifin, kepada Aceh-gayo.blogspot.com, Kamis (12/3).

ULP (Unit Layanan Pengadaan) tambahnya, tidak akan menayangkan pengumuman lelang apabila syarat dokumen tidak lengkap. Arifin menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan pemerintah sebelum sampai pada tahap pelelangan adalah membuat Rencana Umum Pengadaan (RUP). Sampai sore kemarin, di Sebutkan, dari total 55 SKPA (Satuan Kerja Pemerintah Aceh), masih ada 12 lagi yang belum membuat RUP.

SKPA dimaksud antara lain, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Koperasi dan UKM, Sekretariat DPRA, Dinas Perkebunan, Sekretariat Wali Nanggroe dan beberapa SKPA lainnya. "Kami sangat berharap SKPA yang belum buat RUP agar segera membuatnya.

Menurut Arifin tidak semua proyek masuk dalam lelang LPSE karena banyak proyek yang dibawah 200 juta jadi perkerjaanya termasuk PL.

Semakin Cepat Semakin Baik

WAKIL Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi mengatakan, pihaknya sangat berharap pihak eksekutif bisa mempercepat pelaksanaan lelang proyek baik fisik maupun pengadaan barang dan jasa.

Sampai minggu pertama Maret ini, disebutkannya, belum ada satu pun proyek fisik APBA 2015 yang telah dilelang secara terbuka di LPSE. Yang ada baru penyusunan rencana umum pengadaan (RUP) di masing-masing SKPA ujarnya.

Menurut Ketua DPD partai Golkar Aceh ini, semakin cepat proyek fisik APBA 2015 di lelang, maka akan semakin bagus. "Kita juga.kan tahu bahwa ekonomi Aceh baru bergerak apabila dana pemerintah sudah cair.


Kalau proyeknya belum dilelang sampai sekarang, pelaksanaan dan pencairan anggaran proyek Pemerintah Aceh bisa molor lagi sampai bulan puasa atau Juni" kata Sulaiman Abda.